
7 hari kepergian Chandra, di mana Anna dan mamanya juga kakaknya mengadakan syukuran dengan mengundang banyak anak yatim untuk mengadakan pengajian di rumah mereka yang orang-orang juga berdatangan sangat banyak. Yang pasti keluarga Athar sebelumnya juga sudah turut membantu dan tidak hanya itu saja teman-teman Anna juga pasti turut membantu.
Acara juga berjalan dengan lancar dengan pengajian bersama, mendengarkan ceramah ustadz, dan juga makan bersama serta doa yang pasti di panjatkan. Acara tersebut sangat terasa hikmat dan pasti ada kebahagiaan sendiri yang di alami.
Anna, Aurelia, Chaca, Athar, Maya, Anjani dan ada beberapa lainnya sedang membagikan bingkisan dan juga amplop untuk para anak yatim tersebut dengan mereka yang tidak lupa menghapus kepala anak yatim yang berbaris dengan rapi yang pasti semuanya sama-sama bahagia dengan apa yang telah mereka terima yang pasti tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Mungkin masa-masa kesedihan Anna sudah berkurang. Karena Anna sekarang jauh lebih ikhlas. Jadi dengan keikhlasan itu Anna menjadi jauh lebih baik dan dan bisa tersenyum walau hanya tersenyum tipis dan suaminya Athar yang berdiri di sampingnya pasti sangat bangga dengan istrinya yang sekarang sang istri memang jauh lebih baik.
Anna menoleh ke arah Athar dengan Anna yang tersenyum pada Athar yang pasti Anna ingin mengatakan jika dia sudah baik-baik saja. Kode mata mereka saling berbicara yang menggambarkan perasaan mereka masing-masing yang seperti apa.
"Chaca happy?" tanya Maya yang sedikit membungkuk yang berbicara pada Chaca.
"Sangat happy, Chaca sangat bahagia sekali, bisa berbagi dengan teman-teman Chaca," jawan Chaca membuat Maya tersenyum dengan mengusap lembut kepala Chaca. Dia memang tidak perlu memikirkan masa lalu yang penting dia sekarang bahagia dan tidak akan ada ruginya untuknya walau dekat dengan anak dari mantan suaminya bersama sahabatnya. Ya kebesaran hati Maya tidak semua orang bisa memilikinya.
***********
Akhirnya acara selesai dan berjalan dengan lancar. Para anak yatim sudah pulang semua dan hanya tinggal keluarga yang masih berada di kediaman Anna yang pasti masih beres-beres dengan banyaknya yang harus di urus.
Anna dan Athar sekarang sedang mengantarkannya, Jennie dan Mahendra ke mobil yang mana Jennie dan Mahendra akan pulang hari ini yang mana mereka sudah begitu lama berada di Indonesia yang di perkirakan ada 7 hari.
"Makasih ya Jennie sudah banyak membantu dan harus menguras waktu kalian berdua yang ada saat papa di semayamkan sampai membantu pemakaman papa dan mengikutiku acara-acara takziah dan sampai saat ini, makasih ya untuk waktunya," ucap Anna yang memeluk Jennie.
"Sama-sama Anna, kamu tidak perlu berterima kasih memang kita harus saling membantu dan lagian aku juga tidak melakukan apa-apa," sahut Jennie yang sudah saling melepas pelukan dengan Anna.
"Tapi tetap aku sana Anna berterima kasih untuk kamu dan Mahendra yang benar-benar meluangkan waktu kalian berdua, jauh-jauh datang dan bahkan ikut membantu kami," ucap Athar.
"Santai aja Athar," sahut Mahendra dengan menepuk bahu Athar.
"Ya sudah kalau begitu Anna, Athar kami pamit ya, sekali lagi turut berdukacita atas kepergian pak Chandra, kamu jangan sedih-sedih lagi. Ingat pak Chandra sudah baik-baik saja di atas sana. Jadi kamu tidak boleh sedih-sedih ya," ucap Jennie yang memberi Anna power.
"Makasih Jennie. Kalian berdua hati-hati ya, kalau sudah sampai kabari kami," ucap Anna.
"Baiklah, Athar aku pamit," sahut Jennie yang memeluk Athar.
"Iya makasih sekali lagi, kalian berdua hati-hati," sahut Athar.
"Sama, salam untuk semuanya yang di dalam," ucap Jenni.
"Pasti nanti nanti di sampaikan," sahut Athar.
"Mari Anna," sahut Mahendra. Anna mengangguk dengan tersenyum dan langsung pergi memasuki mobil Athar mendekat Anna dan merangkul bahu istrinya dengan Anna melihat ke arah Athar dengan Anna yang tersenyum.
Tin-tin bunyi klakson terdengar yang mana sebelum menjalankan mobilnya Mahendra memberi klakson terlebih dahulu. Athar mengangkat tangannya dan Anna melambaikan tangannya melihat kepergian Jennie dan Mahendra.
"Alhamdulillah sampai sekarang silaturahmi kita masih terjaga dengan baik. Walau Jennie dan Mahendra ada di Luar Negri. Tetapi ketika mendengar papa tiada mereka langsung terbang yang padahal mereka sangat sibuk bahkan sampai menginap 1 Minggu," ucap Anna.
"Kamu benar aku juga tidak menyangka jika Jennie dan Mahendra sangat meluangkan waktu mereka untuk kita. Semoga kedepannya hubungan ini tetap seperti ini," ucap Athar dengan harapannya yang sama.
__ADS_1
"Aku juga berharap seperti itu," sahut Anna dengan tersenyum melihat suaminya dan Athar mencium lembut kening Anna.
"Kita masuk yuk!" ajak Athar Anna mengangguk dan ikut masuk bersama Athar dengan mereka yang masih tetap saling merangkul.
***********
Olive sedang mengambil makanan dan langsung membawanya ke meja yang mana ternyata ada Mike di sana. Ternyata Olive sedang mengambilkan makanan untuk Mike.
"Ini kak Mike silahkan di makan!" ucap Olive dengan ramah.
"Makasih ya Olive kamu itu baik sekali," ucap Mike.
"Kak Mike jangan berlebihan orang hanya mengambilkan makan saja kok," sahut Olive yang menarik kursi dan langsung duduk di samping Mike.
"Tidak berlebihan. Tetapi memang benar kamu itu sangat baik," puji Mike.
"Iya-iya terserah kak Mike aja deh mau bilang apa," sahut Olive.
"Oh iya kamu sendiri bagaimana, apa sudah makan?" tanya Mike tampak sangat perhatian.
"Jangan khawatir kak Mike sudah makan kok," sahut Olive, "sekarang tinggal kak Mike yang belum makan. Makanya sekarang makanlah jangan banyak berbicara lagi nanti makanannya keburu tidak enak," ucap Olive.
"Baiklah aku mulai makan ya," sahut Mike dengan tersenyum yang langsung makan.
"Oh iya selama beberapa hari ini kak Mike ada di mana sih, kok aku nggak pernah lihat, di acara pemakaman papa Anna juga tidak ada dan bahkan baru muncul sekarang?" tanya Olive yang memang heran dengan Mike karena dia tidak tau Mike berada di mana.
"Ohhhh, begitu rupanya, aku pikir kak Mike entah kemana," sahut Olive.
"Aku juga sudah mengatakan pada Athar dan Anna kok dan syukur-syukur aku bisa mengikuti acara syukuran ini walau aku juga datang terlambat," ucap Mike.
"Tidak apa-apa kok kak Mike yang penting itu niatnya ada," sahut Olive.
"Iya maaf ya Olive," sahut Mike.
"Minta maaf soal apa. Olive yang harus minta maaf karena kak Mike itu tamu di tempat kami. Tetapi kak Mike malah tidak nyaman dan takutnya malah menyesal lagi nanti berkunjung kerumah Olive," sahut Olive yang merasa tidak enak.
"Tidak dong Olive kamu ini bicara apa. Siapa juga yang menyesal. Aku sangat mengerti dengan posisi keluarga kalian yang memang sedang berduka," ucap Mike.
"Ya sudah kak Mike makasih ya. Nanti sebagai gantinya Olive temani kak Mike kalau mau jalan-jalan," ucap Olive yang menawarkan jasa tour gratis.
"Baiklah, aku tunggu itu," sahut Mike yang membuat Olive tersenyum.
Ternyata kedekatan Olivie dan Mike yang berbicara dan terlihat sangat dekat di perhatikan oleh Maharani dan Ari Purnama yang tidak jauh dari tempat Olive dan Mike.
"Mereka pasti ada hubungan special pah. Tetapi Olive tidak cerita apa-apa pada mama," ucap Maharani yang penasaran dengan hubungan sang anak dengan pria yang mereka ketahui sebagai teman Athar.
"Mungkin hubungan mereka belum terlalu serius. Olive juga tidak mungkin tidak cerita pada kamu," sahut Ari Purnama.
__ADS_1
"Iya juga sih, tapi bagaimana kalau tiba-tiba saja Olive mengenalkan Pria itu sebagai calon suaminya. Apa itu artinya putri kita akan menikah tapikan dia masih kecil," sahut Maharani dengan pemikirannya yang sudah kemana-mana.
"Iya juga sih mah, bagaimana kalau tiba-tiba saja Olive mengejutkan kita dengan berita seperti itu. Papa jadi tidak bisa membayangkannya," sahut Ari Purnama sampai mengangkat ke-2 bahunya.
"Papa sama Mama lagi bicara apa sih," sahut Athar yang tiba-tiba datang bersama Anna yang heran dengan ke-2 orang tuanya yang berbicara berbisik-bisik.
"Iya mah pah, kenapa juga melihat ke arah sana terus?" tanya Anna heran yang melihat pandangan ke-2 orangtuanya pada Olive dan Mike.
"Mama sama papa lagi lihat adik kamu. Athar sebenarnya adik kamu itu ada hubungan apa sama teman kamu?" tanya Maharani.
"Hubungan, memang mereka ada hubungan apa?" tanya Athar dengan heran.
"Ya mana mama tau kan kamu sama adik kamu sudah New York dengan waktu yang lama dan pria itu juga teman kamu ya seharusnya kamu yang tau hubungan mereka itu seperti apa," ucap Maharani.
"Tapi setau aku sama Athar mereka itu tidak ada hubungan apa-apa ya nggak tau juga sih," sahut Anna.
"Tapi mana mungkin sudah seperti itu mereka tidak ada hubungan apa-apa itu sangat aneh," sahut Maharani.
"Ya udahlah mah, mau ada hubungan atau tidak biar ajalah, lagian teman Athar itu baik kok, yakinlah kalau dia ada niat untuk serius pada Olive Athar bisa jamin akan baik-baik aja. Mama dan papa jangan Khawatir," sahut Athar yang memang sudah mengenal Mike cukup lama.
"Bukan masalah itu. Mama takut aja, Olive tidak cerita apa-apa. Terus nanti tiba-tiba si cowok itu sudah datang kerumah dan main lamar aja kan mama pasti shock," sahut Maharani.
"Papa juga takut kalau tiba-tiba Olive di lamar," sahut Ari Purnama.
"Mah pah, bagus dong kalau Olive ada yang melamar, lagian mama dan papa sudah berpikir sampai sejauh itu. Jadi kalau nanti doa mama dan papa terkabul berarti sudah tidak kaget lagi," sahut Anna.
"Anna masalahnya bukan Olive mau di lamar atau tidak. Tapi Olive itu masih kecil. Jadi mana mungkin main nikah gitu aja," sahut Maharani.
"Apa mama bilang Olive masih kecil," sahut Athar yang tampak terkejut dan Maharani menganggukkan kepalanya.
"Astaga mah, Olive itu sudah dewasa. Usia juga bahkan lebih tua dari pada Anna. Tapi apa yang mama katakan masih kecil. Mah putri bungsu mama itu sudah dewasa mana ada masih kecil," sahut Athar geleng-geleng.
"Ya bagi mama dia itu masih tetap anak mama yang masih kecil," sahut Maharani. Anna mendengarnya hanya tersenyum saja.
"Arggh terserah mama lah yang penting Olive itu sudah besar dan lama-kelamaan dia juga akan menikah. Jadi stop mama itu terus beranggapan jika Olive masih kecil," sahut Athar menegaskan.
"Sudahlah sayang," sahut Anna.
"Argh sudahlah mama dan papa terserah mau memikirkan apa tentang Olive, masih kecil atau dewasa terserah mama dan papa. Ayo Anna kita masuk," ajak Athar. Anna menganggukkan kepalanya dan mengikuti suaminya.
"Pada kenapa sih Athar?" tanya Maharani heran.
"Papa juga tidak tau, sudahlah nanti kita interogasi Olive mengenai hubungannya dengan teman Athar itu," sahut Ari Purnama.
"mama juga setuju itu," sahut Maharani yang pasti sudah tidak sabar untuk melakukannya.
Bersambung
__ADS_1