
Namun Aurelia yang tampaknya tidak peduli dan Langsung memasuki rumah melihat Chandra yang seperti orang gila.
" Kau pulang?" tanya Chandra menekan suaranya. Dia semakin emosi dengan melihat Aurelia si biang masalah yang akhirnya pulang.
" Berani sekali kau pulang setelah menjadi wanita murahan di luar sana!" teriak Chandra dengan menunjuk Aurelia, menatap Aurelia tajam yang berbicara kasar.
" Jangan bicara sembarangan, aku bukan wanita ******," sahut Aurelia protes.
" Kau pikir aku tidak tau kelakukan mu hah! setelah kau menghancurkan rencana ku. Kau bersenang-senang di luar sana. Kau seperti wanita tidak benar ," bentak Chandra kembali mengulangi makiannya.
" Cukup pa!" bentak Aurelia, " aku tidak percaya jika papa bisa mengatai ku wanita rendahan seperti itu. Aku bukanlah ****** seperti istrimu itu. Istri yang merebut suami orang lain. Istri yang menghancurkan keluarga orang lain dan lihat apa yang di lakukan nya sekarang bahkan berani membantah papa. Jadi dia lah murahan yang papa pelihara selama ini!" teriak Aurelia yang tidak bisa menahan kata-katanya.
" Kau...." Chandra mengangkat tangannya ingin menampar Aurelia.
" Tampar pa, tampar aku sesuka hati papa, semau papa. Tampar aku demi membela wanita yang tidak benar itu. Aku sudah muak dengan papa. Aku muak semua peraturan papa, tekanan papa yang membuatku menjadi orang lain. Aku muak dengan papa yang menjadikanku boneka," teriak Aurelia dengan matanya yang memerah yang mengeluarkan semua isi hatinya.
Chandra hanya diam dengan tangannya yang tidak jadi melayang pada pipi Aurelia.
" Apa yang kau bicarakan, kau bicara muak, apa kau ingin ku buang dari rumah ini," sahut Chandra dengan suara rendahnya yang mengancam Aurelia.
Bukannya takut, Aurelia malah tersenyum mendengarnya, " tidak perlu papa melakukan itu. Karena aku akan pergi sendiri. Aku tidak bisa tinggal di neraka dengan para iblis di rumah ini!" tegas Aurelia yang sudah bertekad ingin hengkang dari rumah itu.
" Bagus, jika kau ingin pergi. Maka pergilah, kau hanya akan menjadi gembel di luaran sana," ucap Chandra.
" Aku lebih baik menjadi gembel dari pada harus tinggal di rumah ini," sahut Aurelia menekankan yang pergi dari hadapan Chandra.
" Mau kemana kau?" tanya Chandra melihat Aurelia menaiki anak tangga.
" Aku ingin mengambil pakaian ku dan pergi dari rumah ini," jawab Aurelia.
__ADS_1
" Apa yang kau pikirkan Aurelia. Kau pikir bisa pergi dengan membawa barang-barang yang di beli pakai uangku. Ingat Aurelia kau itu apa-apa menggunakan uangku. Termasuk pakaian yang menempel di tubuhmu itu. Jadi jika kau sudah memutuskan dengan lancang pergi dari rumah ini. Maka pergilah tanpa membawa apapun. Karena semua itu uangku," ucap Chandra menegaskan.
Aurelia kaget mendengarnya dengan napasnya yang terasa sesak. Sangat tega papanya akan melakukan itu kepadanya.
" Kenapa sekarang kau ragu untuk pergi? Kau takut menjadi gembel. Ya kau sangat takut miskin. Jadi jangan sok-sokan ingin angkat kaki dari rumah ini," ucap Chandra yang berbicara meremehkan Aurelia.
" Sekarang berlutut kepadaku dan meminta maaf, maka aku akan mengampunimu!" tegas Chandra.
Aurelia menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu membalikkan tubuhnya dan menghadap Chandra saling melihat dengan tajam bersama Chandra. Aurelia tersenyum melihat papanya itu.
" Aku tidak akan berlutut. Jika tidak membawa apapun yang ku miliki saat keluar dari rumah ini. Maka tidak masalah bagiku. Aku tidak takut menjadi miskin dan apalagi menjadi gembel yang penting bagiku. Aku terbebas dari neraka ini," tegas Aurelia dengan santai bicara dan langsung pergi dari rumah hadapan Chandra.
Sebelumnya Aurelia juga meletakkan kunci mobil dan dompetnya. Ya dia hanya membawa ponselnya saja dan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Chandra mengepal tangannya, saat melihat kurang ajarnya Aurelia yang pergi begitu saja.
" Anak kurang ajar. Kita lihat saja apa kau akan bertahan hidup di luar sana. Kau tidak akan bisa bahagia anak kurang ajar. Kau akan menyesal sudah keluar dari rumah ini. kau akan menjadi gembel!" teriak Chandra yang begitu emosi dengan perginya Aurelia.
Tidak istrinya yang berani melawannya dan tadi anaknya juga melawannya dan bahkan angkat kaki dari rumah itu. Chandra benar-benar sudah tidak di hargai lagi. Seperti sudah tidak bermanfaat sehingga Aurelia dan Amelia berani kepadanya dan bahkan bicara kasar kepadanya.
*********
Amelia berada di dalam mobil di kursi penumpang yang mana dia memegang berkas-berkas penting Perusahaan.
" Aku harus menemui nya dia yang bisa menyelamatkan perusahaan ku. Mahendra klien yang bernama Mahendra itu bisa menyelesaikan perusahaan ku. Aku harus menemuinya. Aku tidak akan membiarkan Perusahaan ku berantakan. Hancur begitu saja. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," batin Amelia yang tampaknya sangat yakin dengan keputusannya yang ingin bekerja sama dengan seorang klien yang bernama Mahendra tersebut.
" Semoga semua rencana ku berhasil. Semoga perusahan ku benar-benar terselamatkan," batin Amelia dengan perasaannya yang dek-dekan.
Hancurnya perusahannya di tangan suaminya membuatnya harus turun tangan. Amelia juga tidak mau bangkrut. Jika bangkrut yang artinya dia akan menjadi miskin dan dia tidak mau hal itu terjadi. Jadi mau tidak mau dia harus berusaha sendiri turun tangan sendiri yang tidak bisa mengandalkan Chandra lagi.
__ADS_1
************
Setelah bersiap-siap. Akhirnya Anna dan Athar sampai juga di Bandara di mana, Jennie yang mengantar mereka dan mengurus semua keberangkatan Anna dan juga Athar.
Anna dan Athar bahkan sudah berada di dalam pesawat yang mana mereka duduk bersebelahan. Mereka saling melihat dengan Anna yang tersenyum tipis dan Athar pun tersenyum kepadanya.
" Kamu benar-benar tau kan di mana Bu Anjani tinggal?" tanya Athar yang terlihat masih ragu.
" Iya aku tau, kan seharusnya aku menyusulnya ke Bangkok, jadi jelas aku tau," jawab Anna.
" Kau ingin menyusulnya ke Bangkok?" tanya Athar dengan menaikkan ke-2 alisnya.
" Iya," jawab Anna.
" Untuk apa?" tanya Athar.
" Pergi darimu," jawab Anna singkat. Athar menatap Anna serius mendengar jawaban Anna yang begitu entengnya.
" Bukannya aku sudah mengundurkan diri dan sebelum mengundurkan diri. Aku sudah memikirkan semuanya. Jika aku akan menerima tawaran Bu Anjani untuk bekerja di Bangkok," jelas Anna apa adanya.
" Kau benar-benar ingin melakukan itu?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.
" Anna bukannya kamu juga harus mengikuti kompetisi yang belum selesai di perusahan," ucap Athar.
" Aku mengundurkan diri yang berati tidak melanjutkannya lagi," jawab Anna.
" Kenapa melakukannya?" tanya Athar. Anna diam tanpa menjawab, " apa kerena aku?" tanya Athar. Anna jujur dan mengangguk pelan.
" Aku memang pergi karena kamu. Tapi kamu malah menemukanku dan membuatku pergi dengan tertunda yang sekarang pergi ke Bangkok bersamamu," ucap Anna menatap dalam-dalam.
__ADS_1
" Setelah kita sampai Bangkok dan masalahku selesai. Kamu akan pulang bersamaku kan?" tanya Athar memastikan yang tidak mau kehilangan Anna.
Bersambung