Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 38 1 lift


__ADS_3

Orang-orang yang ada di dalam lift bergeseran Anna yang tadinya pada awalnya di depan. Jadi di geser sedikit demi sedikit dan akhirnya sampai kebelakang dan sejajar dengan Athar.


Ya Anna masih sibuk menundukkan kepalanya dengan Handphone baru yang di pegangnya. Tampaknya rasa tidak percayanya bisa punya handphone baru masih di rasakannya. Makanya sampai tidak sadar bahwa tubuhnya sudah sangat rapat dengan Athar.


Athar juga tidak menyadari jika wanita yang berdiri di sampingnya itu adalah Anna. Karena Anna sedari tadi menunduk. Hanya saja matanya sangat sakit melihat karyawan yang sibuk dengan handphone. Ya memang Athar bos yang sangat ribet. Semua serba salah.


" Aku tidak percaya, jika Tante itu memberiku handphone ini. Ya Allah mudahkanlah segala urusannya dan perlancar rezekinya. Dia sangat baik ya Allah. Bagaimana nanti aku membalasnya ya," batin Anna dengan wajah tersenyumnya yang penuh keceriaan.


Anna mengangkat kepalanya dan melihat tumpukan orang di depannya.


" Lift sangat padat," batin Anna melihat-lihat di sekitar lift.


Dan tibalah Anna menoleh ke kirinya. Athar yang tinggi membuat Anna mendongakkan kepalanya melihat siapa di sampingnya.


Matanya langsung melotot saat melihat Athar yang berdiri dengan Coll di sampingnya.


" Mampus," lirih Anna. Suara Anna yang pelan mampu terdengar di telinga Athar dan membuat Athar menoleh.


Athar juga kaget melihat Anna yang tiba-tiba saja ada di sampingnya. Anna yang mendapat tatapan tajam dari Athar menelan salavinanya dan kembali menunduk yang tidak berani melihat Athar. Athar mandengus kasar melihat Anna yang tidak berani bicara apa-apa.


" Ya Allah, kenapa dia ada di sini. Anna kamu sih sibuk dengan handphone sampai kamu tidak menyadari jika manusia Dajjal itu ada di sampingmu. Tammatlah Anna riwayat mu," batin Anna yang terus bergerutu di hatinya. Kakinya bahkan begitu bergetar karena berada di samping Athar.


" Sekarang dia membisu. Kemana suara dan kata-katanya yang tidak terpelajar itu," batin Athar menyunggingkan senyumnya melihat Anna yang tampak bergetar dan ketakutan.


Tapi mata Athar tiba-tiba fokus pada benda yang di pegang Anna. Apa lagi jika bukan handphone. Ya benda itu pasti tidak asing. Karena kemarin dia membeli benda yang sama seperti di pegang Anna.


" Apa barang yang aku beli sangat pasaran, kenapa sama persis dengan apa yang di pegangnya," batin Athar yang tampak berpikir keras.


Anna yang menunduk dengan perlahan menoleh ke arah Athar dan Anna menangkap Athar yang melihat ponselnya membuat Anna langsung spontan menyembunyikan di tangan yang satunya.


" Apa, dia punya rencana untuk menghancurkan handphone ku ini," batin Anna tampak was-was.


" Tidak Anna! jangan berikan dia kesempatan Anna untuk merusaknya lagi. Sudah cukup Anna," batin Anna yang tampak menjaga dengan ketat handphonenya itu.

__ADS_1


Ting


Pintu lift akhirnya terbuka satu persatu karyawan keluar dari lift dengan rapi dan Anna langsungmengambil kesempatan untuk lari. Bahkan menerobos teman-temannya yang masih antri untuk keluar. Sampai rekan-rekannya itu geleng-geleng dengan kelakukan Anna.


" Apa dia pikir Perusahan ini taman bermain apa," desis Athar yang lagi-lagi geram dengan tingkah Anna yang memang sudah merusak citra Perusahaan.


Ya melakukan banyak hal-hal konyol memang harus di maklumi. Begitulah Anna. Memang orangnya tidak bisa di beri tahu dengan benar. Dan sudah mencerna.


*************


Aurelia duduk di meja riasnya dengan memberi lotion pada kulitnya yang mulus itu.


" Hmmm, besok akan pengumuman desain yang akan melanjutkan tahap selanjutnya. Itu artinya aku harus datang besok ke Perusahaan. Aku harus melihat siapa-siapa saja sainganku," batin Aurelie yang tampaknya sangat percaya diri jika desainnya akan menjadi salah satu darin20 orang yang terpilih.


" Aku yakin Athar akan menomor satukan desain ku dan dia akan menyadari jika selama ini apa yang aku tunjukkan padanya sangat menarik. Ya jelas aku juga akan menjadi pemenangnya aku kuliah di Luar Negri. Sementara orang-orang yang mengikuti perlombaan itu hanya orang-orang biasa yang kuliah apa adanya. Jadi jelas sudah sangat bisa di tentukan. Bahwa akulah yang akan menjadi pemenangnya. Mereka tidak akan bisa bersaing denganku," ucapnya yang memang sangat percaya diri.


" Hmmm, sudah tidak sabar untuk menunggu esok hari. Di mana aku calon istri Athar akan terpilih dan pasti tidak akan ada babak selanjutnya. Karena Athar akan mempercayakan desainku selanjutnya dan kami bisa bekerja sama. Seharusnya memang pasangan kekasih harus berkalaborasi dengan baik," gumam Aurelie. tersenyum di depan cermin.


*************


Pagi hari kembali tiba. Anna sudah selesai siap-siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa sebelum kakinya melangkah keluar dari kamarnya. Anna akan memberi silang pada kalender yang mana sudah hari ke 14 Anna bekerja. Sangat tidak terasa. Hari berjalan tepat. Tetapi pasti bagi Anna sangat lama.


" Hmmm, semoga harimu baik di Perusahaan. Semoga aku tidak bertemu dengannya dan semoga tidak ada kesempatan baginya untuk menindasku. Kalau bisa dia tiba-tiba sakit atau terjun dari pesawat. Jadi tidak akan berada di perusahaan itu," batin Anna yang terus mengucapkan kata-kata itu saat akan keluar dari kamarnya.


Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Dan dengan kembali berdoa. Anna pun melanjutkan langkahnya keluar dari kamarnya yang mana Anna akan menjalankan aktivitasnya seperti biasa yang pasti dengan harapan yang baik tanpa ada masalah.


***********


Kediaman Athar.


Seperti biasa keluarga besar itu akan memulai aktivitas di pagi mereka dengan sarapan bersama. Di mana ada Ari Purnama, Maharani, Olive, Athar, Gibran dan Derry.


" Bagaimana dengan perkembangan proyek kamu?" tanya Ari Purnama.

__ADS_1


" Hari ini akan di beritahu pada 20 karyawan yang masuk pada tahap selanjutnya. Jennie sudah menulis syarat dan akan menginginkannya hari ini," jawab Athar dengan tenang.


" Memang proyek apa pa. Kok tumben ada pengumuman," sahut Olive penasaran.


" Kamu nggak perlu tau. Itu urusan Perusahaan," ucap Maharani pelan.


" Ishhhh, apa salahnya sih ma. Kan pengen tau juga," sahut Olive manja.


" Sudah, kamu sebaiknya urus saja kuliah kamu dengan benar," tegas Maharani. Olive langsung berdecak kesal mendengarnya.


" Hmmm,,,,tidak ada Olive hanya kegiatan biasa saja," sahut Derry.


" Ohhhh, begitu," sahut Olive.


" Desain dari Aurelia juga masuk 20 besar. Apa kamu akan bisa adil untuk hal itu Athar?" tanya Ari Purnama.


" Jelas mana bisa adil. Ya langsung to the point saja. Pilih punya Aurelia nggak usah basa-basi, buang-buang waktu saja," sahut Gibran sini. Athar hanya melirik Gibran dengan ekor matanya.


" Pa, bukan hanya aku yang memilih dan menilai. Tapi papa dan yang lainnya juga. Jadi masalah adil dan tidak adil. Itu tidak ada kaitannya," sahut Athar.


" Asal betul aja," sahut Gibran.


" Kak Gibran sudahlah, jangan mencari keributan," sahut Derry yang menegur kakaknya.


" Kamu ini juga jangan ikut-ikutan," sahut Gibran kesal.


" Sudah kalian lanjutkan sarapannya," ucap Ari Purnama.


" Apaan sih yang di bicarakan. Sekarang malah membicarakan desain. Memang desain appaan sih. Ishhh, memang masalah perusahan itu sangat ribet," batin Olive yang geleng-geleng tidak tau apa-apa.


Bersambung


...Para readers aku minta dukungan untuk like koment, dan vote karya aku ya. Terima kasih untuk semuanya....

__ADS_1


__ADS_2