
Di tengah ketegangan mereka yang ingin tau kondisi Chandra apa yang terjadi selanjutnya tiba-tiba Dokter langsung keluar dari ruangan Chandra dan langsung di hampiri Anna dan Aurelia.
"Dok bagaimana ke adaan papa?" tanya Anna dan Aurelia dengan serentak.
"Kita akan langsung melakukan operasi secepatnya untuk kondisi pak Chandra," jawab Dokter.
"Operasi apa papa tidak baik-baik saja? apa kondisinya sangat parah? tanya Anna dengan wajahnya yang panik.
"Kami sudah menjelaskan bagaimana kondisinya sebelumnya. Jadi sebaiknya pihak keluarga langsung bertindak untuk mengambil keputusan secepatnya agar kami bisa menyelamatkan pak Chandra," jawab Dokter.
Dari perkataan Dokter sepertinya apa yang di alami Chandra sudah sangat buruk makanya sampai bisa mengatakan hal seperti itu.
"Kami tunggu keputusan kalian untuk segera mengurus yang lainnya," ucap Dokter yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Kita harus segera melakukan operasi papa," sahut Aurelia yang langsung bertindak.
"Biar aku yang mengurus semuanya," sahut Derry yang juga ingin bertindak membantu keluarga dari kekasihnya itu.
"Aku ikut," sahut Aurelia yang langsung dengan cepat menyusul Derry.
Sementara Anna masih terdiam yang benar-benar begitu shock dengan Masalah yang di alaminya.
"Anna!" lirih Athar yang kembali memeluk Anna.
"Kenapa aku tidak tau apa-apa Athar. Bahkan papa harus di operasi. Dan aku tidak tau sama sekali apa yang di alami papa dan kenapa aku tidak mendapatkan kesempatan untuk ada di samping papa saat semua itu terjadi," ucap Anna yang lagi-lagi sangat kecewa dengan tidak di beritahukan dirinya tentang kondisi sang papa.
"Anna kamu harus mengerti sayang, ini bukan keinginan mama dan juga kakak kamu," ucap Maya yang berusaha untuk membuat Anna mengerti.
"Tapi mah dengan cara mama dan kakak menyembunyikan semua ini. Ini yang terjadi mah, ini yang ada mah. Aku hanya diam di sini yang tidak tau harus melakukan apa untuk papa. Karena aku tidak tau apa-apa. Aku tidak bisa sibuk seperti kak Aurelia yang tau harus melakukan apa. Aku tidak bisa melakukan apa-apa," ucap Anna.
"Sudah-sudah Anna, kamu jangan berpikiran masalah itu dan ini lagi sekarang yang terpenting adalah papa akan secepat di tangani dan mau siapapun yang bertindak itu sama saja yang penting papa baik-baik saja setelah ini," ucap Athar yang menenangkan istrinya.
"Sekarang kita harus berdoa dan jika masih banyak yang bisa di lakukan maka kita akan lakukan. Kita tidak perlu mengatakan ini dan itu, mengeluhkan dan protes apa yang sebelumnya terjadi. Kita sudah ada di sini dan harus berbuat yang terbaik," ucap Athar yang mencoba untuk menenagkan istrinya, memberikan istrinya pengertian agar istrinya tidak merasa tidak bisa melakukan apa-apa.
**********
Chandra akan dioperasi besok pagi dan sekarang Chandara masih ada di ruang perawatan untuk melaksanakan operasi.
Chandra kembali siuman dengan kondisinya yang lemah yang sekarang sedang berbicara dengan Anna.
"Anna kamu jangan menyalahkan siapa-siapa atas keberadaan papa yang di disini, tidak ada yang salah," ucap Chandra dengan napasnya yang terasa sesak yang berbicara dengan terbata-bata.
"Papa tidak seharusnya menyembunyikan semua ini. Seharusnya Anna bisa pulang lebih awal dan Anna tau apa yang terjadi dan bisa melakukan banyak hal dan bisa menemani papa," ucap Anna.
"Kamu baru saja menikah, bahagia bersama suami kamu. Mana mungkin papa akan menghancurkan kebahagiaan kamu dengan papa yang menyusahkan kamu dengan papa yang memberitahu kamu dan kamu akan pulang. Itu sama saja papa sudah merusak kebahagiaan kamu dan papa tidak ingin melakukan itu," ucap Chandra.
"Percuma juga papa merahasiakannya dari Anna. Saat liburan perasaan Anna juga tidak enak. Anna merasa ada sesuatu. Perasaan Anna tidak enak saat liburan pah dan ini ana yang terjadi pah," ucap Anna.
__ADS_1
"Papa minta maaf tapi kamu jangan menyalahartikan siapa-siapa lagi yang penting sekarang kamu sudah di sini dan papa bisa melihat kamu," ucap Chandra.
"Papa seharusnya mendengarkan Anna selama ini. Papa selalu mengatakan jika papa baik-baik saja. Tapi ini kenyataannya jika papa tidak baik-baik saja. Jika dari awal kita cek kerumah sakit Anna yakin kondisi papa akan jauh lebih baik," ucap Anna.
"Maafkan papa Anna. Papa tidak mendengarkan kamu dan juga kakak kamu. Tetapi Anna papa ini sudah tua dan ini wajar terjadi pada papa," ucap Chandra.
"Anna akan memaafkan papa. Jika papa sembuh, papa harus berjanji pada Anna untuk papa sembuh," ucap Anna dengan air matanya yang terus mengalir.
Chandra tersenyum dengan mengangkat tangannya yang meraih wajah Anna dengan mengusap perlahan air mata putrinya itu.
"Papa tidak bisa berjanji saat pada kamu," ucap Chandra dengan senyum Ikhlasnya
"Apa maksud papa?" tanya Anna.
"Anna papa sudah sangat bahagia dengan kamu yang akhirnya bisa bersama Athar, papa bahagia masih di beri kesempatan untuk kamu dan Athar yang kembali menikah. Papa benar-benar bahagia Anna sangat bahagia sampai kebahagiaan itu tidak bisa papa katakan lagi dan papa bersyukur masih bisa di berikan kesempatan itu," ucap Chandra.
"Papa jangan bicara seperti itu pah. Papa harus sembuh apapun yang terjadi Anna masih ingin bersama-sama dengan papa dan papa harus berjanji sama Anna untuk kita pulang sama-sama dan sama-sama bahagia seperti awal," ucap Anna dengan terus menangis terisak-isak.
"Maafkan papa sayang papa tidak bisa menepati janji itu. Kamu yang harus berjanji sama papa untuk tetap bersama Athar, saling mengenyampingkan ego masing-masing dan teruslah saling mencintai," ucap Chandra.
"Pah!" lirih Anna yang langsung memeluk Chandra. Dari apa yang di katakan Chandra. Chandra seolah-olah ingin pergi jauh. Dan perasaan Anna memang semakin kacau.
"Maafkan papa yang sudah banyak melakukan kesalahan di masa lalu, maafkan papa," ucap Chandara.
"Jangan membicarakan masa lalu lagi pah, Anna sudah melupakan semuanya dan sudah memaafkan semuanya yang terpenting bagaimana caranya papa sembuh itu yang paling penting," ucap Anna yang tetap menangis dengan terisak.
"Boleh papa minta sesuatu?" tanya Chandra. Anna menganggukkan kepalanya.
"Anna papa telah menghiyanati mama mu dan menikah dengan sahabatnya dan kamu juga tau kalau kamu dan Aurelia masih mempunyai adik perempuan yang masih kecil yaitu Chica," ucap Chandra yang mengungkit masalah anaknya dengan Amelia.
"Papa tau kamu dan Aurelia sangat tidak menerima Amelia dan juga Chaca. Tapi papa sangat tau jika kamu juga sangat menyadari jika Chaca tidak salah apa-apa, dia hanya anak kecil yang lahir kedunia ini dan tidak mengerti apa-apa," ucap Chandra.
"Kenapa papa berbicara kesana apa yang ingin sebenarnya papa katakan?" tanya Anna.
"Setelah semuanya berakhir dan papa juga mengakhiri hubungan dengan Amelia dan Amelia pergi membawa Chaca. Papa tidak tau bagaimana kehidupan Chaca. Anna dia adik kalian. Papa mohon tetaplah menjadi kakaknya dan bawa dia kemari. Papa tidak ingin mengulangi kesalahan papa sebelumnya dengan menghancurkan kebahagiaan kamu dan Aurelia papa tidak ingin Chaca juga mengalami hal itu. Jadi papa mohon sama kamu untuk membawa Chaca kemari," ucap Chandara.
"Apa yang papa bicarakan. Jangan mengatakan apa-apa pah. Jika kehadiran Chaca akan membuat papa sembuh maka Anna tidak akan masalah sama sekali. Anna tidak akan apa-apa sama sekali. Anna akan bawa Chaca untuk kemari," ucap Anna yang berjanji pada Chandara.
Chandra tersenyum mendengarnya. Bagi Anna tidak pernah masalah dengan anak Amelia. Dulu juga saat hubungan Chandara dan Amelia masih bersatu Anna dan Chaca juga baik-baik saja walau tidak tinggal serumah. Namun Aurelia yang hubungannya tidak baik yang jutek dan tidak peduli dengan Chaca yang walau serumah tinggal dengannya.
**********
Anna kembali bersama Athar yang duduk di depan ruangan perawatan Chandra yang ada kursi di sana.
"Kita makan cari makan ya," ucap Athar dengan lembut. Anna menggelengkan kepalanya.
"Anna kamu harus makan, kamu harus istirahat, kamu itu sangat lelah kita baru dari bandara dan kamu belum istirahat sama sekali," ucap Athar yang khawatir dengan kondisi sang istri.
__ADS_1
"Aku mana bisa makan dengan keadaan seperti ini," ucap Anna yang tidak bersemangat sama sekali.
"Jangan mengatakan seperti itu. Jika tidak makan. Kamu tidak akan mendapatkan tenaga dan kondisi kamu tidak membaik, kamu mau papa yang pada akhirnya akan khawatir kepada kamu," ucap Athar yang memberikan ingat istrinya tersebut.
"Athar aku takut papa kenapa-kenapa dan tadi papa bicara seakan-akan papa mau pergi," ucap Anna.
"Hey, kamu jangan mengatakan hal-hal seperti itu. Percayalah papa tidak akan apa-apa," ucap Athar meyakinkan Anna.
"Athar sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepada kamu," ucap Anna yang mengusap air matanya yang ingin bicara serius dengan Athar.
"Katakan apa yang ingin kamu katakan?" tanya Athar.
"Tadi di dalam papa menyinggung masalah Chaca," jawab Anna.
"Chaca siapa?" tanya Athar yang mungkin tidak mengingat adik Anna.
"Chaca anak dari Tante Amelia dan papa," jawab Anna.
"Oh iya aku mengingatnya, adik kamu dan Aurelia kan?" tanya Athar memastikan. Anna menganggukkan kepalanya.
"Lalu ada apa dengan Chaca?" tanya Athar.
"Papa ingin bertemu dengannya," jawab Anna.
"Kamu tau sekarang Tante Amelia dan Chaca ada di mana?" tanya Athar.
Anna menggelengkan kepalanya, "sudah setahun lebih semenjak kejadian itu dan bahkan sudah hampir 2 tahun. Tante Amelia menghilang dengan membawa Chaca pergi. Jadi tidak ada yang tau dengan keberadaan Chaca," jawab Anna apa adanya.
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Athar.
Anna ingin bicara namun Aurelia dan Derry tiba-tiba saja datang dengan Aurelia membawa kantung plastik yang membuat Anna tidak jadi bicara.
"Ya sudah Aurelia aku pergi sebentar. Nanti aku kemari lagi," ucap Derry pamit.
"Iya Derry makasih ya," sahut Aurelia.
"Iya kalau ada apa-apa kamu langsung kabari ya, aku pergi dulu, kak Athar, Anna, aku duluan," ucap Derry pamit Anna dan Athar menganggukkan kepala mereka.
"Anna ini kamu makan dulu, kakak tadi sudah belikan untuk kamu. Kamu harus tetap jaga makan," ucap Aurelia.
"Makasih kak," sahut Anna yang mengambil bungkusan itu.
"Ya sudah kamu makanlah, kakak mau masuk dulu, mau melihat papa," ucap Aurelia. Anna menganggukkan kepalanya dan Aurelia langsung masuk.
Anna dan Aurelia mungkin masih terlibat perang dingin karena kesalnya Anna pada Aurelia yang merahasiakan banyak hal darinya. Namun Aurelia mencoba berdamai dengan baik-baik saja pada adiknya itu.
Bersambung
__ADS_1