Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 155 kemanisan.


__ADS_3

Tangan Athar yang berada di dahi Anna yang terus mengecek kondisi Anna.


" Mungkin besok dia sudah akan jauh lebih baik," batin Athar.


Anna yang merasa ada tangannya di dahinya langsung di genggamnya dan Anna berbalik badan yang langsung memeluk pinggang Athar yang tidak ingin Athar kemana-mana.


Athar tidak melepas pelukan itu malah memiringkan tubuhnya di depan Anna agar memudahkan Anna untuk memeluknya. Athar mengusap-usap rambut Anna menarik selimut untuk mereka berdua yang memberikan Anna kehangatan.


" Mana mungkin ini pertama kali kau sakit. Lalu siapa yang mengurusmu jika sakit," ucap Athar yang mengetahui Anna tinggal sendiri dan tidak membayangkan bagaimana Anna yang tinggal sendirian jika dia sakit. Athar begitu simpatik kepada Anna dan begitu kasihan dengan wanita itu.


*********


Mentari pagi kembali tiba hari sudah di lalui dengan Anna yang terbaring sakit dan Athar yang benar-benar menjaganya dan merawatnya dengan penuh ketulusan.


Pagi-pagi Athar juga sudah bangun dan Athar yang terlihat sibuk berada di dapur Anna yang mana dia sedang mengaduk sayur yang harumnya minta ampun. Mungkin penghuni perumahan Anna mencium aroma masakan itu.


Anna yang berada di atas tempat tidur tiba-tiba membuka matanya perlahan dengan membuka menutup lagi dan itu di lakukannya berkali-kali sampai akhirnya membukanya sempurna.


Anna menguap dengan menutup mulutnya dengan satu tangannya. lalu perlahan untuk duduk dengan memiringkan tubuhnya kekanan dan kekiri yang tampaknya lumayan pegal.


Anna mengatur napasnya perlahan, menarik perlahan, membuang perlahan itu yang di lakukannya.


" Sudah jam berapa ini," batin Anna yang tampaknya sudah tidak tau jam berapa saat ini.


Dengan perlahan Anna menuruni ranjangnya dengan melangkah pelan membuka pintu kamarnya.


Anna membuka pintu kamar dan melihat di sekitarnya yang tujuannya langsung pada dapur. Di mana Anna melihat Athar yang memasak yang terlihat tampan membuatnya tersenyum. Anna pasti mengingat dan tau. jika Athar yang merawatnya selama dia sakit.


Dengan semangatnya langkah itu langsung mendekati Athar. Langkah pelan dan terlihat begitu santai.


Ehemmm. Anna berdehem membuat Athar membalikkan tubuhnya dan melihat Anna sudah ada di belakangnya.


" Kamu sudah bangun?" tanya Athar.


Anna mengangguk dan berdiri di samping Athar. Athar tersenyum dengan melihat kondisi Anna yang jauh lebih baik dari sebelumnya.


" Kamu sudah baikan?" tanya Athar. Anna mengangguk yang sudah merasa jauh lebih baik dari pada sebelumnya.


" Kamu sedang apa?" tanya Anna pelan dengan melihat masakan Athar sup ayam yang begitu wangi.


" Aku memasak sup," jawab Athar.

__ADS_1


" Sup apa?" tanya Anna melihat sup yang di dalam panci yang di aduk-aduk Athar.


" Sup buntut dengan sayur kentang dan wortel," jawab Athar.


" Kamu suka sup buntut kan?" tanya Athar.


" Hmmm, aku menyukainya dan sepertinya ini sangat enak," jawab Anna menghirup harumnya masakan Athar.


" kamu mau mencobanya?" tanya Athar. Anna mengangguk.


Athar tersenyum tipis dan langsung mengambil sendok makan dan mengambil sup itu. Lalu langsung meniupnya perlahan dan menyodorkan kemulut Anna dan dengan perlahan Anna langsung mencicipi masakan Athar dengan tangan Anna memegang tangan Athar yang memegang sendok.


" Apa enak?" tanya Athar. Anna mengangguk.


" Seperti masakan Bu Anjani," jawab Anna. Membuat Athar mendengus kasar dengan senyum sedikit.


" Kamu selalu saja mengaitkan aku dengannya," sahut Athar.


" Tapi memang iya. Bu Anjani pernah juga memasakkanya untukku dan rasanya sama," ucap Anna.


" Lalu mana yang paling enak?" tanya Athar.


" Kamu membuatku kecewa," sahut Athar.


" Aku bohong, ini jauh lebih enak," sahut Anna dengan cepat membuat Athar tersenyum mengendus.


" Benarkah!" tanya Athar dengan menaikkan 1 alisnya. Anna mengangguk. Athar tersenyum dan kembali mengerjakan yang lain di mana Athar memotong tahu.


" Untuk apa itu?" tanya Anna.


" Aku ingin membuat tahu goreng," jawab Athar.


" Aku boleh memotongnya?" tanya Anna.


" Memang kamu bisa?" tanya Athar. Anna mengangguk.


" Baiklah," sahut Athar memberikan pisau dan Anna langsung memotongnya dengan melihat contoh yang sudah di potong Athar. Dan Athar melihat kearah Anna yang tampak kebingungan membuat Athar tidak sabaran dan langsung berdiri di belakang Anna dengan merapatkan tubuhnya pada Anna dan meraih tangan dan pisau yang di pegang Anna.


" Begini caranya!" Athar dengan lembut dan manisnya mengajari Anna dengan menuntun tangan Anna.


" Apa penting untuk postingannya sama?" tanya Anna.

__ADS_1


" Sangat penting," jawab Athar. Anna tersenyum dan begitu nyaman dengan kedekatannya dengan Athar yang sudah seperti orang pacaran saja.


" Masakannya akan selesai. Setelah itu kamu makan," ucap Athar.


" Baiklah! Aku cuci muka dan gosok gigi dulu," ucap Anna.


" Baiklah," sahut Athar. Anna tersenyum dan langsung pergi kekamar mandi.


Tidak Anna tidak Athar ke-2nya sama-sama tersenyum dengan senyum yang tidak biasa dan seperti ada senyuman cinta di antara keduanya.


*************


Setelah Anna mencuci wajahnya dan menggosok giginya. Athar pun sudah menghidangkan makanan di atas meja makan dan Anna langsung mendekati Athar.


" Duduklah!" ucap Athar yang menarik kursi yang mempersilahkan Anna untuk duduk dan Anna pun duduk di kursi yang di tarik Athar.


Melihat rambut Anna yang berantakan membuat Athar merapikannya dan juga mengikatnya satu, membuat Anna tersenyum dengan perlakuan manis Athar kepadanya. Jangan tanya hatinya seperti apa. Hatinya seperti pasti semakin berbunga-bunga dengan perbuatan Athar yang begitu manis.


Setelah itu Athar duduk di samping Anna dengan mengambilkan nasi untuk Anna dan menuangkan sayur sup yang di masaknya tadi dan juga tahu goreng tersebut.


" Makanlah!" ucap Athar.


" Makasih," ucap Anna. Athar mengangguk. Anna pun mulai memakan masakan yang di masak Athar.


" Kamu tidak kekantor?" tanya Anna.


" Ini hari Minggu!" jawab Athar.


" Hmmmm, berarti aku juga libur," sahut Anna. Atahr mengangguk.


Athar yang begitu dekat dengan Anna hanya memperhatikan Anna makan. Tidak tau kenapa melihat Anna sudah sembuh membuat Athar jauh lebih tenang bahkan Athar tersenyum lebar dengan melihat Anna yang benar-benar sudah sembuh.


" Kamu tidak makan?" tanya Anna melihat ke arah Athar.


" Kamu makanlah dulu," jawab Athar. Anna mengangguk dan makan kembali dengan malu-malu yang merasa Athar menatapnya terlalu intens membuat dia baper.


" Aku tidak percaya jika sungguh menjagaku, bahkan lebih 1 hari," batin Anna yang bisa-bisa ingin terbang karena Athar yang begitu dekat dengannya.


Anna pun menoleh ke arah Athar yang membuat mata mereka saling bertemu. Athar melihat ada bekas makanan di ujung bibir Anna membuatnya mendekatkan kepalanya dan mengusap bekas makanan itu dengan jempolnya, mengusap dengan lembut membuat Anna semakin bergetar hebat dan napasnya seolah ingin berhenti.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2