Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 271 Tempat untuk curhat.


__ADS_3

Athar tetap berada di rumah Anna. Dia tetap menunggu Anna untuk tenang dan baru bicara padanya. Dia tau Anna begitu terluka dan pasti kecewa padanya.


Athar hanya memilih untuk beristirahat di sofa yang pasti memang itu tempat favoritnya. Ya tempat jika dia ingin tertidur di rumah Anna. Karena kalau menginap di rumah Anna. Tidak pernah sekalipun dia tidur bersama Anna di atas tempat tidur yang sama sebelum mereka pacaran. Atau sesudah mereka pacaran. Hal itu tidak pernah terjadi sama sekali. Karena Anna dan Athar sama-sama menjaga diri mereka.


Anna di dalam kamar tetap menangis dengan terduduk di lantai yang bersandar di pinggir ranjang dengan banyaknya tisu yang di sekitarnya. Tisu mengusap air matanya dan juga melap ingusnya.


" Hiks, hiks, hiks," suara sengugukanya dalam menangis terdengar kuat yang dadanya terasa begitu sesak.


" Pantesan dia begitu baik kepadaku. Ternyata sama saja. Wanita kalau sudah membuat kesalahan. Ternyata sama saja. Sama dengan dia yang sok baik, sok ramah, sok kenal dan bahkan membelikan ku handphone. Aku mengaguminya awalnya. Dia sering berbicara lembut. Kalau makan suka menawarkan ini itu. Tau-taunya dia seperti itu. Semuanya hanya kedok saja untuk menutupi sesuatu Tante Maharani benar-benar jahat sangat jahat," umpat Anna dengan kekesalannya pada Maharani.


" Athar juga menyebalkan, padahal dia tau apa yang terjadi. Tetapi malah diam saja. Athar tidak memberitahuku. Dia juga juga tidak tau perasaan ku. Sejak kapan tau semua ini. Kenapa harus Gibran pria psikopat itu yang harus memberitahu semuanya," ucap Anna yang sekarang giliran Athar yang di salahkannya.


" Mama, kapan mama pulang. Mama lihat mereka itu terus-menerus jahat padaku. Athar juga mah, dia itu menyebalkan mah," rengek Anna yang sekarang merindukan Maya.


" Aku akan mengadukanmu Athar pada mama. Lihat saja Athar. Mama akan mengomeli mu," geram Anna yang mengambil handphonenya dan mencari-cari kontak mamanya yang pasti Anna ingin menelpon mamanya yang mungkin akan mengadukan Athar yang membuatnya kecewa.


Atau menceritakan apa yang terjadi malam ini. Makan malam yang tidak sesuai ekspetasi. Makan malam yang berubah menjadi acara buka-bukaan rahasia sampai akar-akarnya sekalipun.


*********


Athar berada di dapur yang menuang kopi. Semenjak Anna dan Athar pacaran. Dapur Anna jadi lengkap penuh dengan bahan makanan dan printilan-printilan lainnya.


Sebenarnya sewaktu ada Anjani juga dapur Anna sudah lumayan terurus. Tetapi Anjani juga sudah lama tidak di rumah Anna dan sekarang Athar gantinya yang super ekstra mengurus Anna yang harap maklum Anna bagai langit dan bumi dengan karakter Athar.


Athar yang menuang kopi ternyata sambil menelpon yang handphonnya di letakkan di meja dengan louspepeker yang hidup. Supaya Athar bisa menelpon sambil melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


" Jadi Anna sudah menceritakannya pada Tante?" tanya Athar sambil mengaduk-aduk kopi yang di buatnya.


Dalam telponnya yang mana Maya menelpon Athar setelah mendapat aduan dari Anna mengenai apa yang terjadi.


" Iya Athar," jawab Maya.


" Maaf Tante aku tidak bermaksud untuk tidak memberitahu Anna dan bukan karena mama Maharani adalah mama ku. Aku hanya belum punya waktu untuk menceritakan semuanya," sahut Athar dengan lembut.


" Tante paham Athar dan Tante juga tidak menyalahkan kamu. Tante hanya khawatir pada Anna itu saja. Karena Anna sangat jarang percaya pada orang dan jika dia percaya dan akhirnya kecewa dia pasti merasa sangat di sakiti," sahut Maya dengan suaranya yang terlihat cemas pada Anna.


" Jangan khawatir Tante saya akan membujuk Anna. Dia hanya marah dan belum mendengarkan penjelasan saya. Karena semua yang di dengar Anna tidak semuanya saya ketahui. Saya coba bicara padanya nanti. Saya hanya memberikan waktu pada Anna untuk tenang setelah itu kami akan bicara," ucap Athar.


" Iya Tante percaya pada kamu," sahut Maharani.


" Iya Athar Tante juga tau jika mereka punya masalah dulunya. Tetapi sudahlah itu masa lalu. Tante tidak peduli lagi sama sekaki. Yang tante pedulikan adalah Anna," sahut Maya.


" Masalah Anna jangan khawatir tante. Saya akan menjaganya dan kami akan berbaikan secepatnya," ucap Athar meyakinkan maya.


" Iya Athar tante percaya sama kamu. Tante titip Anna ya. Jangan biarkan dia menangis terlalu lama," ucap Maya berpesan.


" Pasti Tante. Tante juga sebaiknya cepat kembali. Mengingat Final kompetisi Anna tinggal sebentar lagi," sahut Athar mengingatkan.


" Iya Athar kamu jangan khawatir Tante memang pasti akan kembali. Pekerjaan Tante akan secepatnya selesai dan Tante akan segera ke Jakarta menemui Anna," ucap Maya yang memang sudah mengatur semua skejulnaya.


" Hmmm, baiklah kalau begitu Tante. Athar juga titip mama di sana. Mama baik-baik saja kan?" tanya Athar.

__ADS_1


" Iya mama kamu baik-baik saja. Mama kamu lagi keluar tadi sebentar. Nanti kalau pulang Tante bilang kamu menelpon," sahut Maya.


" Iya Tante makasih," sahut Athar.


" Ya sudah Athar. Tante tutup telponnya ya. Maaf Anna membuat kamu repot," sahut Maya.


" Tidak masalah Tante," sahut Athar.


" Baiklah, sekali lagi titip Anna. Jaga dia dengan baik," ucap Maya lagi.


" Baik Tante. Jangan khawatir masalah Anna. Dia akan aman bersama saya. Tante jangan khawatir," sahut Athar dengan yakin.


" Syukurlah kalau begitu. Tante tutup ya. Selamat malam," sahut Maya yang akhirnya mengakhiri panggilan itu.


" Selamat malam," sahut Athar yang juga mematikan telpon itu.


" Jadi Anna mengadukan ku pada mamanya. Mentang-mentang sudah bersama Tante Maya. Sekarang bisa mengadukan. Pakai menambah-nambahi cerita lagi," ucap Athar geleng-geleng.


Athar hanya menghela napasnya saja. Namun dia lega jika Maya menghubunginya. Walau Athar harus kesal. Karena Anna langsung cepat mengadu pada mamanya dan membuatnya kesal Anna menambahi cerita yang membuatnya begitu salah. Ya Maya memang mengulang kembali apa yang di katakan Anna dan untung juga Maya lebih paham Athar. Jadi apa yang di tambahi Anna tidak berpengaruh sama sekali.


Setelah selesai menelpon Athar membawa kopinya kembali duduk di sofa yang mana televisi tadi di hidupkannya. Athar lebih mendingan menonton sambil menunggu Anna tenang dan membiarkan Anna istirahat alias menangis yang dapat di dengar Athar. Tetapi suara tangis itu bukannya semakin pelan. Tetapi semakin kuat. Mungkinkah Anna sengaja supaya Athar menghampirinya.


Namun terlanjur Athar sudah menuang kopi dan menonton film barat yang terlihatnya menarik sampai melupakan Anna sejenak. Ya Athar sudah pasang jadwal kapan harus bicara pada Anna. Jadi sekarang dia mau menonton dulu dengan santai dan dengan wajahnya yang serius.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2