Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 279 Bermanja.


__ADS_3

Anna dan Athar berada di ruangan Athar yang mana Anna duduk di pangkuan Athar dengan tangan Anna yang mengalung di leher Athar yang Athar bersandar pada kursi kerjanya.


" Aku tidak percaya. Jika akhirnya kamu sendiri mengatakan kepada orang-orang jika kita pacaran. Bukannya sebelumnya kamu ingin merahasiakan semuanya," ucap Athar sembari membelai- belai rambut Anna.


" Ya mereka mencari masalah padaku yang sok-sokan mengataiku. Pakai pelet ini itu kan aku tidak terima. Jadi aku mengatakannya saja pada mereka jika aku pacarmu. Supaya mereka itu ketakutan dan tidak macam-macam lagi denganku," ucap Anna menegaskan dengan wajah gemesnya membuat Athar tersenyum mulut Anna yang tidak berhenti merocos.


" Hmmm, tapi aku kepikiran sesuatu," ucap Athar tiba-tiba dengan wajahnya yang penuh berpikir.


" Apa?" tanya Anna.


" Jangan-jangan benar lagi. Kamu ini memang memakai pelet untuk mengguna-guna ku," sahut Athar dengan menyipitkan matanya menatap Anna curiga.


" Sembarangan enak saja menuduhku. Yang adanya kamu mengguna-guna ku. Kan kamu menyukaiku terlebih dahulu," sahut Anna.


" Kapan aku menyukaimu. Jangan kepedean," sahut Athar.


" Issss tidak mau mengaku lagi," sahut Anna kesal dengan bibirnya yang mengkerucut kesal.


" Iya aku mengaku memang aku yang menyukaimu duluan," sahut Athar.


" Nah gitu dong," sahut Anna.


" Ya aku terpaksa harus mengatakan itu. Karena sekarang aku sangat takut padamu," ucap Athar


" Kenapa?" tanya Anna dengan mengkerutkan dahinya.


" Karena sekarang kamu itu sudah punya pegangan yang apa-apa akan mengadu pada Tante Maya dan paling parahnya kamu akan menambah-nambahi cerita," sindir Athar.


" Kapan aku melakukannya?" tanya Anna.


Athar mencubit hidung Anna, " jangan berbohong!" ucap Athar.


" Issss, sakit!" keluh Anna mengusap-usap hidungnya yang kesakitan.


" Makanya jangan berbohong. Kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu katakan sama Tante Maya hah! kamu itu mengatakan yang tidak-tidak. Sengaja membuatmu kelihatan jelek," ucap Athar.


" Ya namanya kamu itu menyebalkan," sahut Anna dengan kesal.


" Lihat lah sekarang malah menyalahkan lagi emang dasar tidak mau kalah," ucap Athar gemes mencubit hidung Anna lagi.


" Issss Athar sakit!" geram Anna dengan kesal yang memukul tangan Athar.

__ADS_1


" Makanya jangan tukang bohong," ucap Athar.


" Hanya sekali-sekali," sahut Anna.


" Ya sudah sekarang minta maaf cepat!" ucap Athar.


" Memaksa!" desis Anna kesal.


" Ayo cepat minta maaf!" desak Anna.


" Iya Athar Kaziel Sanjaya Purnama. Aku Anna Fariza Citra Maya meminta maaf," sahut Anna dengan lengkap membuat Athar tersenyum.


" Bukan Anna Fariza Citra Maya saja. Tetapi Anna Fariza Citra Maya Purnama," ucap Athar menegaskan.


Anna mendengarkannya menautkan ke-2 alisnya, " kenapa pakai Purnama?" tanya Anna heran.


" Karena kau akan menjadi istriku dan kau harus memakai nama belakangku!" tegas Athar.


" Siapa yang mau menikah denganmu," sahut Anna sok jual mahal.


" Aku tidak meminta persetujuanmu. Jadi kau mau atau tidak bukan urusanku," tegas Athar.


" Yang punya tubuh itu aku. Jadi bukan kau yang memutuskan segalanya," ucap Anna kesal.


" Kenapa jadi pembahasannya serius?" tanya Anna balik.


" Jawab saja pertanyaan ku," ucap Athar.


" Siapa bilang aku tidak mau," sahut Anna.


" Nah itu berarti kamu mau kan?" tanya Athar.


" Tapikan tidak sekarang?" tanya Anna balik


" Aku mengerti Anna. Mana mungkin aku menikahimu sekarang. Aku hanya ingin mencatat dalam hidupku. Jika kamu akan menjadi istriku," ucap Athar.


" Iya deh, terserah kamu," sahut Anna dengan kesalnya.


" Ya sudah sekarang aku harus rapat sebentar. Kamu sebaiknya kembali bekerja. Nanti kita makan siang bersama," ucap Athar.


" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut Anna yang berdiri dari pangkuan Davin.

__ADS_1


***********


Athar, Jennie dan beberapa orang-orang penting di perusahaan itu sedang rapat untuk pergelaran kompetisi besok. Kompetisi final untuk Aurelia dan Anna.


Mereka rapat dengan serius yang ternyata banyak bangku kosong di sana. Tidak adanya Ari Purnama, Derry dan Gibran yang mungkin masih menata hati mereka yang masih terluka. Namun Athar yang masalahnya terlebih dahulu kelar hanya profesional yang mengatur acara untuk besok dan lagian jika bukan dirinya siapa lagi.


Sama dengan Anna yang juga sibuk di ruangannya yang akan menampilkan apa lagi besok di finalnya. Sama dengan Aurelia yang juga di dalam hotel tetap fokus dengan segala pertandingan besok.


Sementara Maya dan Anjani sedang paciking-packing yang akan berangkat besok. Sesuai janjinya ingin datang ketempat putrinya yang berkompetisi dan mungkin akan menjadi pertama kali Maya menunjukkan wajahnya kepada semua orang.


Lain dengan mereka. Sementara Maharani masih menata hati dengan semua permasalahan keluarganya. Begitu juga dengan Ari Purnama dengan Derry yang juga sama-sama menata hati menerima semuanya di tempat yang berbeda.


Namun Gibran yang berada di dalam mobilnya yang terparkir di depan kantor polisi hanya diam dengan tatapan kosong yang melihat ke arah kantor polisi. Tidak tau apa yang di pikirkannya yang pada intinya dia ada di sana dan melihat saja kantor polisi tersebut.


Lain dengan Amelia tampak stres di kamarnya yang perusahannya tinggal hitungan persen benar-benar hancur lebur jangan tanya Chandra lebih memilih minum-minum dari pada memikirkan hal yang lain.


***********


Setelah rapat selesai akhirnya. Mereka semua keluar dari ruangan rapat. Begitu dengan Jennie dan juga Athar.


" Bagaimana pembicaraan kalian mengenai kerja sama dengan perusahaan Tante Maya?" tanya Athar pada Jennie.


" Semuanya lancar," jawab Jennie. Athar yang memegang map berwarna merah tampak melihat-lihatnya dan memberikan pada Jennie.


" Kau temui Mahendra asisten Tante Maya dan suruh menandatangani surat kontraknya!" titah Athar.


" Harus aku yang melakukannya?" tanya Jennie tampak ragu.


" Memang kenapa jika bukan kamu?" tanya Athar heran. Tidak biasanya Jennie menolak ke inginan nya.


" Ini proyek besar. Aku rasa ada sebaiknya kamu yang terlibat," ucap Jennie.


" Aku ada janji makan siang dengan Anna. Ini hanya pembicaraan singkat. Jadi kamu temu saja dia dan aku rasa ini tidak masalah. Lagian biasanya juga kamu yang mengatur masalah ini," ucap Athar yang melihat arloji di tangannya.


" Kamu bisakan Jennie?" tanya Athar memastikan. Karena melihat Jennie yang diam.


" Hmmm, aku bisa?" jawab Jennie yang terlihat terpaksa dengan mengangguk menunjukkan ekspresi datarnya.


" Ya sudah kalau begitu. Aku makan siang dulu. Setelah kamu menemui Mahendra kamu kembali kontrol semua persiapan. Ajak Lia membantumu dan juga Marko!" perintah Athar. Jennie tampak kurang fokus dan hanya mengangguk saja.


" Baiklah aku permisi dulu," ucap Athar yang langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


" Kenapa harus aku yang melakukannya," batin Jennie yang keliatannya ragu untuk bertemu dengan Mahendra. Sebelumnya saja dia, Marko dan Mahendra terlihat canggung. Apa lagi hanya ber-2 saja.


Bersambung


__ADS_2