
Anna hanya terdiam mendengar kata-kata Athar yang begitu lembut dan penuh dengan arti.
" Jadi tidak akan ada yang salah jika aku meninggalkan pertunangan itu demi dirimu. Karena aku lebih mengutamakanku. Aku mengkhawatirkan mu Anna, aku sangat takut terjadi apa-apa kepadamu!" jelas Athar yang mengeluarkan semua isi hatinya tanpa ada yang di tutupinya.
Anna tersenyum mendengar kata-kata Athar yang pasti dia begitu dek-dekan yang tidak percaya Athar akan mengatakan hal itu kepadanya. Jika tidak ada Athar di dekatnya mungkin Anna sudah terbang melayang-layang kesana kemari.
Athar terus menatap Anna dan semakin mendekatkan wajahnya pada Anna. Di mana mata mereka yang saling beradu pandang dengan perasaan yang pasti sama-sama saling bergetar di dalam sana.
Athar yang semakin dekat dengan Anna. Tangannya mulai memegang pipi Anna sembari mengusapnya dengan lembut. Lalu Athar mencium lembut kening Anna yang membuat Anna memejamkan matanya.
Anna pasti kaget dengan Athar yang langsung menciumnya. Anna juga tidak menolak sama sekali dengan ciuman itu. sepertinya tanda jika perasaan Anna sama dengan Athar dan seakan ke-2nya saling mengungkapkan perasaan.
Setelah mengecup kening, Anna membuka matanya perlahan dan begitu gugup yang melihat Athar. Terlihat dari hembusan napasnya yang terasa begitu berat.
Kedekatan itu juga membuat napas mereka saling menerpa dan mungkin debaran jantung itu semakin cepat. 10 kali lipat lebih kencang.
Athar memiringkan kepalanya dan mencium pipi Anna yang sedari tadi memerah membuat Anna kembali memejamkan matanya dengan tangannya yang di genggam kuat menadakan jika Anna sangat dek-dekan. Jantungnya memang tidak normal dan Anna mungkin ingin berhenti bernapas.
Selesai mencium lembut pipi Anna. Athar juga mencium kening kembali. Anna tidak menolak mau Athar memperlakukannya seperti apa. Mata Athar berpindah pada bibir Anna yang merah merona. Mata itu menatap intens yang membuat Anna semakin gugup dengan kesulitan menelan salivanya.
Athar semakin mendekatkan wajahnya pada Anna lebih dekat lagi, sangat dekat dengan memiringkan kepalanya yang pasti ingin menempelkan bibirnya pada bibir Anna sebagai tanda ungkapan perasaan yang jelas.
Saat bibir itu hampir menempel tiba-tiba terdengar suara petir yang keras membuat Anna refleks memeluk Athar karena takut dengan petir dan berlindung di dada Athar.
Athar tersenyum dan memeluk Anna dengan meraih tangan Anna membuat telapak tangan Anna tepat di dadanya dan Anna jelas merasakan debaran jantung Athar.
Anna mengangkat kepalanya melihat ke arah Athar dan Athar kembali mencium kening Anna.
" Aku akan terus ada di sisimu, jangan pernah takut," ucap Athar dengan suara serak yang berjanji pada Anna.
__ADS_1
Anna mengangguk dan kembali memeluk Athar dengan Athar mengusap-usap rambutnya.
Keduanya tampaknya sudah sama-sama saling mengerti dengan perasaan mereka. Makanya ke-2nya terlihat sangat nyaman, Athar juga mencium Anna dan tidak ada pertanyaan atau penolakan dari Anna sudah menandakan semuanya. Jika mereka telah menyatukan perasaan mereka. Walau kiss di bibir itu tidak jadi.
Malam semakin larut yang tidak tahu sudah jam berapa sekarang. Tetapi pada kenyataannya sekarang Anna yang duduk sedang di peluk Athar dari belakang.
" Apa masih kedinginan?" tanya Athar. Anna menggelengkan kepalanya.
" Mana mungkin dingin, tubuhmu sangat hangat," jawab Anna yang memang merasa begitu hangat ketika mendapat pelukaan hangat dari Athar. Mendengarnya Athar tersenyum dan semakin memeluk Anna dengan erat dan dengan menempelkan pipinya di pipi Anna.
" Kamu tidak keberatan di peluk seperti ini." tanya Athar. Anna menggeleng malu-malu.
" Hhhhh, aku tidak menyangka jika malam ini aku bisa menentukan pilihanku, mungkin ini sudah jalan di mana aku harus memutuskan yang tidak ingin aku jalani dan harus menjalankan apa yang aku inginkan selama ini," batin Athar yang merasa bahagia.
" Yaampun apa ini sungguh benar-benar terjadi. Kenapa jantungku tidak berhenti bergetar, aku tidak percaya. Jika aku dan Athar bisa sedekat ini dan bahkan dia telah memilihku dan meninggalkan pertungannya. Untung saja aku tidak jadi tertabrak kereta api. Kalau tidak aku pernah melihat, mendengar dan merasakan semua ini," batin Anna yang terlihat begitu bahagia.
" Athar!" tegur Anna.
" Kenapa mereka ingin membunuhku?" tanya Anna. Athar diam yang tidak bisa menjawab langsung.
" Aku kaget, saat mereka membawaku dan memukul bagian leherku, aku tidak mengenali mereka dan tiba-tiba aku sudah terikat di rel kereta api. Aku tidak tau apa yang terjadi," ucap Anna yang menceritakan kronologinya.
" Jangan takut Anna, aku sudah mengatakan. Aku akan terus di sisimu. Aku tidak akan meninggalkanmu dan aku akan terus ada di sisimu. Hal ini tidak akan terjadi lagi dan aku akan mencari siapa orangnya," ucap Athar.
" Lalu bagaimana dengan kamu!" sahut Anna.
" Maksudnya?" tanya Athar heran.
" Apa kamu tidak pernah kepikiran, jika ada yang ingin mencelakaimu," ucap Anna.
__ADS_1
" Anna, aku bisa menjaga diriku, tidak akan ada yang mencelakaiku. Kamu jangan mengkhawatirkanku kamu fokus pada dirimu saja," ucap Athar mengingatkan Anna.
" Athar, tapi kamu harus tau, jika Gibran ingin mencelakaimu," batin Anna yang masih menyembunyikan hal itu karena tidak mungkin dia memberitahunya. Karena dia tidak punya bukti sama sekali.
" Jangan memikirkan apa-apa semuanya akan baik-baik saja," ucap Athar dengan mempererat pelukannya.
" Iya semuanya akan baik-baik saja," sahut Anna yang tidak yakin.
***********
" Argggghhh!" teriak Aurelia di kamarnya dengan menyapu semua benda-benda yang ada di meja riasnya sehingga berjatuhan kelantai dan juga beroecahan.
Tidak hanya itu, Aurelia juga melempar bantal kesembarangan tempat, menarik seprai di mana dia benar-benar marah malam yang di tunggu-tunggunya telah hancur berantakan. Dia telah di tinggalkan di malam pertanyaannya.
" Athar!!!!!!" teriak Aurelia dengan suaranya yang menggelegar, bahkan sampai meremas rambutnya. Aurelia benar-benar seperti orang gila yang kehilangan arah. Hanya karena pertunangannya yang akhirnya hancur dan Athar tidak tau berada di mana.
Suara teriakan Aurelia sampai terdengar keruang tamu di mana Chandra dan Amelia ada di sana. Chandra pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan batalnya pertungannya Aurelia.
" Kenapa Athar bisa pergi mendadak," ucap Chandra dengan wajahnya yang juga marah.
" Jennie sudah mengatakan mas. Athar pergi karena ada yang penting," sahut Amelia.
" Apa yang lebih penting dari pada pertungan. Seharusnya dia tidak pergi dan tau batasannya. Apa yang harus di lakukannya. Bisa-bisanya dia meninggalkan pertungannya dengan Aurelia. Apa dia tidak punya pikiran," ucap Chandra yang marah dengan perbuatan Athar.
" Semuanya berantakan hanya karena tidak profesional," desis Chandra yang tampaknya begitu marah dengan Athar.
Amelia pun tidak bisa berpendapat banyak. Dia mendengar teriakan Aurelia di atas sana dan juga kemarahan suaminya.
Bersambung
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ya ikutin ceritanya dan jangan lupa tinggalkan koment, like dan subscribe. Vote sebanyak-banyaknya....