
Di kediaman Ari Purnama.
Maharani harus menangis senggugukan untuk meluapkan rasa sakit hatinya akibat penghiyanatan suaminya.
Maharani mengingat semua kata-kata Maya sahabatnya dulu. Ya banyak sumpah yang di ucapkan Maya dan tidak di sangka ternyata dia telah mendapatkan karma yang telah membantu Amelia menutupi perselingkuhan dengan Chandra.
Dia bahkan menyadari semua kesalahan itu adalah karma yang di dapatkannya selama ini. Rasa sakit sahabatnya telah di rasakannya. Maharani meremas dada yang terasa begitu sakit.
" Aku tidak percaya semua ini terjadi kepadaku. Aku berusaha menutup telinga puluhan tahun lalu. Dengan percaya kata-kata suami ku. Tetapi ternyata dia telah menikah dengan wanita lain," ucapnya yang merasa begitu sesak di dadanya
Krekkk.
Ari Purnama memasuki kamar dan melihat Maya duduk di lantai bersandar pada tempat tidur. Maharani mengangkat kepalanya dan melihat ke arah suaminya seorang penghiyanat itu.
Mata Maharani menatap tajam Pria itu. Menatap penuh dengan kekecewaan dan kemarahan yang tidak bertumpuk di dalam dirinya.
" Maafkan aku Maharani," ucap Ari Purnama dengan suara rendahnya yang langsung mengakui kesalahannya.
" Jahat, tega, keterlaluan. Kamu benar-benar keterlaluan mas, kamu sudah membohongi ku selama ini. Kamu bisa-bisanya telah menikah di belakangku dan dengan pintarnya kamu mengarang cerita saat membawa Athar kerumah ini. Kamu benar-benar keterlaluan!" teriak Maharani aku yang mengeluarkan emosinya.
" Kamu benar aku memang jahat. Aku menghiyanatimu dan juga membohongimu. Aku tidak punya pilihan lain Maharani. Saat itu aku dan Anjani sudah berhubungan lama dan aku di hadapkan dengan pilihan di mana orangtuaku menyuruh kita menikah. Anjani juga tidak tau hal itu jika aku menikah lagi," jelas Ari Purnama.
" Jika kamu punya hubungan dengan wanita lain selain aku. Seharusnya kamu tidak menikahiku dan aku tidak merasakan hal sesakit ini," teriak Maharani.
" Iya, itu ke egoisanku," sahut Ari Purnama mengakui kesalahannya pada istrinya.
" Kamu itu benar-benar tega mas. Aku sudah mati-matian berusaha menjadi ibu pengganti untuk Derry dan juga Gibran. Aku berjuang untuk mereka berdua, menganggapku seperti ibu kandung mereka. Namun diam-diam kamu menikah, istri kamu melahirkan, kamu mengambil Athar darinya. Lalu kamu dengan bahagianya menyerahkan Athar kepadaku dan aku merawatnya sama seperti Gibran dan Derry. Kau itu keterlaluan mas. Bukan hanya aku yang kau khitanati. Tetapi ibu Gibran dan juga Derry!" teriak Maharani dengan deraian air matanya yang semakin deras.
" Iya aku tau aku memang jahat, aku menghiyanati mu dan juga ibu Derry dan Gibran. Maafkan aku Maharani," ucap Ari Purnama lagi.
__ADS_1
" Aku benar-benar kecewa kepadamu. Kau sungguh jahat, kau menipuku. Aku menyayangi ke-3 putramu seperti Olive anak kandungku. Tetapi kau membuat hatiku terluka. Aku tidak percaya akan mendapatkan penghiyanatan seperti ini," ucap Maharani dengan suaranya yang merendah.
Ari Purnama melangkah mendekati Maharani. Namun Maharani mengangkat tangannya untuk menyuruh stop.
" Jangan mendekatiku. Aku butuh waktu untuk semua ini. Aku harus memahami semuanya dulu. Jadi jangan mendekatiku. Mending kamu urus Athar. Kau juga telah menghancurkan hatinya. Tebus dosamu kepadanya. Dan aku, biarkan aku sendiri," ucap Maharani menegaskan yang tidak mau diganggu suaminya.
" Baiklah, aku mengerti perasaanmu. Aku tidak akan mengganggumu. Aku minta maaf sekali lagi," ucap Ari Purnama meninggalkan istrinya yang sedang terpukul itu.
" Argggghhh!" Maharani berteriak dengan memegang kepalanya sambik meremas rambutnya. Ari Purnama yang menutup pintu mendengar teriakan istrinya membuatnya membuang napasnya dengan perlahan kedepan.
" Aku pasti menebus kesalaha ku untuk semua ini," batin Ari Purnama yang benar-benar menyesal dengan semua itu.
*************
Mentari pagi kembali tiba. Anna dan Athar sudah bangun dan sekarang mereka sedang sarapan bersama di meja makan dengan lontong sayur yang di beli Anna di bawah tadi.
Anna merasa lega dengan Athar yang sepertinya jauh lebih baik dan bahkan Athar makan dengan lahap. Tidak biasanya Athar yang pasti banyak protes soal makanan yang di belikan Anna.
" Iya jadi. Aku sudah menyuruh Jennie untuk menyiapkan keberangkatan kita dari tiket dan lainnya," jawab Athar.
" Lalu kamu akan ke Bangkok seperti ini. Tidak ganti baju?" tanya Anna yang melihat Athar tidak bawa baju ganti.
" Jennie sedang menuju kemari yang akan membawa pakaian ku," jawab Athar.
" Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah bagus kalau begitu," sahut Anna.
" Ya Allah akan terjadi keharuan jika Athar akan bertemu Bu Anjani. Bu Anjani akan bahagia yang akhirnya putranya akan bersamanya," batin Anna yang ikut bahagia dengan detik-detik pertemuan Athar dengan Anjani.
" Kamu kenapa?" tanya Athar.
__ADS_1
" Tidak apa-apa. Makan lagi," sahut Anna. Athar mengangguk dan melanjutkan makannya.
***********
Sementara di sisi lain. Amelia terlihat menuruni anak tangga dengan pakaiannya yang rapi dan membawa berkas-berkas yang tampaknya penting. Bersamaan dengan Aurelia yang pulang kerumah setelah sudah beberapa hari tidak pulang. Namun Aurelia menghentikan langkahnya di depan pintu saat melihat papanya yang duduk di ruang tamu dan ibu tirinya yang menuruni anak tangga.
" Mau kemana kamu?" tanya Chandra berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Amelia.
" Aku ingin menyelamatkan perusahaan dari kehancuran yang kamu lakukan," jawab Amelia.
" Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Chandra.
" Aku rasa itu bukan urusanmu. Terserah aku mau melakukan apa," jawab Amelia dengan sinis.
" Kurang ajar kau Amelia semakin lama kau bicara semakin tidak benar. Aku ini suamimu!" bentak Chandra.
" Kenapa mereka jadi ribut seperti itu," batin Aurelia yang mendengarkan keributan itu.
" Aku tidak bermaksud kurang ajar kepadamu. Aku hanya ingin menyelamatkan perusahan dan aku rasa tidak perlu memberitahu apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan Perusahaan ku. Jadi jangan menganggu pekerjaanku. Karena aku yang tau apa yang harus aku lakukan untuk Perusahaan ku," ucap Amelia menegaskan.
" Baiklah, lakukan dengan sesuka hati kamu. Lakukan jika kau merasa paling benar. Tetapi kai ingiat. Jika terjadi sesuatu pada perusahaan mu. Jangan salahkan aku. Karena kau yang sok-sokan ingin menangani semuanya. Jadi lakukan sesukamu!" ucap Chandra yang tampaknya tidak peduli.
" Iya aku memang akan melakukan apa yang terbaik untuk perusahan. Jadi jangan menggangguku!" tegas Amelia yang langsung pergi dari hadapan Chandara dan Aurelia langsung bersembunyi.
" Argggghhh, kurang ajar, sekarang Amelia semakin berani. Dia bahkan kurang ajar bicara kepadaku. Dia seakan menunjukkan kekuasaannya, kepintarannya yang menganggapku lemah dan bodoh. Kau pikir kau sudah hebat Amelia. Kita lihat saja bagaimana Perusahaan itu di tanganmu!" teriak Chandra yang bertambah emosi dengan mengacak rambutnya frustasi.
Aurelia di tempat persembunyian melihat ibu tirinya memasuki mobil.
" Mau kemana dia. Apa yang di lakukannya," batin Aurelia yang terlihat penasaran.
__ADS_1
Bersambung