Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 335


__ADS_3

"Bagaimana?" tanya Maya yang mana wanita yang tadi di suruh nya sudah kembali lagi.


"Saya melihat ada pembelian tiket atas nama Bu Aurelia penerbangan ke Bali," jawab wanita itu.


"Apa ke Bali!" pekik Anna dan Maya bersamaan yang begitu terkejut.


"Iya Bu Maya," sahut wanita itu.


"Mah untuk apa kak Aurelia ke Bali?" tanya Anna heran.


"Mama juga tidak tau," sahut Maya.


"Penerbangannya kapan?" tanya Maya.


"Sudah 1 jam yang lalu Bu," jawab wanita itu.


"Mah kak Aurelia memesan 2 tiket dan tadi dia bersama Mahendra. Apa mungkin dia pergi bersama Mahendra dan tidak ada urusan pekerjaan mah," ucap Anna dengan wajahnya yang begitu panik yang takut akan terjadi sesuatu.


"Apa lagi ini. Aurelia apa lagi yang mau kamu lakukan. Kamu ini benar-benar ya Aurelia ada-ada saja tingkahnya," gumam Maya yang juga kebingungan dengan anak sulungnya itu.


"Anna coba kamu hubungi Mahendra!" titah Maya. Anna mengangguk dan langsung menelpon Mahendra. Namun apa handphone Mahendra sudah mati dan mungkin sudah berada di dalam pesawat.


"Tidak aktif mah dan bahkan kak Aurelia juga tidak bisa di hubungi," sahut Anna yang semakin cemas dan Maya juga ikutan cemas.


"Aku akan bicarakan ini pada Athar mah," sahut Anna yang buru-buru langsung pergi karena sudah merasa ada yang tidak beres.


"Hati-hati Anna!" teriak Maya yang khawatir pada Anna dan Anna tidak peduli yang langsung pergi dengan cepat.


"Apa lagi yang kamu lakukan Aurelia?" tanya Maya bertambah pusing dengan Aurelia yang kembali berulah yang membuat semua orang khawatir pada Aurelia.

__ADS_1


**********


Athar dan Derry berada di dalam mobil yang mana mereka sedang mengunjungi salah satu klien mereka dan Athar yang menelepon terlihat begitu panik.


"Anna kamu tenang dulu ya. Kamu jangan panik," ucap Athar melalui sambungan telpon yang berusaha untuk menenagkan Anna.


"Bagaimana aku tidak panik Athar. Kak Aurelia dan Mahendra pergi dan aku tidak tau apa yang akan di rencanakan kak Aurelia. Karena dari kata-katanya sangat terlihat jelas kak Aurelia ingin merencanakan sesuatu dan aku sangat khawatir pada Mahendra dan juga yang lainnya," ucap Anna yang begitu panik di telpon.


"Iya aku mengerti dengan apa yang kamu pikirkan. Kamu harus tenang. Kamu tunggu aku di kantor aku sama Derry sudah mau sampai dan sebaiknya kamu temui Jennie dan katakan padanya masalah ini dan biar Jennie juga bisa bertindak," ucap Athar memberikan saran pada Anna. Agar Anna tidak kebingungan.


"Baiklah kalau begitu. Kamu jangan lama-lama ya datangnya," ucap Anna.


"Tidak akan lama Anna. Kamu jangan khawatir," sahut Athar yang mematikan panggilan telpon itu.


"Ada apa kak?" tanya Derry yang ikutan panik. Padahal dia belum tau apa yang terjadi.


"Aurelie membawa Mahendra ke Bali," jawab Athar yang membuat Anna Derry terkejut.


"Keterlaluan? apa lagi yang mau di lakukannya," desis Derry yang mengepal tangannya yang penuh dengan emosi dengan Aurelia yang seperti anak kecil.


"Kita sekarang ke Perusahaan. Kita temui Anna dan tanya kronologi kejadiannya dengan jelas," ucap Athar.


"Iya kita memang harus cepat-cepat ke Perusahaan," sahut Derry yang setuju dengan kakaknya.


*********


Anna dan Jennie sedang berbicara serius


" Bu Jennie ayolah. Masa iya ibu hanya diam saja dengan apa yang terjadi. Apa tidak peduli dengan Mahendra," ucap Anna yang sepertinya sedang memaksa Jennie untuk bertindak sebelum hal-hal yang tidak di inginkan akan terjadi.

__ADS_1


"Anna Mahendra itu orang dewasa dan aku juga sudah menyelesaikan hubunganku dengan dia dan kami sudah tidak ada uruasan sama sekali. Jadi ya sudah semuanya sudah jelas dan apapun yang akan terjadi di antara mereka tidak ada utusannya denganku," sahut Jennie yang sudah menyerah dengan hubungannya.


"Kenapa seperti itu. Bu Jennie tau Mahendra itu mencintai siapa dan aku melihat posisi Mahendra sedang tertekan dengan kak Aurelia. Aku melihat dia Pria yang gagah dan tegas. Tetapi kali ini dia seakan-akan tidak menemukan jalan keluar," sahut Anna.


"Justru karena situ aku muak kepadanya. Dia tidak bisa tegas dan aku tidak bisa berada di antara mereka berdua," sahut Jennie.


"Bukan Bu Jennie yang berada di antara mereka berdua. Tetapi kak Aurelia dan seharunya Bu Jennie bertindak sebelum semuanya terlambat," ucap Anna yang terus menyarankan Jennie.


Sudah hampir satu jam dia membujuk Jennie untuk melakukan sesuatu. Namun Jennie juga keras kepala dan Anna sudah capek bicara dengan mulutnya yang berbisa dan kembali mengulang kata-kata yang sama.


"Bu Jennie ayolah. Jangan seperti ini. Apa ibu tidak melihat hubungan kalian, seperti apa Mahendra yang kembali memperjuangannya dan apa salahnya kali ini ibu yang memperjuangkannya," sahut Anna.


"Benar kata Anna Jennie," sahut Athar yang tiba-tiba datang bersama Derry.


"Jangan membuang waktu Jennie dan jangan sia-siakan Mahendra. Jika dia terpuruk kali ini. Seharusnya kau langsung bertindak dan tidak seperti ini. Ingat Jennie ini Maslaah bukan hal yang gampang dan kau tidak seharusnya mengalah untuk Aurelia," ucap Athar yang mencoba untuk membuka pikiran Jennie.


"Tidak akan ada kesempatan lagi Jennie. Mungkin Mahendra membutuhkanmu dan kau seharusnya bergerak cepat. Apa salahnya berjuang. Aku tau kau mundur karena Aurelia menyukainya. Tetapi kau jangan lupa. Kau dan Mahendra sebelumnya pernah merajut kasih bersama, hampir menikah dengan tantangan orang tua dan kalian kembali bersama dan apa iya kau akan membiarkan semuanya seperti itu. Jennie dia banyak berusaha untukmu dan kau tidak mau berusaha sendikit untuknya," sahut Athar yang terus membuat Jennie untuk memahami situasinya dan mengubah pemikirannya.


"Kami sudah membeli beberapa tiket. Ini penerbangan yang paling cepat," sahut Lisa yang datang bersama Olive yang mana mereka juga mendengar cerita dari Anna dan berencana menyusul ke Bali.


"Aku akan pergi," sahut Jennie yang mengambil dengan cepat 1 tiket dari tangan Lisa dan langsung berlari dan membuat Anna bernapas lega dengan tersenyum yang akhirnya Anna berhasil mempengaruhi Jennie untuk ikut bertindak.


"Akhirnya," ucap Anna dengan lega.


"Ya sudah sekarang kita bagaimana?" tanya Lisa.


"Ayo kita susul ke Bali," sahut Athar memutuskan.


"Iya kita harus bantu kak Jennie," sahut Olive.

__ADS_1


Mereka mengangguk dan buru-buru bergerak mengejar Jennie yang akan melakukan penerbangan ke Bali. Mereka tau ada yang di tidak beres dengan Aurelia dan mereka tidak bisa hanya diam saja dan membiarkan Jennie berusaha sendiri. Mereka pun menyusul dengan cepat.


Bersambung


__ADS_2