Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 315


__ADS_3

Mentari pagi yang begitu indah membuat penghuni Villa menghabis kan sisa waktu sebelum pulang ke Jakarta untuk jalan-jalan di pantai yang menikmati panorama alam yang begitu indah dengan ombak yang menyapu pasir.


Maharani, Maya, Anjani dan Ari Purnama hanya duduk dia atas tikar yang di gelar di atas pasir dengan makanan yang banyak yang mana para-para orang tua itu hanya menikmati makanan yang ada dengan melihat para anak-anak muda yang asyik bermain di sekitar pantai.


Siapa lagi yang mencuri perhatian yang pasti Anna dan Athar. Athar yang notabene begitu cuek. Harus pasrah dengan Anna yang terus memaksanya untuk bermain di pantai dan ikut-ikutan bermain Volley air. Anna, Athar, Gibran, Sana, Lisa, Marko, Olive dan bahkan Jennie.


Mereka bermain bola Volley sembari bercanda dan saling mengusili yang terlihat sangat bahagia, sebentar-sebentar saling mengejar. Bermain lagi dan aneh-aneh saja yang di lakukan mereka.


Ternyata Aurelia tidak bergabung bersama mereka yang mana Aurelia bersama Mahendra yang duduk di salah satu kursi sembari minum air kelapa. Tidak tau apa yang di bahas Aurelia dan Mahendra. Namun mereka kayaknya seorang pasangan kekasih.


Hal itu bahkan sampai mencuri pandangan Derry yang juga tidak bergabung. Derry pasti tidak percaya bisa mengalami di posisi tersebut yang mana cintanya bertepuk sebelah tangan.


" Kau terlihat begitu bahagia Aurelia. Aku benar-benar tidak percaya. Jika selama ini aku mengira kita ada hubungan. Ternyata tidak sama sekali dan hubunganmu hanya dengannya. Aku mengira sudah orang yang paling beruntung. Ternyata salah aku hanya memiliki perasaan sesaat saja," batin Derry yang baru menyadari hal itu sekarang dan begitu terluka melihat Aurelia dan juga Mahendra.


" Ya. Aku berdoa saja. Semoga kau bahagia bersamanya," ucap Derry tersenyum yang menyimpan luka yang besar.


Kedekatan Aurelia dan Mahendra juga di lihat Olive dan membuat Olive kesal.


" Issss, tidak bisa di biarin," ucap Olive kesal yang ingin meninggalkan lapangan permainan. Namun di tahan oleh Sana.


" Mau kemana Olive?" tanya Sana.


" Itu!" tunjuk Olive yang semua mata melihat ke arah tunjukan itu. Di mana Aurelia dan Mahendra duduk berdekatan dan Jennie juga melihat hal itu. Athar dan Anna saling melihat.


" Enak saja dia nempel-nempel. Aku tidak akan membiarkannya," ucap Olive yang ingin pergi lagi. Namun Sana menahannya.


" Udahlah biarin aja. Kamu itu jangan membuat masalah. Ayo main lagi," ucap Sana.


" Siapa yang membuat masalah. Dia yang mencari gara-gara. Nempel-nempel mulu," ucap Olive kesal.


" Sudah Olive jangan drama. Tuh ada mama dan papa. Kamu mau membuat keributan di depan mereka. Ayo main lagi!" tegas Gibran.


" Benar juga Olive. Sudahlah biarin aja," sahut Lisa.


" Isssss, menyebalkan!" ucap Olive yang mengurungkan niatnya untuk pergi melabrak Aurelia. Karena ada mamanya di sana.

__ADS_1


Sementara Jennie masih terus melihat Aurelia dan juga Mahendra. Dari wajahnya Jennie terlihat ada kecemburuan. Anna sangat memperhatikan mimik wajah Jennie yang membuatnya sangat penasaran.


" Sebenarnya apa hubungan mereka. Jika mereka ada hubungan itu berarti Mahendra juga tidak ada perasaan apa-apa pada kau Aurelia ataupun Olive. Yang kak Aurelia pun cintanya bertepuk sebelah tangan. Sama saja dengan Derry. Seharunya Mahendra itu tegas dia itu menyukai siapa jangan membuat semua orang ribet. Termasuk aku yang akhirnya jadi kepikiran," batin Anna yang harus ikut ribet karena urusan percintaan orang lain


************


Anna dan Athar sedang menikmati kelapa muda yang duduk di atas pasir dengan melihat ke arah pantai yang begitu indah.


" Sayang kamu mau makan tidak?" tanya Anna.


" Memang ada makanan apa?" tanya Athar.


" Ya apa aja yang kamu mau," jawab Anna.


" Ya sudah ambil aja. Aku tunggu di sini," ucap Athar.


" Baiklah, tunggu sebentar," ucap Anna yang langsung berdiri dan Derry mengangguk saja.


Anna mengambilkan makanan ringan untuk di nikmati bersama Athar yang mana Anna hanya mengambil sate, sangat kebetulan Derry juga ada di sana.


" Derry!" sapa Anna. Derry mengangguk tersenyum.


" Aku habis dari Villa. Baru bangun tidur," jawab Derry.


" Hmmm, pantesan wajahnya terlihat bangun tidur. Seharunya bangun pagi-pagi. Dan bermain bersama kami. Kami tadi seru-seruan tau," ucap Anna.


" Benarkah!" sahut Derry.


" Iya dong," sahut Anna..


" Ya sudah nanti saja aku main bareng kalian," ucap Derry dengan tersenyum. Anna menganggukan kepalanya.


" Oh iya. Tadi malam kenapa tidak jadi?" tanya Anna mengingatkan kejadian tadi malam.


" Ya tidak apa-apa aja. Aku tiba-tiba berubah pikiran saja," jawab Derry singkat.

__ADS_1


" Lalu kapan lagi mau melakukannya?" tanya Anna yang mungkin ingin mempersiapkan diri. Agar kejadian tadi malam tidak terulang di mana dia keribetan sendiri.


" Hmmm, aku tidak tau dan sepertinya tidak akan melakukannya," jawab Derry dengan santai.


" Kok gitu?" tanya Anna heran.


" Aku tidak tau mengapa. Kok aku merasa ya. Aurelia itu tidak menyukaiku," ucap Derry.


" Kamu kenapa bilang seperti itu. Memang kak Aurelia mengatakannya?" tanya Anna.


" Nggak sih. Tetapi aku merasa saja," sahut Derry dengan tenangnya bicara.


" Derry kamu itu jangan berpikiran buruk seperti itu. Mana mungkin kak Aurelia tidak menyukaimu. Percayalah padaku. Dia menyukaimu. Belum melamar saja kamu sudah putus asa," ucap Anna memberikan dukungan.


" Anna kamu sendiri bahkan tau Aurelia tidak menyukaiku dan kamu masih berusaha untuk mempersatukan ku dengan Aurelia," batin Derry.


" Memang feeling Derry tidak salah. Kak Aurelia memang tidak menyukainya. Tetapi tidak mungkinkan Derry harus putus asa. Karena aku masih berharap. Kak Aurelia itu sadar siapa yang seharunya di sukainya. Jangan sampai perasaannya pada Mahendra. Justru akan membuatnya terluka, sementara ada pria yang tulus kepadanya," batin Anna.


" Anna!" tegur Derry yang melihat Anna bengong.


" Hah iya kamu bilang apa tadi?" tanya Anna mendadak gugup.


" Tidak mengatakan apa-apa. Ya sudah aku ke sana dulu. Daa," ucap Derry yang langsung pergi dan Anna hanya mengangguk saja melihat dengan kesenduan punggung pria yang semakin lama semakin jauh itu.


" Semoga saja kak Aurelia sadar. Jika ada Derry yang sangat menyayanginya," batin Anna dengan harapannya yang penuh.


Aurelia berpapasan dengan Derry yang Derry membawa sepiring sate.


" Derry. Ini untukku ya," ucap Aurelia dengan bahagianya yang ingin mengambil dari tangan Derry. Namun Derry menjauhkannya.


" Bukan ini untukku," jawab Derry yang terlihat ketus.


" Kamu ambil lagi ya. Aku lapar. Ini untukku aja," ucap Aurelia yang ingin mengambil dari tangan Derry. Namun Derry menjauhkannya lagi.


" Di sana masih banyak. Ambilah di sana," ucap Derry yang langsung pergi membuat Aurelia heran.

__ADS_1


" Kenapa sih dia ketus amat," batin Aurelia bingung melihat Derry yang tidak biasanya seperti itu.


Bersambung


__ADS_2