
Aurelia berada di kamarnya yang sedang telungkup di depan laptopnya yang tampak sangat serius melihat layar laptop itu.
" Perusahaan Glossi mengadakan kegiatan perlombaan pengeluaran produk terbaru dari brand Glossi," gumam Aurelie yang membaca artikel itu dengan serius.
" Tumben amat di adakan ajang seperti itu. Padahal kemarin aku memberikan desain pada Athar bukannya seharusnya Athar melihat desainku dan bisa berkalaborasi dengan perusahaannya. Tetapi sekarang Perusahaan itu malah memberi kesempatan untuk seluruh karyawan yang pasti idenya tidak akan menghasilkan apa-apa. Mana mungkin memberikan desain yang bagus. Kuliah saja dari kampus-kampus yang tidak terkenal," ucap Aurelia yang menganggap rendah orang lain.
Aurelia memang menyombongkan dirinya. Mungkin karena dia kuliah di Luar Negri dan anak orang kaya. Makanya kata-kata itu sangat mudah keluar dari mulutnya.
" Hmmm, apa hanya karyawan yang boleh ikut. Lalu bagaimana denganku. Sepertinya aku harus ikut. Tapi bukannya katanya hanya karyawan atau orang-orang yang berhubungan dengan Perusahaan Glossi," Aurelie tampak berpikir-pikir.
" Tidak! aku harus ikut. Aku bukan hanya berhubungan dengan Perusahaan itu. Tetapi aku berhubungan dengan Athar dan aku harus mengikuti ajang tersebut. Dengan cara appaun, agar akan melihat skill ku. Dia harus tau aku adalah orang yang bisa di andalkan selama ini," gumam Aurelie senyum-senyum dua juga tampaknya sedang merencanakan sesuatu dengan wajahnya yang terus tersenyum yang tampak sangat percaya diri.
*********
" Ya ampun Aurelia kamu repot-repot membawa ini," ucap Maharani yang menyambut kedatangan Aurelia kerumahnya. Mereka berjalan pelan menuju ruang tamu.
" Tidak repot Tante, hanya makanan favorite di rumah ini saja," ucap Aurelia bicara sangat manis.
Tibalah Meraka di ruang tamu dan ada Ari Purnama di sana dan Aurelia dengan ramah mencium punggung tangan tersebut.
" Om," sapa Aurelia
" Duduk Aurelia," ucap Ari Purnama.
" Makasih om," sahut Aurelia yang langsung duduk.
" Lihat pa, Aurelia membawa kita brownis kesukaan keluarga kita," ucap Maharani.
" Makasih Aurelie," ucap Ari Purnama tersenyum.
" Sama-sama om," sahut Aurelie.
__ADS_1
" Hmmm, papa kamu apa kabar?" tanya Ari Purnama.
" Baik om, belakangan ini papa sibuk ke Luar Negri untuk mengurus bisnisnya," ucap Aurelia.
" Ya begitulah. Laki-laki memang sangat hobi kerja," ucap Ari Purnama. Aurelia mengangguk. Namun matanya seolah-olah sedang mencari seseorang.
" Apa Athar belum pulang om?" tanya Aurelie.
Tak-tak- tak
Baru menyebutkan nama Pria itu. Sudah terdengar langkah kaki berasal dari pintu yang mana Athar audah kembali dan Jennie mengikut di belakangnya. Yang mana Jennie langsung menundukkan kepalanya memberi sapaan pada Ari Purnama dan Maharani.
" Athar, Aurelia sedang mencarimu," ucap Ari Purnama. Aurelia tersenyum langsung berdiri dan menghampiri Athar.
" Kamu baru pulang," ucap Aurelia dengan lembut.
" Iya," sahut Athar datar.
" Jennie kamu siapkan koperku!" perintah Athar. Jennie mengangguk dan sebelum pergi menundukkan kepalanya pada Maharani dan Ari Purnama.
" Aku ada perjalanan bisnis," jawab Athar dengan dingin.
" Malam ini?" tanya Aurelia. Athar mengangguk.
" Athar aku ingin bicara sebentar denganmu," ucap Aurelia.
" Bicaralah, aku tidak punya banyak waktu," jawab Athar dengan dingin.
" Athar, apa salahnya bicara sebentar dengan Aurelia. Dia sudah repot-repot datang kemari," sahut Maharani.
" Tidak apa-apa Tante. Aku tidak ingin bicara masalah lain. Aku hanya mendengar Perusahaan Glossi, memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartisipasi dalam pengeluaran produk terbaru dari Glossi," ucap Laura.
__ADS_1
" Iya memang ada apa?" tanya Athar.
" Athar aku ingin kamu memberiku kesempatan untuk ikut ahli dalam ajang itu," ucap Aurelie.
" Tapi itu untuk orang yang bekerja di Glossi Aurelia," sahut Ari Purnama.
" Om, Aurelia tau. Tapi Aurelia hanya ingin di beri kesempatan. Lagian Athar tidak pernah melihat desainku. Aku hanya ingin dia sekali saja benar-benar bisa menilai karyaku," jelas Aurelia menyampaikan maksudnya.
" Baiklah!" sahut Athar yang tampaknya tidak keberatan. Aurelia langsung tersenyum mereka mendengarnya
" Terima kasih Athar sudah memberiku kesempatan," sahut Aurelia dengan senyum simpulnya. Namun Athar hanya menanggapi biasa saja.
" Aku akan buktikan jika memang aku bisa di andalkan selama ini. Dan aku membuat kamu menyesal Athar, telah mengabaikan desainku selama ini," batin Aurelie dengan senyum di wajahnya.
Tidak berapa lama Jennie pun turun dengan membawa koper Athar.
" Kita berangkat!" ucap Athar yang tanpa basa-basi.
Athar hanya menundukkan kepalanya pada Amelia dan juga Ari Purnama. Ari Purnama pun juga hanya menunduk dan Athar maupun Jennie langsung pergi. Ya lagi dan lagi hanya menanggapi biasa Aurelie seperti terkesan tidak ada hubungan sama sekali sangat dingin.
" Tidak apa-apa Athar kamu meninggalkan ku untuk sekarang ini. Yang penting aku ikut mengambil alih dalam karya itu dan itu sudah cukup untukku. Aku yakin setelah aku menang dan desainku bisa keluar sebagai produk terbaru dari Glossi. Kedekatan kita akan semakin erat," batin Aurelie dengan percaya diri.
********
Anna berada di kamarnya, berada di meja kerjanya. Yang mana meja itu pasti berantakan dengan buku-buku yang berserakan dan laptop yang letaknya asal-asalan. Anna terlihat mencoret-coret kertas kosong yang asal-asalan.
" Ahhhh, nasibku ternyata begitu sial. Aku mengira kalau aku mendapat pekerjaan maka hidupku akan lebih damai. Tapi apa. Tidak ternyata. Malah aku akan mengalami banyak bencana besar setelah ini apa coba yang harus aku lakukan lagi. Aku bekerja di perusahaan yang bosnya adalah dia. Argggghhh itu sungguh menyebalkan," gerutu Anna dengan mengacak rambutnya frustasi.
" Dia juga menatapku seakan ingin menerkam ku. Apa ini akan seperti Drakor yang mana nanti dia akan menindasku di kantor. Ya dia akan membuatku tidak betah di sana. Dia akan memperlakukanku dengan buruk. Iya dia pasti akan membalas dendam padaku. Aku bisa melihat dari sorot matanya di mana dia memang akan membalaskan dendam padaku," ucap Anna dengan wajah lesuhnya yang sudah membayangkan nasib buruknya.
" Ya Allah, apa yang harus aku lakukan. Jika selama sebulan aku tindas. Aku bisa semakin kurus. Tubuhku bisa semakin kecil. Ini sangat tidak adil untukku," ucap Anna menjatuhkan wajahnya pada meja.
__ADS_1
" Tidak Anna," pekik Anna yang kembali mengangkat kepalanya dan tampak begitu tegar, " semuanya tidak bisa seperti ini. Kau tidak boleh di tindas Anna. Jangan biarkan dia mengambil kesempatan sedikitpun. Kau ingat kau harus berusaha terus. Hanya 1 bulan dan semuanya akan berakhir. Jadi tugasmu hanya menghindarinya. Iya hanya menghindarinya. Lagian Perusahaan itu sangat besar. Jadi kau tidak harus terus bertemu dengannya. Ya dia tidak akan mendapat kesempatan sedikit saja untuk menindasmu. Jadi tenanglah Anna. Kau akan tidak akan mengalami tekanan batin. Kau akan aman Anna," ucapnya yang kembali semangat. Dia merasa sudah begitu lega.
Bersambung