
Dan iya rumahnya sudah di penuhi balon-balon yang memang sepertinya ada acara ulang tahun yang sehingga di hias sedemikian rupa. Kepala Anna terus berkeliling minat rumahnya itu. Layaknya ulang tahun anak kecil.
Anna pasti bertanya-tanya. Dari mana temannya itu bisa memasuki rumahnya dan iya kapan mengerjakan semua itu dan kenapa mereka tau Anna pulang hari ini. Karena Anna tidak memberi tahu sama sekali. Anna harus bingung dengan kepalanya masih melihat ke sana kemari.
Lisa dan Olive mendudukkan Anna yang masih melamun di sofa ruang tamu. Lagi-lagi dengan terpaksa Anna harus menuruti apa yang di lakukan temannya itu dan bahkan Olive memakaikan Anna mahkota yang mana Anna hanya pasrah. Kegilaan teman-temannya pasti menular dari dia.
" Kenapa harus pakai ini segala?" protes Anna.
Sudah jangan banyak protes buruan aja di pakai," paksa Lisa.
" Sekarang ayo tiup lilinnya," ucap Sana yang sudah meletakkan kue di atas meja.
" Aku tidak ulang tahun," sahut Anna menegaskan.
" Udah buruan tiup. Protes mulu dari tadi," Sana si teman tidak punya otak bahkan menundukkan kepala Anna agar meniup lilin dan benar saja Anna pun meniupnya dengan terpaksa.
Prok prok prok prok prok prok prok.
Mereka bertepuk tangan dengan bahagianya yang tampak ceria dan Anna hanya lemas dan pasrah.
" Yeeeeeeeeeee," sorak mereka dengan bahagianya dan Anna hanya pasrah dengan teman-temannya yang seperti anak kecil.
" Sekarang potong kuenya," sahut Lisa memberikan Anna pisau dan Anna tadinya sempat menolak kembali di paksa dan mau tidak mau memotong kue dan menyuapi satu persatu temannya itu dengan raut wajah terpaksa dan pasti tidak ikhlas.
" Kalian ini sebenarnya ngapain sih. Kenapa tiba-tiba ada di sini dan dapat kunci dari mana sehingga bisa masuk kesrumahku?" tanya Anna melihat satu persatu temannya itu yang mengelilinginya.
" Hmmm, masalah kunci. Itu tidak menjadi hal yang sulit. Aku yang mengaturnya yang meminta pada pak RT kunci serapnya, dan pak RT langsung memberinya," sahut Sana.
" Kok bisa di kasih begitu saja?" tanya Anna dengan menautkan ke-2 alisnya.
" Ya di kasihlah namanya juga Sana gitu loh," sahut sana menyombongkan diri atas ke ahlianya sehingga mendapatkan kunci dan tidak tau apa yang di lakukannya sampai kunci itu ada di tangannya.
" Lalu untuk apa kalian pakai beginian segala, balon, kue lilin dan ini semua memang siapa yang ulang tahun coba ada-ada aja," sahut Anna dengan kesal.
" Ini itu selamatan Anna dari tadi di bilang semua ini adalah selamatan," sahut Olive.
" Selamatan apa coba?" tanya Anna heran.
__ADS_1
" Karena kamu sudah menemukan ibu kamu," sahut Sana dengan tersenyum.
" Kok bisa tau?" tanya Anna heran.
" Ya Taulah, orang kamu sendiri pamer di sosial media ya bagaimana kita tidak tau. Kamu juga bikin caption masalah ibu dan Sana bilang itu memang ibu kamu," sahut Lisa.
" Hmmm, begitu rupanya. Iya juga sih aku yang sudah memberitahunya secara tidak langsung," sahut Anna dengan garuk-garuk lehernya yang mana dia lah yang memberi-beri kode.
" Jadi kalian buat semua ini karena untuk selamatan itu?" tanya Anna lagi.
" Ya pasti dong Anna, selamat ya," sahut Lisa.
" Ya ampun kalian itu sosweet banget, sama-sama ya. Kalian memang orang yang paling the best," ucap Anna yang sekarang baru tersenyum.
" Kita gitu lo kan kompak," sahut mereka ber-3 serentak. Anna mendengarnya tersenyum lebar. Jujur dia begitu bahagia dengan hal simple itu.
" Dan iya bukan hanya selamatan itu. Ada selamatan yang paling penting," sahut Olive.
" Selamatan apa lagi?" tanya Anna dengan mengkerutkan dahinya yang sembari minum yang kebetulan temannya itu menyediakan minumanmu
Byur.
Anna langsung menyemburkan minuman itu bahkan mereka bertiga terkena cipratannya dari air yang keluar dari mulut Anna.
" Issss Anna kamu itu jorok sekali," ucap Olive kesal yang merasa jijik.
" Sorry, sorry aku tidak sengaja," sahut Anna.
" Kamu ya saking kagetnya jadi seperti itu. Mentang-mentang pacaran sama bos Athar," sahut Lisa menggoda Anna dengan mencolek bahu Anna. Membuat Anna mengkerutkan dahinya.
" Issss, siapa yang pacaran," sahut Anna yang tampaknya mengelak. Karena tidak mau di goda.
Mereka bertiga malah semakin mendekati Anna yang sepertinya ingin kepo mencari tau hubungan Anna dengan Athar.
" Katakan Anna bagaimana kak Athar menyatakan perasaannya pada kamu. Apa dia menembak kamu di tempat romantis penuh dengan bunga-bunga dan lampu-lampu. Katakan Anna," ucap Olive yang dengan kepo nya.
" Atau menembak kamu di atas kapal pesiar, atau di helikopter," sahut Lisa yang benar-benar kepo.
__ADS_1
" Apaan sih siapa yang pacaran coba," sahut Anna yang masih membantahnya.
" Issss, kamu itu masih mengelak. Pelit amat tidak mau cerita-cerita sama kita," sahut Sana.
" Lagian apa yang mau di ceritai," sahut Anna.
" Ya masalah hubungan kamu sama bos Athar. Kapan kalian jadiannya," sahut Lisa.
" Aduh teman-teman Anna ini sedang malu-malu. Lihat lah wajahnya begitu memerah. Sudah seperti kepiting rebus," goda Sana dengan menyenggol bahu Anna.
Wajah Anna semakin mengkerut denngan temannya itu.
" Hmmm, pasti sekarang Anna memanggil bos Athar bukan bos lagi. Mungkin sudah ayang bebeb. Atau aku kamu issssa, sosweet amat sih," sahut Lisa yang menggoda Anna membuat Anna geli.
" Iya katakan Anna panggilan sayang kalian apaan," sahut Olive yabg begitu semangatnya.
" Panggilan sayang apa," sahut Anna dengan mengkerutkan dahinya.
" Ya panggilan sayang untuk pacar. Kalian panggilannya sayang, ayang bebeb, atau jangan-jangan manggil manggil mami papi," sahut Olive. Anna hanya semakin geli mendengarnya.
" Atau kalau tidak panggilan kalian, bubu, atau, baby, my honey, mau sweeti," sahut Lisa
" Atau jangan-jangan umi Abi," sambung Sana yang tertawa-tawa.
" Cie, cie, Anna sudah tidak jomblo lagi," goda mereka dengan serentak.
" Anna calon kakak iparnya Olive," sahut Sana menggoda.
" Anna pacaran sama bos Athar. Aku harus panggil bos Anna juga," sahut Lisa lagi.
" Kalau begitu aku harus panggil Anna dengan panggilan kak Anna," sahut Olive lagi yang membuat Anna diam dan semakin geli.
Anna benar-benar mati kutu dengan teman-temannya yang tidak henti-hentinya menggoda dirinya. Karena pasti mereka tau jika Anna pacaran dengan Athar. Dan sekarang Anna tau rasa deh di godain ke-3 temannya itu yang terus membuatnya malu.
Rencana tadi ingin tiduran. Eh malah di gangguin. Oleh teman-temannya yang tidak ada akhlak itu. Begitulah kalau punya teman yang super heboh dan sekarang Anna harus rasakan. Karena dia juga sebelumnya suka kepo dan suka menggoda teman-temannya itu.
Bersambung
__ADS_1