
Malam semakin larut. Anna dan Athar tetap tidak menemukan jalan keluar apa-apa. Mereka memang sampai di pada air laut dan di mana melangkah melewati batu-batu besar.
Athar menuntun jalan dan Anna berjalan di belakangnya dengan memegang baju Athar yang takut licin. Mereka juga berjalan tanpa penerang yang hanya mengharapakan sinar rembulan dan jangan tanya wajah Anna yang begitu kesalnya.
" Sampai kapan kita di sini terus? dari tadi jalan terus. Tetapi tidak menemukan apa-apa. Mau sampai kapan coba, mau di sini terus," oceh Anna yang dengan cerewetnya.
" Diamlah Anna, kau mengoceh, bertanya terus tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi diam lah. Jangan berisik," sahut Athar yang ikutan pusing.
" Bagaimana tidak berisik. Kaki ku sudah mau patah mengikutimu dari tadi," sahut Anna mengeluh dengan kesal.
" Kau bilang sangat hebat. Lebih hebat dari orang-orang yang beraktraksi itu. Kau bilang tidak takut. Lihat apa yang terjadi kau bahkan lari dari mereka yang katamu ada yang mengejar kita. Kalau memang ada kenapa tidak melawannya dan malah lari seperti pengecut," ucap Anna yang mengoceh terus. Athar menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Anna.
" Bukannya aku lari dari mereka. Aku hanya tidak ingin mencari masalah di kampung orang," sahut Athar memberikan alsannya.
" Alasan aja. Bilang aja itu cuma akal-akalan mu aja. Sebenarnya tidak ada yang mengejar kita. Kau memang hanya ingin membalas dendam kepadaku," ucap Anna yang tidak percaya.
" Terserah kau percaya apa tidak. Tidak ada gunanya aku membalas dendam padamu," sahut Athar.
" Lalu sekarang bagaimana kita. Lihat yang adanya kita semakin jauh. Tidak ada satu orang pun di sini. Mau bagaiaman bisa keluar," ucap Anna yang mengoceh lagi.
" Diamlah Anna. Aku akan meninggalkanmu di sini. Kalau mulutmu tidak bisa diam juga," ucap Athar dengan ancaman.
" Kau itu benar-benar sekarang malah mengancamku segala. Sudah tau salah. Bukannya berpikir. Malah mengancamku," ucap Anna dengan bibirnya yang mengkerut.
__ADS_1
" Makanya jangan berisik," ucap Athar.
" Aku capek. Sudahlah tidak ada gunanya juga kita berjalan terus. Kita nggak akan bisa dapat jalan keluarnya. Ini sudah malam tidak ada orang yang bisa kita tanyai. Walau kita menyebrangi lauatan sekalipun tetap tidak akan bisa keluar dari tempat ini," keluh Anna dengan suara lemasnya.
" Aku nggak mau lagi mengikutimu aku capek," ucap Anna yang menaiki batu besar di bagian ujung yang berada di bawah pohon.
Anna langsung duduk di sana yang bersandar di pohon dengan tubuhnya yang kelelahan. Anna mengatur napasnya yang terasa sesak dengan mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.
" Apa hujan?" tanya Anna tiba-tiba yang mengarahkan tangannya ke atas dan tangan itu basah.
Athar melihat kelangit yang memang mendung dan memang sedang gerimis.
" Bagaimana ini?" tanya Anna yang pasti tambah panik. Atar yang melihat di sekitarnya melihat ada tenda hitam. Dan Athar mengambilnya dan langsung menganghampiri Anna.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Anna heran.
" Apa yang bisa aku bantu?" tanya Anna.
" Pegang ini!" ucap Athar.
Anna pun melakukannya. Memang rejeki Athar mendapatkan tenda dan mengingkatkan tenda itu ke pohon yang satu dengan pohon yang lainnya. Sehingga bisa untuk berlindung dan hujannya mulai deras dan untung tendanya terpasang yang hanya bisa menutupi bagian atas saja. Namun di samping, depan, belakang tetap terbuka dan jika ada angin. Air hujan juga akan mengenai mereka.
" Lumayan juga, paling tidak tidak basah kuyup," ucap Anna yang kembali duduk dengan dan memeluk tubuhnya yang kelihatan Anna mulai kedinginan karena memang hanya memakai kaos putih lengan pendek.
__ADS_1
Athar yang berdiri di dekat Anna melihat Anna yang kelihatan kedinginan. Athar spontan membuka satu persatu kancing kemejanya. Apa yang di kerjakan Athar membuat Anna kaget denga matanya yang melotot.
" Apa yang kau lakukan!" teriak Anna dengan menunjuk Athar yang sudah merasa ada yang tidak beres.
" Kau ingin macam-macam denganku. Oh aku tau ini pasti akal-akalan mu aja kan lari dari orang-orang yang kau katakan itu. Padahal kau menjebakku supaya kita di tempat sepi dan kau ingin memperkosaku. Kau sengaja melakukannya kan!" Teriak Anna dengan penuh emosi yang kembali menuduh Athar yang tidak-tidak.
Athar yang mendengarnya geleng-geleng dan sudah membuka kemejanya yang meninggalkan kaos dalam berwarna putih lengan 2 hari.
" Aaaaaaa, jangan!" teriak Anna menutup matanya yang benar-benar panik dengan Athar yang mempunyai niat buruk kepadanya. Apa lagi hanya dia dan Athar yang berada di sana.
" Kenapa otaknya tidak pernah berpikiran bersih sama sekali," batin Athar geleng-geleng dengan Anna.
" Aku mohon jangan lakukan itu kepadaku. Aku itu wanita baik-baik. Aku selalu menjaga kehormatan ku untuk suami ku kelak. Jadi jangan menyentuhku, aku masih suci," ucap Anna yang mulai drama.
" Aku tau selama ini aku suka membuatmu marah. Tapi aku mohon kasih aku kesempatan. Aku janji tidak akan menjadi karyawan yang selalu melawanmu, membohongimu dan tidak akan membuatmu emosi. Aku akan menjadi karyawan yang lebih baik lagi. Bicara dengan sopan dan mendengarkan kata-kata mu. Aku minta maaf jika aku selalu membuatmu marah. Tapi aku mohon jangan perkosa aku," ucap Anna yang masih menutup matanya dengan mengeluarkan kata-kata negoisasi dengan Athar bahkan dia mengakui banyak kesalahannya
Athar mendengus kasar melihat kelakuan Anna. Namun tersenyum dengan menyimak perkataan Anna dan apa-apa lagi yang akan di katakan Anna.
" Memang iya, rencana mencari bahan hanya alasan saja. Aku menggunakan itu untuk kepentingan ku. Aku memang ingin liburan. Otakku penat dan butuh reflesing. Makanya aku membohongimu. Tapi tidak semuanya bohong aku juga mencari bahan. Aku janji tidak akan mengkelabuimu lagi. Jadi mohon maafkan aku," ucap Anna yang mengaku sendiri kesalahannya pada Athar.
Athar tersenyum dengan geleng-geleng. Athar pun berjongkok di depan Anna dan langsung menutupkan tubuh Anna dengan kemejanya. Dan memegang ke-2 tangan Anna, menyinggirkan tangan itu dari wajah Anna yang terlihat panik.
Dengan perlahan Anna membuka matanya melihat wajah Athar yang tepat di depannya. Di mana wajah Athar yang di sinari rembulan yang terlihat begitu tampan. Anna melihat kebahu kiri kanan yang mana tubuhnya telah di tutup dengan kemeja Athar.
__ADS_1
Yang di kiranya Athar membuka kemeja itu untuk aneh-aneh padanya rupanya untuk menutupi tubuhnya. Sehingga dia merasa hangat dan sementara Athar sendiri hanya menggunakan kaos dalam singlet putih dan memperhatikan Anna yang wajahnya masih panik dengan ke-2 lengannya masih di pegang Athar.
Bersambung