
" Kebiasaan pakai lupa segala," desis Athar.
" Aku minta maaf Athar," ucap Jennie menegaskan.
" Argggghhh sudahlah untuk apa kau datang kemari?" tanya Athar.
" Ini. Mengantarkan dokumen ini," ucap Jennie meletakkan di atas meja Athar. Athar tidak merespon dan terlihat begitu kesal. Sementara Anna benar-benar merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi.
" Baiklah aku pergi dulu. Maaf aku sudah mengganggu kalian berdua," ucap Jennie.
" Siapa yang mengganggu Bu Jennie, saya juga tadi hanya ada keperluan kok makanya memasuki ruangan pak Athar," ucap Anna yang mencoba membuat Jennie tidak salah paham.
" Oh, begitu rupanya. Ya sudah kalau begit. Athar semoga pinggangnya tidak apa-apa. Dan seharusnya kalau ingin bermesraan di kantor pintunya di kunci saja. Biar hal ini tidak terjadi lagi kasian pinggang kamu," ucap Jennie memberi saran.
" Siapa yang bermesraan. Bu Jennie salah paham. Orang Pak Athar sampai seperti ini bukan karena bermesraan. Bu Jennie ada-ada aja," sahut Anna yang masih mengelak dan malah tertawa-tawa sendiri.
" Hmmm, begitu rupanya. Ya mungkin seperti itu," sahut Jennie mengangguk-angguk saja yang berpura-pura percaya saja.
" Ya ampun jadi bu Jennie tau kamu pacaran. Athar mana mungkin memberi tahunya. Ya ampun Anna kamu sih kenapa coba begitu ceroboh," batin Anna yang terdiam tertunduk yang sudah tidak tau mau bicara apa lagi.
" Pergilah dari sini! Jangan mengajariku," sahut Athar yang sudah kesal, sakit dan sekarang Jennie bicara membuatnya semakin kesal.
" Baiklah aku pergi. Lain kali hati-hati ya," ucap Jennie yang mengingatkan kembali. Dengan tersenyum pada 2 orang itu yang bergantian melihat Anna dan Athar. Lalu dia langsung pergi saat itu juga. Setelah pintu itu kembali tertutup. Anna melihat Athar dan langsung menghampiri Athar.
" Kau tidak apa-apa Athar?" tanya Anna panik. Athar diam tidak menjawab dan terus memegang pinggangnya dengan wajahnya yang begitu kesal.
" Athar maafkan aku," ucap Anna merasa bersalah.
" Seharusnya kau tidak mendorongku," ucap Athar kesal.
" Aku minta maaf. Aku hanya terkejut tiba-tiba ada yang masuk," ucap Anna yang merasa bersalah. Athar diam yang kelihatan masih begitu marah pada Anna, karena Anna sudah membuatnya kesakitan.
__ADS_1
" Athar aku benar-benar minta maaf. Kan aku takut kalau tiba-tiba ketahuan. Aku juga tidak sengaja melakukan hal itu. Athar serius aku benar-benar minta maaf," Anna terus merasa bersalah dengan memegang lengan Athar melihat prianya yang terus menunjukkan kekesalannya.
" Anna aku sudah mengatakan hubungan seperti ini hanya membuat kesulitan untuk kita ber-2. Apa susahnya orang-orang tau. Kamu itu pacarku. Jadi kita tidak perlu saling bersembunyi seperti ini dan ini yang terjadi. Aku kan yang menjadi korbannya. Ini baru aku jatuh nanti bagaimana kalau yang lebih parah lagi," ucap Athar marah-marah.
" Kan aku bilang belum siap. Aku butuh waktu untuk kita go publik, jadi maafkan aku Athar," sahut Anna.
" Sampai kapan?" tanya Athar. Anna diam yang juga tidak tau sampai kapan akan menyembunyikan hubungannya itu.
Anna memang tidak ingin orang-orang kantor tau hubungan mereka dan Anna sudah menjelaskan alasannya sebelumnya.
" Anna sampai kapan semuanya akan seperti ini. Aku mana bisa Anna membiarkan seperti ini terus," ucap Athar.
" Aku tidak tau sampai kapan, tetapi aku benar-benar butuh waktu Athar. Maafkan aku Athar," ucap Anna yang menunduk yang merasa bersalah pada Athar.
Athar menghela napas kasarnya kedepan, " ya sudahlah kita lupakan kejadian ini. Ini juga bukan kesalahan kamu. Sekarang ayo kita makan," sahut Athar yang tidak mau memperpanjang masalah itu. Apalagi sudah melihat Anna sedih seperti itu.
" Kamu benar sudah tidak marah lagi?" tanya Anna memastikan. Athar menganggukkan kepalanya.
" Pinggang kamu masih sakit?" tanya Anna lagi yang masih khawatir.
" Tidak sakit," jawab Athar, " kita sekarang makan saja," ucap Athar. Anna menganggukkan kepalanya dan Athar mencoba menenangkan dirinya. Menutupi kekesalannya ya walau dia begitu marah. Tetapi dia juga tidak ingin membuat Anna jadi kepikiran terus dengan apa yang terjadi.
Ternyata Jennie masih berada di balik pintu yang tiba-tiba ingin sekali kepo dengan masalah Anna dan Athar.
" Huhhhhh, mereka ber-2 memang pasangan yang aneh. Bisa-bisanya hubungan di sembunyikan. Aneh bukan. Anna Athar kalian benar-benar sangat aneh, aku sudah tidak tau harus bicara apa lagi untuk kalian. Ya semoga saja hubungan kalian bisa bertahan dan tidak main kucing-kucingan lagi. Emang tidak sakit apa sampai jatuh seperti itu," ucap Jennie geleng-geleng.
" Ya ampun Jennie, kamu ini kepo sekali urusan percintaan Athar. Biarlah dia mau ngapain. Kamu ngapain sih mengurusinya. Benar-benar kamu Jennie," Jennie menepuk jidatnya sendiri geleng-geleng dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Dan Anna dan Athar pun juga ke luar dari ruangan itu setelah kepergian Jennie. Namun bergantian Anna yang keluar terlebih dahulu dulu baru Athar. Maklum supaya tidak ada yang melihat mereka ya. Kalau di bilang aneh memang aneh. Ya begitulah mereka yang masih ingin sembunyi-sembunyi dalam hubungan mereka.
***********
__ADS_1
Akhirnya Anna dan Athar makan di luar di mana mereka makan duduk saling berhadapan yang saling duduk berduaan dengan makanan yang sudah ada di depan mereka.
" Kamu benar kan tidak apa-apa?" tanya Anna yang tampak masih begitu takut Athar kenapa-kenapa.
" Aku tidak apa-apa Anna, jangan membahas hal itu lagi. Aku tidak apa-apa," ucap Athar menekankan.
" Benar, tidak apa-apa?" tanya Anna.
" Iya Anna," jawab Athar meyakinkan Anna.
" Kamu mau coba makanan aku tidak," ucap Anna menyendokkan pada Athar. Athar menganggukkan kepalanya dan Anna langsung menyuapkan makanan itu pada Athar.
" Enak?" tanya Anna.
" Rasanya biasa aja. Tetapi karena di suapi kamu. Jadi rasanya berubah dan begitu enak sekarang," ucap Athar.
" Kamu ini bisa aja," sahut Anna dengan menaikkan ujung bibirnya. Padahal dia senang mendapat banyak pujian dari pacarnya itu.
" Hmmm, nanti malam kita makan malam bersama!" ajak Athar.
" Boleh," jawab Anna yang tidak keberatan.
" Tapi aku nanti ada rapat dengan klien sebentar. Kamu tidak apa-apa ya menunggu sebentar setelah itu kita baru makan berdua," ucap Athar.
" Iya Athar, aman kamu jangan khawatir," ucap Anna dengan tersenyum.
" Makasih ya tidak mempermasalahkan pekerjaanku yang begitu banyak," ucap Athar.
" Apa yang harus di permasalahkan. Walau kamu sibuk. Buktinya masih bisa mengajakku untuk makan," ucap Anna. Athar mengangguk dengan tersenyum mempunyai pacar yang begitu pengertian.
Bersambung
__ADS_1