
Anna, Athar, Aurelia dan Derry masih tetap mencari-cari di mana keberadaan Chaca.
"Coba tanya bapak itu!" ucap Aurelia. Anna menganggukkan kepalanya dan mereka langsung bertanya.
"Pak permisi!" ucap Anna yang menyetopkan Pria itu.
"Ada apa ya neng?" tanya Pria itu.
"Kami ingin bertanya. Rumahnya Bu Amelia di mana yah?" tanya Anna.
"Amelia siapa?" tanya pria ini.
"Ini orangnya pak," sahut Aurelia yang langsung menunjukkan foto Amelia.
"Bapak mengenalnya?" tanya Derry.
"Katanya dia pindah 2 bulan lalu ke tempat ini," sahut Athar.
"Oh iya-iya, wanita ini yang datang dengan anak perempuan ya," ucap bapak-bapak tersebut yang sepertinya sudah mengingat siapa orang yang di cari Anna dan yang lainnya.
"Jadi papa tau siapa mereka?" tanya Athar.
"Oh iya baru bapak ingat, wanita itu baru pindah dan dengar-dengarnya sudah sering pindah-pindah sebelumnya," sahut Pria itu yang mengenali siapa yang di maksud oleh Anna.
"Lalu di mana rumahnya pak?" tanya Anna.
"Di ujung sana!" tunjuk Pria itu dengan mata mereka yang melihat ke arah tersebut.
"Ya mereka ada di sana. Mereka tinggal paling ujung dan saya hanya melihat sekali saja wanita itu. Namun anaknya sering saya lihat karena ikut kerja jual sayur dengan salah satu warga di ini," jelas Pria itu.
"Jual sayur!" pekik Anna dan Aurelia dengan serentak.
"Iya benar sekali," jawab Pria itu.
"Tapi bukannya anaknya sangat kecil. Kenapa bapak bilang jual sayur. Nanti bapak salah mengenali orang," ucap Anna.
"Tidak salah neng. Kalau tidak salah namanya anaknya Ca, ca apa yah," Pria itu terlihat mengingat.
"Chaca maksudnya," sahut Aurelia.
"Iya benar, namanya Chaca," sahut pria itu yang langsung mengangguk karena memang benar apa adanya.
Anna pasti sangat terkejut mendengar jika memang iya. Kalau anak kecil yang di maksud adalah Chaca. Pasti mereka tidak menyangkal dengan apa yang di katakan bapak tersebut.
"Kak Anna!" terdengar suara nyaring yang memanggil membuat Anna membalikkan tubuhnya dan melihat yang memanggilnya adalah anak yang telah di carinya.
"Nah itu dia!" tunjuk Pria itu.
"Chaca!" lirih Anna.
"Chaca!" lirih Aurelia.
Mereka sangat terkejut melihat penampilan Chaca yang sangat memprihatikan dengan kaos yang sangat kotor dan penampilan yang memprihatinkan.
"Kak Anna!" teriak Chaca yang berlari menghampiri Anna dan yang lainnya dan akhirnya apa yang mereka cari sudah tepat berada di depan mereka yang membuat mereka sangat jelas melihatnya dengan wajah mereka yang terkejut.
"Chaca!" lirih Anna sampai berlutut dengan melihat jelas penampilan adiknya itu. Chaca tersenyum dengan wajahnya yang kumuh dan rambutnya yang berantakan yang membuat mata Anna berkaca-kaca. Dia tidak tau apa yang terjadi selama ini.
"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Pria itu yang langsung pergi.
__ADS_1
"Makasih pak," sahut Derry
"Chaca!" lirih Anna dengan air matanya yang akhirnya tumpah dengan memegang kedua bahu Anna dan mengamati penampilan adiknya.
"Kak Anna apa kabar. Kata mama kita bukan adik kakak makanya mama membawa Chaca pergi. Tapi menurut Chaca kakak Anna adalah kakak Chaca," jelas Chaca yang membuat Anna semakin tidak bisa membendung air matanya untuk tidak jatuh dan langsung memeluk Chaca dengan erat.
Aurelia yang tidak pernah menerima Chaca dalam hidupnya tidak bisa membohongi perasaannya. Jika air matanya juga keluar.
"Chaca!" lirih Anna, " apa yang terjadi sama kamu kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Anna yang menangis.
"Chaca tidak apa-apa kok. Semenjak tidak bersama papa Chaca dan mama sering pindah-pindah dan sekarang Chaca sudah kerja loh, Chaca pintar kerja agar bisa makan. Chaca hebat bukan," jelas Chaca yang menceritakan kehidupan nya yang membuat Anna semakin tersayat hatinya.
Ternyata dia melupakan mempunyai seorang adik perempuan yang di pastikan hidupnya sangat menderita. Sementara selama ini Anna begitu bahagia dengan kemewahan yang di dapatkannya.
Aurelia sendiri juga akhirnya luluh dan menangis tanpa suara yang langsung di peluk Derry.
"Kenapa kak Anna menangis?" tanya Chaca yang melepas pelukan itu. Anna sudah tidak sanggup menjawab lagi pertanyaan itu.
"Hay kak Aurelia," sapa Chaca, "kakak juga menemui Chaca, kakak sering bilang Chaca bukan adik kakak. Ternyata benar mama mengatakan hal itu," sahut Chaca yang berbicara dengan tersenyum membuat Aurelia juga tidak sanggup berbicara lagi.
"Kak Athar dan kak Derry, Chaca masih ingat kok," sahut Chaca.
"Chaca. Chaca tinggal di mana dan mama Chaca mana?" tanya Athar yang sangat terharu terlihat dari matanya yang berkaca-kaca.
"Rumah Chaca ada di ujung dan rumah Chaca sangat kecil, sangat jelek, besarnya seperti kamar mandi di rumah dulu," jawab Chaca.
"Lalu mama di mana?" tanya Derry.
"Hmmm, biasanya jam segini mama belum pulang ngamen," jawab Chaca.
Anna, Aurelia, Derry dan Athar begitu terkejut dengan pekerjaan Amelia yang ternyata berubah 180 derajat dari wanita modis menjadi seorang pengamen.
Athar yang berjalan di samping Anna merangkul bahu Anna guna untuk menenangkan Anna yang pasti pikirannya tidak menentu sama sekali.
**********
Tidak lama akhirnya sampai juga kerumah Chaca yang sebelumnya Chaca juga sudah mengatakan keadaan rumahnya dan itulah kenyataannya. Rumah itu juga tampak kumuh dan sangat tidak layak untuk tinggal di tempat itu.
"Kamu tinggal di sini?" tanya Aurelia.
"Iya. Tidak tau kalau mau pindah lagi. Biasanya akan pindah lagi," jawab Chaca.
"Kenapa harus pindah?" tanya Derry.
"Karena tidak bisa bayar rumah," jawan Chaca dengan apa adanya.
Mungkin keadaan membuat Chaca menjadi dewasa yang tidak sesuai dengan usianya yang baru saja 8 tahun.
"Chaca sekolah kamu bagaimana?" tanya Athar.
"Tidak sekolah. Chaca setiap pagi ikut jualan sayur di pasar supaya dapat uang dan sekolah tidak ada, tidak ada pak supir yang antar sekolah, mobilnya juga tidak ada," jawab Chaca apa adanya.
Semakin banyak yang di keluhkan adiknya membuat Anna semakin teriris yang merasakan sakitnya yang luar biasa yang tidak bisa di pendamnya lagi. Dia merasa sangat gagal menjadi seorang kakak. Tidak pernah kepikiran dengan adiknya selama hampir 2 tahun ini.
"Ternyata aku pikir dia akan baik-baik saja. Setelah menghancurkan kehidupan mama, aku dan Anna. Ternyata tidak dia sangat menderita dan sekarang di depan kami. Kami melihat jelas penderitaannya dan itu tidak membuat kami senang. Justru sangat sakit," batin Aurelia.
"Ayo masuk kerumah Chaca," sahut Chica yang mempersilahkan.
"Untuk apa kalian datang!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat Anna, Derry, Athar dan Aurelia tidak jadi masuk dan minat ke belakang mereka. Ternyata Amelia yang sama kumuhnya dengan Chaca.
__ADS_1
"Tante Amelia," lirih Anna dan Aurelia bersamaan.
"Mama sudah pulang, kak Anna dan Aurelia datang, juga kak Derry dan kak Athar," sahut Chaca.
Amelia pun melangkah mendekati Anna, Athar, Aurelia dan Derry, " apa kalian ingin memastikan jika aku sudah mendapatkan karma dari semua yang aku lakukan," ucap Amelia. Aman dan Aurelia hanya diam saja.
"Tante sepertinya salah paham," sahut Athar.
"Bukan salah paham, tetapi kesalahan. Aku memang mencintai laki-laki yang salah dan seharusnya aku sadar kedepannya aku yang akan menanggung semuanya. Aku kehilangan kehidupanku, sahabat ku hanya karena laki-laki yang membutakan ku. Aku berusaha untuk menerima takdirku di benci kalian berdua. Tidak pernah melihat usahaku untuk menjadi orang lebih baik, untuk menjadi ibu kalian, sampai di titik aku mengalah dan kehilangan semuanya," ucap Amelia yang mengeluarkan semua kata-kata yang di pendamnya selama ini.
"Aku kehilangan harta yang di hancurkan papa kalian sendiri dan apa yang terjadi dia masih bisa hidup dan kalian menerimanya kembali dengan melupakan masa lalu. Sementara aku yang menjadi korban aku di buang dan hidup melarat hidup dengan penuh kutukan dari kalian," ucap Amelia.
"Kami tidak pernah mengutuk Tante," sahut Anna.
"Tidak pernah. Tetapi ini takdirnya dia mana aku mendapatkan karmaku dan kalian sudah melihat di depan kalian sendiri. Bagaimana karmaku," ucap Amelia dengan matanya berkaca-kaca.
"Pasti kalian sedang menertawakan ku kan. Kalian mengatakan siapa yang di sakiti dan siapa yang merasa tersakiti, Anna Aurelia, kalian sudah melihat bagaimana aku menerima karma dari perbuatanku dan sekarang pergilah," sahut Amelia.
"Kami datang untuk membawa Chaca menemui papa," ucap Anna dengan mengusap air matanya.
"Kalian belum puas melihatku menderita. Aku hanya punya Chaca yang menemaniku dan kalian ingin mengambilnya membawanya pergi. Jangan mentang-mentang aku miskin kalian bisa pergi membawanya dan aku sendirian," sahut Amelia yang takut di pisahkan dari anaknya.
"Dan bukannya kalian dari dulu tidak pernah menginginkan nya. Lalu kenapa sekarang membawanya," teriak Amelia.
"Tanya Amelia jangan salah paham. Tidak ada yang ingin membawa Chaca," sahut Derry yang mencoba untuk menenangkan.
"Lalu apa jika tidak ingin membawanya," sahut Amelia.
"Tante papa sedang sakit dan papa meminta aku dan kak Aurelia membawa Chaca dan kami berharap Chaca bisa ikut dengan kami sebelum papa Operasi. Papa juga sakit parah dan bahkan mengatakan ingin menemui Chaca untuk terakhir kalinya," ucap Anna dengan air matanya yang kembali keluar yang jika mengingat perkataan Chandra.
"Benar Tante. Jadi kami mohon untuk Tante bisa membiarkan kami membawa Chaca dan kami akan mengembalikannya," sahut Aurelia.
"Papa sakit apa kak. Kenapa harus operasi segala. Apa sakitnya papa sangat parah?" tanya Chaca.
"Iya Chaca sakitnya papah sangat parah dan Chaca ikut yah," sahut Anna membujuk Chaca.
Chaca langsung mendekati mamanya dengan memegang tangan mamanya.
"Mama Chaca boleh ya pergi sebentar untuk lihat papa. Hanya sebentar saja kok. Nanti Chaca pulang lagi," ucap Chaca yang meminta izin. Amelia hanya diam saja yang belum memberikan jawaban apa-apa.
"Mama apa tidak boleh?" tanya Chaca lagi.
"Baiklah mama akan mengijinkan kami untuk pergi," jawab Amelia membuat Anna dan Aurelia bernapas lega, "kamu masuk dan ganti baju dulu!" titah Amelia.
"Baik mah. Kak tunggu sebentar ya. Chaca pergi dulu," ucap Chaca yang pamitan dan langsung masuk kerumahnya. Dia juga penuh semangat yang akan di ajak pergi menemui papanya yang sudah lama tidak di temuinya.
"Terima kasih Tante. Sudah memberi izin Chaca. Kami janji akan membawanya pulang," ucap Anna.
"Tidak perlu di bawa kembali," sahut Amelia yang membuat Anna, Aurelia dan Derry heran.
"Maksud Tante apa?" tanya Anna heran.
"Aku tau kalian sangat membenci ku. Tapi mohon jangan membenci Chaca dan aku menyerah dengan kehidupanku. Aku menyadari dia tidak seharusnya ikut menanggung semua ini denganku. Jadi aku mohon kepada kalian untuk merawat Chaca dan memberikannya kehidupan yang layak. Karena aku tidak bisa melihatnya ikut menderita bersamaku," ucap Amelia dengan menyatukan ke-2 tangannya yang memohon pada Anna dan Aurelia.
"Dia juga adik kalian bukan. Apa yang terjadi kesalahanku. Jadi biarkan aku menanggungnya dan biarkan Chaca untuk seperti hidup seperti anak-anak lain sudah cukup dia menderita begitu lama, tinggal di tempat seperti ini dan makan serba kekurangan," ucap Amelia yang ingin menyerahkan Chaca pada Anna dan Aurelia.
Anna dan Aurelia hanya diam yang mereka tidak tau apa yang harus mereka jawab. Namun Amelia terlihat menyadari perbuatannya dan memang sangat menyayangi anaknya.
Bersambung
__ADS_1