Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
345


__ADS_3

Lisa dan Mahendra berada di dalam mobil dan Jennie terlihat penuh dengan pemikiran yang sepertinya ada yang menggangu pikirannya. Mahenndra yang berada di sebelahnya yang mereka sedang menunggu macet.


"Kamu kenapa Jennie?" tanya Mahendra yang sangat memperhatikan kekasihnya itu.


"Sayang aku tidak sengaja tadi siang melihat dan mendengar Anna dan Athar bertengkar," jawab Jennie yang ternyata itu pikirannya.


"Maksudnya?" tanya Mahendra heran.


"Aku tadi kekantor dan ingin menemui Anna. Tetapi aku melihat mereka bertengkar hebat dan ini pasti karena Athar yang mau ke Luar Negri," jawab Jennie.


"Sebelumnya mereka juga bertengkar sayang," sahut Mahendra.


"Maksud kamu?" tanya Jennie.


"Aku juga melihat mereka bertengkar sebelumnya. Anna dan Athar. Tetapi aku pikir mereka sudah baik-baik saja," ucap Mahendra.


"Bagiamana baik-baik saja. Mereka ber-2 sudah putus," sahut Jennie yang mengejutkan Jennie.


"Putus!" pekik Mahendra. Jennie mengangguk.


"Kamu tau dari mana?" tanya Mahendra yang pasti tidak percaya.


"Aku mendengar sendiri dari mulut Anna. Jika dia minta putus dari Athar. Karena permasalahan dengan Athar yang mau pergi ke Luar Negri," jawab Jennie.


Ternyata Jennie mendengar pertengkaran Athar dan Anna. Keributan dan pembahasan yang di permasalahkan ke-2 pasangan itu sampai akhirnya menemukan titik untuk lebih memilih untuk berpisah. Jennie juga pasti kaget dan tidak menyangka. Namun memang itu kebenarannya. Jika mereka memang putus.


"Kamu yakin mereka benar-benar putus?" tanya Mahendra yang masih tidak percaya.


"Aku tidak mungkin salah dengar Mahendra. Memang benar apa adanya mereka berdua itu putus dan aku juga tidak percaya jika Anna bisa meminta hal itu dan lebih tidak percaya lagi. Jika Athar menyetujui hal itu," ucap Jennie.


"Athar juga setuju," sahut Mahendra yang lebih kaget lagi. Jennie mengangguk-angguk dengan wajahnya yang kelihatan sangat sedih dengan apa yang terjadi pada Athar dan juga Anna.


"Jadi intinya putusnya mereka memang karena Athar yang mau pergi," ucap Mahendra.


"Jika tidak apa lagi Mahendra. Mereka bertengkar hebat dan Anna menginginkan ini dan Athar tidak bisa meninggalkan pekerjaan," sahut Jennie. Mahenndra hanya diam dengan wajahnya yang terlihat sendu.


"Athar padahal sangat mencintai Anna. Dan aku juga tau. Athar sangat peduli dengan pekerjaannya. Karena mempunyai tanggung jawab yang besar. Namun seharusnya Athar peka dalam keinginan Anna. Apa salahnya dia mengikat Anna dalam pertunangan. Atau pernikahan. Agar Anna tidak merasa di gantung," ucap Jennie membuat Mahendra melihat ke arahnya.


"Itulah masalahnya Jennie," ucap Mahendra membuat Jennie heran mendengarnya.


"Maksud kamu?" tanya Jennie.


"Sebelumnya aku sudah membahas masalah ini dengan Athar dan iya kepergian Athar sangat berhubungan dengan putusnya Anna dan Athar dan sangat berhubungan dengan keinginan Anna. Aku bahkan sudah menyarankan Athar untuk menikahi Anna dalam waktu yang dekat. Namun Athar menolak. Karena Athar tidak bisa menikah dengan Anna," jelas Mahendra yang membuat Jennie terkejut mendengarnya.


"Apa maksud kamu Mahendra. Athar tidak bisa menikahi Anna. Kenapa? bukannya mereka saling mencintai dan aku tau cinta Athar itu sangat besar. Dan sangat aneh. Jika tidak bisa menikahi Anna," sahut Aurelia dengan penuh kebingungan.


"Masalahnya bukan perkara cinta. Tetapi karena Athar trauma dengan perceraian orang tuanya. Tanggapan Athar mengenai pernikahan sangat berbeda. Karena masa lalu di jalaninya," jelas Mahendra yang mengejutkan Jennie.


"Ma-maksud kamu. Athar tidak mau menikah. Karena takut apa yang terjadi dengan keluarganya. Akan terjadi dengannya nanti!?" tebak Jennie.


"Iya itu yang di takutinya. Perceraian tuan Ari Purnama dan Bu Anjani, perselingkuhan Nyonya Maharani dan juga Maslaah Ari Purnama yang mempunyai beberapa wanita, berselingkuh di pernikahannya dan juga bukan hanya itu bahkan sama dengan masalah Bu Maya dan tuan Chandra. Semua yang terjadi membuat Athar tidak percaya dengan yang namanya pernikahan," jelas Mahendra yang membuat Jennie benar-benar terkejut.


Pria yang terlihat kuat selama ini ternyata menyimpan trauma yang sangat besar.


"Jadi itu artinya. Athar tidak akan pernah menikah," sahut Jennie menebak.


"Apa lagi kalau bukan itu," sahut Mahendra.

__ADS_1


"Pantesan saja. Anna yang sudah membicarakan hal itu. Malah di tanggapi Athar begitu cuek dan terkesan menyalahkan Anna. Ternyata ini yang terjadi," ucap Jennie yang tidak percaya dengan apa yang telah di hadapinya.


"Aku juga tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Aku sudah menyarankan Athar dan kamu bilang mereka sudah putus yang artinya. Athar tidak merubah prinsipnya," ucap Mahendra.


"Kalau begitu. Anna yang kasihan yang menjadi korban. Padahal Anna tidak pernah berpikir seperti Athar yang menganggap pernikahan seperti itu," ucap Jennie dengan wajah senduh nya.


"Kita bahkan tidak bisa membantu Jennie," ucap Mahendra. Jennie mengangguk memang tidak akan ada yang bisa di bantu kalau ceritanya sudah seperti itu.


***********


Pagi ini Athar berada di kamarnya yang sudah rapi-rapi bahkan terlihat koper di dekat pintu yang akan di bawanya. Athar berdiri di depan cermin dengan memakai jam tangannya dan beberapa kali melihat handphonenya yang ada di atas meja yang mana Athar sepertinya menunggu-nunggu sesuatu.


Setelah selesai rapi-rapi dan sudah memakai jasnya. Athar melihat dirinya di depan cermin dengan menghela napasnya perlahan kedepan. Lalu Athar mengambil ponselnya yang mana wallpaper itu masih gambar Anna dan dirinya. Di mana Anna mencium pipinya yang mereka berfoto selfie.


"Maafkan aku Anna!" ucap Athar dengan suara beratnya.


"Kak Athar, kak Athar!" tiba-tiba terdengar suara teriakan yang memanggil- manggil membuat Athar terdengar dengan suara itu.


"Bukannya itu Olive? kenapa dia datang kemari?" tanya Athar heran. Athar yang ingin tau tujuan adiknya menemuinya pun langsung keluar kamar dengan menyeret kopernya.


"Kak Athar! kak Athar!" Olive terus memanggil sampai Anjani yang mendengar suara teriakan itu langsung menghampiri yang ternyata adalah Olive.


"Olive ada apa. Kenapa berteriak-teriak?" tanya Anjani heran.


"Di mana kak Athar Bu?" tanya Olive dengan wajah paniknya.


"Ada apa Olive?" sahut Athar yang akhirnya memunculkan dirinya dan Olive terkejut dengan kakaknya yang menyeret koper.


"Jadi kakak benar-benar akan pergi?" tanya Olive dengan wajahnya yang terkejut yang tidak habis pikir dengan kakaknya itu.


"Lalu bagaimana dengan Anna kak?" tanya Olive.


"Olive itu masalah kami berdua. Pesawat kakak sebentar lagi. Jika kamu datang untuk membicarakan Anna atau untuk sama dengan Anna yang menghentikan kakak. Jadi tidak ada gunanya. Karena kakak punya tanggung jawab yang lebih besar lagi," jelas Athar dengan penuh penegasan dan juga penekanan.


"Jadi maksud kakak Anna bukan tanggung jawab kakak begitu," sahut Olive.


"Olive ini sebenarnya ada apa. Kenapa Olive datang kemari terlihat panik dan bawa-bawa nama Anna, tanggung jawab dan ke Luar Negri apa hubungannya?" tanya Anjani yang sejak tadi tidak mengerti apa yang terjadi.


"Bu Anjani kak Athar ingin ke Luar Negri dan Anna tidak setuju. Tetapi dia tetap pergi dan kondisi Anna tidak baik-baik saja sekarang," jelas Olive.


"Athar kamu bertengkar sama Anna dan kamu juga pergi tanpa persetujuan Anna?" sahut Anjani yang memang tidak tau masalah itu.


"Mah pekerjaan ku adalah tanggung jawabku Dan jika Anna tidak bisa memahaminya mana mungkin aku harus meninggalkan tanggung jawabku," jawab Athar.


"Tapi kak Athar. Mana ada wanita yang mau LDR dan kakak juga perginya lama. Selama ini kakak terus sibuk dan waktu untuk Anna tidak sama sekali dan sekarang mau pergi yang jelas semakin tidak akan ada waktu lagi. Apa kakak juga merasa Anna bukan tanggung jawab kakak lagi," ucap Olive yang pasti memihak pada temannya.


"Dulu mungkin iya. Tetapi sekarang tidak. Hubungan ku dan Anna sudah berakhir," ucap Athar yang mengejutkan Anjani dan juga Olive. Sampai mata Anjani melotot mendengarnya.


"Apa! kamu putus sama Anna!" pekik Anjani benar-benar shcok.


"Iya, aku putus dengan Anna. Kami sudah tidak sejalan lagi dan lebih baik mengakhiri segalanya dan Anna yang menginginkan semua ini," jelas Athar.


"Tidak kak Athar. Itu tidak mungkin. Kalian tidak mungkin putus dan semua yang terjadi pada Anna. Pasti karena hal ini. Kak Athar kenapa kakak sangat jahat. Kenapa harus putus," ucap Aurelia yang tidak menerima hal itu dan menyalahkan Athar.


"Athar kamu dan Anna pasti ribut besar dan putus dengan penuh kemarahan. Keputusan yang kalian ambil sangat tidak masuk akal. Ada apa ini Athar. Kenapa seperti ini. Kenapa kalian putus. Kamu dan Anna bisa bicara baik-baik dulu," ucap Anjani.


"Seperti yang aku bilang mah. Aku sudah bicara dengan Anna dan kami berdua sudah tidak sejalan dan putusnya kami jalan yang terbaik dan sudah tidak bisa di katakan seperti apa lagi. Jadi ini sudah keputusan. Olive kakak tau kamu marah dan tidak setuju dengan hal ini. Tapi kakak yang menjalani dan aku juga minta maaf sama mama. Mama juga pasti kecewa. Tetapi ini yang terbaik," jelas Athar yang sudah mantap dengan keputusannya yang tidak akan mengubahnya lagi.

__ADS_1


"Baiklah aku pergi dulu. Aku dan Anna sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi kami pergi! permisi!" ucap Athar dengan menghela napasnya dan melangkah meninggalkan Anjani dan Olive yang sampai sering ini masih saja terlihat begitu shock.


"Kaka tetap akan pergi. Walau sekarang Anna di rumah sakit?" tanya Olive membuat langkah Athar berhenti. Anjani kaget mendengar pernyataan Olive.


"Anna di rumah sakit?" tanya Anjani dengan wajah terkejutnya.


"Iya Anna di rumah sakit. Tadi pagi Tante Maya menemukannya tidak sadarkan diri di kamar mandi dan di larikan ke rumah sakit. Itu juga alasanku untuk datang kemari. Bertanya. Kenapa kak Athar tidak menemuinya? dan ternyata kalian putus dan sekarang aku ingin bertanya. Apa kak Athar akan tetap pergi. Walau Anna tidak baik-baik saja," ucap Olive.


Athar terdiam dengan menelan salivanya yang dari wajahnya terlihat sangat khawatir pada Anna yang sangat takut Anna kenapa-kenapa.


"Athar kamu tunda kepergian kamu. Kamu harus menyelesaikan masalah kamu dengan Anna. Jangan mengambil keputusan secepat itu Athar. Kamu harus batalkan kepergian kamu dan coba bicara baik-baik pada Anna. Lihat Athar Anna di rumah sakit," ucap Anjani yang mencoba membujuk Athar.


"Kak Athar. Kakak mencintai Anna dan tidak mungkin menyakitinya. Jangan pergi kak Athar. Kasian Anna," sahut Olive menambahi yang terlihat sangat Khawatir pada Anna dan berusaha membujuk Athar.


"Dia pasti baik-baik saja. Aku harus pergi!" ucap Athar dengan keputusannya yang benar-benar tidak akan mengubah apapun dan tetap melangkah meninggalkan rumah itu membuat Anjani dan Olive saling melihat yang tidak percaya dengan tindakan Athar.


"Kak Athar akan menyesal melakukannya. Kak Athar akan menyesal!" teriak Olive dengan kemarahannya. Namun Athar tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya. Anjani tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya berusaha untuk menenagkan Olive yang di penuhi dengan amarah.


***********


Anna benar-benar di rumah sakit yang sekarang terbaring lemah dengan infus dan selang pernapasan di hidungnya. Matanya masih terpejam yang memang Anna belum bangun juga sejak tadi.


Mata, Lisa dan Sana menunggu di luar yang sangat Khawatir dengan kondisi Anna. Dokter tadi sudah memeriksa Anna dan Dokter mengatakan Anna hanya kurang istirahat dan perutnya kosong. Makanya selemas itu.


"Kenapa Anna sampai seperti ini?" tanya Sana dengan wajah paniknya.


"Tanya juga Tidka tau. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Anna," ucap Maya.


"Olive juga lama sekali dan Athar juga tidak datang," ucap Lisa yang semakin panik.


"Kenapa aku merasa jika Anna sebenarnya ada masalah dengan Athar. Aku juga melihat Anna sangat murung, mata sembab dan Athar tidak ada. Apa ini jelas-jelas masalah dengan Athar," batin Maya dengan wajah paniknya.


"Mah Anna kenapa?" tiba-tiba Aurelia dan Chandra datang.


Mereka juga mendengar Anna masuk rumah sakit membuat mereka khawatir dan dengan cepat langsung datang ke rumah sakit.


"Iya bagaimana dengan Anna Maya?" tanya Chandara.


"Anna masih di rawat dan belum sadarkan diri. Anna baik-baik saja. Dia hanya kurang beristirahat," jawab Maya.


"Kenapa bisa seperti mah, apa yang terjadi?" tanya Aurelia yang terlihat sangat khawatir.


"Anna belakangan ini hanya murung dan tidak cerita apa-apa. Sampai mama akhirnya menemukannya di kamar mandi tidak sadarkan diri," jelas Maya.


"Ya ampun kok bisa," sahut Olive, "lalu di mana Athar. Kok dia tidak ada di sini. Apa Athar tidak tau kondisi Anna seperti ini?" tanya Aurelia melihat ada yang absen dan sangat wajar dia harus bertanya.


"Olive sedang ke rumah Bu Anjani untuk memberitahu Athar," sahut Sana.


"Kenapa harus di jemput segala. Memang tidak bisa di telpon?" tanya Aurelia heran.


"Hmmm, karena hari ini Athar ada penerbangan untuk perjalanan bisnis ke Luar Negri dalam waktu jangka panjang," jawab Sana yang terlihat gugup dan sangat hati-hati berbicara.


Apa yang di katakan Sana membuat semuanya terkejut.


"Athar mau keluar Negri?" pekik Maya yang begitu terkejutnya. Sana mengangguk-anggukkan. Karena memang itu benar apa adanya yang mendengar dari suaminya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2