Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 303 Curhatan.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan banyaknya pekerjaan hari ini akhirnya Jennie pulang ke Apartemennya untuk beristirahat.


Jennie membuang napas beratnya perlahan kedepan dengan hembusan kasar dan duduk di pinggir ranjang.


Tampaknya hari ini Jennie begitu lelah dengan banyaknya pekerjaan dan sepertinya juga moodnya sedang tidak baik. Jennie duduk di pinggir ranjang dan membuka laci.


Terlihat Jennie mengambil sesuatu dari dalam laci yang berupa Album mini. Yang mana Jennie langsung membukanya.


Ternyata album kecil itu berisi tentang foto-foto dirinya dan juga Mahendra. Foto-foto beberapa tahun lalu saat mereka menjadi pasangan kekasih saat itu.


Tidak Mahendra ataupun Jennie terlihat bahagia di dalam foto-foto itu yang memancarkan aura kebahagian di sana.


" Semuanya sudah berubah, aku dan kamu tidak bersama lagi sekarang. Walau kamu kembali. Tetapi kembalinya kamu tidak mengubah apapun di dalam hidupku. Kita sudah punya jalan masing-masing dan mungkin kamu juga sudah menemukan kebahagiaan mu," ucap Jennie yang tiba-tiba menjadi melow.


Tiba-tiba dia ingin membuka album itu karena mendengar perkataan Anna tadi saat di mobil. Di mana sebenarnya ada ketidak relaan di dalam dirinya jika pada kenyataannya. Aurelia atau siapapun bersama Mahendra.


Mungkin bagi Jennie dia tidak peduli. Tetapi hari Jennie sangat jelas menolak hal itu sampai-sampai Jennie harus melihat album-album itu kembali. Mengingat sepintas kenangan-kenangan mereka berdua saat masa-masa indah yang di lewati sama-sama.


************


Mobil yang di kendarai Mahendra yang mana Anna duduk di kursi penumpang berhenti di depan Perusahaan Glossi.


" Kamu tunggu di sini sebentar. Aku menemui Athar hanya sebentar saja," ucap Anna membuka pintu mobil. Mahendra hanya menjawab dengan anggukan saja.dan memilih menunggu di mobil seperti apa yang sudah di perintahkan kepadanya.


Anna memasuki Perusahaan itu dan orang-orang yang bekerja di sana menyapanya dengan ramah. Ya siapa yang tidak mengenal Anna yang tak lain kekasih dari Athar atasan mereka.


" Anna!" panggil Derry membuat langkah Anna terhenti.


" Derry!" sapa Anna.


" Kamu mau menemui kak Athar?" tanya Derry. Anna menganggukkan kepalanya.


" Mau ngasih sarapan," ucap Anna menunjukkan apa yang di bawanya.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Derry.


" Oh iya Anna, kira-kira bagaimana. Apa kamu sudah dapat cara untuk membuat hal romantis untuk menyatakan perasaan pada Aurelia?" tanya Derry.


Sebelumnya Derry memang meminta pendapat Anna. Bahkan Anna yang memberi saran Derry. Agar menyatakan perasaannya. Supaya hubungan mereka jelas. Karena menurut Anna kakaknya Derry itu saling menyukai. Namun siapa sangka tiba-tiba saja semua tidak sesuai dengan apa yang di pikirkannya.


" Anna!" tegur Derry melihat Anna bengong.


" Ha, iya kenapa tadi?" tanya Anna menjadi begitu gugup.


" Ya aku tanya ide kamu," sahut Derry.


" Ya ampun bagaimana ini. Kak Aurelia kan tidak menyukai Derry. Dia menyukai Mahendra. Lalu bagaimana kalau Derry akan di tolak dan aku juga tidak mungkin mengatakan hal itu lada Derry," batin Anna dengan gelisah sendiri.


" Anna!" tegur Derry lagi yang melihat Anna bengong, " kenapa sih malah diam aja?" tanya Derry heran.


" Oh masalah itu. Aku belum dapat ide apa-apa," jawab Anna menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal.


" Hmmmm, begitu ya. Apa aku langsung nyatakan aja kali ya. Tanpa membuat hal-hal romantis. Aku juga tidak biasa melakukan hal itu?" tanya Derry.


" Hmmm, masalah itu aku tidak bisa berpendapat. Nanti saja kita bicarakan. Aku harus temui Athar dulu. Bye," ucap Anna yang buru-buru langsung pergi.


" Aneh, kenapa sih Anna, biasanya sangat semangat. Bahkan dia yang terus mendorongku untuk melakukan hal itu dan sekarang seperti ini. Ah sudahlah," ucap Derry geleng-geleng yang lama-kelamaan bisa pusing sendiri nantinya memikirkan masalah itu.

__ADS_1


Dia memang ada rencana untuk menyatakan perasaannya pada Aurelia dan Anna teman curhatnya yang selalu merekomendasikan semuanya dengan teliti. Makanya Derry membutuhkan Anna. Namun Anna kelihatannya jadi serba salah.


**********


Athar berada di ruangannya yang sibuk bekerja seperti biasa namnya juga bos pasti sangat sibuk dalam bekerja.


" Morning!" sapa Anna yang sudah memasuki ruangan Athar.


" Morning," sahut Athar tersenyum melihat kekasihnya yang sekarang menghampiri.


" Aku membawa sarapan," ucap Anna, membuat Athar melihat Anna dengan mengkerutkan dahinya.


" Bukan aku yang memasak. Tapi mama," jawab Anna dengan cepat. Walau sudah setahun pacaran. Athar tidak mempercayai masakan Anna. Karena tetap Anna akan ceroboh dan Athar tidak bisa memastikan makan itu. Walau mereka sudah belajar memasak berkali-kali.


" Baiklah, aku akan memakannya," sahut Athar langsung berdiri dan berjalan menuju sofa dan Anna menyusul untuk duduk di sebelahnya membuka bekal itu dan langsung menyuapi Athar.


" Kamu sudah sarapan?" tanya Athar.


" Sudah!" jawab Anna dengan tersenyum mengangguk.


" Oh iya tadi malam kamu bilang ingin mengatakan sesuatu. Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Athar.


" Hmmm, itu masalah Derry, kak Aurelia, Mahendra dan juga Olive," jawab Anna dengan lemasnya.


" Ada apa dengan mereka?" tanya Athar heran.


" Mereka semua mengalami hubungan yang rumit," ucap Anna.


" Maksudnya?" tanya Athar heran.


" Kamu tau tidak kau Olive itu suka sama Mahendra?" tanya Anna.


" Nah iya ternyata dia itu sama Mahendra. Aku tidak tau serius atau tidak. Tetapi pada intinya dia menyukainya," ucap Anna.


" Lalu apa hubungannya dengan Aurelia atau Derry?" tanya Athar.


" Aku baru mendapat pengakuan langsung dari kak Aurelia. Dan kamu tau tidak. Jika kak Aurelia menyukai Mahendra," ucap Anna membuat Athar kaget.


" Serius?" tanya Athar.


" Iya aku langsung mendapat pengakuan itu. Memang sangat aneh. Padahal kan Derry menyukai kak Aurelia dan masa iya kak Aurelia tidak peka selama ini dengan perasaan Derry. Mereka juga dekat belakangan ini," ucap Anna dengan wajahnya yang bingung.


" Ya ampun aku tida bisa berkomentar apa-apa. Kalau begini caranya," ucap Athar ikut pusing.


" Aku juga bingung. Mereka itu ribet amat," ucap Anna dengan kesal.


" Sayang sudahlah. Jangan memikirkan hubungan mereka," sahut Athar yang tidak mau Anna kepikiran.


" Gimana nggak kepikiran. Sangat rumit. Aku juga jadi bingung dengan Derry. Padahal aku sudah janji mau membantunya menyatakan perasaan pada kak Aurelia. Sekarang mana bisa lagi," ucap Anna pusing sendiri.


" Nanti saja kita pikirkan. Kamu jangan aneh-aneh pikirannya," ucap Athar.


" Ya sudahlah. Oh iya aku juga harus pergi. Aku ada meeting hari ini. Mahenndra sudah menunggu di mobil. Kamu tidak apa ya sarapan sendiri," ucap Anna.


" Tidak apa-apa. Kamu nanti kabari aku ya," ucap Athar. Anna mengangguk dan pamitan pada Athar.


" Oh iya kamu meeting dengan siapa?" tanya Athar mulai posesif.

__ADS_1


" Hmmm, aku meeting dengan Tuan Carlos," jawab Anna ragu-ragu yang takut Athar marah.


" Aku di temani Mahendra kok," sahut Anna langsung dengan cepat. Agar Athar tidak marah padanya.


" Aku akan menemanimu!" ucap Athar kelihatan khawatir.


" Athar jangan ibu masalah Perusahaan dan aku. Jadi jangan. Aku tidak akan apa-apa kok," ucap Anna berusaha meyakinkan Athar.


" Tapi Anna," sahut Athar.


" Begini saja. Nanti kalau ada sesuatu aku langsung kabari kamu. Kalau ada hal yang aneh. Aku langsung hubungi kamu. Jadi santai saja. Tidak akan ada terjadi apa-apa," ucap Anna yang berusaha meyakinkan Athar.


" Baiklah, kamu harus mengabariku dan katakan pada Mahendra agar lebih teliti lagi," ucap Athar.


" Iya sayang tenang saja," sahut Anna tersenyum.


" Ya sudah aku pergi yq. Bye!" ucap Anna melambaikan tangannya.


" Bye," sahut Athar tersenyum.


" Huhhhhhh, dia pasti akan memikirkan masalah Aurelia dan iya kenapa juga Anna harus bekerja sama dengan tuan Carlos, aku tidak tenang melihatnya yang bekerja sama dengan tuan Carlos," gumam Athar yang memang mengkhawatirkan pacarnya itu.


" Semoga Mahendra bisa menjaganya," batin Athar yang hanya mengharapkan semuanya pada Mahendra saja.


*********


Mahenndra yang menunggu Anna di depan Perusahaan berdiri di depan pintu mobil dengan ke-2 tangannya yang di lipat di dadanya.


Tiba-tiba saja Jennie keluar dari dalam Perusahaan yang langsung berhadapan dengan Mahendra yang hanya beberapa meter saja dari hadapannya.


" Hal itu membuat mereka saling melihat satu sama lain. Tatapan ke-2nya masih tetap sama yang seperti memikirkan sesuatu. Tetapi tidak tau apa yang di rasakan pasangan itu saat saling melihat.


Anna keluar dari Perusahaan yang mendapati tatapan ke-2nya yang seperti itu membuat Anna heran. Bahkan Anna melihat Mahendra dan Jennie secara bergantian.


" Kenapa aku merasa Bu Jennie dan Mahendra itu seperti ada sesuatu ya. Apa hanya pikiranku saja. Soalnya aku melihat kedekatan di antara ke-2nya seperti ada sesuatu. Apa itu hanya pikiran ku saja," batin Anna yang mengamati ke-2 orang itu.


Lama melihat Mahendra dan Jennie saling menatap. Anna melangkahkan kakinya dan tepat berada di samping Jennie.


" Ehem!" Anna berdehem membuat Jennie kaget dan langsung melihat ke sampingnya. Di mana Jennie langsung salah tingkah.


" Anna!" lirih Jennie. Anna tersenyum.


" Kamu sudah selesai menemui Athar?" tanya Jennie.


" Sudah Bu. Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Anna pamit. Jennie menganggukkan kepalanya dan masih salah tingkah. Namun langsung memasuki Perusahaan.


" Ayo Mahendra!" ajak Anna. Mahenndra mengangguk dan membukakan pintu mobil untuk Anna yang mana Anna duduk di bangku belakang.


" Kita langsung ketempat meeting?" tanya Mahendra.


" Iya. Oh iya Mahendra kamu menemukan sesuatu tidak tentang tuan Carlos masalah lain atau apa yang mencurigakan?" tanya Anna yang juga sekarang begitu berhati-hati.


" Tidak ada nona. Riwayat Perusahaannya juga baik-baik saja dan bahkan masalahnya dengan Perusahaan Glossi itu karena Perusahaan Glossi yang tidak konsisten," jelas Mahendra.


" Kok gitu. Rasanya tidak mungkin deh. Athar selama ini sangat profesional," sahut Anna.


" Saya juga tidak bisa menanggapi apa-apa," ucap Mahendra yang tidak bisa berkomentar banyak.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2