Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 253


__ADS_3

Tatapan mata Mahendra benar-benar sendu melihat wanita yang terlihat cuek itu. Perasaannya tidak bisa di jelaskan seperti apa sekarang kala menatap wanita yang berada di dekatnya yang mana Jennie sama sekali tidak menyadari keberadaan Mahendra yang sedari tadi terus menerus menatap dirinya.


Flassback


Terlihat Mahendra berada di depan cermin yang sedang memakai jam tangan. Dia begitu tampan menggunakan dasi kemeja putih lengkap dengan jas putihnya dan juga memakai dasi kupu-kupu.


Wajahnya tampak berseri-seri dengan kebahagian yang tidak dapat di artikan yang mana sepertinya hari ini adalah hari kebahagiannya.


" Aku tidak percaya hari ini akan datang juga," batin Mahendra dengan tersenyum lebar menatap dirinya di depan cermin.


Ceklek.


Pintu kamar itu terbuka yang menampilkan seorang wanita paruh baya yang juga terlihat cantik menggunakan kebaya putih lengkap dengan sanggulnya.


" Ada apa mah, apa mempelai wanitanya sudah datang?" tanya Mahendra yang sudah membalikkan tubuhnya melihat wanita yang masih di depan pintu tersebut yang mana wajah wanita itu terlihat begitu gelisah dan tersimpan kepanikan.


" Mah, ada apa?" Mahenndra bertanya lagi. Karena wanita itu tidak menjawabnya. Namun perasaan Mahendra mulai tidak tenang.


" Kamu tidak akan jadi menikah dengan Jennie," ucap wanita itu dengan suara beratnya yang membuat Mahendra kaget namun dengan cepat tertawa.


" Apa yang mama katakan. Jangan bercanda. Aku memang sedang dekdekan karena akan menikah hari inj. Wajar aku gemetaran karena ini hari pernikahanku. Tetapi bukan berarti dengan mama bercanda seperti itu. Terus aku rasa dek-dekan ku akan hilang. Jadi mama jangan menghiburku dengan mengada-ada seperti itu," ucap Mahendra. dengan geleng-geleng kepala yang merasa wanita yang di panggilnya mama itu sedang bercanda.


" Mama tidak menghiburmu Mahendra. Tetapi apa yang mama katakan memang benar apa adanya. Pihak keluarga Jennie membatalkan pernikahan itu dan bahkan Jennie sekarang sedang melakukan perjalanan ke Luar Negri yang artinya dia sudah membatalkan pernikahan ini. Karena Dia sudah meninggalkan pernikahan ini dan tidak akan ada pernikahan antara kamu dan juga Jennie," jelas wanita dengan menekankan pada Mahendra dengan wajahnya yang begitu serius.


Mahendra sekarang sudah tidak tersenyum lagi melainkan terkejut dengan apa yang di katakan mamanya. Yang bisa di katakan dia harus percaya atau tidak.

__ADS_1


" Tidak mungkin ma. Mama jangan bercanda seperti ini," ucap Mahendra yang tidak percaya dengan apa yang di katakan mamanya.


" Itu kenyataan Mahendra dia pergi meninggalkan kamu, mama tidak bercanda sama sekali," tegas wanita itu.


Wajah Mahendra berubah menjadi panik dan penuh, Mahendra mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya dan langsung keluar dari kamar itu melewati mamanya yang masih ada di depan pintu.


" Mau kemana kamu Mahendra?" tanya wanita itu.


" Jennie tidak mungkin membatalkan pernikahan kami begitu saja. Jika iya dia harus mengatakannya kepadaku dan bukan pergi begitu saja seperti pengecut. Aku akan menemuinya untuk menyakan langsung apa yang membuatnya membatalkan semua ini," jawab Mahendra dengan menekan suaranya.


" Percuma Mahendra dia sudah pergi," ucap wanita itu mengingatkan.


" Aku tidak peduli, aku harus menemuinya dan membawanya kemari," jawab Mahendra yang langsung pergi dengan penuh panik yang tidak peduli apapun.


" Mama tau Mahendra kamu mencintainya. Tetapi dia tidak mungkin menikah denganmu," batin mama Mahendra yang menatap kepergian punggung putranya itu.


Ternyata Mahendra sudah sampai bandara di mana dia terus mencari-cari Jennie sambil terus menghubungi Jennie yang sejak tadi tidak bisa di hubungi sama sekali.


" Di mana kamu Jennie. Angkat telponnya. Kamu tidak bisa pergi begitu saja. Kamu bukan orang yang seperti ini. Ini adalah hari pernikahan kita. Hari yang kita inginkan. Hari yang kita tunggu-tunggu. Kenapa Jennie? Kenapa kamu harus seperti ini? Angkat telponnya dan bicara padaku. Apa salahku? Kenapa harus pergi begitu saja. Membatalkan sepihak pernikahan kita," gumam Mahendra dengan penuh kegelisahan yang terus menghubungi Jennie.


Dengan terus mencari-carinya di sekitar bandara. Tidak mengenal lelah. Mahendra terus berusaha ingin bertemu Jennie dan mendengarkan Jennie atas alasan yang tidak masuk akal baginya itu. Namun sekeras apapun usahanya dia tetap tidak menemukan wanita yang di cintainya itu.


Tiba-tiba di tengah kepanikannya. Notif pesan datang dan Mahendra langsung melihatnya.


...Aku minta maaf Mahendra. Jika harus pergi dan tidak bertanggung jawab dengan pernikahan itu. Maafkan aku Mahendra apa yang sudah aku lakukan pasti membuatmu marah, kecewa. Tetapi aku tidak punya pilihan lain. Aku harus pergi dan tidak bisa menikah dengan kamu. Kamu bisa mencari wanita lain yang lebih pantas untuk menjadi istrimu. Bukan aku wanitanya. Aku tidak pantas menjadi istrimu. Maafkan aku. Semoga kamu bahagia dan melupakan perasaanmu kepadaku," tulis Jennie dalam pesannya....

__ADS_1


Tulisan itu mampu membuat air mata Mahendra menetes di layar ponsel tersebut.


" Tidak Jennie, tidak Jennie, kau tidak boleh pergi. Ini bukan alasan yang tepat Jennie," ucap Mahendra yang pasti tidak akan menerima hal itu.


Dia masih terus berusaha dengan menghubungi Jennie. Tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif lagi.


" Argggghhh!" Mahendra berteriak frustasi yang tidak tau harus berbuat apa lagi. Bahkan dia sudah berlutut dengan berteriak dengan suara yang begitu menggelegar.


" Jennie, kenapa kau melakukan ini!" teriaknya terus menerus. Bahkan tidak peduli jika dia berada di tempat umum dan bahkan beberapa orang terus melihat ke arahnya.


Flassback on.


Tin tin tin tin tin.


Mahenndra di kejutkan klakson dari belakang yang membuatnya tersentak. Dia sibuk melamun mengingat apa yang terjadi sampai tidak menyadari jika lampu sudah hijau dan bahkan Jennie sudah tidak ada di sebelahnya lagi.


Mahendra mengusap kasar wajahnya melihat dari kaca spion yang tampaknya pengendara yang lain sudah murka kepadanya.


" Iya maaf," ucap Mahendra yang langsung melajukan mobilnya. Sebelum mendapat amukan dari pengendara yang lainnya.


Mahenndra yang sudah menyetir mobilnya mencoba mengatur napasnya yang naik turun. Kala mengingat-ingat apa yang terjadi di masa lalu.


" Mahenndra. Apa kau masih mencintainya. Kenapa harus mengikutinya dan bahkan masa lalu itu teringat kembali. Apa yang kau pikirkan Mahendra. Dia yang pergi saat itu meninggalkan pernikahan itu dan bahkan saat bertemu dia juga terlihat dingin dan sepertinya memang tidak memikirkan hal itu lagi. Apa kau masih berharap dengannya yang mencampakkan mu begitu saja. Dia saja sudah benar-benar melupakanmu. Stop Mahendra menjadi orang bodoh karena cinta," ucap Mahendra dengan dadanya yang kembang kempis sembari menyetir.


Mahendra dan Jennie dulu adalah pasangan kekasih beberapa tahun yang lalu dan bahkan sudah hampir menikah dan Jennie yang pergi meninggalkan Mahendra membatalkan pernikahan itu tanpa alasan yang tepat dan tidak membicarakan padanya. Hanya mengirim ketikan pesan yang pasti tidak masuk akal dan hanya di anggap Mahendra Jennie sebagai pengecut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2