Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 316


__ADS_3

Setelah mendapatkan makanannya Anna kembali ke menemui Athar yang masih duduk di pinggir pantai.


" Sayang ini makanannya!" ucap Anna yang langsung duduk di samping Athar.


" Makasih sayang," sahut Athar mengambilnya dengan senyumnya indahnya yang keluar.


Athar juga langsung mengambil 1 tusuk sate dan terlebih dahulu menyuapi Anna membuat Anna langsung membuka mulutnya dengan semangatnya.


" Enak!" ucap Anna. Athar hanya tersenyum dan juga ikut memakannya.


" Sayang. Aku kok merasa Derry aneh ya," ucap Anna tiba-tiba.


" Aneh? maksudnya?" tanya Athar heran.


" Tadi aku tidak sengaja mengambil makanan yang sama dengannya dan aku menyinggung masalah kak Aurelia. Karena aku benar-benar pengen melihat Derry menyatakan perasaannya. Supaya kak Aurelia bisa sadar jika ada yang tulus padanya. Tetapi malahan Derry kayak tidak bersemangat seperti itu," ucap Anna dengan wajah bingungnya.


" Tidak bersemangat bagaimana?" tanya Athar.


" Ya, dia mengatakan sepertinya akan mengurungkan niatnya untuk melamar kak Aurelia dan malah dia punya pikiran. Kalau kak Aurelia tidak menyukainya. Ya walau memang benar sih. Cumakan biasanya Derry itu percaya diri dan tidak seperti sekarang. Ya pokoknya aneh lah," ucap Anna yang sulit untuk menjelaskan. Athar yang sembari makan harus bingung dengan Anna.


" Masa iya tiba-tiba pikirannya langsung berubah seperti itu," sahut Athar heran.


" Ya aku juga bingung. Tetapi memang dia terlihat tenang dan tidak seperti biasanya yang begitu semangat, heboh kalau sudah masalah kak Aurelia," sahut Anna.


" Mungkin saja dia ingin memberi waktu yang lebih untuk Aurelia," sahut Athar berpikiran positif.


" Tapi aneh sayang," sahut Anna pasti akan kepikiran.


" Justru aku melihat kamu yang aneh. Jika Derry sedang heboh mengurusi Aurelia. Membuat lamaran dan melibatkan kamu. Kamu langsung panik, cemas sendiri. Tetapi sekarang Derry sudah mengukir waktu dan tidak terburu-buru atau bahkan tidak ingin melakukannya lagi. Tetapi kamu juga panik sendiri, cemas sendiri. Jadi menurut aku kamu yang aneh," ucap Athar.


" Issss sayang. Aku hanya bingung saja dengan sikap Derry itu aja kok," sahut Anna.


" Anna Derry itu sudah dewasa. Mungkin dia punya cara lain atau pikiran lain mengenai hatinya. Jadi biarkan dia mengurus masalahnya sendiri dan itu artinya kedepannya Derry tidak akan melibatkan kamu. Jadi biarlah dia melakukan apa yang di lakukannya kepada orang yang di sukainya," ucap Athar memberi saran.


Anna mendengarnya menghela napasnya. Meski Athar sudah mengatakan hal itu. Tetapi wajahnya terus berpikiran.


" Hey sudah jangan memikirkan hal yang tidak penting. Sekarang kamu makan!" ucap Athar yang kembali menyuapi Anna dan Anna langsung membuka mulutnya.


" Makan yang banyak supaya gemuk," ucap Athar.


" Kalau gemuk nanti. Kamu tidak menyukaiku lagi. Kamu langsung berpaling pada wanita yang jauh lebih seksi," sahut Anna.


" Aku menyukaimu bukan karena fisikmu," sahut Athar


" Alah bicara para buaya," sahut Anna dengan wajahnya yang cemberut.


" Aku buaya?" tanya Athar.


" Apa lagi. Hanya buaya yang mengatakan seperti itu. Aku mencintaimu apa adanya dan tidak memandang fisik. Busyyit," sahut Anna membuat Athar tersenyum geleng-geleng kepala.


" Aku memang mengatakan apa adanya. Aku menyukaimu bukan karena fisik dan yang lainnya. Tetapi memang apa adanya. Jika aku memandang fisik. Aku mana mungkin mau dengan wanita jelek, wanita yang akademiknya sangat rendah dan selalu membuat masalah," ucap Athar.


Anna mengkerutkan dahinya mendengarnya dengan menatap Athar horor, " mengejekku," ucap Anna kesal.


Athar mengangkat ke-2 bahunya dengan tersenyum pada Anna.


" Issss keterlaluan. Aku itu jelek. Aku sangat cantik dan pintar," tegas Anna menekankan.


" Itu hanya menurutmu," sahut Athar.


" Ahhhhh, terserah," sahut Anna kesal.


" Dan satu lagi kekuranganmu. Wanita yang mudah ngambek," lanjut Athar semakin membuat Anna kesal dan bahkan tidak mau melihat wajah Athar yang terus mengatainya dan pasti Athar menyukai hal itu. Salah satu hobi barunya memang membuat kekasihnya kesal dan cemberut seperti itu. Karena menurutnya Anna seperti itu sangat cantik.


**********


Keluarga besar yang menghabiskan waktu di Bali sebelum kembali ke Jakarta. Sekarang berada di atas speed boat yang besar dan mewah yang mana mereka melakukan banyak aktifitas di sana, dari barbeque, foto-foto dan juga ada sebagian yang memancing.

__ADS_1


Rencananya mereka akan menginap di speed boat tersebut satu malam. Mereka semua sekalian untuk liburan.


Dari pada memikirkan Aurelia yang jelas-jelas tidak menyukainya. Derry memilih untuk memancing yang mana Gibran, Marko dan Athar juga melakukan hal yang sama yang mana mereka memancing dengan banyak para suporter yang heboh yang siapa lagi jika bukan para ciwi-ciwi yang selalu bikin rusuh.


Kalau Anjani, Maya, Ari Purnama dan Maharani hanya duduk dengan makanan yang ada yang hanya menyaksikan kehebohan itu sendiri.


" Sepertinya aku dapat ikan besar!" tiba-tiba Derry berteriak yang pancingannya terasa berat.


" Serius!" sahut Anna. Derry mengangguk.


Anna, Aurelia, Olive, Sana dan Lisa langsung berlari mendekati Derry yang ingin melihat tangkapan Derry.


" Ya ampun kak Derry buruan tarik," sahut Olive yang ada di kanannya yang begitu heboh. Marko, Athar dan Gibran saling melihat yang mana perhatian wanita-wanita itu langsung berubah kepada Derry. Padahal belum tentu juga ikannya dapat.


" Derry sini biar aku bantu," sahut Aurelia yang berdiri di kirinya yang memegang pancingan Derry dengan menumpukkan tangannya pada Derry. Derry melihat Aurelia di sampingnya dan melihat tangan Aurelia di atas tangannya.


" Menyingkir lah Aurelia. Kau membuatku sulit untuk menariknya," ucap Derry dengan dingin yang menggeser tangannya dari Aurelia.


Kata-kata Derry membuat Aurelia terkejut dan perlahan menyingkirkan tangannya dari pancing Derry dengan menelan salivanya.


" Ayo buruan Derry cepat tarik," sahut Sana.


" Iya buruan kak nanti keburu lepas," sahut Anna.


" Tolong bantu aku!" sahut Derry. Yang lain langsung bersemangat dan memegang pancing Derry berramai-ramai selain Aurelia yang asing sendiri dan terlihat diam mungkin kata-kata Derry membuatnya tersinggung. Derry mengatakan tangan Aurelia membuatnya kesulitan. Padahal yang lainnya ikut membantu Derry dan tangan mereka yang banyak tidak mengganggu sama sekali.


" Ayo kita tarik!" sahut Lisa.


" 1, 2, 3," ucap semuanya serentak menarik ramai-ramai sampai akhirnya dapat dan memang benar Derry mendapat ikan besar dan langsung membawanya ke dalam speed boat.


" Horeee!" teriak mereka dengan kehebohannya dan bahkan sampai melompat-lompat.


" Wau besar sekali!" ucap Anna kesenangan dan mereka mengerumuni ikan tersebut.


" Paling hanya biasa saja," sahut Marko.


" Siapa yang bilang biasa. Sangat besar dan bisa untuk di makan berlima," sahut Lisa.


" Aghh!" Derry tiba-tiba memegang jarinya yang terkena mata pancing.


" Ya ampun kak Derry," sahut Olive. Aurelia melihatnya langsung spontan mendekati Derry berjongkok di samping Derry.


" Ya ampun kau terluka," ucap Aurelia panik memegang jari Derry yang berdarah.


Namun Derry langsung menjauhkan jarinya dari pegangan Aurelia, " Aku obati dulu. Kak Athar tolong bantu lepasin!" ucap Derry langsung berdiri dan pergi begitu saja.


" Aku yang menjadi korban kan," sahut Athar langsung menghampiri tempat Derry sebelumnya dan melepas ikan dari mata pancing dengan hati-hati. Agar tidak seperti Derry yang terluka.


Sementara Aurelia melihat ke arah punggung Derry yang berjalan yang mana terlihat Derry begitu dingin kepadanya sedari tadi.


" Ada apa dengannya. Apa dia punya masalah?" batin Aurelia merasa ada yang aneh dengan Derry karena sikap Derry yang terlihat dingin kepadanya.


Aurelia jadinya tidak bersemangat karena dengan apa yang telah di lakukan Derry kepadanya. Derry yang sudah mengobati tangannya kembali melakukan kegiatannya yang dengan senangnya bersama yang lainnya yang heboh sendiri.


Namun Aurelia hanya diam yang terus yang melihat Derry terlihat menghindarinya. Bahkan saat Aurelia mendekat Derry malah menghindarinya membuat Aurelia tanda tanya dengan sikap Derry.


" Mungkin mood Derry sedang tidak baik. Sebaiknya aku jangan mengganggunya. Hmmm di mana Mahendra? Kenapa aku tidak melihatnya," batin Anna dengan kebingungan yang mencari-cari keberadaan Mahendra.


" Sebaiknya aku mencarinya saja," ucap Aurelia yang langsung pergi meninggalkan tempat itu yang ingin mencari Mahendra.


Setelah kepergian Aurelia. Barulah Derry melihat Aurelia. Melihat kepergian Aurelia.


" Ini jauh lebih baik. Jika kau bahagia dengan orang lain. Aku tidak bisa apa-apa. Mungkin itu kebahagiaan mu dan aku tidak akan mengganggumu," batin Derry terus menatap punggung Aurelia sampai tidak terlihat lagi.


**********


Mahendra sendiri berada di tempat lain yang berdiri di pinggir boat dengan ke-2 tangannya yang berada di dalam saku celananya dan matanya yang terlihat melihat ke lautan.

__ADS_1


Bukan lautan yang di lihatnya melainkan Jennie yang sedang berenang di bawah sana. Jennie berenang dengan gaya berbaring seolah berendam dengan matanya yang melihat sinar mata hari.


Mata Jennie juga menangkap Mahendra yang melihatnya terus.


"Apa yang di lakukannya? kenapa dia terus melihatku?" Jennie bertanya-tanya dengan apa yang di lakukan Mahendra yang terus diam menatap dirinya.


Risih dengan apa yang di lakukan Mahendra membuat Jennie menenggelamkan dirinya yang memilih berenang di dalam air yang mungkin akan jauh lebih baik karena siapa juga yang nyaman di lihati terus seperti itu.


Mahendra masih terus melihat air laut yang tenang. Menatap dengan eksperesi yang tidak terbaca. Tetapi Mahendra merasa ada yang salah dengan Jennie yang mana terlihat Jennie tidak memunculkan dirinya. Yang seharunya Jennie sudah kepermukaan.


"Dia tidak tahan lama-lama berada di dalam air. Kenapa dia tidak kembali," batin Mahendra yang tiba-tiba kepikiran dan terus melihat tempat Jennie menenggelamkan dirinya tadi.


Mahendra menjadi gelisah dengan Jennie yang tak kunjung naik ke permukaan, membuat Mahendra langsung menyebur kedalam laut dengan pakaiannya yang lengkap yang khawatir pada Jennie.


Mahendra mencari-cari Jennie di dalam lautan dan dugaannya benar. Jennie sudah sudah tidak sadarkan diri yang hampir ke permukaan lautan. Mahendra yang panik langsung berenang lebih dalam lagi. Langsung menarik tangan Jennie.


Posisi mereka sama-sama berdiri saling berhadapan dengan Jennie yang memejamkan matanya yang tidak sadar. Mahendra memukul-mukul pipi Jennie dengan ke-2 tangannya untuk membangunkannya. Namun Jennie tidak sadar dan Mahendra langsung memberi Jennie napas buatan.


Sembari memberi napas buatan itu. Saat itu juga Mahendra kembali mengingat pertama kali pertemuannya dengan Jennie yang mereka sama-sama kuliah di kampus yang sama. Saat itu juga Jennie yang berenang bersama teman-temannya dan ternyata Jennie tenggelam karena tidak tahan lama-lama di dalam air.


Mahenndra yang menyelematkan yang saat itu belum saling mengenal dengan Mahendra. Di sanalah awal dari pertemuan mereka dan sampai mereka menjalin hubungan bertahun-tahun.


Mahendra langsung membawa Jennie ke atas speed boat dengan membaringkan Jennie di lantai kapal.


"Jennie bangun! Jennie!" Mahendra terus membangunkan Jennie. Namun Jennie sama sekali tidak bangun dan Mahendra sudah beberapa kali menepuk-nepuk pipi Jennie. Namun tetap Jennie tidak terbangun!


"Jennie! Jennie!" Mahendra terus membangunkan Jennie. Berbagi upaya di lakukannya dari memompa jantung Jennie sampai memberi lagi napas buatan dengan Mahendra yang juga terlihat begitu lelah.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Jennie akhirnya terbagun dengan batuk-batuk.


"Jennie kau tidak apa-apa?" tanya Mahendra dengan paniknya.


Jennie hanya geleng-geleng dengan batuk-batuk. Mahendra yang begitu khawatir langsung menarik tangannya dan memeluknya.


"Kenapa melakukannya? bukannya kau tau, kau tidak bisa lama-lama di dalam sana. Apa kau mencelakai dirimu sendiri," ucap Mahendra dengan napasnya yang naik turun yang begitu mencemaskan Jennie dan Jennie sendiri hanya diam dengan tubuhnya yang terasa lemah.


Aurelia yang sejak tadi mencari Mahendra akhirnya menemukan Mahendra dan membuat Aurelia terkejut melihat Mahendra yang berpelukan dengan Jennie yang membuatnya tanda tanya.


"Mahendra!" ucap Aurelia membuat Mahendra kaget dan melepas pelukannya dari Jennie melihat kebelakangnya yang mana ada Aurelia berdiri dengan menatapnya penuh tanya? sementara Jennie tatapannya sudah entah seperti apa. Dengan tubuhnya yang mengigil kedinginan.


"Aurelia," sahut Mahendra.


Aurelia mendekati Mahendra dan juga Jennie.


"Apa yang terjadi? kenapa kalian basah kuyup seperti ini?" tanya Aurelia.


"Jennie tenggelam," jawab Mahendra.


"Apah!" pekik Aurelia kaget.


Jennie yang terlihat kedinginan dan begitu lemas berusaha untuk berdiri agar bisa mengganti pakaiannya dari pada melihat Mahendra dan Aurelia berduan. Namun Jennie begitu lemas dan hampir membuatnya jatuh Mahendra yang sigap langsung menahan Jennie.


"Aku akan membawamu ke kamar," ucap Mahendra yang langsung menggendong Jennie ala bridal style dan pergi dari hadapan Aurelia. Lagi-lagi Aurelia di buat heran. Sekarang dia juga di cuekin dan Mahendra terlihat begitu khawatir kepada Jennie.


"Bukannya dia bisa berenang. Lalu kenapa sampai tenggelam?" tanya Jennie kebingungan sendiri dan juga akhirnya pergi juga dari tempatnya.


********


Yang lainnya masih menghabiskan waktu untuk memancing dengan tangkapan yang sudah sangat banyak. Semua ternyata para Pria itu ahli dalam memancing.


"Aku tidak melihat kak Mahendra di mana dia," batin Olive tiba-tiba kepikiran Mahendra.


"Aku juga tidak melihat Aurelia. Apa mereka sedang berduaan. Memang selalu mencari kesempatan dasar menyebalkan," ucap Olive di dalam hatinya yang marah-marah sendiri.


"Kamu kenapa Oliva?" tanya Anna.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," jawab Olive bohong. Padahal pikirannya sedang mengarah kepada satu orang yang tidak di temuinya sama sekali.


Bersambung


__ADS_2