Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 71 kepikiran.


__ADS_3

Perusahaan Glossi.


Karyawan yang memasuki babak selanjutnya sudah berkumpul di ruangan yang di sediakan untuk mendengarkan Athar dalam memberikan arahan. Hanya ada 18 orang di sana sementara Anna dan Aurelia tidak ada di sana.


Lisa sudah berdiri di depan orang-orang itu yang melihat-lihat Anna yang tak kunjung datang juga.


" Di mana Anna, aku sudah mengingatkannya semalam mengatakan jangan telat. Tapi apa coba dia malah telat. Anna kamu benar-benar ya, tidak mau mendengarkan ku. Aku bisa di marahi kalau begini akhirnya," batin Lisa yang kepanikan sendiri.


tidak lama suara hentakan kaki pun terdengar. Yang sudah bisa di tebak jika itu adalah Athar. Dan memang benar Athar memasuki ruangan itu bersama Jennie.


Athar dengan wibawanya berdiri tegak di depan karyawan yang berbaris dengan menundukkan kepalanya. Athar melihat satu persatu karyawan tersebut dan ada 18 oranga. Kakak beradik Aurelia dan Anna tidak ada di sana sama sekali.


" Angkat kepala kalian!" titah Athar. Mereka pun mengangkat kepala mereka masing-masing dan Athar melihat memang tidak Anna sama sekali.


" Apa ada yang belum datang?" tanya Athar yang matanya langsung tertuju pada Lisa.


" Anna belum datang, mungkin masih di jalan," sahut Lisa yang memang hanya tertuju pada Anna. Karena Aurelia mungkin tidak termasuk. Mungkin memliki keistimewaan sehingga tidak perlu di tanyakan keberadaannya.


" Apa kamu tidak mengatakan kepadanya agar datang lebih awal?" tanya Jennie.


" Saya sudah mengatakannya lebih awal," jawab Lisa.


" Kita lanjutkan saja!" sahut Athar yang tampaknya tidak peduli Anna ada atau tidak.


" Jennie kamu jelaskan kepada mereka," sahut Athar menyerahkan kepada Jennie mengangguk.

__ADS_1


Jennie pun mulai menjelaskan semuanya apa-apa yang harus di lakukan karyawan yang memasuki 20 besar. Namun Athar terlihat gelisa beberapa kali matanya melihat ke arah pintu yang berharap Anna akan datang di sana.


Tidak ada yang tau bagaimana Anna. Mungkin Lisa hanya berpikiran Anna hanya telat saja. Namu ternyata terjadi sesuatu pada Anna.


Jennie terus menjelaskan dan karyawan mengangguk-angguk. Penjelasan Jennie memang begitu mudah dan sangat mudah di mengerti. Namun tetap saja Athar terlihat begitu gelisah.


" Kenapa tidak datang, apa dia pikir ini Perusahaan nenek moyangnya. Baru saja di baikin sekali langsung melunjak. Memang dasar tidak pernah berubah sama sekali," batin Athar yang begitu kesal dengan kelakukan Anna yang berbuat suka-suka nya.


Brukkkk pintu ruangan itu di buka tiba-tiba membuat Athar cepat-cepat melihat kearah pintu ruangan itu yang Athar mengira Anna yang ternyata Aurelia. Athar terlihat membuang napas kecewanya saat apa yang di inginkannya tidak ada.


" Maaf aku terlambat," ucap Aurelia dengan wajah merasa bersalah. Aurelia juga terlihat mengatur napas yang tampaknya buru-buru.


" Bergabunglah!" sahut Athar. Aurelia mengangguk dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu bergabung dengan karyawan lainnya.


" Ishhhh, mentang-mentang tunangannya bos Athar mau suka-sukanya datang. Bos Athar kenapa sih tidak tegas dengan dia," batin Lisa yang kesal dengan Aurelia yang di suruh masuk begitu saja. Tanpa Athar menegurnya sama sekali.


Karyawan mengangguk-angguk dengan apa yang di katakan Jennie dan mereka pasti panik dan harus lebih serius agar tetap mempertahankan posisi mereka.


" Jika Anna tidak datang hari ini dia akan di diskualifikasi. Ya ampun Anna kamu di mana sih," batin Lisa yang begitu mencemaskan Anna.


" Apa kalian mengerti!" sahut Jennie menegaskan.


" Mengerti Bu," sahut semuanya serentak.


" Baiklah, saya sudahi apa yang saya sampaikan jari ini," sahut Jennie yang sudah memberi arahan hampir 30 menit. Jennie langsung melihat ke arah Lisa.

__ADS_1


" Lisa apa Anna tidak masuk?" tanya Jennie yang mewakilkan pertanyaan Athar. Athar juga melihat Lisa seakan menunggu jawaban dari Lisa.


" Saya tidak tau Bu, dia tidak ada mengabari apa-apa. Tetapi semalam waktu saya menyampaikan semuanya kepadanya dia terlihat baik-baik aja dan tidak ada tanda-tanda tidak akan masuk hari ini," jawab Lisa apa adanya.


Tiba-tiba mata Jennie melihat ke arah Aurelia. Mungkin Jennie merasa jika Aurelia tau. Karena Jennie sudah mengetahui kalau Anna dan Aurelia kakak beradik.


" Jangan melihatku seperti itu, aku tidak sedekat itu dengannya dan aku rasa kau tau itu," sahut Aurelia sinis yang merasa jika Jennie ingin menanyakan hal itu. Jennie mengalihkan pandangannya dan tidak melihat Aurelia lagi.


" Baiklah, semunya sudah di jelaskan Jennie. Kalian semua siap-siap, 30 menit lagi kalian kembali kemari dan jika ada yang terlambat masuk sedetikpun. Maka jangan melanjutkan tahap selanjutnya. Keluar dengan sendirinya. Karena Perusahaan ini butuh kedisiplinan. Maupun karyanya bagus. Jika di siplinnya nol dan atitudnya kurang. Maka tetap itu tidak ada artinya. Jadi dengarkan baik-baik ini berlaku untuk semuanya tanpa ketercuali," tegas Athar seolah menyindir Aurelia.


Aurelia yang merasa tersendir hanya pura-pura tenang, dan seolah menganggap jika kata-kata itu bukan untuk dirinya.


Athar merapikan jasnya dan langsung keluar dari ruangan itu dengan gagahnya yang sepertinya Athar hari ini tidak baik-baik saja.


" Kita harus bicara Athar, kamu belum pernah bicara denganku. Banyak hal yang harus aku ketahui dan kamu terlihat begitu dingin kepadaku dan aku harus tau ada apa denganmu dan juga Anna," batin Aurelia yang menatap punggung Athar yang pergi begitu saja.


" Hmmm, Syukurin akhirnya bos Athar menegurnya juga emang enak," batin Lisa yang menyimpan senyumnya yang merasa puas dengan Aurelia yang mendapat teguran dengan yang menusuk.


***********


Akhirnya 30 menit berlalu dan ruangan yang tadi kosong itu sudah di isi dengan meja dan kursi dengan jarak 1 meter. Di mana para karyawan yang memasuki 20 besar sudah mulai mendesain ulang sesuai dengan perintah. Termasuk Aurelia juga yang ada di sana.


Mereka dengan serius mendesain-desain karya mereka semenarik mungkin agar tidak di diskualifikasi. Di sana ada Jennie yang mengawasi dan juga ada Derry, Marko dan Lisa yang mondar-mandir melihat seperti pengawas ujian. Athar tidak ada di sana yang mungkin Athar sedang sibuk. Makanya tidak bergabung di sana.


Athar yang memang sibuk dengan pekerjaannya. Namun Athar juga penasaran dengan orang-orang yang mendesain. Athar pun memilih untuk melihat keruangan itu sekedar untuk emmerikas apakah semuanya berjalan dengan lancar atau tidak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2