Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 343


__ADS_3

Anna terus memperhatikan teman-teman yang tertawa-tawa terbahak-bahak yang merasa begitu lucu dengan kejadian itu. Memang sangat lucu. Namun mood Anna tidak mendukung untuk ikut tertawa. Karena masalah yang sekarang di hadapi ha bersama Athar. Dan malahan dia menjadi sedih.


"Anna apa kamu masih ingat kejadian lucu itu?" tanya Olive.


"Iya aku masih ingat," sahut Anna dengan tersenyum kaku.


"Ya mana mungkin Anna tidak ingat. Dia pemerannya di sana dan kita seperti itu. Kebanyakan karena mendengarkan idenya Anna," Sahut Sana dengan bicara yang sembari tertawa seakan sangat lucu dengan jika mengingat kejadian dulu.


"Wait-wait, bagaimana dengan waktu kita yang berada di mobil," sahut Olive.


"Astaga aku juga ingat itu. Saat itu aku yang bisa menyetir di antara kita semua dan saat itu tanganku sakit dan Anna yang sok jagoan langsung bertindak untuk menyetir dan alhasil apa yang terjadi kita sampai salah jalan dan gila sendiri berada di dalam mobil," sahut Lisa.


"Hahahaha, iya benar, itu kejadian yang sangat random sekali dan wajah kak Athar saat itu terlihat panik dan tidak taunya panik bukan karena aku adiknya yang hampir celaka. Tetapi karena Anna," sahut Olive dengan menyenggol Anna dengan sikunya yang menggoda Anna.


"Ya namanya juga Athar yang apa-apa sangat memperhatikan Anna dan sangat peduli pada Anna," sahut Lisa menggoda temannya itu. Mendengar hal itu membuat Anna hanya tersenyum kaku saja.


Namun matanya terlihat bergenang yang sepertinya Anna menahan kesedihan. Apalagi jika mengingat bagaimana dulu Athar yang sangat peduli kepadanya.


"Ya ampun Anna kamu sampai terharu seperti itu, sampai matanya berkaca-kaca," sahut Olive.


"Ya iyalah terharu Anna dan Athar itu pasangan couple the best," sahut Sana dengan menyanjungkan 2 jempolnya.


"Sudahlah jangan membahas hal itu, sekarang kita membahas Lisa saja yang ingin menceritakan kronologi kenapa dia bisa di lamar Marko," sahut Anna yang mengalihkan pembahasan. Karena membahas masa lalu itu sangat menyakitkan untuk Anna. Karena hubungannya sekarang tidak semanis itu dengan Athar.


Walau sebenarnya apa yang di bahas Lisa mengenai lamaran Marko pada Lisa. Di pastikan membuat Anna iri. Namun membahas itu lebih baik. Dari pada dirinya dan juga Athar.


"Iya-iya benar, ayo Lisa kamu ceritakan semuanya," sahut Olive dengan semangatnya.


"Aku juga tidak tau kenapa Marko tiba-tiba melamarku. Anna kamu tau sendirikan kalau kita bertemu di kantor. Pasti bertengkar terus. Eh tau-tau dia punya perasaan padaku," ucap Lisa.


"Ya ampun itu memang trik laki-laki saat menyukai kita, dia itu sengaja membuat kita kesal. Padahal itu hanya cari perhatian saja. Seperti kamu contohnya," sahut Sana.


"Tetapi sweet banget yang tiba-tiba di lamar," sahut Olive yang terlihat gemes.


"Ya tiba-tiba saja saat mengantarku pulang dia melamarku di dalam mobil," ucap Lisa yang senyum-senyum saat mengingat manisnya Marko yang melamarnya.


"Dan kamu menerimanya. Artinya kamu juga menyukainya diam-diam," sahut Sana menebak. Lisa tidak menjawab dan tersenyum dengan berbunga-bunga yang menggambarkan kebahagiannya.


"Ya ampun malu-malu segala," goda Sana.


"Aku hanya tidak percaya. Jika Marko selama ini menyukaiku. Ya aku sangat bahagia dan sekarang kami bahkan sudah membahas pernikahan," ucap Lisa dengan melihat terus jemari tangannya yang telah di pasang cincin.


"Jadi kalian benar-benar akan menikah di waktu yang dekat ini?" tanya Sana. Lisa mengangguk-angguk.


"Ya ampun kita kondangan lagi," sahut Olive yang kegirangan.


Mereka terlihat happy. Namun Anna sangat datar. Bukan karena tidak bahagia dengan Lisa dan Marko yang akan menikah. Namun dia pasti sedih dengan dirinya yang mana Athar sama sekali tidak pernah punya pikiran untuk hal itu.


"Anna kamu baik-baik saja?" tanya Lisa yang memperhatikan wajah Anna yang sangat datar dan menyimpan kesedihan.


"Oh iya aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit tidak enak badan," sahut Anna dengan tersenyum, "Lisa selamat ya untuk kamu dan juga Marko. Semoga hubungan kalian cepat melaju ke jenjang yang serius," ucap Anna yang pasti memberi support untuk Lisa.


"Makasih Anna," sahut Lisa dengan tersenyum.


"Hmmm, oh iya kalau begitu aku duluan ya, soalnya aku masih harus menyelesaikan sesuatu," ucap Anna yang tiba-tiba saja tidak nyaman.


"Kamu mau pulang?" tanya Sana.


"Iya," jawab Anna tersenyum dan Anna langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Aku duluan, bye," sahut Anna tersenyum dan langsung pergi yang membuat Olive, Lisa dan Sana heran dengan kepergian Anna yang tiba-tiba.


"Kenapa sih Anna? Aku perhatikan dari tadi dia itu aneh banget. Kayak tidak semangat gitu," ucap Lisa.


"Aku juga merasa seperti itu. Anna seperti ada sesuatu namun entah apa," sahut Sana.

__ADS_1


"Apa dia ada masalah?" tanya Olive


"Jangan-jangan masalahnya dengan Aurelia lagi," sahut Lisa menduga-duga.


"Bisa jadi kan sebelumnya mereka tidak baik. Karena masalah Jennie dan juga Mahendra. Apalagi Anna memihak Jennie dan Mahendra. Ya bisa jadi hubungan Anna dan Aurelia belum baik sampai sekarang dan itu yang membuatnya sedih seperti itu," ucap Sana yang menarik kesimpulan sendiri.


"Isss, lagian si Aurelia menyebalkan banget sih. Selalu aja cari masalah. Sudah syukur punya adik sebaik itu. Tetapi lihatlah masih aja mau di musuhi," sahut Olive begitu kesalnya pada Aurelia.


"Kita doakan saja yang terbaik. Aku yakin kok Anna dan Aurelia pasti baik-baik saja," sahut Sana yang berpikir positif.


"Iya aku juga berharap seperti itu," sahut Lisa.


"Ya sudah Lisa lanjutin cerita kamu. Soalnya masih tanggung," sahut Olive yang masih sangat semangat mendengarkan cerita Lisa.


"Tapi aku sudah tidak semangat. Anna sudah pulang dan sudah tidak enak lagi," sahut Lisa dengan wajah lesunya.


"Benar juga sih. Eh bagaimana kalau kita temui Anna balik. Kita hibur dia dan aku rasa saat seperti ini Anna hanya butuh hiburan. Biar pikirannya tidak fokus pada Aurelia," sahut Olive yang mempunyai ide.


"Aku setuju. Itu sangat menarik," sahut Sana langsung setuju.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita pergi. Kita harus menghibur Anna!" ajak Lisa.


Olive dan Sana mengangguk dan mereka langsung berdiri dari tempat duduk mereka masing-masing dan melakukan pembayaran pada makanan yang mereka pesan dan mereka langsung buru-buru keluar dari Restaurant itu untuk menyusul Anna.


Bagi mereka lebih baik menghibur temannya dari pada bercerita. Karena mereka semua sudah tidak semangat. Karena tidak ada Anna. Dan sebagai sahabat yang baik. Mereka harus ada untuk Anna yang selalu ada untuk mereka.


**********


Anna berada di dalam Taxi dan terlihat sangat murung. Dengan wajahnya yang sangat lesu dan hanya melihat ke arah luar yang melihat jalanan yang di lewatinya.


"Aku ingin ke Luar Negri," kata-kata Athar yang berpamitan padanya membuatnya teringat.


Anna menjadi sedih. Kala kebersamaan mereka berdua saat dulu begitu manis. Saat bertemu dengan Athar untuk pertama kalinya. Anna dan Athar seperti kucing dan anjing yang terus bertengkar. Tanpa ada hentinya. Namun lama-kelamaan mereka mempunyai perasaan dan itu tumbuh sendiri.


Namun sekarang sangat berbeda. Dia harus iri pada teman-temannya. Yang kekasih mereka tidak banyak ini itu. Namun mampu memberi kepastian dan itulah kebahagiaan yang sebenarnya untuk seorang wanita.


Mengingat hal itu membuat air mata Anna menetes. Hatinya benar-benar sangat hancur dan tidak tau bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Athar setelah ini. Semenjak kemarin mereka ribut Anna dan Athar tidak pernah berkomunikasi dan itu membuat gundah di dalam hatinya.


Pak supir yang duduk di depan, melihat dari kaca spion yang melihat Anna menangis dengan terisak. Bahkan tangisan Anna sudah pecah dengan mengeluarkan suara dan Anna menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Athar? kenapa kamu berubah? kenapa?" Anna bertanya-tanya dengan rasa kekecewaannya yang sudah mulai lelah dengan hubungannya dengan Athar.


Pak supir tidak bisa mengatakan apa-apa dan juga tidak punya kepentingan untuk bertanya. Karena semua itu urusan pribadi. Namun dia pasti kasihan dengan Anna yang menagis dan seperti punya masalah besar.


*********


Setelah cukup menangis dengan mata yang bengkak. Anna kembali ke perusahaan dan turun dari Taxi.


"Makasih pak," ucap Anna dengan mengeluarkan senyum tipisnya.


"Sama-sama non. Jangan lupa semngat non," ucap supir Taxi itu yang memberikan Anna semangat. Karena dia tau Anna dalam masalah.


"Makasih pak," sahut Anna dengan tersenyum. Dia baru menyadari sejak tadi dia menangis dan pasti di perhatikan Supit Taxi tersebut dan supir Taxi itu mengangguk dan langsung pergi.


Anna menghela napasnya dengan perlahan kedepan dan langsung melangkah untuk memasuki Perusahannya. Namun tiba-tiba Anna menghentikan langkahnya saat melihat mobil Athar yang berada di parkiran.


"Athar. Ngapain lagi dia kemari," batin Anna yang terlihat tidak semangat dan Anna pun langsung memasuki Perusahaan menuju ruangannya.


Dugaan Anna benar. Athar memang datang dan sudah berada di ruangannya yang duduk di sofa. Anna melihat di atas meja ada boucket bunga mawar. Apa lagi kalau bukan Athar yang memberikannya dan pasti itu untuk membujuk Anna.


"Anna kamu sudah kembali!" ucap Athar yang langsung berdiri dan menghampiri Anna.


"Aku menunggumu sejak tadi Anna," ucap Athar yang langsung memeluk Anna dengan erat. Walau hanya 2 hari tidak bertemu. Namun Athar merindukan Anna dan memeluk kekasihnya dengan erat.


Tidak bohong. Jika sebenarnya. Anna juga sangat merindukan Athar. Dia bahkan memejamkan matanya saat Athar memeluknya yang tidak bisa di pungkirinya. Dia sangat ingin di peluk.

__ADS_1


"Maafkan aku Anna, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, aku benar-benar minta maaf," ucap Athar dengan suara beratnya yang terus memeluk Anna.


"Jangan seperti ini lagi. Aku tidak bisa tenang Anna. Kamu tidak boleh marah seperti ini kepadaku," lanjut Athar yang terus memeluk erat Anna.


"Apa kamu akan mengubah keputasanmu?" tanya Anna yang butuh kepastian yang masih memeluk Athar.


"Anna aku sangat mencintaimu, kau adalah segalanya untukku," sahut Athar yang menjawab pertanyaan itu dengan berbeda.


"Maka itu artinya. Kamu tidak akan pergi kan?" tanya Anna dengan penuh harapan.


Hening sesaat. Athar tidak menjawabnya dan Anna sangat menunggu jawaban Athar. Dia masih banyak berharap dengan hubungannya dengan Athar. Alasannya tidak memberontak saat di peluk Athar. Pasti juga karena harapan yang masih di inginkannya di dalam hubungannya.


"Kenapa diam Athar, kau tidak mau menjawabku?" tanya Anna dengan suara seraknya.


"Aku akan kembali dengan cepat," sahut Athar.


Air mata Anna langsung menetes mendengar jawaban Athar yang sudah tau apa maksudnya di mana Athar akan tetap pergi.


"Percayalah padaku Anna. Aku pasti kembali dengan cepat. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan lama-lama pergi dari mu," ucap Athar yang tetap ingin pergi. Walau hubungannya dengan Anna sudah berada di ujung tanduk.


Dengan perlahan Anna melepas pelukannya dari Athar dan kembali menahan kekesalan yang tidak mampu untuk di ucapkan.


"Anna!" lirih Athar mendekati Anna dengan memegang ke-2 pipi Anna yang sudah terdapat air mata.


"Aku bingung Athar, sebenarnya. Kamu mau bawa hubungan kita ke arah mana," ucap Anna.


"Apa yang kamu bicarakan?" tanya Athar.


"Kamu sama sekali tidak peduli kepadaku. Kamu tau tidak bagaimana aku selama 2 hari ini. Aku hanya berharap kamu mencari solusi dan bukan seperti ini yang tetap pergi dan lagi-lagi aku di sini Athar. Aku merasa. Kamu sama sekali tidak pernah peduli dengan hubungan kita," ucap Anna menekan suaranya dan bahkan menepis tangan Athar dari pipinya.


"Anna kamu terlalu berpikir terlalu jauh. Bagaimana mungkin kamu bisa punya pikiran. Jika aku tidak peduli dengan hubungan kita. Aku sangat peduli Anna dan jika tidak peduli. Aku tidak perlu datang kemari," sahut Athar dengan suaranya yang juga menekan.


"Lalu jika kamu peduli. Kenapa pergi?" tanya Anna.


"Anna pekerjaan dan kamu tau itu alasannya," sahut Athar.


"Pekerjaan-pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan itu terus. Kenapa kamu tidak berhubungan saja dengan pekerjaan mu dan jangan denganku. Kamu itu berubah Athar, kamu bukan Athar yang dulu lagi. Kamu terus memikirkan pekerjaan. Mendahulukan pekerjaan dan aku tidak di anggap sama sekali," ucap Anna dengan suaranya yang berteriak.


"Anna ada apa denganmu. Kamu mengatakan aku berubah. Dari sebelum kita pacaran. Kamu sudah tau Anna. Jika aku memang sangat gila bekerja dan aku pikir kamu mengerti semua itu. Dan makanya menerimaku dan lalu sekarang kenapa kamu mengeluhkan hal yang sudah kamu tau," sahut Athar menekan suaranya.


"Tapi dulu dan sekarang kamu sudah berubah,".


"Aku tidak berubah," sahut Athar menguatkan volume suaranya, "bukan aku yang berubah. Tetapi kamu yang seperti kekanak-kanakan. Kamu yang berubah Anna bukan aku," sahut Athar menegaskan.


"Apa kamu bilang. Aku seperti kekanak-kanakan. Ya aku memang anak-anak apa kau puas," sahut Anna semakin kesal.


"Athar semua orang berlomba-lomba untuk punya arah dalam hubungan mereka. Gibran yang tidak pernah seperti kamu terlalu bucin ini dan segala macam. Lihat dia sudah menikah. Dan Marko juga dan Lisa akan menikah. Jennie dan Mahendra juga sama. Tapi kamu apa. Kamu sibuk dengan pekerjaannya kamu dan tidak punya pikiran seperti mereka," ucap Anna mengeluarkan uneg-unegnya pada Athar.


"Kamu sekarang membandingkan ku dengan mereka," sahut Athar merendahkan suaranya.


"Aku hanya ingin kamu itu sadar Athar. Jika yang aku inginkan bukan segalanya. Tetapi hanya kepastian," sahut Anna.


"Anna pernikahan tidak semudah itu Anna. Jangan hanya melihat orang menikah. Lalu kamu akan menuntut ku untuk menikah karena aku prinsipku tidak bisa di samakan dengan orang lain," sahut Athar menegaskan.


Anna terdiam dengan air matanya yang terus keluar. Sudah tidak tau apa lagi yang harus di katakannya pada Athar. Dia benar-benar tidak percaya dengan Athar yang lebih tetap pergi dan bahkan setelah Anna mengeluarkan semua keluhannya. Bukannya menangkan dirinya Athar malah tidak mau kalah dan seakan dialah yang benar dan Anna yang salah.


"Sudahlah Anna," sahut Athar menghela napasnya dengan perlahan kedepan, "aku pikir kamu sudah bisa memahaminya dan kita bisa mengobrol dengan baik sebelum aku pergi. Aku sudah memberiku waktu untuk memahami diriku dan aku sudah tidak ada waktu lagi. Aku tidak ingin pergi dalam keadaan kita yang ribut. Tetapi aku juga tidak bisa jika tidak pergi. Besok pagi keberangkatan ku. Aku berharap kamu mengantarkanku," ucap Athar dengan santainya bicara.


Athar mendekati Anna dengan memegang bahu Anna, "maafkan aku jika tadi berteriak kepadamu. Aku akan tetap pergi dan aku harap kamu memahami ku," ucap Athar dengan mencium lembut kening Anna


Anna mengepal ke-2 tangannya dengan perlakuan Athar kepadanya dan Athar langsung pergi dari hadapan Anna.


"Kita putus," sahut Anna tiba-tiba yang membuat langkah Athar terhenti. Suara Anna begitu bergetar saat mengucapkan 2 kalimat yang sangat mengejutkan itu dan di pastikan Athar terkejut mendengarnya dengan debaran jantungnya yang 10 kali lipat lebih cepat dari biasanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2