
Anna harus berjalan dengan penuh kekesalan setelah bertemu dengan Aurelia yang membuatnya naik pitam. Aurelia yang selalu memancing keributan dengannya dan Anna juga sangat menyesalkan dengan kejadian tadi pagi. Di mana Aurelia harus menangkapnya bersama Athar.
Anna sadar kemarahan Aurelia pasti karena hal itu dan menganggapnya yang tidak-tidak. Makanya mata Aurelia seperti monster yang ingin menerkamnya.
" Issssh memang dia pikir. Siapa juga yang tertarik dengan tunagannya itu. Makanya pikiran itu nggak usah kotor-kotor. Dia pikir tidak ada laki-laki lain di dunia ini. Dasar bucin. Pekara laki-laki saja. Dia hampir mau memukulku. Huhhhhh..... Dia mungkin akan membunuhku jika benar-benar terjadi. Dasar menyebalkan," cerocos Anna yang berjalan terus.
" Annaaaaa!" tiba-tiba Marko muncul begitu saja di depan Anna membuat Anna tersentak kaget dan mendadak berhenti.
" Heh, kau benar-benar ya. Jantungku sudah hampir copot. Kau mau aku meninggal mendadak di sini," cerocos Anna dengan kesal pada Marko sampai memukul bahu Marko.
" Ihhhhh, kenapa sih, lagi pms marah-marah mulu," sahut Marko heran dengan Anna.
" Siapa yang tidak marah-marah. Jika kau muncul seperti hantu tiba-tiba," sahut Anna kesal.
" Iya deh maaf. Namnya juga tidak sengaja. Maaf ya Anna," sahut Marko.
" Ahhhhh," sahut Anna emosian. Sudah kesal di tambah Marko bikin kesal. Bagaimana dia tidak emosian.
" Ada apa sis ini," sahut Lisa yang datang tiba-tiba.
" Nih, orang nih si tukang ganggu," sahut Anna menunjuk Marko.
" Heh, kau apakan temanku," sahut Lisa dengan berkacak pinggang yang matanya melotot melihat Marko seakan ingin menerkam Marko.
" Aku tidak berbuat apa-apa. Aku hanya muncul dan ternyata dia kaget," sahut Marko mencari pembelaan.
" Itu sama saja. Aku sudah kaget," sahut Anna masih kesal.
" Kau benar-benar ya Marko. Bagaimana jika jantungnya copot," sahut Lisa yang memarahi Marko.
" Heh, kalian ber-2 ini ya. Aku ini atasan kalian. Beraninya kalian memarahi bos kalian," sahut Marko berkacak pinggang melihat Anna bergantian dengan Lisa yang mana harga dirinya sebagai atasan di injak-injak. Anna dan Lisa saling melihat dengan mata mereka yang menyipit seakan ada sepemikiran yang datang tiba-tiba.
" Walaupun kamu bos. Kalau salah ya tetap salah. Karena Anna yang sudah menjadi korbannya," sahut Lisa kembali tegas.
" Benar aku di sini korbannya. Aku tidak akan menerima perminta maafan," sahut Anna.
" Oke-oke stop!" sahut Marko dengan pergerakan tangannya yang terlihat frustasi.
" Kita lupakan kejadian ini. Sebagai gantinya Anna kamu aku teraktir makan siang di luar," sahut Marko membuat Anna tersenyum seakan rencananya berhasil.
" Hanya aku saja. Bagaimana dengan Lisa," sahut Anna.
" Iya kalian berdua puas," sahut Marko dengan kesal. Anna dan Lisa sama-sama tersenyum tipis. Hanya perkara masalah kecil Marko bisa di kelabui.
" Baiklah kalau begitu. Semua masalah ini akan impas jika perutku sudah kenyang," sahut Anna.
" Iyaaaa," sahut Marko. Anna tersenyum. Marko membuang napasnya kasar dan geleng-geleng.
__ADS_1
" Ayo, tunggu apa lagi," sahut Marko yang berjalan terlebih dahulu. Anna dan Lisa saling melihat dan dan mereka malah tos yang rencana mereka akhirnya berhasil mengkelabui Marko.
" Cepattttt!" teriak Marko.
" Iyaaaaaaa," sahut mereka serentak dan langsung lari berpegangan tangan mengejar Marko. Walau Lisa begitu sulit mengejar Marko. Karena heelsnya yang begitu tinggi. Namun demi gratis apa yang tidak dia lakukan.
*************
Anna dan lisa memang orang yang tidak tau diri. Lihatlah sekarang apa yang di lakukan ke -2 orang itu. Selain memilih Restaurant yang paling mahal mereka juga memesan seenak jidat mereka yang makan bersama dengan Marko yang benar-benar habis mereka kompas.
" Apa ada lagi yang ingin kalian pesan?" tanya Marko.
" Ada tenang aja. Di habiskan dulu yang ini," sahut Anna yang sudah mulai makan. Meja itu memang penuh dan semua makanan yang enak-enak. Karena Anna dan Lisa yang memang tidak tau diri yang melakukan semua dengan suka-suka mereka.
" Bos Athar makan di sini juga," ucap Lisa tiba-tiba yang tidak sengaja melihat Athar dan Aurelia yang makan yang tidak jauh dari meja mereka. Hal itu membuat Anna dan Marko melihat ke arah pandang Lisa.
" Tumben dia makan dengan Aurelia," sahut Marko.
" Benar tumben banget. Seumur-umur aku itu jarang melihat mereka yang makan berdua apa lagi kencan. Ya memang begitulah kalau hubungan kolong merat itu ya memang seperti itu," sahut Lisa.
Anna diam saja menyimak pergosipan Marko dan juga Lisa. Dia melanjutkan makannya yang ternyata sesekali melihat ke meja Athar dan Aurelia.
" Ya begitulah hubungan para lelaki dan Pria," sahut Marko santai.
" Hmmm, padahal nih ya. Aku itu sangat tidak setuju bos Athar dengan dia. Dia itu sangat egois dan juga sangat sombong. Mentang-mentang tunagannya bos Athar bisa suka-sukanya datang atau tidak datang saat ada penilaian. Tapi syukur-syukur sih dia juga mendapat teguran," ucap Lisa yang terus mengoceh.
" Ya apalagi. Kalau bukan memperingatinya kedisiplinan. Dia kan juga peserta dari 20 orang yang artinya dia juga harus mentaati aturan. Jangan datang suka-suka dan tidak mau mendengarkan arahan. Aku sih yakin dia juga lolos tahap 20 karena hanya tunangannya bos Athar," ucap Lisa menebak-nebak.
" Mana mungkin Lisa. Athar itu orangnya sangat Profesional. Ya mungkin memang desain nya layak. Dan kemampuannya juga bagus. Makanya Aurelia masuk 20 besar. Lagian aku ada di sana dan ikut pemilihannya. Dan memang karena desainnya Aurelia layak dan pantas masuk," sahut Marko yang menjelaskan.
" Punya Anna juga lebih baik," sahut Lisa. Anna tersenyum mengembang mendengarnya.
" Makasih," sahut Anna.
" Memang Anna juga baik dan sangat unik. Bahkan aku ada firasat desain Anna Akan menjadi tren terbaru dari Glossi," sahut Marko menebak-nebak dengan mengamati wajah Anna.
" Sok tau, memang kau peramal," sahut Anna merasa melayang-layang yang mendapat dukungan seperti itu.
" Dan ramalanku tidak pernah salah," sahut Marko.
" Amin," sahut Anna tersenyum dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang mengaminkan kata-kata Marko.
Anna kembali melihat ke arah Athar dan Aurelia. Athar dan Aurelia makan saling berhadapan dengan Aurelia yang tampaknya mengobrol dengan Athar.
" Melihat kita makan ber-2 seperti ini membuatku teringat dengan kita yang dulu," ucap Aurelia dengan senyum lebarnya.
" Makanlah, jangan mengobrol saat makan," sahut Athar dengan dingin yang seakan terpaksa makan bersama Aurelia. Kedinginan Aurelia di tanggapi dengan senyuman tipis.
__ADS_1
" Hmmm, coba makanan ku. Ini enak," sahut Aurelia yang menyodorkan sendok ke depan mulut Athar. Athar tidak membuka mulutnya dan hanya melihat Aurelia saja.
" Cobalah Athar. Bukannya ini makanan kesukaanmu," sahut Aurelia dengan lembut yang menunggu Athar membuka mulutnya. Athar harus membuang dulu perlahan.
Lalu membuka mulutnya dan menerima suapan Aurelia. Aurelia tersenyum saat Athar bisa menuruti sedikit hal manis darinya.
" Enak bukan?" tanya Aurelia. Athar hanya mengangguk saja.
" Makasih Athar," sahut Aurelia.
Athar menganggukkan matanya. Tidak sengaja Athar melihat ke arah Anna yang ternyata Anna masih melihat hal itu. Tertangkap oleh Athar membuat Anna mengalihkan pandangannya dengan cepat dan terakhirnya salah tingkah dan gelisah. Sementara Athar hanya melihat datar ke arah Anna.
" Anna kamu apa-apaan sih. Kenapa juga matamu harus melihat ke sana apa pentingnya coba," batin Anna yang sekarang malu gelisah sendiri.
" Anna kamu tidak apa-apa?" tanya Lisa.
" Oh, tidak makannya enak," sahut Anna di tanya apa di jawab apa. Marko dan Lisa hanya mengangguk saja.
Aurelia yang makan dengan tenang yang melihat mata Athar entah kemana membuat Aurelia melihat arah mata itu yang mana ternyata pada Anna. Hal itu jelas membuat Aurelia kesal dengan hembusan napasnya yang kasar.
" Kenapa melihatnya seperti itu?" tanya Aurelia membuat Athar tersadar dan kembali melihat Aurelia di depannya di mana Aurelia melihatnya dengan mengintimidasi. Athar seakan diam yang tidak punya jawaban apa-apa untuk pertanyaan Aurelia.
" Athar kita sedang makan. Tolong kamu menghargaiku sedikit. Kejadian tadi pagi masih membekas. Jadi tolong hargai aku," sahut Aurelia tampak tegas pada Athar.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Handphone Athar tiba-tiba berdering yang berada di atas meja. Athar melihat panggilan masuk dari Jennie dan Athar langsung mengangkatnya.
" Ada apa?" tanya Athar.
📞" Ada sesuatu yang mencurigakan di perumahan Anna tinggal," ucap Aurelia.
📞" Hmmm, baiklah aku akan segera kesana," sahut Athar yang menutup telponnya dan memasukkan kedalam jasnya.
Athar mengeluarkan kartunya dan meletakkan di atas meja. Lalu berdiri.
" Aku harus pergi. Aku ada urusan penting," ucap Athar.
" Sekarang?" tanya Aurelia.
thar tidak menjawab lagi dan langsung pergi begitu saja. Aurelia mengepal tangannya dengan kepergian Athar yang suka-suka. Dua kembali marah dengan melihat kartu ATM untuk pembayaran makan mereka.
" Apa dia pikir. Aku butuh ini. Aku tidak butuh semua ini. Kamu Athar hanya punya sedikit waktu saja untukku sudah main pergi-pergi aja. Kamu sungguh-sungguh tidak pernah mempedulikan ku Athar," batin Aurelia yang lagi-lagi harus merasa di campakkan. Aurelia melihat ke arah Anna yang mana Anna makan dengan santai dengan tertawa-tawa dengan Lisa dan Marko tanpa beban sekalipun.
Melihat ke bahagian Anna jelas membuat Aurelia semakin kesal. Dia masih mengingat perkataan Anna yang sungguh begitu tajam yang sampai ke uluh hatinya.
Bersambung
__ADS_1