Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 185 Masih berusaha untuk menjauh.


__ADS_3

Sambutan tepuk tangan meriah di dapatkan Anna. Namun Anna tetapi diam seolah tidak mendengar apa yang di katakan Jennie. Padahal namanya sudah jelas-jelas di panggil.


" Anna, silahkan naik!" sahut Jennie yang melihat Anna bengong. Orang-orang juga harus melihat siapa yang bernama Anna yang mencuri perhatian itu. Karena tidak kunjung naik bergabung dengan yang lainnya.


Athar juga hanya menunjukkan ekspresi datar-datar saja dan bahkan tetap tidak ingin melihat Anna yang sekarang mencuri perhatian orang-orang.


" Anna kamu masuk babak selanjutnya, ayok naik," tegur Lisa menggoyang tubuh Anna dan akhirnya Anna tersentak.


" Hah, iya," sahut Anna yang terlihat seperti orang linglung.


" Ayo naik!" sahut Momo.


Anna mengangguk, " aku masuk babak selanjutnya?" tanya Anna tidak percaya.


" Iya Anna, buruan naik sana," ucap Lisa bahkan mendorong temannya pelan dengan membuang napasnya perlahan kedepan dan langsung menaiki panggung dengan kegugupan dan mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah kembali.


" Aku harus terus bersaing dengannya. Bahkan dia juga masuk tahap 5 sama seperti ku," batin Aurelia yang kelihatan merasa Anna adalah pesaing terberatnya. Awalnya dia tidak takut. Namun akhirnya dia harus mengakui kemampuan Anna yang luar biasa


" Anna bahkan tidak menggunakan namaku dalam nama belakangnya. Dia benar-benar sangat membenciku dan kebenciannya membuatnya benar-benar ingin terlepas dari ku," batin Chandra dengan matanya yang terus melihat Anna.


Nama Anna seharusnya Anna Fariza Citra Chandra Maya. Namun mendengar Jennie hanya memanggi Anna Fariza Citra Maya membuat seakan Chandra sedih. Sekerasnya dirinya seketika ada yang kurang dan ada yang luka di hatinya yang tiba-tiba saja itu terjadi.


" Baiklah untuk tuan Ari Purnama, Athar silahkan memberikan bingkisan untuk para pemenang yaitu berupa selempang dan juga bucket bunga yang di bawakan rekan-rekan kami," sahut Jennie memberikan arahan. Athar dan Ari Purnama pun langsung menaiki panggung.


Ada beberapa wanita yang memegang nampan yang berisi selendang dan juga yang memegang Boucket untuk di berikan.


Ari pernuma yang memakaikan selempang pada satu persatu untuk pemenang dan Athar yang memberikan Boucket.


Baik Ari Purnama dan Athar setelah selesai memberikan apa yang mereka pegang. Mereka juga bersalaman dengan para memenang.


Anna berada di ujung yang paling terakhir mendapatkan penghargaan itu yang berada di samping Jennie di dekat podium.


" Selamat ya Aurelia," ucap Ari Purnama saat memasangkan selempang untuk Aurelia.

__ADS_1


" Makasih Om," sahut Aurelia dengan menjabat tangan Ari Purnama.


Atahr juga memberikan boucket itu dengan datar saja bahkan tidak mengucapkan selamat dan hanya bersalaman saja. Namun tetap Aurelia memasang wajah tersenyum untuk Athar.


Akhirnya giliran Anna pun tiba. Ari Purnama memakaikan selempang sudah seperti putri Indonesia saja.


" Selamat ya Anna," ucap Ari Purnama tersenyum pada Anna.


" Makasih Om," sahut Anna dengan tersenyum tipis.


Dan gilaran Athar memberikan boucket pada Anna yang berdiri di depan Anna tanpa melihat Anna, begitu dinginnya Athar kepadanya. Bahkan sampai Athar tidak menyalam Anna, hanya lewat begitu saja mengacuhkan Anna.


Athar tidak bisa profesional, masalah hati di bawa sampai pekerjaan yang membuat Anna pasti terluka lagi dengan sikap Athar.


" Baiklah sebelum kita turun mari untuk foto bersama," sahut Jennie.


Ari Purnama mengangguk dan berjalan ke ujung di bagian karyawan yang pertama dan tampaknya Athar harus berdiri di samping Anna biar posisinya pas pimpinan di ujung kiri dan kanan.


" Berdiri pada tempatmu. Jangan jadi orang bego, profesional dalam bekerja," ucap Jennie tampak galak malam ini.


Mau tidak mau Athar harus berdiri di samping Anna. Walau dia terpaksa. Gugup, canggung dan ada getaran yang di rasakan ke-2nya yang membuat Anna maupun Athar.


Mereka pun akhirnya berfoto dan para wartawan pun berlomba-lomba untuk mengambil foto-foto itu. Sampai akhirnya selesai.


" Baiklah, bisa di persilahkan untuk turun," ucap Jennie mempersilahkan.Yang lain mengangguk dan langsung turun dari atas panggung.


" Olive dan Lisa langsung menghampiri Anna dan memeluk Anna saking mereka bahagianya Anna yang bisa lolos.


" Yeeee Anna kamu memang hebat," ucap Olive dengan bahagianya temannya yang masuk tahap selanjutnya.


" Selamat ya Anna," sahut Lisa.


" Makasih Lisa," sahut Anna tersenyum. Dia tidak bisa terus murung.

__ADS_1


" Yeee, akhirnya kamu ikut kita buat liburan sehari," sahut Olive yang memang Anna pasti akan bahagia dan pemenang lainnya akan mendapatkan reward berlibur bersama keluarga Ari Purnama.


Walau hanya sehari saja. Mendengarnya Anna sudah tidak tertarik. Dia bahkan tidak tau apa dia akan ikut atau tidak. Tidak biasanya jika berkaitan masalah libur Anna pasti akan semangat.


" Hmmm, tapi kita juga akan makan-makan setelah ini. Anna kamu akan meneraktir kami kan," sahut Lisa menagih janji.


" Hmmm, pasti," sahut Anna membuat Olive dan Lisa tersenyum.


Maharani menghampiri Anna. " Anna selamat ya," ucap Maharani yang memeluk Anna cipika-cipiki dengan Anna.


" Makasih Tante," sahut Anna tersenyum lebar.


Aurelia di ujung sana yang sedang di wawancarai melihat ke arah Anna. Dia jelas merasa iri dengan Anna yang mana di kerumuni keluarga Athar, ada teman Anna yang ikut bahagia dengan kemenangan Anna.


Namun untuk dirinya sendiri. Dari Chandra saja dia tidak mendapatkan ucapan selamat dan sekarang Derry dan Marko bahkan menghampiri Anna memberi ucapan selamat untuk Anna dengan mereka yang tampak bangga pada Anna.


..." Mbka Aurelia kenapa mbak mengikuti pertandingan di perusahaan ini. Bukannya ini hanya untuk karyawan yang bekerja di perusahaan ini," sahut salah satu wartawan yang membuat Aurelia Dian yang tampak tidak punya jawaban....


..." Apa ini hanya trik marketing saja," sahut wartawan lagi....


..." Atau karena mbak Aurelia tidak bisa berkalaborasi dengan Perusahaan Glossi jadi mengambil jalan tengah ini," sahut yang satunya....


..." Apa itu namanya bukan mengambil kesempatan untuk orang lain?"...


Pertanyaan wartawan semakin memojokkan Aurelia yang membuat Aurelia terlihat bingung dan bahkan napasnya naik turun yang marah dengan pertanyaan yang seharusnya tidak di dengarnya itu.


..." Hubungan Anda dengan tuan Athar juga seperti apa. Tidak ada kejelasan sama sekali," sahut wartawan lagi....


Aurelia yang panas akhirnya memilih untuk meninggalkan tempat itu pergi dari kerumunan wartawan. Tidak sesuai ekspektasinya di mana pertanyaan justru membuatnya malu dan merasa di pojokkan. Dia sudah tidak bersemangat ada di pesta itu dan bahkan merasa tidak ada gunanya untuk menang.


Namun Anna tetap tersenyum di kerumuni orang-orang yang tampak begitu peduli kepadanya. Sementara Athar ternyata memilih untuk meninggalkan acara tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2