Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 282 persiapan untuk besok.


__ADS_3

Jennie pun langsung buru-buru keluar dari tempat itu dan langsung memasuki mobilnya, suara pintu mobil yang tertutup keras pertanda betapa kesalnya Jennie saat ini. Saat menduduki bangku pengemudi Jennie langsung memukul stir mobil.


" Argggghhh!' umpatnya berteriak, " apa yang di lakukannya. Kenapa harus membahas masa lalu! kenapa dia tidak bisa bekerja secara profesional," ucap Jennie dengan kekesalannya yang menjatuhkan kepalanya pada stir mobil. Sedikit memukulkannya.


" Kenapa juga Mahendra harus menjadi asistennya Bu Maya. Hal ini akan membuat aku terus bertemu dengannya dan dia sama sekali tidak bisa profesional dalam pekerjaan, dia membawa masa lalu," batin Jennie yang sekarang menjadi gelisah dengan kedatangan Mahendra.


Mungkin berbeda dengan Mahendra yang tidak bisa membedakan mana urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Tidak seperti Jennie yang mungkin sudah menutup masa lalunya dan bisa profesional dalam pekerjaannya.


************


Hari ini Athar berada di rumah Anna yang mana menemani Anna untuk persiapan besok pagi. Athar memang yang paling antusias dalam final Anna.


Anna duduk di sofa dengan laptop yang berada di pahanya yang mana dia begitu serius yang mengerjakan sesuatu yang tidak tau apa itu. Sementara Athar sedang berada di dapur yang juga sibuk memasak lengkap dengan celemeknya agar baju Athar tidak kotor.


Sekali-kali Athar menoleh ke arah Anna dan pasti menatap kagum pada Anna dengan seriusnya Anna. Ya dia memang memiliki kekasih yang sifatnya aneh-aneh. Kadang melihat Anna serius. Kadang melihatnya yang seolah tidak peduli apa-apa.


Hanya sebentar bagi Athar menyiapkan masakannya dan akhirnya selesai memasaknya yang menuangkan sesuatu kedalam mangkuk yang berbahan mie. Athar membuka celemeknya dan langsung menghampiri Anna dengan membawa mangkok yang berisi makanannya dan tidak lupa air mineral.


" Hmmmmmm, harum sekali, pasti enak," ucap Anna dengan mengendus-endus tanpa melihat makanan yang di pegang Athar dan dia masih tetap fokus pada laptopnya.


" Maka dari itu kamu harus makan jangan terlalu fokus pada laptop," ucap Athar.


" Akkkk," Anna langsung membuka mulutnya dan tidak melihat Athar. Dia fokus dengan pekerjaannya dan ingin di suapi Athar. Athar tersenyum lebar dan langsung menyendokkan Anna makanan tersebut dengan sumpit dan sebelum memberikan Anna dia meniupnya terlebih dahulu.


" Lezat!" puji Anna sembari mengunyah, " makanan apa ini?" tanya Anna. Dia asal makan. Tanpa mengetahui apa yang di makannya.


" Ini ramen," jawab Athar.


" Ohhhhh, ramen toh. Enak sekali," puji Anna lagi yang kembali membuka mulutnya dan ingin di suapi lagi.


" Masih banyak yang di kerjakan?" tanya Athar.


" Anna menganggukkan kepalanya, " aku sepertinya akan lembur malam ini," ucap Anna.


" Aku akan menemanimu," sahut Athar. Anna menoleh ke arahnya.


" Harus dong," sahut Anna dengan senyum lebarnya dan membuka mulutnya lagi yang ingin makan lagi.


" Kamu tidak makan?" tanya Anna.


" Aku sudah kenyang melihatmu makan," jawab Athar.


" Ada ya orang seperti itu. Bisa-bisanya kenyang melihat seseorang makan," sahut Anna.

__ADS_1


" Ada, aku orangnya," jawab Athar.


" Kalau begitu kamu harus terus bersamaku. Biar kamu bisa kenyang tanpa makan," ucap Anna.


" Itu pasti," sahut Athar. Anna tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.


" Hmmm, kira-kira mama besok jadi datang tidak?" tanya Anna yang kepikiran dengan mamanya.


" Kamu ingin menelponnya!" tanya Athar.


" Boleh!" jawab Anna mengangguk cepat.


Athar pun langsung mengambil ponselnya dan langsung menyambungkan pada Maya.


📞" Iya Athar ada apa?" tanya Maya yang ternyata langsung menyambung dan membuat Anna langsung semangat dan melihat Athar. Karena Athar melospekerkan panggilan tersebut.


📞" Tante Anna ingin bicara," ucap Athar.


📞" Hay mah," sahut Anna dengan bahagianya.


📞" Anna, kenapa harus melalui handphone Athar saat bicara?" tanya Maya.


📞" Tidak apa-apa mah. Kebetulan Athar ada di rumah lagi menemani Anna untuk persiapan besok," jawab Anna.


📞" Emang Anna tidak boleh kengen sama mama?" tanya Anna.


📞" Boleh sayang. Apa menelpon mama hanya karena kengen atau ada sesuatu lagi?" tanya Maya


📞" Anna ingin bertanya pada mama. Apa mama besok jadi datang?" tanya Anna yang pada intinya.


📞" Iya Anna mama akan datang bersama Tante Anjani dan semoga mama tidak telat," jawab Maya.


📞" Kenapa tidak berangkat sekarang aja. Kan dari Bangkok ke Jakarta dekat hanya 5 jam kurang. Jadi bisa sekalian menemani Anna untuk persiapan besok," ucap Anna yang berharap lebih.


📞" Mama juga menginginkan hal itu. Tetapi tidak bisa sayang. Karena kebetulan mama ada pekerjaan mendadak. Tapi Anna jangan khawatir besok mama pasti sampai tepat waktu," ucap Maya dengan yakin.


📞" Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting mama besok datang. Lagian ada Athar kok yang jagain Anna," ucap Anna tersenyum melihat Athar.


📞" Athar menginap di tempat kamu?" tanya Maya.


📞" Iya mah," jawab Anna.


📞" Anna dan Athar. Kalian tinggal di rumah tanpa orang lain. Jadi jangan berbuat yang aneh-aneh ya. Ingat kalian berdua itu belum menikah," ucap Maya mengingatkan membuat Anna dan Athar saling melihat.

__ADS_1


📞" Kalian kenapa diam? apa tidak mendengar mama?" tanya Maya.


📞" Hmmm, iya mah kita dengar kok. Lagian mama ngomong apa sih. Memang kita mau ngapain?" tanya Anna heran.


📞" Ya mama tidak tau. Mama hanya mengingatkan saja," sahut Maya.


📞" Tante jangan khawatir saya akan menjaga Anna dan tidak akan macam-macam padanya,". sahut Athar.


📞" Tante percaya sama kamu Athar dan juga kamu Anna," sahut Maya.


📞" Iya dong mah," sahut Anna.


📞" Ya sudah sayang kamu lanjutkan kembali pekerjaan kamu. Mama titip telponnya dulu," ucap Maya.


📞" Baik mah. Mama besok hati-hati ya," jawab Anna dan bahkan berpesan pada sang mama.


📞" Pasti sayang," sahut Maya.


📞" Malam Tante" ucap Athar sebelum menutup panggilan telpon itu.


📞" Malam Athar, malam Anna," sahut Maya yang akhirnya mengakhiri panggilan itu.


" Hmmm apa yang di katakan mama tadi adalah suatu peringatan. Jadi kamu tidak boleh mau suka-suka kepadaku," ucap Anna menegaskan.


" Aku tidak peduli," jawab Athar membuat Anna mengkerutkan dahinya.


" Aku akan mengadukanmu pada mama. Kalau kau macam-macam," ancam Anna lagi


" Kau sudah mengatakan tidak peduli Anna," sahut Athar menegaskan.


" Isss, terserahmu. Aku mau makan lagi," ucap Anna membuka mulutnya lebar-lebar. Athar mendengus kasar dan langsung membuka mulutnya dengan lebar yang mana dia langsung makan dengan lahapnya.


" Kamu itu rakus sekali kalau makan!" ejek Athar.


" Namnya juga lapar," jawab Anna dengan mulutnya yang mengunyah terus.


" Lapar juga tidak seperti itu juga," ucap Athar.


" Sudahlah Athar jangan protes mulu. Aku makan juga biasa aja. Yang penting makanannya habis dan tidak mubajir," tegas Anna.


" I-iya-iya terserahmu saja," sahut Athar mengalah dan Anna tersenyum lebar.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2