
Jennie sedang berjalan dengan memegang map merah yang melangkah dengan kakinya yang panjang dengan wajahnya yang begitu berwibawa.
" Lisa!" Panggil Jenni yang melihat Lisa berjalan sambil bermain ponsel.
" Hay Bu Jennie!" sapa Lisa menundukkan kepalanya tersenyum cengengesan.
" Apa kamu sudah memberi tahu, semua karyawan tentang produk perusahaan?" tanya Jennie.
" Sudah Bu, ibu tenang saja. Saya sudah membuat brosurnya lengkap dan juga sudah memasang di papan pengumann dan semuanya beres," ucap Lisa yakin dengan mengajukan jempolnya.
" bagus lah jika begitu," sahut Jennie.
" Hmmm, oh iya Bu Jennie, apa saya juga boleh mengikuti cast nya?" tanya Lisa. Jennie menarik napasnya perlahan dan membuangnya perlahan.
" Kamu seharusnya bukan hanya memberitahu kepada semua orang dan memajang di papan pengumuman. Tapi kamu juga seharusnya membaca isinya. Di mana terlihat jelas di sana tulisannya. Siapapun boleh ikut," ucap Jennie menegaskan dengan kata-katanya dingin.
" Isssh, langsung mode serius deh, padahal hanya bercanda," sahut Lisa yang langsung mencolek lengan Jennie membuat Jennie melotot dengan tingkah karyawan yang satu itu.
Di tengah-tengah pembicaraan 2 orang itu. Tiba-tiba Jennie melihat beberapa scurity berlari dengan cepat.
" Ada apa itu?" tanya Jennie penasaran.
" Mana saya tau, kita sama-sama di sini. Mungkin saja mereka sedang mengejar diskon," ucap Lisa yang juga melihat scurity berlarian. Jennie geleng-geleng dengan Lisa dan memelih pergi.
" Iya kan Bu?" tanya Lisa menghadap pada Jennie dan sudah tidak ada Jennie.
" Kemana sih," ucapnya mencari-cari dan melihat Jennie mengikuti para scurity.
" Bu Jennie ikut," sahut Lisa yang akhirnya mengejarm
Jennie pun sampai pada scurity yang tampak sedang menangani lift. Lisa juga sudah sampai menyusul Jennie.
" Kenapa saya di tinggal coba," ucap Lisa ngos-ngosan mengejar Jennie.
" Ada apa ini?" tanya Jennie heran.
" Bu Jennie, Pak Athar terjebak di dalam lift," jawab salah petugas.
" Apa," sahut Jennie yang kaget.
" Bos Athar berada di dalam lift, apa lift ini mati," sahut Lisa yang juga kaget.
__ADS_1
" Benar Bu, ada kesalahan sampai liftnya mati," sahut salah satu petugas.
" Kok bisa, Athar ada di sana?" tanya Jennie dengan wajah paniknya.
" Ya kan masuk lift, makanya ada di sana," sahut Lisa yang malah menjawab.
" Cepat, kalian buka!" perintah Jennie.
" Hmmm, baik Bu," sahut petugas yang langsung bergerak cepat.
Di tengah usaha pembukaan lift Derry dan Gibran tiba-tiba lewat dan melihat kerusuhan dan langsung mendatangi tempat itu.
" Ada apa ini?" tanya Gibran.
" Bos Athar terjebak di dalam lift," jawab Lisa.
" Apah, kak Athar berada di dalam," pekik Derry panik.
" Hmmm, semoga saja dia kehabisan napas. Langsung mati di tempat," batin Gibran dengan doa terburuknya pada Athar adik tirinya.
Tidak lama dari situ. Aurelia juga tiba-tiba yang mempunyai keperluan di perusahaan itu melihat kehebohan di depan lift dengan wajah panik.
" Ada apa ini?" tanya Aurelia.
" Kak Athar terjebak di dalam lift," jawab Derry membuat Aurelie kaget mendengarnya.
" Apa," pekik Aurelia benar-benar panik.
" Santai aja masih banyak Pria lain," sahut Gibran.
" Shutt," tegur Derry dan Gibran hanya santai saja dengan bercagak pinggang yang ingin memastikan. Kalau Athar benar-benar sudah koit di dalam sana.
" Kalau begitu cepat buka. Ini berbahaya untuk Athar," sahut Aurelie yang panik.
" Santai, sudah di katakan. Masih banyak pria lain," sahut Gibran.
" Aku tidak bicara denganmu," sahut Aurelie kesal. Gibran hanya menanggapi santai sementara yang lainnya panik dengan keberadaan Athar yang berada di dalam lift.
Sementara di dalam lift Athar dan Anna sudah seperti anjing dan kucing yang saling baku hantam. Athar terus membekap mulut Anna yang tidak henti-hentinya berteriak dan memaki dirinya tetapi tangan Anna juga tidak bisa diam dan dan menjambak rambut Athar dia sampai jinjit karena Athar sangat tinggi. Tetapi tangannya cukup panjang untuk meraih rambut itu.
Hal itu pun berlanjut sampai pintu lift akhirnya sudah terbuka.
__ADS_1
" Minggirlah tanganmu, kau wanita gila," geram Athar yang kesakitan menahan rambutnya.
" Mpt, mpt," Anna hanya memaki di dalam hatinya karena mulutnya yang di bekap.
Sementara orang-orang di depan lift pelanga plongo melihat kejadian itu. Bahkan Athar yang di lihat begitu tegas dan berwibawa. Tetapi layaknya bocah SD yang saling berebut mainan sampai bermain fisik. Seolah tidak mau kalah denga wanita bertubuh kecil itu.
" Anna, Athar," batin Aurelie yang melotot pasti schock dengan apa yang di lihatnya.
" Apa aku tidak salah lihat," batin Derry yang mengucek matanya melihat kakaknya super dingin seperti kutup es sekarang seperti itu didepannya.
Gibran juga melotot melihat Athar dan wanita yang dia tidak tau siapa sementara Lisa mulutnya menganga melihat bos idolanya yang seperti tidak punya harga diri.
" Athar," tegur Jennie membuat Athar dan Anna sama-sama menghentikan aksi mereka dan serentak melihat ke pintu lift tanpa melepas umpan masing-masing. Athar melotot yang ternyata dia menjadi bahan tontonan dan matanya kembali melihat ke arah Anna dan dengan cepat melepas Anna sampai Anna hampir jatuh.
" Tolong..." teriak Anna membuat kaget semua orang dan bersembunyi di belakang Jennie membuat Jennie kaget, bingung bercampur aduk dengan Anna memegang-megang bajunya dan Athar membuang napasnya kasar dengan napasnya sesak dan sudah di bayangkannya penampilannya yang hancur dan merapikan sekilas jasnya lalu keluar dari lift.
" Dia, dia ingin memperkosaku," teriak Anna menunjuk Athar membuat semua orang kaget yang mendengar pernyataan Anna dan Athar hanya membuang kasar napasnya dengan memegang kepalanya yang berat karena ulah Anna yang masih saja menuduhnya di depan semua orang menyebar fitnah yang menjatuhkan nama baiknya.
" Lihat aku, aku hampair di perkosa olehnya," ucap Anna menunjukkan dirinya. Dia memang terlihat berantakan. Bahkan Anna sengaja lebih memberantakkan rambutnya. Seakan terlihat seperti wanita yang sangat menyedihkan
" Tutup mulutmu," geram Athar kehabisan kesabaran.
Athar melihat semua orang yang menatapnya aneh, seakan percaya dengan omongan Annaa.
" Apa bos Athar ingin memperkosa Anna," batin Lisa menatap bosnya itu heran.
" Apa yang di katakan Anna. Athar ingin memperkosanya, kenapa dia mengada-ada. Mana mungkin Athar melakukan itu," batin Aurelia yang pasti tidak percaya.
" Aku tidak menyangka, seleranya hanya sebatas karyawan rendahan," batin Gibran melihat Athar dengan senyum mengejek.
" Apa yang kalian lihat, apa kalian pikir aku melakukan itu," sahut Athar kesal mendapat tatapan horor.
" Kau maaih mau mengelak. Heh pria angkuh, Pria bodoh, pria mesum, tidak tau diri, kau jelas-jelas bersalah, kau ingin melecehkan ku, menyentuhku dan mengintip rokku, matamu itu sungguh jelalatan tangan mu itu sangat berani kepadaku. Kau benar-benar pria, angkuh yang memiliki otak cabul," maki Anna mengeluarkan kata-kata idahnya membuat Lisa menelan salavinanya yang mana Anna sungguh berani.
" Kau pikir aku takut kepadamu hah! Kau lihat banyak orang di sini. Mereka akan menjadi saksi di pengadilan, atas perbuatanmu. Kau sudah tertangkap basah. Kau tidak akan bisa mengelak lagi," tegas Anna menunjuk-nunjuk Athar. Athar sudah tidak tau harus berbuat apa lagi. Menghadapi wanita gila yang mempermalukannya.
" Bu Jennie tolong saya. Dia melecehkan ku dari matanya yang mengintip rokku, dari tangannya menyentuhku dan kata-kata yang mengataiku telanjang, dia menyuruhku telanjang, dia ingin memperkosaku Bu Jennie," ucap Anna menambah-nambahi cerita membuat Athar sudah di permalukan habis-habisan di depan semua orang.
Sementara Derry hanya menahan tawanya yang melihat seorang Athar di katain habis-habisan oleh wanita yang sangat berani.
Bersambung
__ADS_1