
Suara ayam berkokok telah terdengar di pedesaaan (D) desa tersebut begitu dingin yang rumah-rumah para warga berada di pesisir pantai. Suara kokokan ayam di subuh itu membuat Athar ternyata langsung terbangun.
Mungkin karena tidur tidak terlalu nyenyak. Jadi mau tidak mau Athar harus cepat bangun dan pasti tulang-tulangnya sudah encok karena tubuhnya yang bagus itu tidak sesuai dengan tempat yang di tidurinya.
Belum ada interaksi yang terjadi di antara tubuhnya dan tempat tidur itu. Jadi tubuh Athar masih terkejut dengan suasana baru itu.
Saat matanya itu terbuka Athar langsung memijat kepalanya dan kakinya terasa berat seperti merasa ketempelan membuat Athar melihat kebawah dan memang benar Athar ketempelan Olive di mana Olive sudah tertidur di pahanya.
" Sejak kapan dia tidur seperti itu," desis Athar yang pagi-pagi sudah mulai darah tinggi karena adiknya itu yang tidur tidak teratur.
Athar dengan penuh kekesalan pun akhirnya mengangkat kepala Olive dari pahanya menggesernya dengan perlahan, setelah itu Athar pun duduk dengan kesulitan. Ya dia begitu susah bangkit seakan masih ada yang menimpanya.
" Kenapa aku sial sekali," batin Athar mengumpat dengan memijat kepalanya dan menahan emosinya.
Athar menoleh kekananya ke arah wanita-wanita itu. Athar sampai melotot melihat para wanita itu yang tidur tidak beraturan Anna yang tidur seakan menguasai dan membiarkan kaki Sana berada di atas perutnya dan tangan Lisa di wajahnya sementara kaki Anna berada di wajah Lisa.
Athar sampai geleng-geleng melihat cara tidur seorang wanita yang tidak berkelas sungguh di luar dugaannya. Athar sampai mendelik yang merasa ngeri dengan pola tidur seperti itu. Dia saja baru di timpa Olive sudah merasa encok dan apa lagi orang-orang yang tertidur seperti tumpukan mayat itu yang sungguh tidak dapat di bayang kan Athar.
Dengan cepat Athar menggoyang-goyangkan kepalanya yang tersadar dengan apa yang dilihatnya. Athar pun berusaha untuk berdiri yang memilih pergi dari ruangan sepetak itu dari pada bertambah gila di tempat itu.
Saat melangkahkan kakinya Athar hampir saja jatuh karena benar Athar kakinya mendadak kebas dan pasti karena ulah Olive yang menimpanya.
" Mimpi apa aku kenapa semua seburuk ini? batin Athar yang tidak habis pikir dengan semua yang di dapatkannya niat memberi Anna pelajaran. Malahan dia yang di kerjain habis-habisan.
__ADS_1
Athar pun memilih pergi untuk meninggalkan wanita-wanita itu yang masih tertidur. Jalan Athar sudah mulai normal. Sehingga bisa melangkah dengan benar.
Athar pun membuka pintu dan melihat di luar sana masih subuh. Athar memilih berjalan keluar untuk menghirup udara segar-segar. Dari pada harus berada di dalam sana yang membuat kepalanya tambah sakit.
***********
Athar berjalan di pinggir pantai. Suasana subuh begitu dingin membuat Athar mengusap-ngusap tangannya untuk mencari kehangatan. Saat berjalan-jalan. Tiba-tiba Athar melihat rumah yang pertama mereka tuju. Rumah yang tidak bisa di buka Anna. Rumah itu sudah terang dengan pintu yang terbuka yang seperti ada orang di dalamnya.
Dengan penasaran Athar pun melangkah menuju rumah itu. Athar yang sudah berdiri di depan pintu melihat kedalam. Yang ternyata ada Bibi Anna yang terlihat membersihkan rumah itu. Athar yang berdiri di depan pintu membuat bibi Anna sadar dan melihat ke arah Athar.
" Nak Athar sudah bangun?" tanya Bibi. Athar mengangguk.
" Apa yang lain juga sudah bangun?" tanya Bibi.
" Hmm mungkin mereka masih lelah. Bagaimana dengan kamu. Apa tidurnya nyaman?" tanya Bibi.
" Iya nyaman," jawab Athar bohong. Lagian mana mungkin di jawab tidak nyaman. Takut wanita paruh baya itu akan tersinggung.
" Syukurlah kalau nyaman," sahut Bibi yang kembali melanjutkan pekerjaannya. Athar yang terlihat penasaran pun memilih untuk masuk dan dan melihat-lihat.
" Rumah siapa ini?" tanya Athar.
" Ini rumah keluarga Anna, bersama ibu dan ayahnya dulu, juga kakaknya," jawab bibi yang melap-lap foto-fotonya yang berada di dingding yang sepertinya foto-foto itu baru di keluarkannya dari kerdus.
__ADS_1
" Siapa tau nanti Anna mau kemari. Jadi harus di bersihkan. Tadi malam sengaja bibi tidak ijinkan Anna kemari. Karena dia nanti marah melihat rumah ini terlihat kosong," ucap bibi memberi penjelasan sedikit.
Athar hanya diam dengan memegang salah satu foto yang di mana Anna, Aurelia yang masih kecil yang bersama ke-2 orang tua lengkapnya.
" Bibi siapanya Anna?" tanya Athar penasaran.
" Saya adik kakak dari mamanya. Saya juga dulu tinggal di Jakarta, saat Anna memilih keluar dari rumah ayahnya saat dia masih sekolah. Anna tinggal bersama saya di rumah susun. Tetapi hanya 2 tahun saja. Setelah lulus SMA saya harus kembali ke kampung. Saya sudah mengajak Anna untuk ikut. Namun dia menolak karena ingin di Jakarta.
" Saya pun memberikan izin. Walau sangat khawatir meninggalkannya sendirian. Tetapi tidak di sangka dia bisa bertahan seperti sekarang ini," jelas bibi yang menceritakan pada Athar yang apa adanya.
" Lalu kemana ibunya?" tanya Athar penasaran. Bibi tersenyum melihat ke arah Athar.
" Tidak tau kemana, dia menghilang di telan bumi dan patah hati anak berusia 10 tahun itu di mulai dari sana. Di mana orang tuanya yang harus berpisah. Ibu yang di sayangi nya pergi meninggalkan Anna. Ayah yang di percayai nya yang di idolakan nya menikah kembali yang seakan tidak mempedulikannya dan kakak yang melindunginya juga meninggalkannya yang mana lama kelamaan Aurelia kakak dari Anna yang merasa nyaman dan merasa enak dengan kehidupan mewah meninggalkan Anna membuat Anna tidak punya siapa-siapa dan memilih untuk melakukan sesuatu, membantah dan terus bertengkar dengan ayahnya yang sengaja membuat ayahnya lelah dan menyerah," jelas bibi dengan rinci dengan dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Itu yang di inginkan Anna dan sekarang dia mampu hidup bertahan tanpa semua orang-orang yang sudah hilang begitu saja dari hidupnya," lanjut bibi.
Eksperesi wajah Athar seolah begitu simpatik dengan Anna. Mendengar cerita itu jelas tidak percaya wajah wanita yang sudah tercatat di otaknya yang hidup sembarangan dan asal-asalan adalah wanita yang hidup penuh luka dan di tutupi dengan tawa. Anna memang sangat pintar bersandiwara, pintar berbohong dan termasuk dirinya yang juga di bohongi. Ya Athar memang sangat paham itu.
" Ya begitulah kehidupan, tidak ada yang semulus dan seindah apapun. Tergantung manusianya bisa atau tidak menjalaninya. Dan Anna wanita yang hebat yang bisa menjalaninya. Bibi hanya berdoa. Kelak ada Pria yang bisa mengobati luka di hatinya yang memberinya kebahagian yang tulus kepadanya dan pasti yang mencintainya," ucap Bibi dengan penuh harapan.
Athar hanya mendengarkan saja cerita wanita itu, mendengarkan harapannya dan lain sebagainya tanpa berkomentar apapun.
Bersambung
__ADS_1