Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 168 Gagal lagi.


__ADS_3

Pagi hari sudah kembali tiba, Athar sedang menunggu Anna yang berganti pakaian dengan pakaiannya yang tadi malam yang untungnya sudah kering kembali. Dan tidak lama akhirnya Anna selesai mengganti pakainnya dan menghampiri Athar yang sudah menunggunya.


" Sudah selesai," ucap Anna memberikan kemeja yang di pakainya untuk Athar. Athar tersenyum dan mengambil kemeja itu dan langsung memakainya di depan Anna. Anna sepertinya tidak canggung dan tersenyum saja meliaht Athar memakaikan kemeja itu.


Dia juga harus memuji tubuh Athar yang begitu sempurna. Bagai seorang atlet yang sangat profesional. Sangat beruntung matanya bisa melihat keindahan di depannya itu.


" Ada apa?" tanya Athar membuat Anna geleng-geleng dengan cepat.


" Kita sebaiknya segera pergi dari sini!" ucap Athar tergesa-gesa. Namun tiba-tiba Anna malah tertawa.


" Ada apa Anna apa ada yang lucu?" tanya Athar heran melihat Anna menutup mulutnya dengan satu tangannya.


Anna langsung mendekati Athar berdiri tepat di hadapan Athar.


" Jangan terlalu terburu-buru, sampai salah kancing seperti ini," sahut Anna yang mengambil alih untuk memperbaiki kancing kemeja Athar yang tidak beraturan. Anna tidak canggung melakukannya dengan lembut dia membuka kembali kemeja itu dan mengkancing dengan benar.


Athar tersenyum dengan menatap Anna terus menerus yang membuat Anna mendadak begitu gugup yang mendapat tatapan intens dari Athar.


" Jangan melihat ku seperti itu," ucap Anna dengan menunduk malu.


Athar tersenyum dengan membelai rambut Anna, menyelipkan anak rambut itu kebelakang telinga Anna dan mencium lembut kening Anna. Dan Anna tidak menolak jika keningnya di cium lagi.


Hhhhh, bucinnya Athar tidak di tunda-tunda dan Anna tangen mendapat perlakuan manis itu hanya diam dengan debaran yang ada di dalam sana. Walau Athar tidak mengungkap cinta. Tetapi perlakukan itu sudah menjelaskan semuanya.


" Sudah selesai," ucap Anna mengangkat kepalanya.


" Terima kasih," sahut Athar Anna menganggu. Athar meraih jasnya memegang tangan Anna menggenggam erat.


" Kita pergi!" ucap Athar Anna mengangguk dengan tersenyum lebar yang pergi dari tempat itu. Sudah cukup satu malam mereka menghabiskan waktu bersamaan dan sekarang harus kembali.


*************


Setelah melakukan perjalanan akhirnya Anna dan Athar sudah sampai di mana mobil Athar yang kemarin di tinggalnya malam. Dan ternyata saat hari cerah, di tempat di sekitar mobil Athar yang terparkir lumayan rame dengan orang-orang yang mintas dengan berjalan kaki dan juga banyak pedagang yang berjualan di sana


" Bannya bocor, kita akan tunggu Jennie, sebentar," ucap Athar. Yang memperlihatkan ban yang kempes itu.


" Hmmm, baiklah," sahut Anna.


" Aku bersyukur dengan bocornya ban ini tiba-tiba," ucap Athar.

__ADS_1


" Kok gitu?" tanya Anna heran.


" Karena dengan musibah itu aku melihatmu di sana!" tunjuk Athar pada rek kereta api di mana tadi malam Anna terikat di sana.


" Lalu bagaimana caranya kamu turun?" tanya Anna. Kalau mutar bukannya itu sangat jauh?" tanya Anna lagi.


" Aku turun dari sini, seperti Spiderman," ucap Athar.


" Sungguh?" tanya Anna yang tidak percaya. Athar mengangguk. Membuat Anna tertawa kecil.


" Kau tidak percaya?" tanya Athar. Anna menggeleng.


" Apa perlu melakukannya lagi?" tanya Athar.


" Jangan!" cegah Anna. " Kamu bisa terluka dan aku tidak mau kamu sampai terluka lagi. Terima kasih sudah berusaha untukku," ucap Anna tersenyum. Athar mengusap-usap pucuk kepala Anna.


" Aku pikir kamu wanita yang tidak bisa berbicara manis. Ternyata aku salah," sahut Athar.


" Memang selama ini kamu menganggapku seperti apa!" tanya Anna.


" Wanita yang tidak pernah serius, aneh, dan sepertinya selalu asal-asalan," ucap Athar.


" Kamu langsung serius, aku bercanda," sahut Anna tertawa membuat Athar mendengus yang kembali tersenyum lebar. Athar mengusap-usap kembali pucuk kepala Anna dan Anna melihat kesekitarnya yang matanya tertuju pada eskrim.


" Kamu bawa uang tidak?" tanya Anna tiba-tiba.


" Untuk apa?" tanya Athar heran.


" Aku pengen makan eskrim," ucap Anna membuat mendengus dengan senyuman.


" Aku ada," sahut Athar yang membuka pintu mobilnya dan terlihat mengambil dompetnya.


" Aku akan membelinya sebentar," ucap Athar yang langsung pergi.


" Hey!" Panggil Anna. Namun Athar tetap lari. " Apa dia tau rasa apa yang aku mau," gumam Anna yang belum sempat mengatakan rasa apa yang di inginkannya.


Anna pun duduk di pinggir jembatan dengan kakinya yang di turunkan kebawah sehingga berayun-ayun. Tenang dia tidak akan jatuh. Karena jembatan itu ada pagarnya dan tidak lama Athar pun kembali dan duduk di samping Anna.


" Ini," ucap Athar memberikan eskrim Wolls rasa coklat yang membuat mata Anna langsung berbinar.

__ADS_1


" Ya ampun kebetulan sekali. Ini rasa kesukaanku," ucap Anna dengan bahagianya dan langsung mengambilnya.


" Ini bukan kebetulan, karena memang aku tau," jawab Athar.


" Oh, iya tau dari mana?" tahya Anna membuka plastik eskirim itu.


" Kau pernah membuang sampah sembarangan saat di kantor dan aku menjadi korbannya," ucap Athar mengingat kejadian yang menyebalkan seumur hidupnya.


" Ya ampun, kesalahanku, langsung di ingat begitu saja," sahut Anna.


" Aku mana mungkin melupakan itu," sahut Athar.


" Aku juga tidak melupakan jika kamu menghukumku seperti anak SD," sahut Anna yang mulai menikmati eskirimnya.


" Kamu marah saat itu?" tanya Athar. Anna mengangguk.


" Aku bahkan menyumpahimu saking aku kesalnya dengan bos sepertinya," ucap Anna jujur apa adanya.


" Aku tau itu," sahut Athar dengan terus melihat Anna yang menikmati eskirim itu. Melihat Athar yang melihatnya membuat Anna menyodorkan apa yang di nikmatinya.


" Coba sedikit, ini sangat enak," ucap Anna. Athar mengangguk dan langsung mencobanya.


" Enak?" tanya Anna.


Athar mengangguk lagi dan kembali menikmati apa eskrim itu. Athar meliaht ada bekas cokla di ujung bibir Anna membuat Athar mendekatkan wajahnya dengan jempolnya mengusap ujung bibir Anna membuat Anna melihat Athar dan mata ke-2nya kembali saling bertemu.


Athar mengusap-usap lembut bibir Anna dan semakin mendekatkan wajahnya yang tujuan Athar ingin menempelkan bibirnya pada Anna.


" Athar!" Hampir jadi. Kalau saja Jennie tidak datang di saat yang tidak tepat membuat Athar dan Anna tersentak dan Athar jadi salah tingkah dengan melihat kebelakang yang sudah ada Jennie.


" Maaf aku mengganggu," ucap Jennie merasa bersala.


" Tidak kok, tidak ada yang di ganggu," sahut Anna langsung berdiri dan di susul Athar. Anna seketika menjadi gugup.


" Baguslah kau datang tepat waktu," sahut Athar. Padahal itu bukan tepat waktu untuk Athar.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu, ayo masuk mobil," ucap Jennie. Athar mengangguk.


" Ayo Anna!" ajak Athar. Anna mengangguk dan menyusul Athar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2