Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 348.


__ADS_3

"Apa kabar Derry?" tanya Chandra.


"Baik Om, om sendiri bagaimana?" tanya Derry.


"Om juga baik-baik saja. Sangat baik malahan," sahut Chandra.


"Anna kamu sendiri bagaimana. Apa sudah baikan?" tanya Derry.


"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja," sahut Anna tersenyum lebar.


"Syukurlah kalau begitu memang ini Anna yang aku kenal," ucap Derry.


"Kamu bisa aja Derry," sahut Anna.


"Kalau begitu Ayo Derry masuk. Kita sarapan bersama, kamu belum sarapan kan," sahut Chandra yang langsung menawarkan untuk sarapan.


"Kebetulan belum Om," jawab Derry apa adanya.


"Ya sudah ayo kita masuk!" ajak Chandra.


"Baik Om. Oh iya kebetulan saya juga bawa pisang susu coklat kesukaan Om," sahut Derry menunjukkan paper bag yang di bawanya.


"Kamu ini selalu saja perhatian. Om jadi tidak enak merepotkan kamu, ini pasti enak sekali untuk sarapan," sahut Chandra menepuk bahu Derry.


"Tidak merepotkan Om sama sekali," sahut Derry tersenyum.


"Kalau begitu Derry lain kali bawa yang banyak," seloroh Anna.


"Pasti akan di bawa asalkan di habiskan," sahut Derry.


"Ya sudah ayo kita masuk! kita nikmati sarapannya bersama-sama," ajak Chandra. Derry mengangguk dan ikut masuk bersama Anna dan Chandra.


Aurelia berada di meja makan yang menata makanan. Aurelia belum tau jika Derry datang. Karena saat menyuruh Anna Ndan Chandra makan. Aurelia kembali ke dapur.


"Ayo pah makan!" ajak Aurelia melihat kearah Chandra dan Anna. Namun Aurelia terkejut dengan kedatangan Derry yang ikut bersama mereka dan Derry sendiri juga kaget dan bertanya-tanya kenapa Aurelia ada di sana. Ya seharusnya tidak perlu di tanyakan. Karena itu rumah Chandra dan Aurelia anak Chandra. Wajar jika ada di sana.


Derry dan Aurelia masih saling melihat dengan pemikiran mereka masing-masing. Anna tersenyum melihat pemandangan itu. Ya dia sangat yakin. Ada secercah harapan untuk keduanya bisa bersama. Sangat jelas di mata Derry. Walau sangat marah pada Aurelia. Namun masih ada perasaan dan Aurelia sendiri sudah terlihat benih penyesalan yang berubah menjadi benih cinta.


"Derry kenapa ada di sini," batin Aurelia yang masih bertatap mata dengan Derry.

__ADS_1


"Aurelie, keadaannya sudah jauh lebih baik sepertinya. Dia terlihat lebih fresh," batin Derry yang kembali melihat aura positif dari Aurelia.


"Ayo kita duduk!" sahut Chandra yang membuyarkan ketegangan dan saling tatap antara Derry dan Aurelia.


"Iya Om," sahut Derry dengan sedikit canggung, begitu juga dengan Aurelia dan Aurelia juga sangat gugup yang tidak tau mau berbuat seperti apa. Apakah harus menyapa Derry atau bagaimana.


Mereka akhirnya mengambil tempat duduk masing-masing yang aurelia dan Derry bersebelahan di meja bulat itu.


"Aurelia kamu pindahkan ke piring makanan yang di bawa Derry! ini pisang coklat susu kesukaan papa. Kamu juga menyukainya bukan," titah Chandra.


"Hmmm, iya pah," sahut Aurelia.


"Kalau begitu ayo cepat pindahlah," ucap Chandra.


"Baik pah," sahut Aurelia yang langsung melakukan apa yang di katakan papanya


"Derry ayo kita nikmati sarapan apa adanya. Ini Aurelia yang memasak," ucap Chandra.


"Kak Aurelia sekarang pintar memasak. Kamu harus coba Derry masakan kak Aurelia. Jangan-jangan ini pertama kali kamu mencoba masakan kak Aurelia," sahut Anna.


"Baik Anna, aku akan mencobanya," sahut Derry yang sedikit sungkan. Sama dengan Aurelia dengan adanya Derry dia tidak luas berbicara dan bahkan tidak bicara. Namun hanya berusaha tenang.


"Makasih Aurelia! papa makan ini saja ya untuk sarapannya. Soalnya ini sangat enak. Kamu kan tau sendiri Aurelia ini kesukaan papa. Jadi jangan marah. Kalau nasi goreng special kamu tidak papa makan," ucap Chandra.


"Tidak apa-apa pah," sahut Aurelia.


"Jadi yang memakannya Derry, sama saja," sahut Anna yang selalu membuat suasana untuk mendekatkan Derry dan Aurelia.


"Kalau begitu ayo Aurelia kamu buatkan kepiring Derry," sahut Chandra.


"Tidak usah Om saya bisa sendiri," sahut Derry yang tidak mau repot-repot.


"Tidak apa-apa Derry kamu ini tamu," sahut Chandra, "Aurelia ayo buat kepiring Derry!" Chandra masih tetap menyuruh Aurelia dan Aurelia pun dengan gugup langsung mengisi piring Derry dengan nasi goreng buatannya.


"Sudah cukup jangan banyak-banyak!" ucap Derry. Aurelia mengangguk.


"Yakin Derry tidak mau banyak. Nanti kamu ketagihan loh," sahut Anna yang terus menggoda.


"Ini sudah cukup Anna, nanti kalau kurang di tambah lagi," sahut Derry.

__ADS_1


"Baiklah! mari kita sarapan," sahut Chandra yang lainnya mengangguk dan sarapan bersama.


"Aurelia Anna, Derry ini sering sekali kemari. Bisa di katakan Derry banyak menemani papa di sini. Kalian pasti tidak tau kan," ucap Chandra.


"Benar kah pah, Pantesen papa sangat senang saat Derry datang ternyata papa dan Derry sudah soib," sahut Anna.


"Kamu itu bisa aja Anna," sahut Derry.


"Mari kita sarapan lagi, jangan mengobrol terus," sahut Chandra.


"Papa yang memulai obrolan," sahut Anna.


"Iya deh," sahut Chandra yang tertawa-tawa.


Namun tiba-tiba Anna menoleh kesampingnya dan melihat Athar duduk di sampingnya yang tersenyum padanya yang sarapan bersama dengannya. Namun tiba-tiba halusinasi itu langsung hilang. Anna hanya mengkhayal karena terus kepikiran dengan Athar.


"Dulu kamu sering kemari Athar. Sekarang semuanya berubah. Bahkan tidak ada tempat lagi. Kamu memilih jalanmu dan meninggalkan kenangan kita. Kamu benar-benar berubah. Dulu aku adalah orang yang no satu dalam hidupmu. Kau selalu bersamaku. Namun sekarang semua berbeda kau sudah pergi dan sangat jauh dari ku," batin Anna yang jadi sedih ketika mengingat Athar.


Jika kerumah Chandra. Athar tidak pernah absen. Namun kali ini harus terbiasa tanpa adanya Athar. Anna harus benar-benar memulai hidup barunya tanpa seorang Athar yang biasanya selalu menemaninya.


"Anna kamu baik-baik saja?" tanya Chandra yang melihat Anna bengong.


"Oh iya pah, baik-baik aja kok," sahut Anna dengan tersenyum yang padahal dia baru saja mengkhayal.


"Jangan banyak pikiran Anna," ucap Derry memberikan semangat pada Anna.


"Makasih Derry," sahut Anna.


"Aku tidak tau sampai kapan Derry akan ketus kepadaku. Dia tidak seperti dulu lagi yang terus menyapaku dan apa-apa hanya untukku ya semua ini kesalahan ku. Aku telah menyia-nyiakan perasaan Derry," batin Aurelia.


"Aurelie sekarang gantian kamu yang malah bengong!" tegur Chandra.


"Tidak kok pah," sahut Aurelia mengelak.


"Kita sedang sarapan. Jadi fokus pikiran kalian untuk sarapan. Iya kan Derry," sahut Chandra.


"Iya Om," sahut Derry tersenyum.


"Ayo sarapan lagi," sahut Chandra yang lainnya mengangguk dan mereka sarapan bersama kembali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2