
Anna sudah sampai di Perusahaan yang pasti Anna tidak telat. Anna memang belakangan ini tidak pernah telat. Memang dia sangat rajin sampai tidak pernah telat. Dia juga tidak mau mencari gara-gara dengan Athar yang pasti jika dia membuat kesalahan sekali lagi. Athar mungkin akan mengakhiri hidupnya. Jadi Anna harus jauh lebih berhati-hati lagi.
Saat memasuki Perusahaan terlihat orang-orang sedang mengerumuni mading yang pasti ada pengumuman penting di Mading itu telah keluar makanya banyak perkumpulan di sana.
" Apaan sih mereka pagi-pagi sudah heboh banget," batin Anna yang hanya berdiri di belakang orang-orang yang mengerumuni Mading tersebut.
Momo terlihat membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Anna yang di belakangnya.
" Anna!" Teriak Momo yang membuat Anna tersentak kaget.
" Momo, ada apa sih?" tanya Anna heran yang kaget mendengar Momo meneriakinya bahkan dengan kuat memegang tangannya yang membuatnya heran.
" Anna selamat," ucap Momo dengan wajahnya yang ceria yang penuh semangat.
" Selamat apaan," sahut Anna heran.
" Kamu harus tau desain kamu masuk 20 besar," ucap Momo dengan bahagianya membuat Anna kaget dan sekarang matanya sama-sama melotot seperti Momo.
" Apa kamu bilang?" tanya Anna merasa berhenti bernapas. Jika memang apa yang di katakan Momo tidak membuatnya salah dengar.
" Desain kamu. Desain kamu terpilih menjadi 20 besar. Dan itu artinya kamu mengikuti babak selanjutnya," ucap Momo menjelaskan.
" Apa kamu bilang," sahut Anna yang masih tidak percaya dan terus bertanya.
" Iya Anna, kamu masuk dalam 20 besar. Ayo kita lihat. Kalau kamu tidak percaya," sahut Momo yang menarik tangan Anna melihat ke mading. Anna pun berada di depan mading dan melihat urutan namanya dan bahkan namanya yang menjadi urutan pertama dengan nilai tertinggi.
Mulutnya menganga yang tidak percaya. jika memang pada kenyataannya. Namanya ada di salah satu para peserta lainnya.
" Ini serius?" tanya Anna tidak percaya mengucek-ngucek matanya. Siapa tau dia hanya salah lihat.
__ADS_1
" Ini serius Anna," sahut Momo.
" Oh, my God. Aku tidak percaya jika ini benar-benar sungguhan," sahut Anna yang sekarang bersorak bahagia. Dia lebih parah dari pada Momo Anna bahkan melompat-lompat tidak menentu.
Karena desainnya masuk 20 besar padahal. Anna orang yang paling malas dalam mengikuti pertandingan di Perusahaan itu. Tapi tau-tau dia sudah menang.
**********
Aurelia sampai di Perusahaan. Aurelia langsung melihat mading. Walau begitu percaya diri dia akan masuk ke tahap selanjutnya. Tetapi tetap saja dia harus melihat hasilnya untuk memastikannya.
Aurelia menyunggingkan senyumnya saat melihat namanya yang terpampang dengan jelas di mading.
" Aku bilang juga apa. Desainku akan masuk babak selanjutnya," batin Aurelia dengan penuh kebahagian yang melihat desainya mengikuti babak selanjutnya.
Aurelia pun melihat kembali papan pengumuman itu. Aurelia ingin mengetahui siapa lagi yang menang. Mata Aurelia seketika melotot saat melihat nama Anna terpampang di Mading.
" Anna," lirih Aurelie.
" Jadi Anna juga terpilih. Bukannya dia baru lulus kuliah dan bagaimana mungkin Anna bisa mendesain dengan bagus sehingga masih ketahap 20. Bahkan nilainya menjadi yang tertinggi. Dia juga baru di Perusahan ini," batin Aurelia yang meremehkan kemampuan Anna. Padahal Anna jauh lebih unggul di bandingkan dirinya.
" Tidak. Walaupun Anna masuk dalam tahap 20. Tapi jelas tidak mungkin Anna akan mengalahkan ku. Pasti itu hanya keberuntungannya saja. Aku tidak boleh kehilangan fokus. Walau Anna menjadi saingan ku. Aku pasti akan tetap menang. Sedangkan bersaing dengan orang-orang hebat saja. Aku tidak takut. Apa lagi dengan dia. Dia yang jelas bukan tandinganku," batin Aurelia yang terlihat sangat percaya diri.
**********
Setelah di tentukan siapa saja yang mengikuti tahap 20 besar. Karyawan pun di kumpulkan di salah satu ruangan yang besar. Ruangan itu hanya memetak kosong dengan keluasan yang besar.
Athar, Jennie dan Lisa berdiri di depan 19 orang karyawan yang memasuki babak selanjutnya. Maklumlah Aurelia tidak ada di sana. karena merasa beda dari yang lain. Jadi tidak mau ikut-ikutan mendengarkan arahan dari Athar yang sebagai pimpinan di perusahan itu.
19 orang itu menundukkan kepala. Termasuk Anna yang pasti menunduk. Mana berani Anna mengangkat kepalanya orang ada Athar di sana yang mana Athar bisa menerkamnya langsung.
__ADS_1
" Angkat kepala kalian!" titah Athar. Merekapun langsung mengangkat kepalanya dan menatap lurus kedepan.
" Silahkan Jennie sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan," ucap Athar.
" Baiklah," sahut Jennie menundukkan kepalanya.
" Semua yang ada di sini adalah yang terbaik di antara yang baik. Kalian ada di sini yang pasti sudah berdasarkan keputusan para direksi di Perusahan ini dan terpilihlah kalian. Banyak tahap yang kami lakukan dan terakhirnya menyaring kalian menjadi 20 orang yang artinya kalian akan mengikuti tahap selanjutnya. Yang mana dalam tahap itu kalian semua di berikan kesempatan untuk membuat desain yang kalian ukir di selembar kertas menjadi ukiran yang jadi indah!" Jelas Jennie.
" Karena desain yang nantinya terpilih yang akan menjadi produk terbaru dari perusahaan Glossi. Jadi untuk kalian semua yang mendapat kesempatan ini jangan sia-siakan bekerja lebih keras. Agar apa yang kalian usahakan yang akan di produksi di Perusahan ini dan untuk itu kalian juga akan mendapat bimbingan dan masukan mengenai bahan dan perintilan- parintilan lainnya yang berhubungan dengan apa yang kalian buat,"
" Jadi kalian jangan stress dan tenang lah dalam pengerjaannya karena kami semua akan memberikan dukungan penuh untuk kalian yang sedang berjuang!" Jelas Jennie dengan tatanan bahasa yang jelas dan mudah mengerti.
Orang-orang yang mendengarnya mengangguk-angguk mendengarkan apa kata Jennie.
" Baiklah untuk selanjutnya Lisa akan menyampaikan selebihnya," sahut Jennie yang memerintahkan Lisa.
" Terima kasih Bu Jennie untuk kesempatannya," sahut Lisa basa-basi. namun Athar langsung melihat Lisa dan menatapnya horor dan Lisa pun langsung memasang mode serius.
" Baiklah, saya akan sambung apa kata Bu Jennie, Ehhmm kalian semuanya nanti akan ikut saya untuk pemilahan bahan pada desain-desain yang kalian akan buat. Kalian silahkan tanya apapun kepada saya. Ada yang di butuhkan yang mungkin tidak ada di Perusahan. Jadi kalian bisa menanyakan nanti," jelas Lisa.
" Dan satu lagi," sahut Lisa yang masih belum selesai, " Karena kalian terpilih, jadi kalian semua akan di berikan fasilitas," sahut Lisa. Anna mendengarnya kaget dengan matanya yang melotot. Jiwa semangatnya sudah bertambah.
" Apah, fasilitas apa itu kira-kira. Apa itu rumah, mobil atau rekening tabungan," batin Anna yang sudah menebak-nebak dengan khayalannya yang tinggi.
" Dalam pembuatan karya seni kalian akan di fokuskan dalam pekerjaan desain kalian dan dengan itu kalian tidak perlu bekerja di kursi masing-masing. Yang artinya untuk kalian satu persatu alam di berikan ruangan tersendiri untuk pembuatan desain kalian sampai akhirnya terpilih siapa yang menang," lanjut Lisa.
" Hanya itu saja. Di kirain apa," batin Anna yang kembali tidak semangat.
Anna dan yang lainnya hanya mendengarkan ocehan Lisa yang panjang lebar. Sampai mereka bosan. Padahal kata-katanya di ulang-ulang. Lisa memang orangnya sangat ribet.
__ADS_1
Bersambung.