Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 334


__ADS_3

"Anak itu kenapa sih?" tanya Maya yang begitu kesalnya melihat Aurelia.


"Sudahlah mah biarkan saja. Kak Aurelia mungkin masih emosi," sahut Anna yang malas untuk membahas Aurelia. Karena sejak tadi Aurelia memang tidak bisa di kasih tau dan sangat menyebalkan.


"Kamu tidak apa-apa kan Anna?" tanya Maya.


"Anna tidak apa-apa mah. Kita jangan membahas kak Aurelia lagi. Biarkan saja dia seperti itu, biarkan dia memenangkan dirinya dulu," ucap Anna.


"Iya mama juga berharap anak itu benar-benar bisa berubah dan kejadian ini tidak terulang lagi. Bisa-bisanya dia seperti itu hanya karena masalah Pria," ucap Maya dengan memijat kepalanya yang terasa berat. Gara-gara Aurelia yang mencari masalah saja kerjanya.


"Kak Aurelia kenapa jadi salah paham denganku. Dia bahkan marah padaku dan merasa aku yang bersalah. Bahkan dia juga mengungkit masalah Athar dan juga hubunganku. Aku bahkan melihat kak Aurelia yang dulu," batin Anna yang sebenarnya sangat kepikiran dengan Aurelia dan juga sifatnya dan bahkan Maya menegurnya dan Aurelia malah bertambah marah dan bukannya merasa bersalah.


Dan sekarang Aurelia yang memasuki kamarnya yang duduk di pinggir ranjang dan memukul ranjang dengan kuat.


"Keterlaluan!" umpatnya dengan penuh kekesalan, "aku jelas-jelas tidak sengaja menampar Anna. Tetapi masalah di besar-besarkan dan mama malah memarahiku. Tidak ada satupun yang peduli kepadaku. Mereka lebih memilih Jennie di bandingkan aku. Aku tidak mungkin kalah saing dengan wanita itu tidak akan sama sekali," batin Aurelia dengan tangannya yang terkepal yang membuktikan jika dia memang tidak akan menyerah.


Aurelia tidak peduli siapa yang menghalanginya. Dia sangat terobsesi dengan Mahendra dan tidak akan merelakan Mahendra dengan siapapun. Padahal Aurelia sudah jelas-jelas melihat Mahendra bersama Jennie yang bermesraan. Namun Aurelia tidak peduli.


Aurelia sangat yakin dengan Mahendra yang akan menyukainya dan dia akan menang. Anna atau siapapun tidak akan bisa menghalanginya terutama dengan mamanya yang pasti tidak setuju dengan Aurelia.


**********


Mentari pagi kembali tiba. Aurelia menuruni anak tangga dan di meja makan sudah ada Maya dan Anna yang sarapan bersama.


"Kak sarapan!" ajak Anna.


"Aku sudah telat," jawab Aurelia begitu ketusnya dan langsung pergi membuat Anna menghela napas yang melihat ke arah mamanya.


"Sudah biarkan saja. Kamu jangan memikirkannya. Ayo sarapan lagi," sahut Maya. Anna mengangguk dengan wajah lesunya.


"Athar akan menjemput kamu?" tanya Maya.


"Iya mah," jawab Anna.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu cepat sarapan. Jangan biarkan Athar menunggu," ucap Maya.


"Iya mah," jawab Anna yang kembali melanjutkan sarapannya. Walau suasana hatinya sedang tidak baik.


"Jika seperti ini terus kasian juga dengan hubungan Bu Jennie dan Mahendra. Aku tidak tau bagaimana selanjutnya," batin Anna yang tidak bisa jika tidak kepikiran.


"Anna!" tegur Maya yang melihat Anna masih saja bengong.


"Iya mah," sahut Anna.


"Ada apa lagi. Kamu masih memikirkan kakak kamu?" tebak Maya. Anna menganggukkan kepalanya.


"Mama sudah mengatakan jangan memikirkannya. Aurelia sudah dewasa dan dia tau mana yang benar dan juga yang salah," ucap Maya.


"Tapi mah, aku jadi kasihan dengan Bu Jennie," sahut Anna.


"Mama akan bicara dengan Mahendra dan menyuruhnya untuk tegas. Agar masalah ini tidak berlarut-larut. Jika seperti ini terus Aurelia akan merajalela," ucap Maya yang harus turun tangan dengan tindakan Aurelia yang memang sangat keterlaluan.


"Sudah jangan memikirkannya lagi. Ayo kamu cepat makan!" titah Maya. Anna mengangguk dan langsung melanjutkan sarapannya.


*********


"Aku harus menyelesaikan masalahku dengan Jennie. Aku tidak bisa membuat hubungan kami seperti ini terus hanya karena salah paham terus dengan Jennie," batin Mahendra yang terus memikirkan Jennie. Karena sampai detik ini Jennie tidak mau bicara pada Mahendra dan terus saja menghindar.


"Aku harus mendapatkan Mahendra. Aku tidak akan membiarkan Mahendra bersama Aurelia. Aku harus bergerak cepat," batin Aurelia yang juga punya pemikiran sendiri.


" Mahenndra!" tegur Aurelia.


"Iya," sahut Mahendra dengan suara beratnya.


"Kita hari ini ke Bali," ucap Aurelia membuat Mahendra heran dengan mengkerutkan dahinya.


"ke Bali ! untuk?" tanya Mahendra heran.

__ADS_1


"Ada yang harus di urus," jawab Aurelia.


"Kenapa tiba-tiba dan setau saya tidak ada acara untuk ke Bali?" tanya Mahendra yang benar-benar bingung.


"Tiba-tiba saja ada dan sudahlah kamu jangan banyak bertanya. Sekarang kita ke Bandara. Aku sudah membeli tiket dan kita pergi sekarang," ucap Aurelia yang menegaskan yang ternyata sudah menyiapkan semuanya.


"Tetapi nona Aurelia. Mana mungkin kita ke Bali. Saya juga tidak ada persiapan dan untuk apa juga Nona tidak mengatakannya," sahut Mahendra merasa sangat aneh dengan Aurelia yang mengajaknya tiba-tiba.


"Aku sudah mengatakan jangan banyak bertanya. Apa kamu tidak bisa mendengar apa yang aku katakan hah! Kamu dengar Mahendra aku ini atasan kamu dan kamu ikut saja. Kita ke Bali pasti ada urusan pekerjaan bukan urusan yang lain," tegas Aurelia dengan penuh penekanan dan Mahendra hanya menghela napas yang tidak bisa membantah kata-kata Aurelia.


Padahal Mahendra harus menyelesaikan permasalahannya dengan Jennie yang masih menggantung dan di tambah dengan Aurelia yang mengajaknya pergi ke Bali yang sangat membuat Mahendra bingung yang katanya akan menemani Aurelia menemui klien dan biasanya kalau ada urusan perjalanan ke Luar kota. Biasanya ada urusan dari kantor dulu dan tidak seperti ini kejadiannya.


********


Maya hari ini ikut ke Perusahaan untuk mengecek Perusahaan yang sudah lama di tinggalkannya.


"Di mana Aurelia?" tanya Maya pada salah satu karyawan yang berpapasan dengannya.


"Bu Aurelia belum datang," jawab karyawan itu.


"Belum datang. Bukannya dia dari tadi sudah pergi," ucap Maya dengan penuh kebingungan.


Anna yang kebetulan lewat melihat mamanya yang kebingungan dan Anna langsung menghampiri mamanya.


"Ada apa mah?" tanya Anna.


"Dia bilang Aurelia belum datang. Padahal jelas Aurelia sudah berangkat sejam yang lalu bersama Mahendra," sahut Maya dengan heran.


"Benar tadi kan kak Aurelia sudah pergi," sahut Anna yang juga tadi mengetahui hal itu.


"Coba kamu cari tau di mana Aurelia sekarang dan juga Mahendra!" titah Maya pada wanita itu.


"Baik Bu," sahut wanita itu yang langsung mengecek beberapa hal penting yang mungkin tentang keberadaan Aurelia dan Mahendra. Anna dan Maya tiba-tiba saja merasa khawatir yang memang mereka tidak biasanya seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak. Ada apa ini sebenarnya," batin Anna yang merasa ada yang tidak beras dengan kakaknya itu.


Bersambung


__ADS_2