
Kesialan harus di lewati Anna, Olive, Lisa dan Sana. Niat bersenang-senang dan malah menjadi diam kikuk di dalam mobil yang sudah yang sudah berjalan dan Athar yang mengendarainya yang membawa 4 wanita cantik.
Anna memang memberikan lokasi tujuan pada Athar. Tetapi tidak tau apa itu lokasi benar-benar atau hanya Anna tiba-tiba mendapat ide. Athar hanya mengikuti saja. Walau dia harus menahan kekesalan yang benar-benar di permainkan karyawannya itu.
" Ting" ponsel Anna tiba-tiba berbunyi pesan. Anna melihat handphonenya dan ternyata grup mereka.
..." Maaf bestie ini semua salahku, aku tidak tau kalau semua ini akan terjadi " Lisa....
..." Kok bisa tiba-tiba kak Athar yang jemput kita Jangan bilang kak Athar tau juga kalau kita bohongi dia ?" Olive....
..." Lisa dia tidak tau kan? Anna...
..." Memang bos Athar tau 😂" Lisa....
..." Kenapa Ni😓?" Anna...
..." Kalian bicara apa sih. Athar itu siapa, dan kenapa kalian malah sibuk sendiri?" Sana....
..." Nanti saja di jelaskan Sana tidak ada waktu," Anna....
..." Lisa, apa yang terjadi sebenarnya.?" Anna....
..." Aku juga tidak tau, tiba-tiba pagi-pagi saat aku mau berangkat bos Athar menemuiku dia menceceraku dengan banyak pertanyaan. Menekanku dan sampai akhirnya aku mengatakan jika kita pergi ber-4😂," Lisa....
..." Kamu mengatakan yang sebenarnya juga kalau kita sebenarnya mau liburan?" Anna...
..." Tidak semuanya aku hanya mengatakan memang kita pergi. Tapi tidak untuk liburan, aku masih merahasiakan hal penting itu?" Lisa....
..." Ahhhhh, syukurlah kalau begitu hampir saja. Jika tidak semuanya benar-benar akan berantakan," Anna...
..." Lalu bagaimana Anna. Bagaimana kalau kak Athar tau kita itu benar-benar ingin liburan kan kamu hanya alasan saja mencari bahannya. Bukannya kamu bilang di Jakarta juga ada. Bukannya nasib kamu sama kak Lisa yang menjadi taruhannya " Olive....
..." Benar Anna, aku bisa benar-benar mati di bunuh bos Athar. Tolong Anna. Kamu juga harus selamatkan aku. Pikirkan bagaimana caranya" Lisa....
..." Sudah kalian tenang aja. Kalian itu nggak usah khawatir. Aku akan membuatnya menyerah sendiri, dia tidak akan betah bersama kita percayalah. Rencana kita akan berjalan dengan lancar dan dia juga tidak akan tau," Anna....
..." Kamu yakin!" Lisa....
Athar melirik ke arah Anna dan melihat Anna sibuk bermain handphone dengan ekspresi wajah Anna yang seperti menggibah.
__ADS_1
" Letakkan hp mu!" titah Athar.
" Kenapa?" sahut Anna heran
" Aku bilang letakkan! jangan menceritai ku di belakangku," tegas Athar.
" Ishhhh, apa-apaan sih, siapa yang menceritaimu. Jangan kepedean, sudah menyetir aja," sahut Anna kesal yang kembali fokus pada handphonenya.
Athar yang kelihatan kesal langsung menarik hanphonenya Anna dari tangan Anna.
" Athar kau ini!" geram Anna yang berusaha mengambil. Namun Athar menjauhkannya.
" Jangan menceritaiku di belakang, jika aku menyuruhmu membuka handphonemu. Aku benar-benar tidak akan mengampunimu," ucap Athar dengan tegas. Sementara yang lainnya di belakang mulai panik.
" Kak Athar kenapa harus mengambil ponsel Anna," sahut Olive.
" Diam kamu. Kamu juga sudah mulai entah seperti apa," sahut Athar.
" Apaan sih, memang aku kenapa," sahut Olive dengan mulutnya yang mengkerut.
" Jangan bermain handphone diam di situ!" tegas Athar pada Anna.
" Siapa kau mengatur-atur. Kau juga tidak perlu mengambil handphonenya ku, kembalikan padaku!" geram Anna yang mengarahkan tangannya yang meminta handphonenya.
" Athar kau benar-benar!" geram Anna berusaha mengambil handphonenya. Namun Athar menyimpannya memasukkannya ke dalam laci mobilnya sehingga Anna sudah tidak bisa apa-apa lagi.
" Athar kau sungguh!" Geram Anna.
" Diam!" bentak Athar.
" Argggghhh," geram Anna yang ingin mencengkram Athar dengan tangannya yang begitu kesal dengan Athar yang benar-benar sangat memuakkan sampai merapatkan giginya.
" Awas kau," ucap Anna kesal.
" Anna berani benget sih sama bos Athar," batin Lisa yang sedari tadi masih diam.
Tanpa bersuara yang sepertinya begitu trauma dengan Athar yang mungkin pasti sebelumnya ada sesuatu yang di katakan Athar kepadanya makanya dia diam mendadak seperti itu.
" Hmmm, untung aja kak Athar tidak melihat chat kami di grup," batin Olive. Sementara Sana masih penuh kebingungan dengan Athar yang tidak di ketahuinya siapa itu.
__ADS_1
" Hmmmmm, teman-teman, bosan di dalam mobil terlihat sepi. Bagaimana kalau kita dengerin musik," sahut Anna yang tingkahnya di mulai.
" Boleh itu. Kayaknya seru. kak Athar pasang musik dong," sahut Olive.
" Tidak akan. Aku tidak suka berisik," sahut Athar menegasakan.
" Musik itu tidak berisik. Itu adalah seni," sahut Sana berpendapat dengan sok pintar.
" Seni itu adalah diam, jujur, rapi, disiplin, bukan suka berbohong seperti kalian," sahut Athar menegaskan dengan penuh sindiran.
" Itu bukan seni. Tetapi kau yang terlalu lebay," desis Anna dengan pelan.
" Apa katamu?" tanya Athar.
" Tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa," sahut Anna santai.
" Kau pikir aku tuli," sahut Athar.
" Sedikit," sahut Anna santai.
" Kau benar-benar ya," geram Athar yang harus menahan diri dengan kekesalannya pada Anna.
" Hmmmm, kalau dia musiknya tidak di berikannya. Sudahlah sekarang kita nyanyi sendiri saja. Suara kita jauh lebih indah dari pada suara penyanyi-penyanyi lain,"sahut Anna yang mengambil ide yang tidak mempedulikan Athar yang sudah meledak-ledak.
" Setuju," sahut Olive dan Sana serentak.
Lisa hanya menepuk jidanya pasrah dengan kelakuakn 3 wanita itu. Hanya dia yang waras di sana, yang takut dengan Athar. Olive tidak takut karena kakaknya. Anna sendiri apalagi. Justru dia memang ingin membuat Athar menyinggir. Dan Sana yang tidak mengenal Athar jadi dia ikut-ikutan saja.
" di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang, di sana sena di sini senang, di mana-mana hati ku senang," Meraka mulai berbyanyi-nyayi dengan cerianya dengan tangan kekanan kekiri dan Anna sengaja menguat-nguatkan suaranya bahkan sampai berteriak di telinga Athar.
Arthar harus menahan diri yang berhadapan dengan anak TK di dalam mobil itu. Itu sudah resikonya. Niat ingin membuat Anna jera malah dia yang di ospek di dalam mobil itu.
" Ayo Lisa kamu kenapa diam saja. Kamu harus semangat. Walau ada yang sudah mengganggumu. Anggap saja tidak ada orang yang penting kita senang-senang," sahut Anna penuh sindiran pada Athar.
" Benar kak Lisa, ayo nyanyi," Olive menggerakkan tangan Lisa agar ikut berbyanyi-nyayi.
Lisa pasrah dan hanya mengikut saja. Walau dia tau wajah bosnya itu sudah memerah layaknya seperti monster.
" La-la-la-la-la-la la-la-la-la-la-la La-la-la-la-la-la la-la-la-la-la-la," mereka terus bernyanyi dengan suara ala kadarnya dan pasti Anna pemandu suaranya tanpa dosa yang membuat Athar semakin meledak-ledak.
__ADS_1
Ujian terberat dalam hidup Athar bukan mencari klien yang berpengaruh pada perusahannya. Justru ujian terberat itu adalah menghadapi wanita-wanita yang punya kelainan jiwa di dalam mobilnya.
Bersambung