Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 73 Anna yang sadar


__ADS_3

Setelah melihat Dokter memeriksa Anna dan mengetahui kondisi Anna. Athar kembali kekamarnya dengan membuka kemejanya yang terdapat darah yang keluar dari hidung Anna sebelumnya.


Athar menghentikan pekerjaannya yang mengingat tadi bagaimana saat Anna memegang erat kemejanya yang seolah tidak ingin di lepas Anna. Anna seakan begitu takut.


Wanita yang selama ini sangat berani dan suka asal-asalan berubah menjadi wanita lemah dan ketakutan membuat Athar harus kepikiran dengan Anna. Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan kembali membuka kemejanya.


Dratt Dratttt Dratttt Dratttt.


Ponsel Athar yang di atas meja bergetar. Athar melihat panggilan masuk dari Aurelia. Athar hanya melihat tanpa mengangkatnya dan benar-benar tidak mengangkatnya. Athar langsung menuju kamar mandi mengabaikan panggilan dari Aurelia.


Di mana Aurelia di kamarnya yang begitu gelisah yang terus menghubungi Athar. Athar kenapa kamu tidak mengangkat telponku. Aku harus menjelaskan semuanya sebelum kamu berpikir yang tidak-tidak kepadaku," batin Aurelia yang terus menghubungi Athar.


Namun tetap tidak ada respon sama sekali. Usaha Aurelia sia-sia. Aurelia hanya frustasi sendiri dengan apa yang terjadi. Makan malam yang sudah membicarakan pertunangan itu berantakan.


Aurelia juga begitu cemburu dengan sikap Athar kepada Anna yang menurutnya sangat berlebihan. Rasa khawatir yang Athar tunjukkan dengan jelas membuat hatinya begitu panas. Belum lagi Athar yang menggendong Anna. Seumur hidup hanya Anna yang mampu membuat Aurelia cemburu.


***************


Setalah bersih-bwrsih Athfal ternyata menuju kamar tamu di mana ada Anna di sana. Olive tidak ada di sana yang mungkin sedang pergi sebentar.


Athar berdiri di samping Anna melihat Anna yang terbaring lemah, ke-2 lengan tangan itu masih memerah dan seperti hampir nyaris putus. Untung saja tadi Olive juga sudah mengolesi obat luka pada lengan tangan dan lengan kaki Anna. Mungkin memar itu akan cepat hilang.


Athar hanya berdiri mematung menatap Anna yang sama sekali tidak membuka matanya. Tidak bisa di bedakan Anna sedang tidur atau masih dalam keadaan pingsan.


" Kak Athar!" tegur Olive. Athar membalikkan tubuhnya melihat adiknya memasuki kamar itu.


" Kaka sedang apa?" tanya Olive heran.


" Tidak apa-apa, tadi pintunya terbuka dan kakak mencarimu," jawab Athar bohong.

__ADS_1


" Ohhh, tadi aku kekamar untuk mengambil selimut. Aku mau menemani Anna tidur di sini," jawab Olive, " memang ada apa kakak mencariku?" tanya Olive heran.


" Hmmm, tidak apa-apa, nanti saja. Ya sudah kamu istirahat lah. Kakak juga mau istirahat," ucap Athar dengan dinginnya dan langsung pergi begitu saja.


" Aneh sekali," gumam Olive yang heran dengan kakaknya. Namun Olive tidak peduli. Olive langsung menghampiri Anna dan berbaring di samping Anna dengan selimut yang berbeda dari Anna. Karena Olive tidak ingin mengganggu kenyamanan sahabatnya itu.


" Anna kamu besok cepat bangun ya," ucap Olive dengan harapannya yang banyak.


**********


Pagi hari kembali tiba, Olive sahabatnya tetap setia di dalam kamar Anna, dia duduk di samping Anna dengan menatap nanar wajah sahabatnya. Setelah bangun pagi mandi dan rapi-rapi, Olive memang langsung kekamar Anna untuk mengecek kondisinya dan Anna masih tertidur.


" Hmmm, kenapa dia belum bangun juga. Bukannya Dokter bilang Anna pagi akan bangun. Tapi apa sampai sekarang tidak bangun," batin Olive yang penuh kebingungan dengan Anna yang tak kunjung bangun dari tidurnya.


Olive dengan kerandoman mencoba memegang tangan Anna yang begitu dingin.


" Ya ampun dingin sekali, apa dia mati," ucap Olive panik yang langsung mengecek nadi Anna, tidak hanya itu dia meletakkan jarinya di hidung Anna yang ingin merasakan napas Anna. Tidak hanya itu, Olive juga meletakkan sebelah telinganya di dada Anna untuk mendengarkan detak jantung Anna


Olive mendekatkan wajahnya pada Anna yang mengamati wajah Anna dengan jelas. Di mana jarak mereka hanya 1 cm, Olive mengamati penuh wajah itu entah apa yang di lakukannya. Yang sepertinya ingin merasakan jelas-jelas napas Anna.


Tiba-tiba mata Anna terbuka mendadak dengan ke-2 mata yang membulat sempurna.


" Aaaaaaa," teriak Olive yang langsung menjauh dan sampai terjatuh ke lantai. Karena terkejut dengan Anna yang tiba-tiba membuka matanya.


Teriak Olive yang heboh harus membuat seisi rumah kaget dan buru-buru berlari kekamar di mana ada Olive. Maharani, Athar, Derry berdiri di depan kamar itu dan melihat Olive terduduk di lantai.


" Olive ada apa?" tanya Maharani panik.


" Hantu mah, ada hantu," jawab Olive menujuk ke atas tempat tidur dan Maharani dan yang lainnya heran dengan kata-kata Olive yang bicara masalah mayat hidup.

__ADS_1


" Apa maksud kamu?" tanya Maharani.


" Anna!" sahut Olive.


Anna yang berada di atas tempat tidur memijat kepalanya yang terasa berat dengan napasnya yang masih satu-satu. Dia juga kaget dengan teriakan yang suaranya tidak asing yang membuat kepalanya semakin migren.


" Anna!" lirih Maharani, saat melihat Anna sudah sadar dan Maharani buru-buru mendekati Anna.


" Anna kamu tik apa-apa?" tanya Maharani yang duduk di samping Anna yang membantu Anna untuk duduk. Athar dan Derry pun memasuki kamar, Derry membantu Olive untuk berdiri.


" Kamu ini pagi-pagi sudah bikin heboh," ucpa Derry.


" Hmmm maaf," sahut Olive dengan suara manjanya dan melihat ke arah Anna yang sudah bangun.


Di mana Anna penuh kebingungan dengan kepalanya yang berkeliling melihat tempatnya di mana. Sangat asing baginya.


Anna melihat wanita yang duduk dinsampinya yang pasti di kenalnya, lalu pandangannya juga berpindah pada Olive yang pasti dia tau itu teriakan Olive, karena suara itu begitu bising seperti klakson kereta api.


Anna juga melihat Derry yang dia ketahui sipa dan terlebih lagi dia melihat ke arah Athar yang pasti membuatnya heran kenapa orang-orang yang di kenalnya berkumpul di ruangan itu. Namun seakan dia mengingat jika Athar sepertinya ada di mimpinya.


" Di mana aku?" tanya Anna dengan suara seraknya.


" Anna kamu sudah siuman. Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Maharani. Anna menggelengkan kepalanya yang terasa begitu berat.


" Hmmm, aku tidak apa-apa?" jawab Anna yang masih dengan suara lemasnya. Anna pun kembali Melihat ke arah Athar. Dan Athar mengalihkan pandangannya.


" Aku harus kekantor, aku sudah terlambat," ucap Athar dengan melihat arloji di tangannya.


" Ya sudah kamu hati-hati ya," sahut Maharani

__ADS_1


" Iya mah," jawab Athar yang langsung pergi dari kamar itu. Namun Anna pasti penuh kebingungan kenapa dia ada di sana. Dia tidak tau apa yang terjadi yang tiba-tiba saja sudah ada di sana.


Bersambung


__ADS_2