Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 91 membawanya menatap dalam diam.


__ADS_3

Anna terus duduk di samping Athar melihat terus wajah itu, melap dengan sebentar-sebentar wajah Athar yang masih berkeringat. Dengan mengecek kondisi Athar apa sudah enakan atau tidak.


" Semoga kamu baik-baik saja," ucap Anna yang terus melihat wajah itu, " Argggghhh, aku mengantuk," ucapnya menutup mulutnya dengan tangannya yang menguap panjang. Anna ingin berdiri. Namun tiba-tiba tangannya di pegang oleh Athar yang membuat Anna tidak jadi bergerak.


" Tetap di sini, aku sangat membutuhkanmu," ucap Athar dengan suara seraknya. Athar berbicara dengan mata terpejam yang sepertinya mengigau kembali.


Anna mendadak diam yang tidak bisa melepas tangannya dari Athar yang begitu memegangnya kuat. Dan mau tidak mau Anna tetap kembali duduk. Dan membiarkan tangannya di pegang oleh Athar. Anna seakan tidak bisa melakukan apa-apa.


***********


Malam semakin larut. Athar yang sudah terlihat begitu tenang sedangkan Anna ternyata tertidur kembali di mana Anna duduk di lantai dengan kepalanya yang berada di atas sofa tepat di samping tubuh Athar.


Satu tangan Anna ternyata masih di pegang tangan Athar. Athar tidak melepas tangan itu sama sekali. Dia terus memegang erat seakan tidak ingin melepas tangan Anna.


Tiba-tiba Athar terbangun dari tidurnya. Dengan perlahan matanya terbuka menatap langit-langit di kamarnya. Dia menyadari dirinya masih ada di ruangannya.


Tangan kirinya memegang kepalanya yang terasa masih berat. Namun Athar merasa seperti ada sesuatu di kepalanya.


Saat tangannya yang kanan ingin memastikan apa itu. Tiba-tiba terasa berat tangannya seperti ada yang menggenggamnya. Athar melihat ke bawah melihat Anna yang tertidur dengan tangan Anna yang menggengam erat tangannya.


" Anna!" Lirihnya terlihat begitu terkejut dengan kehadiran Anna yang tiba-tiba ada di sana.


Dengan perlahan Athar melepas genggaman tangan itu. Sepertinya Athar yang memegang tangan Anna. Yang mungkin Athar tidak sadar dengan apa yang di lakukannya.


" Apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini," batin Athar kebingungan.


Setelah tangan itu terlepas. Athar mencoba untuk duduk dengan perlahan. Duduk dengan hati-hati tanpa ingin membangunkan Anna yang kepalanya masih di sofa yang dekat dengannya.

__ADS_1


Athar memegang kepalanya mengambil benda yang menempel di dahinya yang mana alat kompres panas. Atar meletakkannya di sembarang tempat. Kepala Athar berkeliling melihat ruangannya yang terlihat berantakan.


Matanya melihat sudut ruangan di mana kotak obat dan isi-isinya berantakan semuanya. Kepalanya juga melihat sepatunya yang sudah di buka dan di letakkan dengan suka-suka. Kaus kakinya di mana sepatunya di mana. Dasinya juga di mana.


Athar geleng-geleng melihat ruangannya yang dengan sekejap berubah menjadi kapal pecah. Namnya juga Anna ada di dalamnya. Jadi wajar saja itu terjadi.


" Kau selalu seperti ini. Kau benar-benar. Baru beberapa jam di tinggal. Kau sudah seperti ini. Apa tidak bisa bekerja tidak berantakan, kenapa kau seberantakan itu," ucap Athar yang mengoceh pada Anna yang tetap tertidur.


Athar membuang napasnya perlahan. Lalu berdiri, berjongkok di depan Anna yang tertidur lelap. Athar pung mengangkat tubuh Anna ke sofa membaringkan dengan perlahan tubuh itu.


Athar beralih kemejanya dan mengambil jasnya di atas kursi. Athar kembali mendekati Anna dan menutup tubuh Anna dengan jas itu. Hanya menatap Anna sebentar saja. Lalu Athar berjalan yang langsung menyusun apa-apa saja yang berantakan di lantai.


Matanya memang akan sakit jika melihat semua itu. Jadi tangannya sangat gatal. Jika tidak di bersihkan sekarang juga tanpa butuh orang lain untuk memegangnya.


Mau tidak mau dia harus turun tangan karena kondisinya sepertinya kondisinya memang sudah membaik. Mungkin pengaruh obat yang di berikan Anna padanya.


" Memang tangannya yang mengukirnya," ucap Athar yang sepertinya merasa desain Anna jauh lebih baik dari sebelumnya. Athar mengambil 2 lembar desain itu memisahkan dari tumpukan kertas yang tercoret-coret.


Athar berdiri. Meletakkan desain Anna di atas meja kerjanya. Athar melihat handphone dan melihat sudah pukul 2 pagi. Athar menelpon seseorang di ponselnya.


" Pintu ruangan ku terkunci. Jadi buka sekarang!" perintah Athar dalam panggilan telpon itu.


Bukannya dari tadi Athar menelpon. Tetapi malah sekarang. Ya namanya juga tadi Athar pusing dan tidak berpikiran kesana. Dia juga malas untuk berbuat apa-apa. Makanya memilih tidur dan ternyata tidak di sangkanya dia bangun-bangun sudah dengan posisi seperti itu dan mungkin tidak tahan makanya menelpon.


*********


Athar berdiri di depan pintu ruangannya yang terdengar suara bukaan dari luar yang menggunakan alat yang tidak di ketahui apa itu. Tidak lama akhirnya pintu terbuka. Di mana ada satpam dan juga Jennie. Saat pintu terbuka Jennie langsung cemas dengan ke adaan Athar.

__ADS_1


" Maafkan aku. Aku mengira kamu sudah pulang. Kamu tidak apa-apa kan," ucap Jennie merasa bersalah.


" Tidak apa-apa," sahut Athar.


" Kalau begitu saya permisi pak," ucap satpam pamit. Athar mengangguk dan satpam langsung pergi.


Athar memasuki ruangannya yang di ikuti oleh Jennie. Athar menuju sofa dan langsung menggendong Anna ala bridal style. Jennie tampak terlihat kaget dengan keberadaan Anna di dalam ruangan Athar yang ternyata terkunci bersama Athar.


" Anna kenapa dia bisa ada di sini," batin Jennie heran.


" Apa yang kau lihat. Siapkan mobil!" perintah Athar. Jennie mengangguk dan langsung keluar dari ruangan itu untuk menyiapkan mobil. Walau Jennie masih penasaran kenapa ada Anna di sana.


Athar menggendong Anna keluar dari ruangannya dengan menggendong Anna. Di mana Anna yang di dalam gendongan Athar masih tertidur dengan kebiasaan Anna yang memegang erat kemeja bagian depan Athar seolah tidak ingin lepas dan itu terjadi di bawah alam sadar Anna.


Sampai di depan lobi perusahan. Jennie sudah membawa mobil dan Jennie buru-buru keluar dari mobil dengan menggunakan payung. Dan langsung memayungi Athar dan juga Anna. Athar dengan buru-buru mendudukkan Anna dengan perlahan.


Anna kalau tidur memang tidak ingat bangun. Walau sudah di apa-apakan Anna masih saja tetap tertidur dan Athar begitu betah melihati wajah itu. Namun dia harus buru-buru karena Jennie juga terus memayunginya.


Athar harus melepas perlahan tangan Anna yang masih memegang kemejanya. Setelah terlepas Athar memakaikan Anna sabuk pengaman. Lalu menutup pintu mobil.


" Aku akan mengantarnya pulang," ucap Athar pada Jennie. Jennie hanya mengangguk dan melanjutkan memayungi Athar menuju kursi pengemudi.


Setelah itu Athar pun langsung menutup pintu mobilnya dan memakai sabuk pengaman, melihat Anna sebentar dan Athar langsung melajukan mobilnya.


Jennie melihat ke mobil itu yang semakin jauh. Jennie tersenyum dengan penuh arti.


" Kau terlihat sangat aneh. Jika sudah berhubungan dengannya. Kapan kau menyadari perasaanmu Athar," batin Jennie yang seakan tau ada apa dengan temannya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2