Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 50 Bertemu di pesta


__ADS_3

Di tengah kesibukan Chandra menyapa tamunya tiba-tiba Amelia melihat keluarga Ari Purnama.


" Pah!" ucap sang Istri menegur suaminya untuk menyapa keluarga penting itu.


" Saya kesana sebentar," ucap Ari Purnama yang langsung pergi. Tamu yang di sapanya hanya mengangguk dan Aurelia yang juga melihat hal itu langsung menghampiri Athar.


" Pak Ari Purnama," sapa Chandra basa-basi dan langsung memeluk calon besannya itu. Amalia dan Maharani juga saling menyapa dengan cepiki-cepika.


" Selamat ulang tahun," ucap Ari Purnama.


" Sama-sama terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang," ucap Ari Purnama.


" Kami memang harus datang bukan," sahut Ari Purnama tampak santai.


" Ya memang benar, kita harus sering bertemu," sahut Chandra.


" Ini Om, kado ulang tahun Om!" ucap Athar memberikan bingkisan.


" Ya ampun Athar kamu perhatian sekali ini tidak perlu seharusnya," ucap Ari Purnama yang mengambil hadiah itu.


" Tidak apa-apa hanya sekali-sekali," jawab Athar.


" Makasih ya Athar kamu sudah datang," sahut Aurelia yang merasa lega kedatangan Athar. Athar hanya mengangguk seperti biasa.


Aurelia tidak peduli lagi dengan masalah kemarin yang penting sekarang baginya Athar sudah datang dan mungkin hubungannya akan semakin membaik. Tanpa adanya orang ke-3.


" Olive juga punya hadiah Om," sahut Olive.


" Kamu repot-repot Olive, sudah cantik perhatian lagi," sahut Chandra memuji Olive.


" Om bisa saja," sahut Olive.


" Chace kamu semakin lama semakin cantik ya," ucap Maharani memuji Chaca.


" Makasih Tante," sahut Chaca tersenyum.


" Makasih untuk semuanya yang sudah ke acara sederhana ini. Termasuk untuk Athar, Gibran, Derry yang pasti sangat sibuk. Tante tidak menyangka kalian menyempatkan diri untuk datang!" ucap Amelia.


" Tante bisa aja," sahut Derry. Namun Gibran terlihat gelisah. Maklumlah itu bukan rananya. Dia juga datang pasti karena papanya. Mereka pun berbincang-bincang di acara pesta itu.

__ADS_1


*********


Akhirnya Anna mengikuti kata hatinya dan membuang egonya. Anna pun datang ke acara ulang tahun papanya. Anna berdiri di depan pintu utama dengan untuk memasuki lokasi pesta itu.


Anna begitu cantik dengan gaun hitam yang memanjang ke bawah dengan gaun yang di beri hiasan putih-putih seperi mutiara kecil yang membuat gaun itu semakin indah. Gaun tanpa lengan itu memperlihatkan bahu Anna yang mulus dan begitu bagus.


Anna juga memakai kalung agar lehernya tidak terlalu polos dan anting yang juga memanjang untuk menambah ke indahan penampilannya.


Untuk rambutnya di gerai dengan di beri cepitan bagian belakang sedikit dan pasti sedikit bergelombang untuk menampilkan kecantikan Anna dengan heels yang juga di siapkan untuknya.


Anna dengan memegang ponselnya dan memegang paperbag kecil melihat-lihat di sekitarnya yang sepertinya mencari-cari sesuatu. Mungkin papanya yang menyapa sebentar langsung pulang. Karena dia tidak suka basa-basi.


Di tengah pembicaraan keluarga Ari Purnama dan juga Chandra tiba-tiba Chaca melihat Anna. Cahaca dulu di tinggal Anna saat Chaca 3 tahun. Namun beberapa kali Anna masih sering menemui Chaca di sekolahnya.


" Kak Anna!" Panggil Chaca. Anna mendengar panggilan itu langsung melihat ke arah suara itu yang mana Chaca berlari menghampirinya.


Chandra dan yang lainnya juga melihat ke arah Anna.


" Jadi dia datang," batin Chandra yang tidak percaya dengan kedatangan Anna.


Keluarga Athar dan Athar sendiri juga berbalik badan melihat siapa yang di panggil Chaca.


Betapa terkejutnya Athar melihat Anna yang ada di pesta itu. Yang pasti Athar bertanya-tanya siapa Anna. Selain itu penampilan Anna yang cantik juga terlihat mencuri perhatian Athar.


" Anna, bukannya itu Anna, aku tidak salah lihat kan," pekik Olive kaget melihat Anna temannya.


" Kenapa dia bisa ada di sini," batin Athar yang kebingungan.


Sementara Maharani tersenyum saat melihat Anna yang ada di sana. Gibran juga terlihat schock dengan wanita yang berani kepadanya yang tiba-tiba datang dan sekarang Chaca membawa Anna dengan memegang tangan Anna menemui papanya.


" Wanita itu, kenapa dia bisa ada di pesta mewah seperti ini," batin Gibran bertanya-tanya.


" Jadi Anna datang," batin Aurelia yang tidak percaya jika adiknya itu bisa datang. Dia merasa memang sangat tidak mungkin adiknya itu datang karena permusuhan yang besar dengan papanya.


Ketika langkah Anna semakin dekat pada orang-orang yang melihatnya dengan serius itu. Anna bahkan seakan ingin mundur ketika melihat Athar.


" Astaga Anna seharusnya kau mikir 2 kali datang kemari. Dia tunangannya dan pasti dia ada di sini. Kau memang cari masalah Anna," batin Anna memperlama langkahnya ketika melihat Athar.


" Kenapa dia bisa ada di sini dan Chaca kenapa terlihat dekat dengannya," batin Athar penuh kebingungan melihat ke datangan Anna.

__ADS_1


Anna pun pasrah yang sudah di tengah-tengah 2 keluarga itu.


" Anna!" lirih Olive.


" Olive," sahut Anna yang bertambah kaget. Athar dan yang lainnya juga semakin bingung dengan Anna yang saling menyapa dengan akrab.


" Kenapa Olive ada di sini. Oh mungkin saja papanya orang kaya. Jadi di undang. Tapi kenapa dekat dengan dia dan Tante ini kok ada di sini juga," batin Anna penuh kebingungan yang merasa terjebak.


" Anna akhirnya kamu datang juga," sahut Amelia tersenyum menyambut Anna. Namun Anna tampak cuek dan tidak peduli dan matanya bertemu dengan papanya yang mana Chandra melihatnya dengan dingin.


" Kamu tau juga jalan menuju rumah ini," ucap Chandra dengan dingin. Namun istrinya menyenggolnya agar bersikap baik pada Anna. Anna tersenyum tipis.


" Aku tidak akan datang jika tidak di undang. Lagian aku sudah berpikir 1000 kali datang kemari. Aku hanya takut ini hari terakhir ulang tahun mu," sahut Anna sinis dan membuat Chandra langsung naik pitam.


" Anna kamu!" geram Chandara yang maju mendekat Anna. Namun istrinya menahannya.


" Mas sudah," tegur istrinya.


" Hmmmm, ayo kita mulai pestanya. Anna kamu happy ya di pesta ini. Mama senang kamu datang," sahut Amelia mencoba mencairkan suasana agar tidak tegang.


" Mama, apa maksudnya?" tanya Athar di dalam hatinya penuh kebingungan. Dan pasti kebingungan itu berlaku untuk Gibran, Derry, dan Olive.


" Aku bukan putrimu," sahut Anna dengan jutek.


Chandra tampak di uji dengan kehadiran Anna dan sekarang bicara sudah mau memancing-mancing. Chandra menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Ayo mas, kita nikmati pestanya," sahut Chandra pada Ari Purnama agar dia tidak malu di depan keluarga penting itu. Karena tidak bisa menahan diri pada Anna.


" Hmmm, baiklah," sahut Ari Purnama yang terlihat santai.


" Ayo kak Anna, kakak sama Chaca," sahut Chaca yang langsung menarik tangan Anna. Anna tersenyum tipis dan akhirnya pergi mengikuti Chaca.


Sementara Aurelia melihat terus ke arah Athar yang terlihat sangat memperhatikan Anna.


" Sekarang Athar akan tau jika Anna adalah adikku. Karyawannya di perusahan itu anak papa. Aku yakin setelah Athar tau dia pasti memberikan perlakuan istimewa pada Anna karena segan dengan papa," batin Aurelia yang terlihat resah.


" Mari Mbak kita nikmati acaranya," sahut Amelia yang juga mengajak Maharani.


" Iya mbak," sahut Maharani santai. Kelihatannya Maharani juga sangat suka dengan kehadiran Anna di pesta itu.

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2