Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 111 Hal manis.


__ADS_3

Athar mencoba untuk mengontrol emosinya tidak mungkin jantungnya akan berhenti gara-gara menghadapi bocah-bocah itu.


" Apa yang salah sih," gumam Anna dengan pelan.


" Kemari kau!" panggil Athar pada Anna. Anna dengan santai menghampiri Athar.


" Keluarkan beras-beras itu!" titah Athar. Anna hanya mengerut kan wajahnya yang kembali di perintah yang mau tidak mau dia pun melakukannya. Anna meletakkan box yang di pegangnya dan langsung melakukan apa yang di perintahkan Athar.


" Cuci tempatnya!" titah Athar setelah melihat Anna mengosongkan rice cooker tersebut. Anna pun menurut saja dan melakukan apa yang di suruh Athar. Setelah itu Athar menuangkan beras menggunakan ukuran beras hanha memasukkan 2 ukurang kaleng susu.


" Apa itu cukup?" tanya Anna tidak yakin.


" Aku jauh lebih pintar dari padamu. Jadi Diamlah dan lihat saja," sahut Athar. Anna mendengarnya hanya berdecak kesal.


Setelah itu Athar mencuci beras itu sampai tiga kali dan menuangkan air bersih pada beras itu yang mengukur degan takaran jarinya. Lalu memasukkan wadah tersebut pada rice cooker tersebut.


Athar memasangkan colokan dan menghidupkan of-nya. Anna hanya memperhatikan Athar yang sepertinya begitu telaten dalam memasak.


" Sampai kiamatpun beras ini tidak akan pernah menjadi nasi. Kalau tidak di hidupkan," kesal Athar.


" Aku mana tau," sahut Anna dengan santai.


" Makanya cari tau," ucap Athar.


Emosi Athar sudah mulai reda dan dia benar-benar harus tegas kepada Anna, Olive, Lisa dan Sana. Athar sudah lelah marah-marah dan akhirnya membagi tugas untuk wanita-wanita yang tidak waras itu.


Isi rumah yang juga berantakan sempat membuat Athar murka dan akhirnya menyuruh Lisa dan Olive membersihkannya.


Sementara untuk Sana Athar menyuruh untuk mencuci semua peralatan masak dengan bersih. Dan pada akhirnya Athar mengambil alih untuk memasak. Dan Anna berdiri di sampingnya yang sekarang sedang memotong wartel yang yang sebelumnya sudah beberapa kali di beritahu Athar cara dan ukurannya dalam memotongnya.


Athar juga membersihkan ikan-ikan dan siput tersebut. Athar melihat Anna yang memotong dengan salah. Apa yang di lihat Athar membuatnya membuang napas kasarnya dengan perlahan.

__ADS_1


" Seperti ini saja tidak mengerti-ngerti," sahut Athar dengan kesal yang akhirnya berdiri di belakang Anna dan mengambil pisau dari tangan Anna. Athar dan Anna sama-sama memegang pisau itu dan mengajari Anna memotong wortel dengan lembut.


" Seperti, gunakan jarimu dengan benar. Jangan asal-asalan. Ukuran yang sama penting dalam memotong sayuran, kalau tanganmu yang seperti itu. Yang ada jarimu putus," ucap Athar.


Anna menagngguk dan mendadak canggung. Athar menyadari dia yang berlebihan akhirnya salah tingkah sendiri dan menjauh dari Anna yang tiba-tiba menjadi gugup.


Akhirnya Athar lah yang memasak sementara wanita-wanita itu yang sudah selesai pekerjaannya duduk di atas tikar di atas pasir dan hanya melihat Athar yang memasak. Athar memasak terlihat santai dan tenang.


" Ternyata bos Athar bisa memasak juga?" tanya Lisa yang baru menyadari hal itu.


" Aku juga dari tadi bilang sama kalian. Kita harus memanggil kak Athar. Karena dia sangat ahli dalam hal itu," sahut Olive sembari membersih-bersihkan ujung kukunya.


" Lalu kenapa tidak jadi chef saja," sahut Anna.


" Ya namanya juga banyak ke ahlian," sahut Olive.


" Benar kata Olive banyak keahliannya. Sudahlah tampan, dan bisa segalanya lagi," sahut Sana yang tiba-tiba mengagumi Athar. Hal itu membuat Anna terlihat sewot.


Tiba-tiba pandangan Anna melihat ke arah ujung di mana Anna melihat seorang wanita paruh baya yang berdiri. Anna melihat wanita itu dengan serius melihat yang mana ternyata fokus mata wanita itu melihat ke arah Athar. Ketika wanita yang memakai pakaian sederhana itu menyadari Anna melihatnya. Wanita itu langsung buru-buru pergi.


" Siapa ibu itu. Kenapa segitunya dia melihat Athar," batin Anna yang kebingungan yang melihat wanita itu sudah pergi.


" Anna kamu lihat apa?" tanya Olive yang menegur Anna.


" Hmmm, tidak apa-apa," sahut Anna yang tiba-tiba kepikiran dengan seorang wanita yang memperhatikan Athar begitu detailnya.


***********


Tidak butuh lama Athar dalam menyiapkan makanan itu. Akhirnya makanan itu sudah selesai di masak Athar. Bahkan mereka sudah menikmati di atas tikar dengan duduk bersilah yang membentuk lingkaran dan menikmati makanan itu.


" Bos Athar masakannya sungguh enak," puji Lisa makan dengan lahap.

__ADS_1


" Makanlah! Jangan berisik," sahut Athar dengan dingin. Lisa langsung terdiam dan memang lebih baik dia makan dari pada banyak komentar. Anna pun terlihat santai makan dan harus di akuinya makanan itu memang sangat enak.


" Hmmm, air minum tidak ada," sahut Olive yang melihat tidak ada minum.


" Bukannya di dalam ada galon minum," sahut Anna.


" Angkat dong kak Athar!" titah Olive.


" Kalian saja yang mengangkatnya, aku capek. Sudah di masakkan tidak berterima kasih malah menyuruh-nyuruh," sahut Athar yang tetap makan dengan santai.


" Isss, sangat perhitungan," geram Olive. " Ayo Sana bantu aku," ajak Olive.


" Baiklah," sahut Sana yang akhirnya berdiri menyetop makan untuk sementara.


" Biar aku ambil gelasnya," sahut Lisa yang juga menyusul.


" Hmmm, baguslah. Soalnya aku kalau makan tiba-tiba berhenti, nafsu makanku akan hilang," sahut Anna yang terus mengunyah yang ada ada alasan untuk tidak berhenti makan. Lisa pun tau hal itu dan mengiyakan saja dan pergi bergerak sendiri.


Sekarang tinggal Anna dan Athar yang ada di sana. Athar melihat ke arah Anna yang duduk di sampingnya itu. Anna makan dengan lahap dengan rambunya Anna yang menari-nari karena tiupan angin dan itu membuat Anna ribet yang beberapa kali menyinggirkan rambut itu dengan punggung tangannya agar makan tanpa terganggu.


Athar melihat ada gelang karet di tempat duduk mereka. Tidak tau inisiatif dari mana itu tiba-tiba Athar merapikan rambut Anna dan mengikatnya. Hal itu sontak membuat Anna kaget berhenti makan dan melihat serius ke arah Athar.


Di mana Athar masih mengikat rambut Anna dengan perlahan. Jantung Anna berdetak kencang dan merasa begitu canggung dengan perlakuan Athar yang terlihat manis.


Selesai melakukannya Athar melihat kearah Anna. Mata mereka kembali saling bertemu dan Athar baru menyadari. Jika barusan dia melakukan hal gila yang tidak pernah di lakukannya dan itu di lakukannya begitu saja kepada Anna.


" Kenapa berat sekali!" keluh Olive yang membuat Anna dan Athar sama-sama mengalihkan pandangan mereka dan sama-sama salah tingkah. Dengan Athar yang membuang napasnya perlahan.


" Apa yang di lakukannya tadi, dia mengikat rambutku," batin Anna yang tiba-tiba mengukir senyum. Ya tidak tau kenapa Anna harus tersenyum dengan perlakukan Athar layaknya seorang kekasih.


Sepertinya Athar sudah nyaman dengan Anna. Dan mungkin saja Anna juga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2