
Acara di lanjutkan dengan dansa di lantai dansa yang mana terlihat Mahendra dan Jennie begitu romantisnya yang berdansa dengan penuh cinta. Bukan hanya mereka saja. Lisa dan Marko si pengantin baru juga ikut berdansa. Sana dan Gibran juga bersama berdansa bersama yang mengikuti iringan musik romantis.
Namun Anna ternyata sudah keluar dari arena pesta pernikahan itu. Anna berdiri di teras balkon dan melihat langit yang cerah karena begitu banyak bintang-bintang yang indah di atas sana yang menerangi bumi.
Anna hanya berdiri dengan penuh pemikiran dengan wajahnya yang terlihat sangat murung. Tidak tau apa yang di rasakannya. Namun dia benar-benar hanya berdiri saja.
Apa mungkin pikirannya mengarah pada Athar. Pria yang baru di lihatnya. Apakah dia merindukan Pria itu atau tidak. Namun pertama kali untuk Anna melihat pria tersebut yang mungkin Anna belum sadar sama sekali atau masih merasa ini adalah mimpi.
Anna menarik napasnya perlahan dan membuangnya perlahan kedepan yang menggambarkan kebimbangan di hatinya. Galau dan bergejolak.
Anna membalikkan tubuhnya. Namun di kagetkan dengan sosok yang berdiri di depannya yang tidak tau sejak kapan sosok tersebut berdiri. Athar Pria yang pasti di pikirkannya berdiri tegak dengan menatap matanya.
"Kamu apa kabar?" tanya Athar mengeluarkan suaranya dan suara itu membuat jantung Anna kembali berdebar kencang. Suara itu sangat khas dan sudah lama tidak di dengarnya.
"Hmmm, aku, aku baik-baik saja," jawab Anna yang sebenarnya gugup. Namun berusaha untuk santai dan tidak salah tingkah di depan Athar.
"Syukurlah kalau begitu. Aku juga melihat kamu baik-baik saja," sahut Athar.
"Kamu sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Anna.
"Aku juga baik," jawab Athar tersenyum datar.
"Syukurlah," sahut Anna yang juga tersenyum tipis. Ya tidak tau mau bereksperesi seperti apa.
Athar melangkah mendekati Anna bahkan Anna refleks mundur. Padahal Athar tidak melakukan apa-apa dia hanya berdiri di samping Anna dengan ke-2 tangannya berada di atas pagar dan melihat langit yang indah di atas sana.
Anna membuang napasnya perlahan kedepan. Untuk berusaha tenang.
"Kamu kapan sampai?" tanya Athar yang terlihat basa-basi. Anna pun berdiri di samping Athar dengan posisi yang sama dengan Athar yang mereka sama-sama melihat ke langit.
"Baru semalam," jawab Anna.
"Iya aku juga menelpon Olivie. Dia mengabari sampai bersama kamu dan ternyata benar. Kamu juga ikut bersamanya," sahut Athar. Anna hanya menganggukkan kepalanya.
Tidak tau mau bicara apa. Saat bertemu dengan mantan kekasih yang baru putus hampir 2 bulan dengan-nya. Ya tidak tau apa yang harus di katakan. Di dalam pikiran Anna jika mantan bertemu seharusnya saling tidak peduli, atau sama-sama sewot, atau harus perang. Apa lagi Anna dan Athar putusnya tidak baik-baik saja. Namun sekarang malah mereka terlihat baik-baik saja. Ya tidak tau hati Anna sangat kesal atau bagaimana.
"Aku mendengar apa yang terjadi pada kamu," ucap Anna.
"Semua orang sudah tau. Jadi sangat tidak mungkin jika kamu juga akhirnya tidak tau," sahut Athar dengan tersenyum.
"Lalu kenapa tidak memberitahu ku?" tanya Anna menoleh ke arah Athar yang mana Athar juga melihatnya.
"Aku sangat mengenalmu Anna dan aku tidak mau kamu kepikiran dengan apa yang terjadi," jawab Athar singkat.
"Dan dengan kamu tidak memberitahuku dan pergi begitu saja. Kamu taukan bagaimana tanggapanku kepadamu," ucap Anna.
"Iya aku tau, kamu mungkin menganggapku pengecut atau kata-kata lain yang sangat banyak yang ingin kamu ucapkan. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa Anna. Itu resiko dan aku pasrah akan hal itu," sahut Athar.
"Lalu bagaimana dengan aku. Dengan semua yang terjadi. Apa kamu tidak berpikiran perasaan ku yang sekarang aku merasa sakit hati, merasa sangat kesal, merasa bersalah dan kamu juga tidak memikirkan orang-orang yang menyalahkanku, menganggapku sangat egois yang hanya karena Maslaah spele," ucap Anna yang mengutarakan apa di hatinya rasa kesalnya pada Athar.
"Aku minta maaf masalah itu. Sungguh aku tidak bermaksud apa-apa. Aku tidak berpikir sampai sana. Tapi tidak ada menyalahkan kamu Anna. Aku yang salah, Aku benar-benar minta maaf," ucap Athar.
Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
"Sudahlah tidak ada gunanya lagi membahas hal itu. Semuanya juga terlanjur," sahut Anna yang tidak ingin membahas masalah itu dengan Athar yang memang sudah tidak berati lagi.
"Aku masuk dulu!" ucap Anna pamit dan Anna langsung pergi. Ya tidak tau mau mengatakan apa pada Athar lagi. Lagian juga semuanya sudah selesai dan Anna rasa tidak perlu lama-lama berbicara dengan Athar.
Athar melihat ke pergian Anna. Athar juga tidak tau harus berbicara apa lagi. Karena apapun semua adalah kesalahannya. Dan sangat tidak berhak jika Athar harus mencari pembelaan dari masalah mereka yang terjadi.
"Aku sangat bahagia, melihat kamu baik-baik saja. Aku minta maaf Anna. Dan aku berharap kamu akan terus bahagia tanpa adanya aku. Kamu wanita yang kuat dan aku yakin itu. Aku sangat percaya kamu bisa melewati semua ini," batin Athar yang terus melihat punggung Anna yang semakin lama semakin jauh bahkan sampai sudah tidak terlihat lagi.
*********
Anna memilih untuk kembali ke Hotel untuk beristirahat dan menenagkan dirinya. Anna duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya kasar yang beberapa kali membuang kasar napasnya yang mana Anna terlihat masih resah.
__ADS_1
"Anna!" tegur Olive.
"Olive," sahut Anna melihat ke arah pintu, "kamu pulang juga?" tanya Anna.
"Iya, aku tidak melihat kamu ada di pesta. Jadi aku pikir kamu pasti di hotel. Makanya aku pulang," jawab Olive.
"Olive aku baik-baik saja. Kenapa harus menyusul," sahut Anna yang tau Olive mengkhawatirkan dirinya. Makanya Olive sampai menyusul dirinya ke hotel.
"Mana mungkin baik-baik saja. Aku melihat kamu tidak baik-baik saja buktinya," sahut Olive.
"Olive jangan terlalu mengkhawatirkan ku. Sungguh aku benar-benar baik-baik saja," ucap Anna.
Olive menghampiri Anna dan duduk di samping Anna dengan memegang tangan Anna.
"Seharusnya aku mengatakan padamu sebelumnya. Kalau kak Athar datang ke pesta pernikahan Jennie dan Mahendra. Jadi kamu bisa tidak datang," ucap Olive.
"Apa yang kamu bicarakan Olive. Aku mungkin kaget pertama kalinya setelah apa yang terjadi. Aku kaget melihat Athar di sana. Namun bukan berarti aku menghindari Athar. Tidak sama sekali Olive. Aku tidak pernah menghindari Athar sungguh," ucap Anna dengan apa adanya.
"Tapi Anna aku melihat kamu begitu tidak nyaman," sahut Olive.
"Dan itu bukan karena Athar. Jadi kamu jangan berpikiran yang lain-lain," ucap Anna yang berusaha untuk membuat sahabatnya itu tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Aku tidak berpikiran apa-apa Anna. Aku hanya tidak ingin kamu galau terus," ucap Olive.
"Issss lebay deh, siapa juga yang galau, sudahlah jangan ada pikir galau atau ini itu. Oh iya bukannya besok kita mau liburan. Jadi bagaimana kalau sekarang kita list tempat yang mau kita kunjungi," ucap Anna mencairkan suasana.
"Memang jadi liburannya?" tanya Olive.
Anna mengkerutkan dahinya, "kenapa tidak jadi?" Anna bertanya Kemabli.
"Ya siapa tau karena kamu galau, jadi berubah pikiran mau pulang ke Indonesia aja," sahut Olive.
"Tuh kan mulai lagi deh cerita galau-galau. Sudah di bilang juga tidak ada yang galau. Kamu ini ya benar-benar," geram Anna.
"Tidak ada yang galau dan kita akan akan liburan," sahut Anna menegaskan.
"Baiklah kalau begitu," sahut Olive tersenyum. Anna juga ikut tersenyum. Ya Anna harus menghibur dirinya sendiri. Agar tidak galau lagi. Ya padahal hatinya memang tidak baik-baik saja. Namun Anna harus happy dan benar-benar happy.
Ke-2 sahabat itu saling berpelukan. Perdana mereka memang sangat tulus dan begitu dekat. Jadi sangat wajar kalau mereka bersahabat dengan begitu dekat.
************
Mentari pagi kembali tiba. Pagi yang cerah ini di mana semua tamu-tamu Jennie dan Mahendra yang dari Indonesia sarapan. Acara pernikahan sudah selesai. Dan Jennie dan Mahendra mungkin sedang menikmati hari bahagia mereka.
Namun Jennie dan Mahendra juga memberikan hadiah untuk orang-orang yang mendukungnya yaitu breakfast mewah untuk keluarga besar Argantara, mata, Anjani dan lengkap semuanya yang duduk di meja makan dengan wajah ceria mereka masing-masing.
Sama dengan Anna yang juga mengikuti sarapan itu yang duduk di sebelah mamanya. Menikmati sarapan ala bule.
"Ayo Anna kamu itu makan yang banyak," ucap Maya yang menyiapkan kepiring Anna.
"Ya ampun mah makanan seperti ini sangat tidak cocok untuk lidah Anna," protes Anna.
"Ya kita tau Anna, yang kamu suka itu lontong sayur buatan Bu Sri," sahut Sana.
"Nah itu baru benar," sahut Anna.
"Ini itu Luar Negri Anna dan tidak ada lontong sayur," sahut Aurelia.
"Sudah Anna makan aja apa adanya. Sekali-kali makanan bule. Udah orang kaya juga," seloroh Olive mengundang tawa semua orang.
"Maaf saya terlambat!" tiba-tiba suara itu mencuri perhatian yang ternyata Athar yang baru datang yang ternyata juga mengikuti sarapan istimewa tersebut.
"Athar ayo kamu langsung duduk," sahut Ari Purnama.
"Iya pah," sahut Athar.
__ADS_1
"Athar di sini saja," sahut Maya berdiri dari tempat duduknya yang sengaja pergi agar Athar duduk di samping Anna. Yang adanya Anna canggung dan Athar mengangguk saja.
Lisa dan Marko saling melihat dengan mereka sama-sama tersenyum yang mengandung arti.
"Ayo Athar kamu juga langsung sarapan," sahut Anjani.
"Iya mah," jawab Athar dengan mengangguk tersenyum.
Anna yang di samping Athar berusaha untuk tenang. Walau dia gugup dengan Athar yang duduk di sampingnya.
Athar juga langsung mengambil sarapannya. Berupa kue yang tidak tau apa itu. Yang seperti roti yang di lipat di dan di dalamnya ada buah-buahan yang tidak tau apa itu.
"Jangan yang itu. Di dalamnya pisang," sahut Anna tiba-tiba yang mengambil dari tangan Athar dan mengembalikkan pada tempatnya.
"Ini saja ini di dalamnya apel," sahut Anna yang masih mengetahui apa yang tidak dan di sukai Athar. Bahkan Anna dengan baiknya membelahkan roti tersebut dengan garfu dan pisau di piring Athar.
Tidak tau sebenarnya Anna sadar atau tidak dengan apa yang di lakukannya. Apa mungkin karena kebiasaan. Makanya Anna seperti itu yang sangat terbiasa melayani Athar dan sangat tau apa yang di butuhkan Athar.
"Terima kasih," ucap Athar. Anna mengangguk dan kembali melanjutkan sarapannya.
Aurelia dan Derry saling melihat dan sama-sama tersenyum ketika mereka berdua memperhatikan Anna dan Athar. Yang sangat jelas saling menyayangi. Namun seperti tidak mungkin untuk bersama.
"Oh iya Athar kapan kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya Gibran.
"Benar kak Athar. Kak Athar akan pulang sama kita kan?" tanya Olive.
"Aku tidak akan kembali ke Indonesia," jawab Athar yang membuat orang cukup terkejut. Bahkan Anna sampai berhenti makan. Namun matanya tidak melihat Athar sama sekali.
"Kenapa kak Athar. Bukannya Perusahaan sudah baik-baik saja dan masalah kakak bukannya bisa bolak balik," sahut Derry.
"Aku ingin menetap di New York yang tidak tau sampai kapan dan pasti fokus dengan Perusahaan. Dan lagian Perusahaan Glossi. Kamu juga bisa menanganinya Derry. Jadi sudah tidak masalah," jelas Athar dengan santai.
"Kenapa harus tinggal di Luar Negri. Kakak mau jadi orang bule apa," sahut Olive rada-rada kesal dengan kakaknya itu.
"Bukannya kakak juga pernah tinggal di Luar Negri. Jadi ini bukan hal yang aneh Olive," sahut Athar.
"Itu berarti kamu akan jauh dari mama Athar," sahut Anjani dengan wajah kecewanya.
"Mama bisa tinggal sama Athar," sahut Athar yang ada saja jawabannya.
Anna hanya menghela napasnya yang terlihat tidak peduli sama sekali dan melanjutkan sarapannya.
"Lakukan semaumu Athar, untung aku sudah putus denganmu, jika tidak aku tidak tau harus menunggu menunggu bertahun-tahun," batin Anna yang terlihat kesal.
Ya rasanya ingin protes. Namun tidak ada hak untuk protes dan lebih baik diam saja mengumpat di dalam hati.
"Kamu yakin semua ini Athar?" tanya Maharani.
"Aku yakin mah," sahut Maharani.
"Jika kamu tinggal di Luar Negri. Lalu bagaimana dengan anak Tante," sahut Maya tiba-tiba yang membuat Anna terkejut.
uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Anna langsung batuk-batuk. Bisa-bisanya mamanya mengatakan hal itu yang jelas-jelas dia sudah putus dengan Athar. Athar menggeserkan air putih untuk Anna agar Anna tidak keselak lagi.
"Mama bicara apa sih," sahut Anna.
"Athar 1 bulan 2 bulan saya memaafkan kamu dan menerima alasan kamu. Tapi jika kali ini sungguh Athar saya tidak akan memaafkan kamu. Jika kamu benar-benar akan meninggalkan Anna lagi," tegas Maya yang berbicara begitu serius.
"Mah apa-apaan sih. Aku dan Athar nggak ada hubungan apa-apa lagi," sahut Anna dengan suara menekan.
Mamanya bisa-bisa hanya menimbulkan kekacauan. Karena memang sekarang suasana menjadi tegang. Dan pasti Athar juga kaget dengan pertanyaan Maya. Dari pertanyaan itu Maya masih berharap Anna bersama Athar.
Bersambung
__ADS_1