
Setelah mendapatkan Restu dari Maharani dan pasti dari semua anggota keluarga. Akhirnya hari pernikahan Olive dan Mike sudah tiba. Acara pernikahan mereka di adakan di pinggiran pantai yang sebenarnya ini bukan pernikahan lagi. Tetapi sudah resepsi untuk mereka berdua karena sebelumnya Mike dan Olive sudah melakukan proses ijab kabul 1 hari sebelum hari ini dan hari ini hanya tinggal acara resepsinya saja.
Resepsi yang terkesan pesta santai yang hanya ada keluarga besar saja. Pastinya teman-teman Olive. Lagi-lagi Jennie dan Mahenndra yang tinggal di Luar Negri juga menghadiri acara resepsi itu sama dengan Lisa dan Marko yang juga datang dengan membawa bayi mereka.
Dengan Olive yang tampil cantik dengan dress selutut yang berwarna pink dengan lingkaran bunga di kepalanya yang membuatnya sangat cantik dan juga suaminya yang sejak tadi tangannya di gandengnya yang juga tampan dengan pakaian senada yang juga memakainya jas pink dan celana selututnya berwarna coklat.
Karena memang tipe pestanya santai jadi mereka juga pakaiannya santai-santai aja. Kalau untuk keluarga Olive yang hadir di acara pesta itu. Memakai dress putih dengan model yang berbeda-beda. Tetapi kalau untuk para prianya hanya memakai baju-baju ala pantai yang santai-santai juga.
Athar hanya memakai kaos putih lengan panjang dengan celana coklat yang berwarna cream yang sangat tampan dengan pakaian simpel itu sama dengan Anna memakai dress putih selututnya yang mana mereka sedang melakukan foto-foto bersama dengan pengantin baru itu.
Ya semuanya sangat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing ada yang berlari-lari di sekitar pantai dan ada juga yang sedang makan.
"Foto-foto sudah cukup. Kita sudah mati gaya. Olive ayo kita ke sana! gabung dengan yang lainnya," ajak Anna yang rasanya sudah lelah foto-foto dan ingin bergabung dengan Sana dan Gibran yang sedang berlari-lari di pinggir pantai. Padahal Sana lagi hamil loh.
"Baiklah ayo kak Mike!" ajak Olive.
"Kalian duluan saja aku masih mau bicara dengan Mike sebentar," sahut Athar.
"Mau bicara apa?" tanya Anna.
"Ya apa adalah itu urusan laki-laki," sahut Athar.
"Awas ya kalau bicara macam-macam," ucap Olive yang mengingatkan terlebih dahulu karena takut sang kakak macam-macam pada suaminya.
"Tidak akan, sudah sana pergi," usir Athar.
"Sudah ayo Olive," sahut Anna yang menarik tangan Olive dan merekapun pergi kepantai untuk berlari Sana dan sini.
"Apa yang ingin anda bicarakan kakak ipar," ucap Mike dengan selorohnya.
"Gaya bicaramu sudah seperti orang benar saja," ucap Athar geleng-geleng.
"Bukannya memang aku orang benar. Kakak iparku ini kelihatannya sangat galak sekali. Apa sih kakak ipar yang mau di bicarakan?" tanya Mike dengan becandaanya
"Dan aku ingin bicara serius denganmu hari ini," ucap Athar.
"Oh iya apa itu? kenapa perasaanku jadi tidak enak ya," ucap Mike.
"Aku serius Mike," ucap Athar.
"Baiklah apa yang ingin di bicarakan?" tanya Mike dengan wajah seriusnya.
"Aku hanya ingin mengatakan selamat untuk pernikahan mu," ucap Athar.
"Huhhhh, ternyata itu, aku sudah begitu dek-dekan," sahut Mike yang kembali dengan selorohnya.
"Aku titip Olive padamu. Jangan sampai kau menyakitinya. Jika kau sampai membuat adikku kenapa-kenapa. Kau bukan hanya berurusan denganku. Tetapi juga dengan yang lainnya. Jadi awas saja kalau kau sampai macam-macam," ucap Athar yang mengingatkan Mike.
"Iya Athar aku tau apa yang kamu khawatirkan. Tetapi kamu jangan khawatir. Aku akan menjaga Olive dengan baik mencintai Olive dan pasti akan menjadikannya wanita yang yang paling bahagia. Aku janji itu," ucap Mike dengan wajahnya yang serius berbicara.
"Aku percaya kepadamu dan semoga saja apa yang kau katakan adalah kebenarannya," sahut Athar menepuk bahu sahabatnya.
"Tetapi tetap aku juga masih butuh bimbingan mu dan juga nasehat-nasehat darimu," ucap Mike yang pasti akan selalu menjadi pendengar yang baik.
"Itu pasti," sahut Athar.
"Sayang ayo kemari?" panggil Anna yang memanggilnya suaminya.
Athar menganggu dan akhirnya menyusul istrinya dan Mike juga ikut yang mana mereka bermain-main di pantai dengan berlari-lari kecil, bermain air padahal ada yang sedang hamil. Tetapi mereka pasti saling menjaga kandungan mereka dan suami mereka yang siaga pastinya dalam menjaga istri mereka.
__ADS_1
Mereka bermain seperti anak kecil yang padahal anak kecil di sana hanya Chaca saja yang bermain bersama bayi Lisa yang ada di stoleerr bayi.
Sementara untuk Ari Purnama, Maharani, Maya dan Anjani sedang duduk menikmati makanan di meja yang bulat yang mana pandangan mereka melihat ke arah pantai yang mana anak-anak dan menantu mereka begitu bahagia.
"Tidak di sangka semua jika anak+anak kita sudah menikah semuanya dan bahkan kita akan di karunia 2 cucu sekaligus nanti," ucap Ari Purnama yang begitu bahagianya.
"Kamu benar mas. Aku juga tidak menyangka jika mereka akhirnya punya keluarga dan Olive juga terlihat begitu bahagia dengan pria yang menjadi pilihannya itu," sahut Maharani yang dari wajahnya tidak bisa bohong jika dia sangat puas menjadi seorang ibu yang mengantarkan le-4 anaknya ke dalam pernikahan.
"Kamu sangat hebat Maharani. Kamu ibu yang sangat hebat. Makasih ya kamu sudah merawat Athar dengan baik," sahut Anjani.
"Jangan berlebihan Anjani. Kita wanita yang sama-sama hebat kok. Kamu tidak perlu berlebihan seperti itu padaku," sahut Maharani.
"Tetapi Anjani benar kamu memang sangat hebat," sahut Maya.
"Kamu juga ibu yang hebat Maya. Yang melahirkan 2 putri cantik yang menjadi menantuku," sahut Maharani.
"Dan pastinya juga menjadi menantuku," sahut Anjani.
"Kalian semua wanita-wanita yang sangat hebat dan anak-anak sangat bangga dengan ibu seperti kalian," sahut Ari Purnama yang harus mengakui kehebatan itu dan mereka sama-sama saling tersenyum yang kembali melihat kearah anak-anak dan menantu mereka. Karena kebahagiaan mereka saat ini hanya melihat kebahagian anak-anak mereka.
***********
10 bulan kemudian.
"Sayang dasi yang coklat di mana?" tanya Athar dengan sedikit berteriak.
"Iya-iya sayang sabar sebentar," sahut Anna yang memasuki kamar dengan mengobok-obok botol susu.
Owe Owe Owe Owe Owe Owe Owe Owe
Suara bayi yang berada di atas tempat tidur itu harus terdengar kuat.
"Cup-cup-cup, Sayang pasti kaget ya dengan suara papa yang berisik maaf ya sayang papa memang seperti itu," ucap Anna yang berusaha untuk mendiamkan anaknya.
"Maaf sayang aku tidak bermaksud berteriak-teriak," sahut Athar yang merasa bersalah.
"Aduh kalian ini kenapa sih berisik sekali kalian ini," sahut Maya yang memasuki kamar anak dan menantunya itu.
"Tuh papanya buat Anju jadi nangis," ucap Anna yang mengadu pada mamanya.
"Iya-iya maaf mah," sahut Athar.
"Sudah-sudah sini Anju biar sama mama aja, kamu sana bantuin suami kamu buat siap-siap," ucap Maya yang langsung mengangkat cucunya itu dengan menggendongnya yang pasti sekalian mendiamkannya.
"Chaca siapakan stoler Anju kita bawa dia jalan-jalan!" titah Maya dengan sedikit berteriak sembari membawa cucunya itu keluar dari kamar.
"Iya mah," sahut Chaca dari luar yang ternyata Chaca sudah memanggil Maya dengan sebutan mama dan itu tidak tau kapan di mulainya.
Anna menghela napasnya yang akhirnya kamar itu senyap ketika bayinya yang rewel sudah di bawa mamanya.
"Kamu sih sayang benar-benar yah," ucap Anna dengan kesal.
"Maaf sayang," sahut Athar dengan lembut. Anna pun langsung mengambil dasi suaminya yang sejak tadi membuat heboh dan langsung memakaikan ke leher sang suami.
"Kamu itu kalau marah begitu cantik!" puji Athar yang mengeluarkan pujian mautnya.
"Hmmm, aku tau itu," sahut Anna yang tersenyum.
"Lalu tidak menciumku. Bukannya aku barusan saja memujimu," ucap Athar.
__ADS_1
"Ohhhh begitu, baiklah," sahut Anna yang langsung mengecup pipi suaminya. Namun Athar menunjuk pipi yang satunya dan Anna pun menciuminya. Karena suaminya itu nagih Anna pun menciumi wajah suaminya yang terdengar suara decupan.
"Sudah puas?" tanya Anna.
Athar menganggukkan kepalanya, "aku mencintaimu," ucap Athar.
"Aku juga sangat mencintai mu suamiku yang paling aku sayangi sejagat raya," sahut Anna yang membuat Athar mendengus tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada istrinya.
"Makasih sayang sudah menjadi istriku dan juga menjadi ibu yang baik untuk Anju," ucap Athar.
"Sama-sama sayang," sahut Anna tersenyum dan kembali mengecup bibir suaminya yang membuat mereka berlanjut dalam berciuman romantis di pagi hari. Mumpung anak sedang bersama mama jadi aman-aman aja.
*******
Sementara Sana Sana Gibran sedang berada di teras balkon rumah Ari Purnama. Di mana Gibran yang memeluk istrinya dari belakang yang pandangan mereka ke taman rumah yang terlihat Ari Purnama dan Maharani yang sedang membawa cucu laki-laki mereka berjemur sembari mengajaknya bermain yang siapa lagi jika bukan anak Sana dan juga Gibran.
"Mama terlihat bahagia sekali jika kita datang kemari membawa Ares," ucap Sana.
"Itu memang yang di inginkan mama selama ini. Maunya kita, harus terus tinggal di rumah ini. Supaya mama tidak kesepian dan lihatlah sejak tadi malam kita datang tidak sekalipun Ares bisa kita sentuh," ucap Gibran.
"Maklum sayang namanya juga cucu mama dan papa jadi harap di maklumi," ucap Sana.
"Iya kamu benar, Anju juga kalau Anna dan Athar membawanya pasti juga seperti itu," sahut Gibran.
"Mama dan papa sudah semakin tua dan pasti maunya sama cucu mulu," ucap Sana.
"Kamu benar sayang. Semoga juga Olive kandungannya baik-baik aja," sahut Gibran yang menunjuk Olive yang juga ada di taman itu. Namu sedang mesra-mesraan bersama Mike yang mana Olive lagi manja-manjanya yang ingin di suapi makan. Karena maklum Olive sedang hamil muda dan akhirnya Mike harus sabar-sabar dengan tingkah istrinya yang menjadi bayi gede.
********
Sementara Aurelia dan Derry yang sedang berkebun dengan perut Aurelia yang buncit. Seperti janji Aurelia dan Derry yang memang tinggal di tempat Chandra yang akan meneruskan untuk merawat tanaman dari Candra.
"Sayang kalau kamu lelah istirahat ya," ucap Derry.
"Iya sayang tidak apa-apa kok," sahut Aurelia yang merasa santai karena memang tidak apa-apa.
Dalam menjalani hamil tuanya dia sangat bahagia dan tidak apa-apa menurutnya dengan kehamilannya yang sambil berkebun. Tidak masalah baginya.
"Pah, Aurelia, Anna dan Chaca sangat bahagia. Makasih ya pah sudah menjadi papa yang terbaik untuk kamu bertiga, doakan ya pah persalinan Aurelia berjalan dengan lancar dan Anna, Aurelia dan Chaca pasti juga selalu mendoakan papa berada di sana yang pasti mempunyai tempat yang paling terindah," batin Aurelia yang melihat ke langit.
Dia sangat yakin sang papa begitu bahagia di sana dan dia juga sangat bahagia dengan pernikahannya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นTammat๐น๐น๐น๐น๐น
...Terima kasih yang sudah mengikuti Novel CEO Tampan Di Antara 2 Wanita yang sudah mencapai 406 episode dan pasti sangat membosankan bukan....
...Makasih ya sudah support karya aku, yang kasih like, kasih, koment, dan yang sudah Vote makasih untuk semuanya....
...Jangan lupa ya untuk membaca cerita-cerita aku yang lainnya yang masih on going dan juga yang sudah tammat makasih ya untuk semuanya....
...Mampir ke Novel aku yang terbaru ya dan tinggalkan sejak yang banyak....
... ...
__ADS_1