
"Anna kamu tau kan kenapa Athar harus menerima Keputusan kamu yang ingin berpisah dengannya, semua itu karena..."
"Mah!" tiba-tiba Olive menegur Maharani yang membuat Maharani tidak jadi melanjutkan kalimatnya.
"Olive!" sahut Maharani dengan melihat ke arah Olive.
"Papa mencari mama," ucap Olive.
"Begitu rupanya, ya sudah kalau begitu. Anna Tante tinggal dulu ya," ucap Maharani.
"Iya Tante," jawab Anna. Maharani pun meninggalkanmu tempat duduknya untuk menemui suaminya dan tidak sempat berbicara panjang dengan Anna yang membuat Anna sebenarnya merasakan ada sesuatu.
"Kamu baik-baik saja Anna?" tanya Olive yang duduk di sebelah Anna.
"Iya aku baik-baik saja. Aku hanya terharu dengan pernikahan Lisa dan juga Marko," jawab Anna.
"Sama aku juga terharu dengan pernikahan mereka. Teman kita sekarang sudah punya keluarga baru dan tinggal kita berdua," ucap Olive. Anna tersenyum dan merangkul temannya itu.
"Jomblo tidak menyeramkan dan tidak seburuk itu. Jadi jangan khawatir. Single jauh lebih Asik," ucap Anna.
"Aku setuju itu dan itu memang kebenarannya," sahut Olive dengan tersenyum yang terus memeluk sahabatnya itu dengan mata mereka yang terus melihat Lisa dan Marko yang penuh dengan kebahagiaan.
Sama dengan Sana yang juga berada di pelukan Gibran yang melihat kebahagian sahabatnya. Namun fokusnya pada Lisa hanya sebentar dan hanya fokus pada Anna yang terlihat pura-pura bahagia. Padahal hatinya sangat sedih.
"Kamu kenapa?" tanya Gibran.
"Anna!" jawab Sana.
"Ada apa dengan Anna?" tanya Gibran heran.
"Tadi Lisa mendapat bingkisan dari Athar dan juga ada suratnya dan surat itu di bacakan oleh Lisa dan Athar juga membawa nama Anna dalam.suratnha yang di dengarkan oleh Anna sendiri. Aku hanya heran saja. Sebenarnya apa keinginan Athar. Jika dia sepakat untuk mengakhiri hubungannya dengan Anna bukannya seharusnya dia tidak perlu menulis surat dan menyuruh Lisa menjaga Anna. Hal itu hanya membuat Anna semakin sedih saja," ucap Sana.
"Sana seperti yang kita ketahui. Jika apa yang terjadi pada Athar bukan suatu hal yang mudah dan kita juga tidak bisa menghakimi Athar ataupun Anna dan mungkin Athar juga sedang berjuang. Bukannya Derry ada di sana. Jadi percayalah. Jika mereka memang berjodoh mereka akan tetap bersama.. Percayalah," ucap Gibran yang berbicara dengan bijak.
"Aku hanya berharap seperti itu. Karena aku bisa melihat dari mata Anna yang masih mencintai Athar dan dari cara Athar yang mengingat nama Anna yang juga sudah jelas untuk semuanya dan semoga saja ada jalan untuk mereka," sahut Sana.
__ADS_1
"Kita doakan yang tebaik untuk Anna dan juga Athar," sahut Gibran. Sana menganggukkan kepalanya.
***********
Seminggu kemudian.
Pernikahan Lisa dan Marko sudah selesai. Bahkan kabarnya pasangan pengantin baru itu masih berbulan madu di Eropa. Ya tidak pulang-pulang sampai sekarang.
Anna sekarang berada di rumah Olive yang sedang ada keperluan yang mana Anna berada di kamar Olive yang telungkup di atas tempat tidur dengan dadanya di lapisi bantal dan fokus ke laptop sementara Olive duduk di dekat Anna dengan menscroll ponselnya.
"Keren banget foto-foto bulan madu mereka ber-2," ucap Lisa yang ternyata sedang melihat-lihat upload Ig Lisa yang menunjukkan kebahagiaan mereka.
"Jadi pengen liburan," sahut Olive lagi.
"Kita juga sebentar lagi bakalan ke Luar Negri," sahut Anna tanpa melihat ke arah Olive yang matanya tetap fokus pada laptopnya.
"Kapan?" tanya Olive.
"Astaga Olive masa iya kamu lupa. Kalau kita akan keluar negri untuk menghadiri pernikahan Jennie dan Mahendra. Lupa kamu," sahut Anna.
"Ya sama saja yang penting keluar Negri dan kita bisa sekalian liburan. Jadi sambil menyelam minum air," sahut Anna dengan santai.
"Benar kita sekalian liburan," sahut Olive.
"Ya iyalah," sahut Anna.
"Kamu cuma ngomong doang. Nanti aja sudah sampai sana maunya pulang mulu dan ujung-ujungnya hanya kondangan saja," sahut Olive yang sudah tau tabiat Anna.
"Kali ini tidak bakalan. Karena aku sudah bilang sama mama akan cuti dari kantor. Jadi bisa sekalian kondangan dan juga liburan. Karena aku akan cuti lama dan iya aku ingin happy-happy," sahut Anna dengan yakin.
"Benar yah, awas saja kalau kamu bohong," sahut Olive.
"Siapa juga yang bakalan bohong kamu itu aneh," sahut Anna.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan ambil cuti dari kantor," sahut Sana yang mengikuti jejak temannya itu. Karena bekerja terus membuat penat dan ingin rehak sebentar untuk merefleksikan tubuh.
__ADS_1
"Oh iya Olive kenapa Derry tidak pulang juga dari New York?" tanya Anna tiba-tiba.
"Aku juga tidak tau masalah itu. Kak Derry sebenarnya ngapain ke Luar Negri. Di rumah juga tidak pernah ada pembahasan," jawab Olive yang memang kenyataan tidak tau apa-apa.
"Apa memang Perusahaan Glossi yang ada di New York benar-benar sangat membutuhkan bantuan sampai harus 2 orang yang berada di sana. Apa memang begitu menghadapi kesulitan?" tanya Anna dengan hati-hati.
"Anna kamu sebenarnya tujuannya untuk menanyakan hal yang mana. Bukannya sebelumnya kak Athar mengatakan kondisi Perusahaan bagaimana sebelumnya," sahut Olive yang melihat Anna sebenarnya berusaha untuk mengkorek-korek sesuatu.
"Ya kan aku hanya bertanya saja. Soalnya sampai 2 orang yang pergi ke sana. Wajar kan jika aku bertanya," sahut Anna.
"Hmmm, bilang aja sebenarnya kamu itu mau menayakan kak Athar. Apa dia baik-baik saja atau tidak, iyakan," sahut Olive menebak-nebak.
"Issss apaan sih, ya nggaklah," sahut Anna dengan mengelak.
"Sudah jangan mengelak ngaku aja," sahut Olive.
"Tidak ada yang mengelak Olive. Jangan aneh-aneh pikiran kamu," sahut Anna.
"Olive hanya tersenyum saja dengan melihat Anna yang salah tingkah dengan wajah Anna yang memerah dan Olive sepertinya sangat sengaja menggoda Anna.
"Malah senyum-senyum. Sudah ah aku mau turun dulu," sahut Anna dengan kesal yang turun dari ranjang.
"Kamu mau kemana?" tanya Olive.
"Mau ambil minum ke bawah," jawab Anna yang keluar dari kamar.
"Isss dasar. Kelihatan banget kalau dia sebenarnya sangat merindukan kak Athar. Hanya saja dia gengsi," ucap Olive tersenyum sembari geleng-geleng.
**********
Anna menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil air putih. Karena memang tenggorokannya sedang kering.
"Bagaimana dengan kondisi Athar Derry apa pengobatannya berjalan dengan lancar!" langkah Anna terhenti saat melewati salah satu kamar dan saat mendengar nama Athar di sebut yang membuat Anna berhenti di depan kamar tersebut yang pintunya terbuka sedikit dan melihat Maharani dan Ari Purnama ada di dalam kamar tersebut dengan Maharani yang menelpon yang di pastikan menelpon Derry.
Bersambung
__ADS_1