Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 236 Menyadarkannya.


__ADS_3

" Papa, kau harus di salahkan dengan hancurnya hidupku. Kau yang membuatku seperti ini. Aku tidak punya tujuan hidupnya. Semuanya berantakan. Aku tidak mendapatkan apa-apa. Pria yang aku cintai sekarang membenciku dan aku kehilangan segalanya. Bahkan ibuku sudah menemui Anna dan bahkan tidak menemuiku. Karena pasti juga membenciku. Aku benar-benar tidak punya siapa-siapa dan semua itu karena kesalahanmu. Keserakahan mu kepadaku yang menjadikan ku korban ke egoisan mu. Kau menghancurkan segalanya. Jika seperti ini akhirnya. Aku lebih baik mati dari pada harus bertahan di dunia yang kejam ini," ucap Aurelia dengan tatapannya yang penuh dengan kekosongan.


Aurelia menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Aurelia memejamkan matanya yang sudah bertekad ingin mengakhiri hidupnya. Saat dia benar-benar nekat. Tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan kuat dan membawanya menjauh dari pinggir jembatan itu.


" Lepaskan aku! Lepaskan!" berontak Aurelia yang ternyata Pria yang menariknya adalah Derry yang membawanya jauh dari tempat itu.


" Apa yang kau lakukan Aurelia?" bentak Derry.


" Kenapa kau ada di sini? jangan menggangguku!" sahut Aurelia dengan suara seraknya.


" Kau belum menjawab pertanyaan ku. Apa yang kau lakukan. Apa kau ingin melenyapkan dirimu. Kau ingin bunuh diri!" teriak Derry.


" Iyaaaa," teriak Aurelia dengan suara nya yang menggelegar. Mata Derry melotot mendengar pernyataan Aurelia.


" Apa kau gila," sahut Derry menekan suaranya.


" Aku memang sudah gila dan aku ingin mengakhiri kegilaan ku. Aku capek dengan kehidupan ini. Kehidupan yang kejam yang sudah menghancurkan diriku. Aku ingin mati saja. Aku ingin mati!" teriak Aurelia yang ingin kembali pergi kejembatan itu. Namun Derry menahannya dan terus menariknya dan Aurelia terus memberontak yang terus berusaha untuk secepatnya mengakhiri hidupnya.


" Cukup Aurelia!" bentak Derry dengan suaranya yang menggelegar. Yang berteriak di depan wanita yang kehilangan akal di depannya itu. Aurelia tersentak mendengar bentakan itu dan menangis dengan suaranya yang Sengugukan.


" Argggghhh!" teriak Aurelia mengacak rambutnya dan langsung berlutut. Dia menangis senggugukan setelah menyadari kebodohannya yang ingin mati bunuh diri.


Derry menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Yang mencoba untuk meredakan emosinya di depan wanita yang sudah kehilangan akal itu.


" Jangan seperti ini Aurelia. Kamu tidak harus mengakhiri hidupmu dengan sia-sia," ucap Derry merendahkan suaranya.

__ADS_1


" Aku sudah tidak berguna lagi. Jadi untuk apa aku hidup. Papa sudah mengahancurkanya hidupku. Aku tidak bisa menjadi kakak untuk adikku yang seharusnya aku adalah tempat untuknya mengadu. Tapi apa aku tidak bisa menjadi kakak untuknya. Dan sekarang aku benar-benar sendiri. Aku tidak punya siapa-siapa. Papa mengusirku dan sudah tidak menganggapku anak sama seperti dulu lagi. Dan ibukuku hanya menemui Anna. Dia juga tidak menganggapku ada. Lalu untuk apa aku hidup. Aku sudah kehilangan segalanya. Keluargaku tidak ada yang menginginkan ku," ucap Aurelia dengan mengeluarkan isi hatinya.


" Masih banyak Aurelia. Masih banyak yang menginginkanmu. Masih banyak kegunaannya dan kamu masih bisa memperbaiki semuanya. Jangan begini Aurelia. Kamu jangan menyia-nyiakan hidupmu dengan kebodohan seperti ini," ucap Derry.


" Aku mohon sama kamu jangan seperti ini. Kamu tidak kehilangan apapun," lanjut Derry merendahkan suaranya dan Aurelia terus menangis sengugukan.


" Aku sudah kehilangan semuanya Derry. Tidak ada yang menginginkanku untuk hidup. Sudah tidak ada yang ingin bersamaku. Semua membenciku," sahut Aurelia mengangkat kepalanya melihat ke arah Derry terlihat Aurelia yang begitu putus asa.


" Tidak semuanya. Aku tidak pernah membencimu. Aku marah kepadamu. Tetapi tidak membencimu. Dan aku menginginkanmu untuk hidup. Aku tidak ingin kamu mati sia-sia. Karena aku tau kamu orang seperti apa dan pasti akan bisa menjadi orang lebih baik. Aku ingin melihat Aurelia yang dulu," ucap Derry dengan lembut yang memberikan banyak harapan untuk Aurelia.


" Aurelia tetap lah hidup. Dunia ini tidak meninggalkanmu," lanjut Derry.


Aurelia hanya diam yang dengan derain air matanya yang semakin mengalir deras. Derry berjongkok di depan Aurelia dengan lututnya sebelah menyentuh tanah.


Tangannya memegang ke-2 pipi Aurelia. Derry bisa merasakan tubuh Aurelia yang begitu bergetar dan penuh ketakutan yang sudah tidak punya semangat untuk hidup.


Aurelia pun memeluk Derry dengan erat dengan sampai meremas pakaian Derry. Semakin pelukan itu semakin erat. Derry semakin merasakan bergetarnya tubuh Aurelia. Dia merasakan betapa hancurnya wanita yang hidupnya selama ini tertekan.


Karena tekanan dan tidak ingin hidup susah Aurelia menjadi orang asing. Memusuhi adiknya sendiri dan memiliki obsesi tinggi pada Pria yang tidak menyukainya. Kejahatannya semakin menjadi-jadi. Karena pria yang di cintainya menyukai adiknya dan membuatnya semakin tidak berguna.


Ya dia tidak bisa seperti Anna yang bisa hidup sendiri tanpa papanya. Hidup bebas tanpa larangan. Hidup tenang tanpa tekanan seperti yang di hadapinya selama ini.


*********


Semenjak rahasia besar itu terungkap hubungan Maharani dan Ari Purnama sedikit meregang. Maharani lebih sering murung dan bahkan bicara hanya seperlunya saja. Ari Purnama juga tidak tau kapan waktu itu akan habis. Kapan istrinya bisa menerima semuanya dengan baik.

__ADS_1


Seperti sekarang ini dia hanya duduk di taman belakang. Duduk bangku singgel dengan ke-2 tangannya di dadanya. Wajahnya tampak murung yang pasti pikirannya tidak fokus kemana-mana.


Olive mencari-cari mamanya sejak tadi. Akhirnya menemukan sang mama yang melamun sendiri. Olive begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada mamanya akhirnya menghampiri mamanya.


" Mah!" tegur Olive berdiri di belakang Maharani dengan memegang pundak Maharani.


Maharani menoleh kebelakang dan menyeka air matanya yang sempat menetes mengeluarkan senyum palsu untuk menutupi apa yang terjadi padanya.


" Ada apa Olive?" tanya Maharani dengan suara seraknya.


" Mama kenapa?" tanya Olive dengan raut wajah sedihnya.


Maharani menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. Olive membuang napasnya perlahan lalu duduk di samping mamanya dan langsung memeluk mamanya.


" Mana mungkin tidak ada apa-apa. Beberapa hari ini mama terus murung dan Olive perhatikan mama dan papa tidak pernah bersama. Jadi bagaimana ceritanya mama tidak apa-apa," ucap Olive dengan suaranya yang lembut. Maharani kembali meneteskan air matanya.


Ternyata kesedihannya membuat sang anak memperhatikannya dan pasti belakangan ini putrinya yang manja itu kepikiran tentang dirinya.


" Maafkan mama. Mama dan papa memang ada masalah sedikit," jawab Maharani yang tidak mungkin menceritakan pada Olive masalah yang di alaminya.


Olive melepas pelukan itu dan melihat ke arah mamanya, " masalah apa?" tanya Olive penasaran.


" Dalam rumah tangga itu banyak sekali masalah. Anak kecil tidak boleh tau," jawab Maharani dengan bercandaan membuat wajah Olive cemberut.


" Issss, Olive sudah dewasa. Mama malah bilang Olive anak kecil," rengek Olive dengan manjanya. Maharani tersenyum melihat tingkah putrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2