
Perusahaan Glossi.
Anna memarkirkan motornya di tempat biasa. Anna melihat di sekitarnya yang terlihat mencari-cari seseorang.
" Kayaknya dia belum datang," ucap Anna yang yang kelihatannya mengawasi Athar, " syukurlah kalau begitu," ucap Anna merasa lega dan dengan cepat membuka helmnya.
" Maaf non," tiba-tiba datang satpam menghampiri Anna.
" Ada apa pak?" tanya Anna membuka helmnya meletakkan pada tempatnya.
" Jangan parkir motor di sini. Tuan Athar melarangnya," ucap satpam tersebut.
" Memang kenapa dan siapa Athar, Athar itu," sahut Anna kesal. Anna juga sepertinya tidak tau siapa Athar. Ya mungkin dia tidak tau Athar adalah Pria yang di hindarinya.
" Jangan bercanda neng pakai nggak tau segala, nggak lucu becandaanya," ucap satpam tersebut.
" Siapa yang bercanda aneh deh," ucap Anna kesal.
" Sudah-sudah neng, sekarang buruan pindahin motornya. Nanti saya di marahin," ucap satpam tersebut sedikit memaksa.
" Ishhhhh," desis Anna kesal. Lalu Anna pun harus terpaksa memindahkan motornya.
Anna aja yang sebenarnya aneh. Sudah tau ada parkiran untuk motor. Tetapi dua malah parkir sembarangan dan jelas Athar harus turun tangan untuk mencegah ke disiplinan itu.
Setelah memarkirkan motornya, Anna langsung memasuki Perusahaan tersebut. Anna terus melihat-lihat ke kiri, kanannya dia mengawasi di sekitarnya. Dia memang sangat takut berpapasan dengan Athar. Karena takut akan di tindas oleh Athar.
" Semoga saja tidak bertemu dengannya semoga saja tidak. Semoga saja tidak," batin Anna yang terus bergerutu. Sampai tidak bisa berjalan dengan benar dan harus menabrak Lisa.
Bruk.
" Anna," ucap Lisa dengan suara nyaringnya karena di tabrak oleh Anna.
" Sorry, Sorry, tidak sengaja," ucap Anna dengan menyatukan ke-2 telapak tangannya.
" Lagian kamu ngapain sih, masuk kantor mengendap-endap kayak gitu. Kayak pencuri aja," ucap Lisa heran dengan wajah kesalnya pada Anna.
" Tidak apa-apa," sahut Anna terlihat santai, ' Hmmm oh iya Lisa apa bos super higenis sudah datang?" tanya Anna.
" Bos sedang tidak ada. Lagi perjalanan bisnis," jawab Lisa membuat Anna melebarkan matanya menatap Lisa serius.
" Perjalanan bisnis," ucap Anna tidak percaya Lisa mengangguk.
" Itu artinya akan lama pulang," tebak Anna.
" Biasanya sih," jawab Lisa.
__ADS_1
" Yes," ucap Anna kesenangan sampai melompat membuat Lisa heran dengan tingkah Anna.
" Kamu kenapa sih?" tanya Lisa. Anna tersenyum cengengesan.
" Tidak apa-apa," sahut Anna yang masih tersenyum. " Hmm ya sudah kalau begitu aku pergi dulu," ucap Anna yang merasa lega.
" Eh, tunggu dulu," sahut Lisa menarik tangan Anna membuat Anna tidak jadi pergi.
" Ada apa?" tanya Anna.
" Anna, aku sudah memperingati mu jika bekerja di sini. Harus mengutamakan kedisiplinan, kerapian, kebersihan itu kunci utamanya. Tapi kamu tidak mendengarku," ucap Lisa yang tampak mengoceh.
" Aku mendengarmu kok," sahut Anna.
" Mendengar dari mana. Gara-gara kamu aku di tegur sama Bu Jennie. Dia menganggap jika aku tidak memberi tahumu aturan penting itu. Jadi aku tegaskan pada kamu untuk menaati kata-kata itu dan lebih penting jangan buang sampah sembarangan," tegas Lisa meletakkan jarinya sejajar dengan Anna.
" Kamu dengar tidak," tegas Lisa sangat garang. Anna mengangguk sampai tidak bisa bicara apa-apa. Ternyata wanita yang sangat mudah bercanda itu bisa serius dan terlihat menakutkan.
" Ingat itu, jangan buang sampah sembarangan. Disiplin," tegas Lisa lagi. Anna mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Huhhhhhh, Lisa membuang napasnya perlahan kedepan yang merasa sedikit lega.
" Keriput Ku akan bertambah jika marah-marah," ucap Lisa tampak menyesal dan langsung pergi dengan cemas. Dan Anna juga bernapas lega.
" Ahhhh, sudahlah yang penting pria itu tidak ada di sini. Jadi aku akan aman-aman saja," ucap Anna merasa lega dan langsung melanjutkan langkahnya dengan memutar-mutar kunci motornya di jarinya. kebahagiannya terasa double-double karena Athar Pria yang di hindarinya tidak ada.
*********
Anna begitu semangat bekerja. Di mejanya tangannya begitu lincah memainkan jarinya di di keyboard laptop.
" Anna!" tegur Momo di sampingnya pelan.
" Hmmm," jawab Anna dengan deheman dengan matanya yang fokus pada laptopnya.
" Lihat desainku, cantik tidak?" tanya Momo memperlihatkan desainnya pada Anna. Mata Anna turun ke arah bawah dan melihat gaun yang seksi yang di gambar momo.
" Cantik," jawab Anna kembali menoleh ke arah laptop.
" Kok tanggapannya datar gitu," ucap Momo.
" Ya lalu?" tanya Anna heran.
" Kasih pendapat kek, apa yang kurang, supaya aku bisa pede memberikan ini untuk kompetisi nanti," ucap Momo.
" Kompetisi, kompetisi apa?" tanya Anna heran.
__ADS_1
" Ishhhh, Anna apa lagi kalau bukan kompetisi untuk pengeluaran produk baru," jawab Momo dengan menekan suaranya.
" Kamu ikut?" tanya Anna.
" Bukan ikut. Tetapi memang wajib ikut," tegas Momo.
" Wajib ikut, maksud kamu semuanya harus mengikuti kompetisi untuk event Perusahaan?" tanya Anna memastikan.
" Iya," jawab Momo menegaskan.
" Bukannya Lisa mengatakan tidak harus semuanya ikut. Ya siapa yang mau saja," ucap Anna.
" Nggak Anna peraturannya berubah, semuanya wajib ikut tanpa ketercuali," tegas Momo.
" Mana bisa begitu dong. Itu namanya pemaksaan," ucap Anna.
" Nggak Anna, itu bukan pemaksaan. Tetapi tim Perusahaan mewajibkan untuk semuanya ikut. Termasuk karyawan. Tujuannya untuk melihat kualitas para karyawan. Pantas atau tidak bekerja di Perusahaan Glossi. Jadi semuanya harus ikut tanpa ketercuali," ucap Momo penuh penekanan dan penegasan.
" Ahhhh, nambah-nambah beban pikiran aja," sahut Anna yang sudah hilang mood mendengar hal itu.
" Isshhh, Anna kamu ini ya. Namanya juga kerja jadi wajarlah kalau beban pikiran itu ada," sahut Momo geleng-geleng.
" Ya tapi nggak gini juga kali," ucap Anna.
Tiba-tiba terdengar suara heels lari-larian dan ternyata itu suara Lisa.
" Perhatian semuanya untuk berdiri di depan, Pak Athar menuju kemari," ucap Lisa memberikan arahan dengan tergesa-gesa. Bahkan Lisa napas Lisa tersengal-sengal.
" Ayo cepat bereskan meja kalian, buruan," ucap Lisa yang menyuruh dengan panik membuat Anna malah kebingungan dan yang lainnya heboh sendiri.
" Kenapa sih mereka," batin Anna dengan menggaruk kepalanya menggunakan jarinya yang penuh kebingungan.
" Anna!" tegur Lisa. Anna hanya mengangkat ke 2 alisnya yang heran dengan Lisa.
" Buruan kamu beresin meja kamu jangan berantakan seperti itu," tegur Lisa melototkan matanya pada Anna.
" Hah!" Anna malah pelongo-pelongo yang masih kebingungan.
" Buruan Anna!" tegas Lisa yang akhirnya ikut membantu Anna karena dia tidak mau mendapat teguran.
" Kamu ini ya, cari gara-gara mulu," ucap Lisa kesal.
" Memang ada apa coba," batin Anna yang masih tampak kebingungan yang melihat orang heboh sendiri
Bersambung
__ADS_1