
" Ayo kak Athar makan juga," sahut Olive.
Athar mengangguk dan menutup pintu lalu ikut bergabung bersama wanita-wanita itu yang mana dia juga duduk di samping Anna. Anna mengambil mangkok dan mengisi mie kedalam mangkok dan memberikannya pada Athar. Tumben sekali soal makanan Anna harus mendahulukan orang lain. Padahal biasanya dia tidak seperti itu.
" Makanlah ini sangat nikmat," ucap Anna Athar mengangguk dan langsung mencobanya. Setelah itu Anna mengambil untuk bagiannya dan mulai menikmatinya yang juga begitu enak.
" Kita pulang hari ini?" tanya Lisa di tengah-tengah makan.
" Hmmmm, sudah waktunya hari ini kita harus pulang," sahut Anna.
" Berati harus siang ini dong. Kalian kan besok langsung masuk kerja, jadi paling tidak harus ada istirahat sebentar di rumah," sahut Sana.
" Benar sih. Kita harus pulang siang. Biar sampai tepat waktu dan besok bisa bekerja," sahut Lisa.
" Apa kalian sudah siap-siap?" tanya Anna. Lisa, Sana dan Olive mengangguk.
" Ya ampun aku belum siap-siap," sahut Anna menepuk jidatnya dengan wajah paniknya.
" Kita nanti sore saja pulangnya," sahut Athar yang tiba-tiba memberi kepuasan.
" Seriusan," sahut Anna yang dengan semangatnya. Athar mengangguk.
" Yes masih banyak waktu," sahut Anna yang begitu senangnya.
Olive yang mendengar keputusan kakaknya tersenyum dan terus memperhatikan kakaknya yang seolah Olive mengetahui sesuatu.
" Kira-kira mereka dari mana ya. Semalaman pergi ber-2an," batin Olive yang penasaran dan melihat curiga pada kakaknya itu.
Mereka pun ikut senang karena memang liburan di tempat itu begitu asyik walau hanya hitungan hari saja. Mereka melanjutkan makan mereka sama-sama yang mana mereka semua begitu bahagia walau hanya memakan mie instan saja.
***********
Sore hari telah tiba. Tibalah untuk Anna dan yang lainnya untuk pulang. Mobil Athar sudah berada di depan rumah Bibi dan terlihat Athar yang memasukkan barang-barang Anna dan yang lainnya ke dalam bagasi mobil yang mana juga bahan-bahan yang di cari Anna.
Bibi pasti mengantarkan Anna pulang. Maksudnya mengantarkan masuk kedalamnya mobil. Yang pasti Anna dan yang lainnya harus berpamitan. Seperti sekarang ini Anna sedang memeluk bibinya dengan erat dan teman-temannya berdiri di belakang Anna yang pasti menunggu giliran.
" Kalau ada waktu bibi harus ke Jakarta. Anna masih merindukan Bibi," ucap Anna di dalam pelukan itu.
__ADS_1
" Iya Anna nanti kalau Bibi ada waktu Bibi akan ke Jakarta untuk menemui kamu. Kamu jangan khawatir ya," ucap Bibi mengusap-usap punggung Anna.
" Sungguh," ucap Anna dengan senangnya yang sudah melepas pelukan itu.
" Iya pasti Bibi akan ke Jakarta," sahut Bibi berjanji Anna tersenyum mendengarnya.
" Ini," Bibi Tiba-tiba memberikan amplop putih untuk Anna, " uang yang Bibi janjikan untuk kamu. Kamu pakai sebaik-baiknya. Kalau ada apa-apa. Kamu telpon bibi," ucap Bibi.
Anna dengan semangat mengangguk dan langsung mengambilnya dan bahkan masih sempat-sempatnya mengintip isinya dan matanya langsung berbinar yang mungkin melihat nominalnya.
" Makasih Bibi banyak sekali," ucap Anna yang langsung memeluk kembali Bibinya. Yang lainnya hanya tersenyum melihat Anna yang begitu happy.
" Sama-sama," sahut Bibi. Anna kembali melepas pelukan itu. Bibi hanya mengusap-usap pucuk kepala Anna.
" Bibi makasih ya untuk kebaikan Bibi kepada kami, sudah menerima kamu dengan baik dan bahkan memberikan kami banyak makanan," sahut Lisa.
" Sama-sama. Kalian adalah teman-teman Anna. Jadi itu sudah kewajiban saya untuk melayania kalian di rumah ini. Jadi tidak perlu berterima kasih," sahut Bibi tersebyum.
" Tetapi tetap aja. Kami sangat bahagia bisa berada di tempat ini. Pokuknyha terima kasih untuk semuanya," sahut Sana yang menambahi.
" Sesuatu apa itu?" tanya Bibi heran.
Sana, Olive dan Lisa pun mengeluarkan kotak besar dari dalam rumah dan langsung menyeretnya ke depan bibi yang membuat bibi semakin heran.
" Apa ini?" Tanya Bibi lagi yang penuh dengan rasa penasaran.
" Bibi buka aja," sahut Sana.
Bibi yang penasaran pun akhirnya mendekati kerdus itu dan membuka bagian atasnya. Bibi langsung melihat isinya yang ternyata itu adalah alat-alat dapur yang begitu banyak dan lengkap.
" Ini untuk Bibi," tanya Bibi yang merasa tidak percaya mendapatkan hadiah sebanyak itu.
" Benar Bibi. Itu semua untuk Bibi. Apa Bibi menyukainya?" tanya Sana.
" Ya ampun ini sangat berlebihan. Bibi jelas menyukainya. Seharusnya kalian tidak melakukan ini. Ini sangat banyak sekali," sahut Bibi yang merasa tidak enak yang sudah merepotkan teman-teman dari keponakannya itu.
" Tidak ada yang berlebihan Bibi. Justru kami senang sudah memberikannya pada Bibi. Karena bibi juga sangat baik kepada kami. Dan lagiam supaya bibi memasak lebih rajin lagi," sahut Olive.
__ADS_1
" Benar Bibi masakan Bibi itu enak-enak sekali. Makanya kami inisiatif untuk memberikan ini. Biar nanti kalau kami datang lagi. Kami di masakkan makanan yang enak-enak," sahut Sana.
" Sudah Bibi terima aja. Lagian mana ada yang gratis di dunia. Anggap itu bayar uang sewa mereka selama tinggal di sini," sahut Anna dengan nada becandaan.
" Ya tidak masalah jika di anggap seperti itu," sahut Olive.
" Baiklah, Bibi terima apa yang kalian berikan. Terima kasih banyak, ini sangat berguna untuk bibi," ucap Bibi yang merasa bahagia.
" Sama-sama bibi," sahut mereka dengan serentak.
" Ya sudah kalau begitu. Kami pergi dulu ya Bi. Soalnya ini sudah sore juga," sahut Anna yang pamitan kembali.
" Iya, kalian hati-hati ya. Dan ini ini makanna untuk kalian di mobil," ucap Bibi memberikan kantung plastik yang penuh dengan makanan
" Bibi sangat baik sekali, gimana kita tidak mau memberikan hadiah lagi," sahut Sana.
" Sudah-sudah ini sudah cukup. Jangan memberikan apa-apa lagi," sahut Bibi yang menolak.
" Ya sudah kami pulang dulu Bibi," sahut Olive yang memeluk Bibi Anna, Lisa dan Sana pun melakukan hal itu.
" Da Bibi," ucap Anna yang membuka pintu mobil. Bibi melambaikan tangannya.
" Kami permisi dulu. Terimakasih untuk semuanya," ucap Athar yang terakhir pamitan.
" Sama-sama nak. Titip Anna ya di Jakarta. Tidak ada yang menjaganya. Jadi jaga dia. Kalau masalah Anna bandal itu memang biasa," ucap Bibi.
" Iya, sebisanya saya akan menjaganya," ucap Athar yang secara tidak langsung sudah berjanji pada Bibi Anna.
" Kami permisi pulang dulu," ucap Athar yang berpamitan. Bibi mengangguk dan Athar langsung menyusul untuk memasuki mobil. Anna dan yang lainnya masih melambaikan tangan kepada Bibi. Athar mengelakson saat mobil itu melaju.
Tiba-tiba Anna melihat dari kaca spion di mana Anjani yang melihat kepergian mereka. Anna melihat kesedihan dari wajah wanita itu, Anna melihat ke arah Athar yang tampaknya Athar tidak melihat Anjani yang memperhatikan Athar.
" Akhirnya kita pulang. Aku mengantuk mau tidur dulu," sahut Olive.
" Aku juga," sahut Sana yang mulai menguap dan pasang stel untuk tidur.
Namun Anna wajahnya terlihat berpikir yang sangat penasaran dengan wanita yang bernama Anjani itu. Dia hanya mengira wanita itu menyukai Athar.
__ADS_1