
Pesta kacau berantakan dan sekarang Anna dan Athar yang terjatuh kedalam jurang dengan Anna yang tergelatak yang mana Athar berada di atas tubuhnya. Dan Athar langsung bangkit dari tubuh Anna untuk melihat kondisi Anna yang mana mata Anna terpejam dengan luka sedikit di dahinya.
" Anna bangun! Anna! Anna! Athar menepuk-nepuk pipi Anna membuat Anna terbangun dan mata Anna langsung terbuka perlahan dan melihat Athar yang belum jelas masih berupa bayangan.
" Anna!" Lirih Athar. Anna masih diam berusaha untuk melihat jelas wajah di depannya itu.
Wajah Athar yang semakin dekat akhirnya melihat jelas Athar yang memanggil-manggil mamanya.
" Athar, apa kita sudah berada di alam lain," ucap Anna yang pikirannya yang menyangka dia sudah mati.
" Tidak Anna, kamu dan aku masih hidup, kita tetap di dunia," sahut Athar
" Benarkah!" tanya Anna tidak percaya. Athar mengangguk dan langsung mendudukkan Anna dan langsung memeluknya dengan erat.
" Aku sangat mengkhawatirkan mu, aku sangat takut kehilanganmu. Maafkan aku Anna, maafkan aku yang sudah meninggalkan mu, maafkan aku Anna, aku sungguh minta maaf Anna," lirih Athar dengan suaranya yang bergetar yang begitu takut kehilangan Anna. Anna juga memeluk Athar dengan kuat yang mana dua menangis di pelukan itu yang juga sangat trauma dengan kejadian itu.
" Makasih, kamu sudah menolongku. Aku tidak tau kenapa mereka membawaku dah mengikatku di sana. Aku tidak tau kenapa mereka ingin aku mati," ucap Anna yang menagis di pelukan Athar yang dia juga sangat ketakutan dan masih terbayang-bayang dengan lintasan kereta api tersebut.
" Aku tidak akan membiarkan kejadian ini terulang lagi. Aku janji kepadamu. Aku akan terus di sisimu. Mereka tidak akan berani mengganggu mu lagi," ucap Athar yang merelakan ketakutan dari Anna.
Anna jelas merasa jauh lebih tenang dengan ada Athar yang nyata di depannya dan bahkan memeluknya dengan erat yang membuatnya jauh lebih nyaman.
*************
Hujan masih tetap deras mengguyur bumi, Anna dan Athar berada di dalam sebuah gubuk yang mana akhirnya mereka temukan untuk tempat berlindung di sana dengan pakaian Anna yang basah kuyup rambutnya yang di gerai yang digerai juga basah.
Melihat Anna yang berdiri kedinginan membuat Athar membuka jasnya yang juga basah. Namun kemeja putih lengan panjang di balik jas itu sama sekali tidak basah.
Athar langsung membuka kancing kemejanya dan melepas kemeja itu dari tubuhnya yang meninggalkan kaos putih lengan satu. Setelah itu Athar mendekati Anna.
__ADS_1
" Lepas bajumu!" titah Athar membuat Anna kaget dan melototkan matanya dan reflek menyilangkan tangannya di dadanya yang menutupi sesuatu.
" Lepas, kau mau ngapain, jangan macam-macam pada ku," sahut Anna panik.
" Aku tidak ingin berbuat apa-apa. Aku hanya ingin kamu melepas bajumu yang basah dan ganti pakai ini. Jika kamu memakai yang basah terus. Nanti kamu akan sakit," ucap Athar yang memberikan kemejanya dengan wajahnya yang mengkhawatirkan Anna.
" Lalu kamu bagaimana?" tanya Anna.
" Jangan mengkhawatirkanku aku tidak apa-apa," sahut Athar.
" Lalu mau di ganti di mana?" tanya Anna melihat tempat itu hanya kecil, hanya ruangan sepetak saja.
" Ganti di sana!" tunjuk Athar pada sudut yang ada tertutup di sana.
" Apa aman?" tanya Anna ragu.
" Baiklah, jangan mengintip ya," ucap Anna pelan. Athar mengangguk. Anna pun langsung mengambil kemeja yang di berikan Athar darinya dan langsung kesudut sana untuk mengganti pakaiannya.
**********
Tidak lama Anna sudah selesai mengganti pakainnya dengan kemeja Athar yang pasti lengannya kepanjangan dan kemeja putih itu hanya sampa di atas pahanya. Anna pun berjalan mendekati Athar yang sudah duduk di depan api dan tidak tau di mana Athar mendapatkan alat untuk membuat api.
" Ehemm!" Anna berdehem membuat Athar menengok kebelakang dan melihat dari mata kaki Anna sampak keatas yang mana Anna tampak malu-malu dengan dan menurun-nurunkan kemeja itu agar tubuhnya tidak terlalu vulgar. Anna juga begitu gugup yang di lihat intens oleh Athar.
" Kemarilah! Jangan berdiri terus di sana," ucap Athar dengan lembut. Anna mengangguk dan berjalan pelan mendekati Athar yang membuat Anna semakin gugup dan Anna pun duduk di samping Athar.
" Jangan menatapku seperti itu. Aku gugup," sahut Anna salah tingkah dan tidak berani melihat Athar yang terus melihatnya.
Athar semakin mendekatkan dirinya pada Anna dan merangkul bahu Anna untuk memberi Anna kehangatan yang dia tau Anna pasti kedinginan.
__ADS_1
Anna hanya berusaha untuk tenang walau sebenarnya dia begitu gugup yang sangat dekat dengan Athar. Tubuhnya juga bergetar kedinginan. Athar meraih tangan Anna menyatukan ke-2 tangan itu dan menggosok-gosoknya dengan tangannya untuk memberi kehangatan pada Anna.
" Kamu kedinginan?" tanya Athar. Anna mengangguk.
" Apa yang aku lakukan bisa mengurangi rasa dinginnya?" tanya Athar.
" Lumayan," sahut Anna tersenyum tipis. Dan Athar terus mengusap-usap tangan Anna.
" Kamu sudah tidak apa-apa kan?" tanya Athar. Anna menggeleng.
" Aku tidak apa-apa, aku hanya tidak percaya jika semua itu terjadi padaku dan aku tidak menyangka jika kamu akan datang tepat waktu. Terima kasih Athar sudah menyelamatkan ku berkali-kali. Makasih Athar sudah ada di saat aku kesulitan," ucap Anna.
" Sama-sama. Aku lega jika kamu sudah tidak mengingat kejadian itu lagi. Anna jangan di ingat-ingat. Kamu harus melupakannya. Percayalah padaku. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Athar memberikan Anna kenyamanan dan Anna mengangguk.
" Hmmm, kenapa bisa ada di sini. Bukannya hari ini kamu bertunangan?" tanya Anna tiba-tiba yang membuat Athar melihat ke arahnya dengan menatap Anna.
" Aku mendengarmu di culik dari anak buahku yang mengawasi rumahmu, mereka menelon Jennie dan aku langsung mencarimu begitu tau dari Jennie," ucap Athar dengan lembut.
" Kamu mengkhawatirkanku?" tanya Anna. Athar mengangguk.
" Lalu bagaimana dengan pertunangan mu?" tanya Anna. Athar membuang napasnya perlahan kedepan dan semakin mendekatkan wajahnya pada Anna dengan memegang pipi Anna mengusapnya dengan lembut.
" Aku lebih mengkhawatirkan mu dari pertunagan itu," ucap Athar yang mulai jujur dengan perasaannya yang membuat Anna kaget.
" Meninggalkan pertunangan itu. Apa mereka tidak akan marah dan juga kecewa?" tanya Anna.
" Anna aku tidak merencanakan semuanya. Semua itu hanya Aurelia yang merencanakannya dan juga keluargaku yang harus mengikuti. Aku tidak menginginkan pernikahan atau pertunangan itu. Aku tidak pernah menyukai Aurelia sedikitpun. Aku tidak menyukainya dan tidak mencintainya dan apa yang aku lakukan menjalankan pertunangan tanpa perasaan adalah kesalaha dan aku menyesal dengan mengambil tindakan itu," ucap Athar dengan bicara tanpa melepas tatapannya dari Anna.
Bersambung
__ADS_1