
Mentari pagi kembali tiba. Anna yang sudah tidak sabar ingin menemui Athar akhirnya buru-buru berlari kerumahnya di mana ada Athar di sana. Karena tadi malam dia meninggalkan Athar di rumahnya. Anna langsung membuka pintu dengan kuat.
Brukkk.
" Athar!" panggil Anna ketika melihat ruangan itu kosong dan tidak menemukan Athar di rumahnya.
" Athar! Athar!" panggil Anna yang mencari-cari Athar di dalam kamar di dapur dengan terus memanggil-manggil nama Athar.
" Athar di mana kamu!" teriak Anna yang terus memanggil Athar.
" Di mana dia, kenapa tidak ada di sini," batin Anna kebingungan dan Anna langsung keluar dari rumah tersebut yang ingin mencari Athar.
Dia tidak tau kenapa begitu gelisah sekali. Karena tidak menemukan Athar. Anna mencari-cari Athar, mencari ke proyek yang kemarin di katakan bibinya dan Anna bertanya dengan orang-orang di sana yang mana ternyata tidak ada yang tau di mana Athar.
Mereka juga mengatakan tidak menemukan Athar sama sekali bahkan Athar tidak datang sama sekali mengecek proyek itu. Anna yang semakin gelisah dan memutuskan untuk kerumah bibinya yang akan bertanya pada bibinya yang mungkin bibinya akan tau.
Brukk.... Anna membuka pintu dengan kuat.
" Bibi!" panggil Anna dengan dengan napasnya tersenggal-senggal berdiri di depan pintu dan orang-orang yang duduk di lantai yang sedang menikmati makanan heran melihat Anna dan ternyata Athar ada di sana bersama keluarga bibinya yang membuat Anna merasa lega yang akhirnya menemukan Athar.
" Anna ada apa?" tanya bibi heran.
" Anna kamu kenapa seperti di kejar-kejar setan seperti itu," sahut pamannya yang juga penuh dengan kebingungan. Dan Anna hanya diam mengatur napasnya yang terus melihat Athar.
" Ayo sini sarapan, kamu dari tadi bibi cariin entah di mana, ayo cepat kamu bergabung bersama kita!" ucap Bibi yang mengajak Anna.
Anna masih bengong dan masih melihat ke arah Athar yang mana Athar juga tidak kalah herannya dengan Anna yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
" Anna jangan bengong. Ayo makan!" tegur Bibi membuat Anna tersentak kaget dan akhirnya ikut bergabung.
" Kamu jangan drama seperti tadi malam lagi. Athar ini adalah tamu dan seharunya kamu itu memperlakukannya dengan baik. Terutama untuk makanan. Jadi sekarang kamu harus makan," ucap Bibi menceramahi Anna dengan memasukkan nasi ke piring Anna.
__ADS_1
Namun Anna terlihat bengong dan terus melihat ke arah Athar.
" Apa yang mau di bicarakan Anna. Kenapa aku merasa ada sesuatu yang ingin di sampaikannya?" batin Athar yang bisa membaca pikiran Anna.
" Ayo makan!" titah bibi lagi yang melihat Anna bengong.
" Aku akan mengatakannya nanti. Aku tau ini akan membuatnya terkejut. Tetapi dia harus tau kebenarannya. Aku tidak bisa menyembunyikan ini darinya," batin Anna yang terlihat buru-buru makan yang sudah siap memberitahu Athar dan siap tidak siap Athar harus mengetahui kenyataan itu.
**********
Setelah selesai makan Anna yang mencuci piring di dapur terus mengawasi Athar berada di luar yang mengobrol bersama pamannya. Anna terlihat tidak fokus melakukan pekerjaannya dan hanya fokus pada pergerakan Athar.
Sampai akhirnya terlihat Athar berpamitan dan yang membuat Anna langsung menghentikan pekerjaannya, mencuci tangannya dan meninggalkan dapur dengan piring yang belum selesai di cuci.
" Mau kemana kamu Anna?" piringnya belum selesai?" tanya Bibi heran. Namun Anna tidak menjawab dan langsung keluar dari rumah tersebut.
" Ada-ada saja anak itu. Kenapa aku melihat dia begitu aneh sekali. Ya anak itu semakinama tingkahnya semakin banyak," batin Bibi dengan geleng-geleng.
" Athar tunggu!" Panggil Anna membuat langkah Athar terhenti dan membalikkan tubuhnya dan Anna langsung mengejar Athar dengan napas Anna yang naik turun.
" Kamu kenapa Anna? Aku perhatikan kamu dari tadi seperti terburu-buru apa ada sesuatu?" tanya Athar heran.
" Ikutlah denganku!" ucap Anna yang menarik tangan Athar yang membuat Athar heran dan akhirnya mengikuti saja kemana Anna. Walau Athar penuh dengan kebingungan yang tidak tau kemana wanita itu membawanya.
Dan tibalah sampai di rumah Anjani. Athar semakin bingung dengan tempat itu. Athar melihat di sekelilingnya dengan wajahnya yang penuh dengan pertanyaan.
" Anna bukannya ini rumah Bu Anjani, untuk apa kamu membawaku kemari?" tanya Athar heran yang memang mengetahui rumah itu punya Anjani.
" Ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Tetapi sebelumnya aku minta maaf mungkin ini lancang dan terkesan ikut campur. Tetapi aku tidak bisa menyembunyikan apa yang aku ketahui," ucap Anna dengan wajahnya yang begitu serius yang membuat Athar semakin bingung dengan penuh rasa penasaran.
" Apa maksud kamu?" tanya Athar merasa mulai ada yang tidak beres.
__ADS_1
" Ayo masuklah! semuanya ada di dalam," ucap Anna yang memegang tangan Athar dan membawanya masuk kedalam dan Athar mengikut saja dengan perasaannya yang mulai merasa tidak enak.
Anna sampai membawa Athar kedalam kamar Anjani dan semua bukti-bukti yang di lihatnya tadi malam ada di atas tempat tidur yang di satukan di dalam amplop biru.
Anna melepas tangannya dari Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Dengan melihat Athar yang mana wajah Athar terlihat begitu penasaran.
Anna pun melangkah mendekati ranjang dan langsung mengambil berkas-berkas itu dan membawanya ke hadapan Athar. Anna berdiri di depan Athar.
" Ada apa Anna sebenarnya?" tanya Athar lagi dengan perasaannya yang semakin was-was.
" Ambillah ini!" ucap Anna menyerahkan berkas-berkas itu.
Athar yang terlihat begitu ragu akhirnya mengambil berkas-berkas yang di pegang Anna dengan melihat wajah Anna. Anna menganggukkan kepalanya menyuruh untuk di buka
Athar pun langsung membukanya setelah menarik napasnyanya panjang. Wajah Athar langsung berubah dari yang penasaran sampai begitu terkejut dengan melihat apa yang di lihatnya, di awali dengan foto-foto Anjani dan Ari Purnama.
Berlanjut foto-foto pernikahan dan foto-foto Anjani hamil yang terlihat di temani Ari Purnama. Dada Athar sudah semakin sesak. Dengan napasnya yang mulai naik turun dengan apa yang dilihatnya. Matanya bahkan berkaca-kaca dengan kenyataan yang belum seberapa itu dan Belum bisa Athar menyimpulkan apa-apa dari apa yang di lihatnya itu.
" Apa semua ini!" suara serak itu keluar sambil terus melihat-lihat bukti-bukti yang di berikan Anna.
Athar lebih terkejut saat melihat foto dirinya yang di gendong oleh Anjani, tangan Athar yang bergetar itu membuat foto-foto itu berjatuhan dari tangannya termasuk akte kelahirannya Athar yang terlihat tergesa-gesa akhirnya berlutut melihat apa yang belum di lihatnya.
Sementara Anna semakin tidak tega dengan Athar dan ingin sekali menghentikan semuanya. Namun tidak mungkin karena sudah terlihat hampir semuanya.
" Maafkan aku Athar!" batin Anna merasa bersalah.
Tangan Athar meraih akte yang jatuh itu dan langsung melihatnya. Betapa terkejutnya Athar saat melihat akte kelahirannya dan nama orang tua yang tercantum di sana.
Air mata Athar akhirnya menetes saat menarik kesimpulan dari semua yang di lihatnya yang membuat jantungnya berdetak kencang. Anna hanya diam yang mengerti perasaan Athar yang tampak begitu schok. Athar.
Terdengar suara napas berat Athar. Napas yang tersenggal-senggal yang naik turun seperti orang di kejar-kejar. Tidak percaya dengan kenyataan yang ada di depannya itu.
__ADS_1
Bersambung