
Di dalam mobil Athar dan Anna duduk di bangku belakang dengan saling berdekatan dan Jennie menyetir di depan. Anna sudah selesai memakan eskrim dan tangannya berada di atas pahanya dengan kepalanya yang melihat keluar jendela.
Melihat tangan itu menganggur dengan perlahan Athar meraihnya dengan menggenggamnya menautkan 5 jarinya pada 5 jari Anna membuat Anna menoleh kearah Athar dan Athar tidak melihatnya sama sekali. Namun Anna tersenyum dengan apa yang di lakukan Athar yang menggenggam tangannya yang kemudian di letakkan Athar di atas pahanya.
Ternyata Jennie menangkap hal itu dari kaca spion. Jennie harus mengeluarkan senyumnya dengan tingkah Athar yang menurutnya itu sangat lucu gemes-gemes gimana gitu.
Pasti dia tidak percaya jika seorang Athar bisa semanis itu dengan seorang wanita. Athar mungkin lupa jika di dalam mobil itu bukan hanya Anna dan dirinya yang ada. Namun ada nyamuk di depan sana.
Jennie sendiri juga tidak tau kenapa Athar bisa menemukan Anna. Yang pasti dia juga begitu bahagia karena Anna bisa di temukan dalam keadaan selamat dan rasa penasarannya mengenai apa yang terjadi biarlah hanya menjadi penasaran aja. Seharunya tidak perlu bertanya-tanya.
Karena melihat Anna sekarang bersama Athar dengan wajah Athar yang begitu bahagia seharunya rasa penasaran itu sudah terjawab.
************
Setelah melakukan perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Jennie sampai di tempat tinggal Anna, merekapun langsung keluar bersamaan.
" Kamu pulanglah duluan! aku nanti akan menelponmu, kalau ingin pulang!" titah Athar pada Jennie.
" Baiklah, kalau begitu, segera kabari aku, jika sudah ingin pulang," ucap Jennie.
Athar mengangguk dan Jennie langsung masuk kembali dari mobil dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan santai.
" Kamu tidak pulang?" tanya Anna. Athar menggeleng.
" Kenapa? bukannya kamu juga harus istirahat, kamu pasti capek jadi sebaiknya harus pulang. Aku sudah tidak apa-apa kok," ucap Anna.
" Aku akan istirahat. Tetapi istirahat di rumahmu saja," ucap Athar.
" Apa akan nyaman. Bukannya rumahku sangat berantakan," ucap Anna.
" Ada Bu, Anjani. Jika ada dia maka rumahmu tidak berantakan," ucap Athar. Membuat Anna menaikkan ujung bibirnya.
" Kamu begitu bahagia jika ada dia dirumahku," sahut Anna dengan sewot. Membuat Athar tersenyum.
__ADS_1
" Kenapa kamu cemburu?" tanya Athar. Anna mendengarnya kaget dan langsung menggeleng cepat. Namun Athar hanya tersenyum dengan melihat wajah manyun Anna.
" Argh, sudah ayo masuk, jangan senyum-senyum tidak jelas," sahut Anna yang tidak ingin Athar menggodanya dan menarik tangan Athar paksa. Anna dan Athar saat menaiki anak tangga harus berpapasan dengan pak Supri.
" Anna jangan pacaran mulu!" tegur Pak Supri.
" Apaan, sih, siapa yang pacaran," sahut Anna mengelak.
" Ya pacaran namanya, tangan gandengan mulu, apa namanya kalau tidak pacaran," sahut Pak Supri mengejek.
" Nggak ko," sahut Anna yang ingin melepas tangannya dari Athar. Namun Athar tidak mengijinkannya dan terus menggenggamnya erat. Sampai Anna melotot pada Athar memaksa ingin di lepaskan.
" Hmmm, hubungannya masih anget-anget ini kayaknya. Bapak doakan langgeng sampai nikah kalau perlu supaya kamu tidak ngutang lagi," ucap Pak Supri menggoda.
" Hutang," sahut Athar. Anna melotot dengan pak Supri yang membongkar aibnya.
" Apaan, sih Pak Supri, udah-udah, nggak usah pikir yang macam-macam, Anna mau masuk dulu," sahut Anna yang memaksa Athar ikut dengannya.
" Apa kamu tukang hutang di tempat ini?" tanya Athar sambil berjalan di samping Anna.
" Tidak-tidak itu bohong. Mana mungkin aku menghutang," sahut Anna membantah.
" Aku tidak percaya," sahut Athar.
" Iss, sudah jangan di pikirkan, ayo!" Paksa Anna lagi.
Mereka pun sampai di depan pintu dan langsung mebuka pintu Anjani yang panik pun duduk di sofa yang gelisah melihat ke arah pintu dan langsung di kagetkan dengan kedatangan Anna.
" Anna!" ucap Anjani yang langsung berdiri dan langsung berlari mendekati Anna dan memeluk Anna. Dia tidak percaya jika Anna telah pulang. Athar hanya tersenyum melihat Anna dan Anjani yang berpelukan. Tidak tau kenapa yang jelas dia begitu bahagia saja.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Anjani melepas pelukan itu dari Anna dan memeriksa tubuh Anna apakah ada yang lecet atau tidak.
" Anna tidak apa-apa Bu, maaf ya Anna sudah membuat ibu khawatir," ucap Anna merasa bersalah.
__ADS_1
" Ya Allah, ibu sangat bersyukur kamu akhirnya pulang dengan selamat," ucap Anjani yang begitu terharu.
" Athar yang menolong Anna, tiba-tiba ada orang jahat yang ingin mencelakai Anna. Tetapi untung saja Athar datang tepat waktu," ucap Anna dengan melihat ke arah Athar. Anjani juga melihat kearah Athar.
" Makasih ya Athar kamu terus melindungi Anna," ucap Anjani. Athar hanya mengangguk saja.
" Ya sudah Bu, Anna mau mandi dulu, soalnya badan Anna lengket-lengket. Athar juga katanya mau istirahat," ucap Anna.
" Ya sudah kamu juga pasti belum makan. Ibu akan siapkan makan untuk kamu dan juga Athar," ucap Anjani. Anna langsung mengangguk cepat.
***********
Anna sedang mandi dan sementara Athar berada di kamar Anna. Yang mana Anna dengan baik hati memberikan kamarnya untuk Athar karena dia tau Athar pasti lelah.
Memang selama ada Anjani rumah, kamar dan segalanya terasa rapi. Bahkan Anjani lebih higenis dan rapi di bandingkan Athar. Ibu dan anak memang sama-sama pembersih.
Athar terlihat berjalan-jalan di sekitar kamar Anna. Athar berjalan kemeja kerjanya Anna dan melihat tumpukan kertas yang mana itu gambar-gambar yang di buat Anna saat dia galau malam sebelum dia di culik. Athar tersenyum saat melihat ada tulisan namanya di sana.
" Apa yang dia pikirkan sampai menulis namaku," batin Athar yang melihat kertas itu sebentar lalu langsung beralih kesekitar tempat tidur. Athar duduk di pinggir ranjang dan Athar melihat ada diari di sana yang membuat Athar langsung mengambilnya dan membukanya langsung tanpa permisi.
Anna sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan pakaiannya yang sudah di ganti dengan rambutnya yang masih basah dan melihat Anjani yang sudah menyiapkan makanan.
" Ayo Anna kamu makan dulu!" ajak Anjani yang sudah selesai menyiapkan makanan.
" Wau cepat sekali masaknya," ucap Anna yang langsung mengendus-endus aroma makanan yang sangat nikmat-nikmat itu.
" Makanya sekarang kamu makan. Ibu melihat kamu sudah begitu lapar," ucap Anjani.
" Iya Bu. Tapi Anna lihat Athar dulu, siapa tau dia mau makan sebelum tidur," ucap Anna.
" Baiklah, kamu ajak Athar saja dulu. Biar sekalian kita makan bersama," sahut Anjani Anna mengangguk dan langsung menuju kamarnya untuk memanggil Athar.
Bersambung
__ADS_1