Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 209 Jennie bertindak.


__ADS_3

Jennie masih mengamati mobil itu dari kejauhan dan tiba-tiba Jennie melihat seorang Pria yang memasuki mobil itu yang membuat Jennie kaget.


" Gibran!" pekik Jennie yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Gibran memasuki mobil itu dan mobil itu hidup yang sepertinya ingin melaju.


Tidak ingin menunggu lama-lama akhirnya Jennie buru-buru memasuki mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi mengejar mobil yang menabrak Athar yang di kendarai Gibran.


Masih beruntung Jennie yang menyetir masih melihat mobil itu melaju di depannya. Namun Jennie melihat plat mobil itu bahkan tidak ada, " kenapa Gibran ada di dalamnya. Apa mungkin Gibran pelakukanya. Karena memang jelas. Mobil itu sama dengan mobil yang menabrak Athar tetapi keluarga Ari Purnama tidak memiliki mobil itu dan untuk platnya juga tidak ada," Jennie masih menduga-duga apa yang terjadi sebenarnya.


Jennie memasang earphone di telinganya dengan matanya yang fokus pada mobil di depannya agar tidak kehilangan jejak, " Hallo!" sapa Jennie pada orang yang di hubunginya.


" Taruh beberapa orang untuk menjaga Athar di rumah sakit dan periksa lokasi kecelakaan Athar!" perintah Jennie pada sang penelpon.


" Baiklah, kabari aku jika terjadi sesuatu atau ada yang mencurigakan!" ucap Jennie. Yang langsung mematikan panggilan telponnya dengan wajahnya yang panik.


Jennie langsung bergerak cepat yang tidak mau lengah dan pikirannya memang mengarah pada Athar makanya langsung memberikan penjagaan untuk Athar.


Dalam menyetir Jennie melihat lampu yang akan hijau. Jennie panik dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa lewat sebelum lampu merah. Tetapi sial Jennie tidak sempat dan harus berhenti dan mobil yang di depannya sudah melaju kencang.


" Argggghhh!" umpat Jennie memukul stir mobilnya dengan kencang yang hanya bisa melihat mobil yang semakin jauh dan semakin Tidka terlihat itu, " Sial aku sampai kehilangan jejak. Aku harus mencari tau kebenaran mobil itu. Gibran sebelumnya aku juga membaca pesan yang masuk mengenai mobil. Apa ini berkaitan. Aku yakin pasti berkaitan," batin Jennie dengan dugaan-dugaan yang ada di pikirannya.


Memang nyatanya apa yang di lihat Jennie tidak salah. Memang adalah Gibran memang yang menyetir mobil itu.


" Kenapa mereka tidak mati sekali ber-2. Wanita itu selamat dan Athar dia juga selamat. Rencanaku berantakan lagi. Lagi-lagi berantakan. Dalam bulan ini proyek Athar akan selesai yang artinya dia lagi yang akan menang. Aku sudah berusaha untuk menyinggirkannya. Tetapi pada kenyataannya apa yang terjadi. Lihatlah sekarang ini. Dia selalu saja lolos. Apa nyawanya begitu banyak," umpat Gibran dengan wajahnya yang penuh kemarahan. Rahang kokohnya sampai mengeras dengan urat-urat lehernya yang keluar.


" Tidak Gibran. Kau tidak boleh kalah dengan dia. Ini kesempatanmu, dia masih berada di rumah sakit dan ini kesempatanmu untuk membunuhnya. Hanya ini kesempatan terakhir untukmu," batin Gibran dengan penuh rencana yang masih tidak akan menyerah untuk menyinggirkan Anna ataupun Athar.

__ADS_1


Gibran memang awalnya ingin melenyapkan Anna yang Gibran merasa dia tau rahasianya. Gibran saat itu berada di dalam mobil yang memang di rencanakan nya mobil itu digunakan untuk menabrak Anna saat Anna lengah.


Dan kebetulan mendapatkan kesempatan dengan Anna berada di jalanan yang di kejar-kejar Chandra saat itu Gibran menggunakan kesempatan untuk menabrak Anna. Namun Athar datang mendorong Anna yang akhirnya membuat Gibran menabrak saudara tirinya itu.


Tidak apa-apa dengan hal itu karena incaran Gibran memang Anna dan Athar. Walau Athar juga selamat. Tetapi seperti yang di rencanakan nya kembali bahwa dia tidak akan putus asa sebelum salah satu di antara Anna dan Athar yang harus tewas di tangannya.


**********


Anna masih berada di ruangan Athar yang malah sekarang sedang tertidur dengan kepala Anna yang berada di samping Athar yang masih terus memegang tangan Athar.


Anna memang akan menunggu Athar untuk bangun agar apa yang di usahakannya tidak sia-sia sama sekali. Di depan pintu ruangan perawatan Athar ada beberapa bodyguard yang menjaga Athar yang tadi di perintahkan oleh Jennie.


Jennie yang kehilangan jejak dari mobil yang di curigainya langsung kembali ke rumah sakit dengan langkahnya yang cepat Jennie langsung menuju ruang perawatan Athar.


" Aku sangat khawatir pada Athar dan juga Anna. Aku merasa mereka ber-2 dalam bahaya. Aku harus bergerak cepat sebelum semuanya terlambat," batin Jennie yang melangkah mendekati Anna.


" Anna!" Jennie membangunkan Anna dengan memegang bahu Anna dan tumben-tumbennya Anna langsung bangun dengan mengangkat kepalanya melihat sipit siapa yang membangunkannya.


Anna mengusap mulutnya dengan punggung tangannya yang memastikan wanita yang berdiri di depannya itu, " Bu Jennie," lirih Anna masih dengan suara seraknya.


" Anna ayo bangun. Kamu harus pulang!" ucap Jennie.


Anna mengkerutkan dahinya bingung dengan kata-kata Jennie. Padahal sebelumnya Jennie menyuruhnya untuk berada di sisi Athar, " Kenapa?" Memang apa yang terjadi?" tanya Anna dengan rasa penasarannya yang merasa ada yang aneh.


" Tidak apa-apa. Kamu sebaiknya istirahat di rumah saja. Saya takut nanti yang lainnya akan datang," jawab Jennie yang kelihatan tidak ingin memberitahu pada Anna apa yang terjadi.

__ADS_1


Anna pun menoleh kearah Athar yang mana Athar masih belum siuman yang membuat Anna mendadak sedih dan tidak rela jika harus meninggalkan Athar.


" Jangan khawatir Anna. Athar akan baik-baik saja. Besok pagi kamu kemari lagi dan dengan begitu kalian bisa bicara dan jika Athar siuman terlebih dahulu. Aku akan mengatakan kepadanya kamu menunggunya semalaman," ucap Jennie yang mengerti perasaan Anna.


" Aku tidak masalah jika harus pulang. Tapi apa terjadi sesuatu?" tanya Anna melihat Jennie. Anna merasa ada sesuatu yang aneh.


" Tidak apa-apa. Tidak ada yang terjadi. Sekarang ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu. Ibu Anjani juga pasti sudah menunggumu," ucap Jennie.


" Baiklah," sahut Anna yang tampak berat hati meninggalkan Athar tetapi dia hanya menuruti apa yang di katakan Jennie saja.


Jennie juga tampaknya mendesak Annan sampai menarik Anna sehingga ujung gelang Anna yang tersangkut di sisi besi ranjang dan tanpa Anna sadari terlepas dari tangannya, " ayo Anna cepat!" desak Jennie yang sudah membawa Anna keluar dari ruangan itu dan gelang Anna tertinggal di tempat tidur itu tepat di samping Athar.


Anna dan Jennie ke luar dari ruangan itu. Anna heran melihat ada bodyguard di luar.


" Kalian berjaga 1 orang di dalam dan ingat tidak ada Dokter yang akan masuk malam ini. Jadi jangan ijinkan siapapun yang akan masuk. Walau Dokter atau suster,!" perintah Jennie dengan tegas pada 3 orang yang di depannya itu.


" Baik Bu," jawab mereka serentak.


" Ya sudah jagalah dia. Aku akan segera kembali!" tegas Jennie.


3 Pria itu mengangguk dan langsung berbagi tugas dan Jennie juga langsung membawa Anna pergi di mana Anna penuh dengan kebingungan.


" Apa yang terjadi. Kenapa aku merasa Bu Jennie begitu panik dan tiba-tiba sudah ada penjagaan. Apa semuanya baik-baik saja. Apa Athar akan baik-baik saja," batin Anna yang berjalan dengan tidak tenang yang pikirannya entah kemana-mana yang takut jika Athar akan kenapa-kenapa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2