
Ternyata Sana dan Gibran sama-sama berada di dalam mobil di tempat kemarin yang masih terparkir di tengah jalan dan mereka sama sekali belum keluar yang malahan sama-sama tertidur di dalam mobil yang tidak menyadari jika sudah pagi hari.
Ke-2nya bahkan dengan nyamannya saling menempelkan kepala yang tertidur lelap sampai pagi. Tidak tau bagaimana ceritanya yang penting ke-2nya sekarang tertidur dengan lelap.
Dalam tidurnya Sana tiba-tiba mengerjap kan matanya perlahan yang merasa ada yang berat di kepalanya. Sana masih belum membuka matanya dengan sempurna sampai akhirnya membuka matanya dengan sempurna dan melihat ke sebelahnya. Sana langsung terkejut melihat Gibran yang masih di sampingnya.
" Arkkkkkkkk!" teriak Sana dengan suara kerasnya membuat Gibran terkejut dan langsung terbangun.
" Hey bising!" teriak Gibran yang menutup telinganya mendengar suara cempreng Sana.
" Apa yang kau lakukan hah! kenapa kau ada di sini?" tanya Sana menunjuk Gibran dengan menjauh dari Gibran.
" Hey, wanita gila sadar ini itu mobilku. Seharusnya kau yang kenapa ada di sini," sahut Gibran yang terlihat begitu kesal.
" Jadi ini mobilmu," sahut Sana dengan santainya
" Menurutmu," sahut Gibran. Sana menghela napasnya panjang kedepan, mengatur napasnya berkali-kali.
" Oh, begitu ya sudah kok bisa kita sampai ketiduran?" tanya Sana dengan santainya.
" Mana aku tau. Kau yang ada di sini," sahut Gibran yang masih terlihat begitu kesal.
" Ya udah nggak usah marah-marah. Ya sudah aku pulang dulu. Ini sudah pagi. Aku itu mau kerja," sahut Sana dengan santai yang ingin membuka pintu mobil itu. Namun di hentikan Gibran dengan menahan tangannya membuat Sana menoleh ke arah Gibran.
" Ada apa?" tanya Sana heran.
" Aku akan mengantarmu," ucap Gibran membuat Sana terkaget-kaget mendengarnya.
" Aku tidak salah!" sahut Sana.
__ADS_1
" Kau mau apa tidak?" tanya Gibran menekan suaranya.
" Hmmm, boleh juga lumayan irit ongkos," sahut Sana yang kembali duduk di posisi awal dengan bersandar di jok mobil.
" Hmmm, apa setelah ini kau juga akan ke kantor Polisi menyerahkan dirimu?" tanya Sana tanpa melihat ke arah Gibran. Gibran diam dan melihat Sana saja.
" Ya siapa tau. Kau tiba-tiba mau mengantarku. Siapa taukan ini karena efek ceramahku tadi malam. Siapa tau kau benar-benar sadar dan nanti juga mau menyerahkan dirimu," ucap Sana.
Ya tanpa di sadari tadi malam bisa-bisanya Gibran bercerita semua keburukannya terhadap Anna dan Athar. Sana tidak heran sih. Karena dia sering mendengar curhatan Anna mengenai jahatnya Gibran.
Yang Sana heran kok bisa ya Gibran seterbuka itu menceritakan hal itu dan Sana pun habis-habisan memaki Gibran, mengatainya dengan suka-suka karena jahat pada temannya. Tetapi juga menasehati Gibran dan sepertinya nasehat Sana ada sedikit masuk ke otak Gibran.
" Aku sih tidak memaksa. Kau sudah berumur dan tau mana yang baik dan tidak. Yang jelas bertanggung jawablah dalam setiap kesalahan," ucap Sana dengan santai bicara pada Gibran.
" Aku akan mengantarmu. Di mana rumahmu?" tanya Gibran mengalihkan pembicaraan dan langsung menyetir. Sana hanya mengangkat ke-2 bahunya saja. Ya bukan urusannya juga Gibran mau menyerahkan diri atau tidak.
Tetapi pasti Gibran juga akan di hukum karena perbuatannya dan keluarganya pasti tidak tinggal diam. Apa lagi sudah termasuk tindakan kriminal. Namun sangat indah kalau Gibran menyerahkan diri sebelum di lapor. Hitung-hitungan benar-benar menyesal dengan semua kesalahan yang di lakukannya secara sadar.
Perusahaan Glossi.
Anna sudah sampai di perusahaan. Anna berjalan menuju ruangannya yang mana dia tidak bersama Athar. Karena Athar tadi langsung mengurus pekerjaan bersama Jennie ke ruang rapat. Jadi saat turun dari mobil Athar Anna juga langsung memasuki perusahaan dengan jalur yang berbeda.
Anna yang berjalan-jalan di koridor melewati beberapa Karyawan. Namun Anna heran dengan karyawan yang melewatinya terlihat menatapnya dengan sini. Seperti sedang menggunjingnya.
" Kenapa mereka!" batin Anna heran yang merasa seperti di lihati mahluk halus.
" Apa ada yang salah denganku," batin Anna benar-benar heran dengan apa yang terjadi padanya. Sampai Anna berkaca dari ponselnya melihat apakah penampilannya ada yang kurang atau tidak. Karena terlihat orang-orang di kantor sedang bergosip dengannya.
" Anna!" panggil Lisa membuat Anna menoleh ke belakang dan Lisa langsung menghampirinya.
__ADS_1
" Ada apa Lisa. Kenapa mereka melihatku seperti itu. Apa ada yang salah?" tanya Anna heran.
" Anna mereka itu sedang bergosip karena kamu harus tau isu hubungan kamu dab bos Athar sudah menyebar," ucap Lisa membuat Anna kaget.
" Apa?" tanya Anna dengan wajah terkejutnya dan melihat orang-orang di sekitarnya menatapnya tidak suka.
" Ya ampun pakai jurus apa. Kok bis pacaran sama CEO. Anak pemilik Perusahaan ini. Di mana cari peletnya," ucap salah seorang wanita yang menggunjing Anna.
" Sudah ngapain aja sama bos. Kasih servis seperti apa sih," sahut yang satunya lagi yang menggunjing Anna dan hal itu membuat Anna kesal yang mana mereka semua telah di remehkan.
" Jadi benar sudah pacaran aja. Baru juga jadi karyawan baru dapatnya sudah yang bos aja," sahut yang satunya lagi.
" Eh kalian itu apa-apaan sih. Bicara sembarangan aja. Memang dasar ya kalian," sahut Lisa pasang badan untuk Anna.
" Kita itu tidak bicara sembarangan. Dia memang pacarankan sama Pak Athar," sahut satu wanita lagi yang kelihatan syirik.
Anna terus di gosipin para Karyawan yang memojokkan nya membuat Anna hanya mengepal tangannya dengan menahan amarahnya.
Di saat itu juga Athar datang bersama Jennie dan Marko dan mendengar orang-orang yang mengatai kekasihnya itu yang membuat Athar ikut-ikutan naik darah.
" Bagi-bagi dong peletnya. Kok bisa memikat hati anak pemilik perusahaan," sahut lagi yang tidak henti-hentinya mencaci maki Anna.
" Eh jaga ya bicara mu," sahut Anna kesal," Athar yang tadinya ingin mendatangi Anna yang membela Anna menghentikan langkahnya. Saat Anna sudah maju yang ingin melawan.
" Ya ampun kenapa nyolot biasa aja dong," sahut wanita itu.
" Eh mulutmu yang nyolot. Kalian semua yang ada di sini. Lihat semuanya hah apa yang terjadi hah ini itu kantor bukan warung tempat gosip. Kenapa kalau aku pacaran sama Athar. Kalian semua itu hah!. Iya memang benar aku pacaran dengannya. Lalu kalian mau apa hah! mau protes," sahut Anna yang dengan wajah garangnya yang tidak peduli dengan orang-orang yang mengatainya.
Athar yang tidak jauh berdiri dari sana hanya tersenyum melihat Anna yang mengakui sendiri di depan semua orang dan Athar hanya menonton saja dengan ke-2 tangannya yang berada di saku celananya.
__ADS_1
Bersambung