Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 79 Pria misterius.


__ADS_3

Athar terus melihat motor Anna. Gara-gara perkataan Anna barusan. Athar jadi mengingat pertama kali dia bertemu dengan Anna. Di mana hebohnya Anna yang memakinya dengan mulut Anna yang pedas.


" Hah! Bisa-bisanya dia bicara dengan benda mati," gumam Athar geleng-geleng dan membalikkan tubuhnya berjalan menuju mobilnya.


Athar yang menuju mobilnya tiba-tiba berpapasan dengan seorang Pria yang memakai jaket hitam yang kepalanya juga di tutupi dengan topi hitam dan juga topi dari jaket tersebut.


Pria itu berpapasan dengan Athar dengan berjalan mata kebawah dan ke-2 tangan berada di dalam saku jaketnya.


Tidak tau kenapa Athar harus menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang dan melihat Pria itu menaiki anak tangga yang melangkah cepat dengan jarak sekitar 5 tangga dari Anna yang juga berjalan melenggang-lenggang menaiki anak tangga.


Athar merasa aneh dan memperhatikan Pria itu terus. Athar seakan tidak peduli. Dan ingin pergi. Namun tiba-tiba Athar meliaht Pri itu mengeluarkan pisau lipat dari saku jaketnya. Athar melotot dan melihat Pria itu semakin mendekati Anna dan dengan cepat Athar berlari mengejar Pria itu sebelum mendekati Anna.


Tiba sampai di pembelokan anak tangga. Pria itu semakin dekat dan satu langkah lagi mendekati Anna dan akan mengarahkan pisau itu pada Anna.


" Anna Awas," sahut Athar yang langsung melewati Pria itu dan menarik Anna sehingga kepelukannya yang membuat Anna kaget dengan tindakan Athar yang tiba-tiba.


Pria itu menunduk dan mengeluarkan rokok dari sakunya. Sementara pisau tadi entah di mana. Pria itu malah merokok dan tetap berjalan. Athar heran yang tadi jelas melihat pisau. Namun tidak ada sama sekali.


" Ada apa?" tanya Anna yang dengan jantungnya memburu karena Athar mengangetkannya.


Mata Athar terus melihat Pria itu berjalan cepat melanjutkan menaiki anak tangga dan memasuki salah satu rumah yang ada di sana.


Sementara Anna yang masih di peluk Athar masih menunggu jawaban Athar.


" Athar kamu ngagetin aja," sahut Anna dengan cepat melepas diri dari Athar. " kamu cari kesampaian ya," tuduh Anna.


" Siapa dia?" tanya Athar.


" Ya kalau dia masuk kesalah satu rumah. Berarti dia penghuni di sini," jawab Anna dengan santai.


" Kau mengenalnya?" tanya Athar yang masih mengatur napasnya.

__ADS_1


" Ya ampun penghuni di sini itu banyak dan juga orangnya ada yang menetap dan ada yang pindah-pindah. Jadi aku mana mungkin meneganal semuanya. Kalau penghuni lama-lama pasti kenal. Mungkin aja dia baru. Lagian aku juga jarang di rumah hanya numpang tidur saja," jawab Anna apa adanya.


" Aneh sekali. Dia jelas mengeluarkan pisau. Tetapi kebapa berubah menjadi rokok. Aku tidak mungkin berhalusinasi," batin Athar yang mencurigai pria itu.


" Hello," sahut Anna melambai-lambai di depan Athar yang malah bengong. Athar mencoba meennagkan pikirannya.


" Ayo periksa Cctv," sahut Athar.


" Ya ampun apa-apaan sih, kenapa," sahut Anna heran.


" Jangan banyak tanya ayo periksa," sahut Athar menarik tangan Anna.


" Percuma cctv tidak ada di sini," sahut Anna membuat Athar tidak jadi melangkah.


" Apah. Jadi tempat ini tidak ada cctvnya," pekik Athar. Anna mengangguk.


" Kenapa tidak ada? Jadi bagaimana kalau ada bahaya. Atau terjadi sesuatu yang tidak di di duga-duga. Bisa-bisanya tidak ada cctv," cerocos Athar seperti rel kereta api-api.


" Haahhhhhh," Athar membuang napasnya panjang kedepan. Athar pun melangkah menaiki anak tangga yang membuat Anna heran. Bukannya turun malah naik.


" Hei kau mau kemana!" teriak Anna.


" Aku mengantuk, bahaya menyetir malam-malam. Jadi bersihkan rumahmu," sahut Athar dengan santai berjalan yang pasti menuju rumah Anna.


" Apa maksud mu. Kau mau menginap di rumahku!" tanya Anna dengan mengejar Athar.


" Jangan banyak tanya. Aku tidak mau kecelakaan. Hanya karena menyetir saat mengantuk," ucap Athar yang memberi alasan.


" Apa urusannya denganku. Kau bisa menelpon supirmu. Lagian apa yang peduli kau mau kecelakaan atau tidak," sahut Anna yang tetap menolak Athar untuk tinggal di rumahnya. Athar merapatkan giginya dan menghentikan langkahnya menghadap Anna.


" Kau bisa tidak jangan membantahku sekali saja. Kau saja menginap di rumahku. Aku tidak pernah protes," tegas Athar.

__ADS_1


" Ohhh, berarti kau sedang mengungkit-ungkit. Kau tidak ikhlas begitu. Dan ingin minta ganti rugi begitu, memang payah," ucap Anna kesal dengan berkacak pinggang yang matanya melotot pada Athar.


" Jangan banyak protes. Aku mengantuk," tegas Athar yang kembali melangkah.


" Hey, siapa dirimu yang seenaknya. Kau jangan aneh-aneh, aku tidak mau kau menginap di rumahku," teriak Anna yang tetap protes. Namun Athar tidak peduli.


*********


Anna benar-benar sial. Baru saja sampai ruamhnya. Tetapi sudah menjadi babu. Dia sudah ancang-ancang saat sampai rumahnya langsung rebahan di kamar istananya. Tetapi apa dia harus membersihkan rumah itu. Melap segala debu yang di atas perabaotan, meyapu lantai berulang-ulang dan sekarang mengepel berkali-kali. Benar-benar dia sudah menjadi babu.


Sementara Athar duduk di sofa yang sudah di bersihkan dan di jamin aman. Dia duduk santai dengan melihat handphonenya.


" Isssss, siapa dia sih main suka-suka aja kepadaku. Dia pikir ini rumah nenek moyangnya apa. Enak saja memperlakukan ku seperti pembantu. Ishhhh, benar-benar sangat menyebalkan!" geram Anna yang penuh emosi yang ingin menerkam Athar.


" Anggkat kakimu!" titah Anna dengan kesal pada Athar. Athar melihat kain pel yang sedikit lagi menyentuh kakinya. Athar pun mengangkat kakinya ke atas meja dan melanjutkan menscroll handphonenya.


" Isss, tidak punya sopan santu!" Anna terus bergerutu kesal dengan Athar dan mengepel dengan kuat-kuat sekalian mengeluarkan emosinya pada Athar.


" Aku yakin, dia pasti ingin membalasku. Dia itu laki-laki pelit. Tempat tinggal dan makanan yang aku dapat dari rumahnya di tagih dengan cara seperti ini. Dasar Pria sombong yang hitung-hitungan. Tau begitu, aku tidak perlu tinggal di rumahnya," Anna bergerutu di dalam hatinya yang menceritai Athar.


" Jangan mengataiku yang tidak-tidak. lanjutkan saja pekerjaanmu," sahut Athar. Anna tersentak kaget saat Athar menegurnya seakan tau apa yang di katakan Anna di dalam hatinya.


" Sudah selesai," geram Anna yang berkacak pinggang di depan Athar dengan mengatur napasnya yang naik turun akibat mengepel dengan kuat.


Athar melihat di sekelilingnya. Lumayan rumah Anna memang sudah rapi dan baru itu yang namanya rumah. Athar melihat jam yang menggantung di dingding sudah pukul 11 malam.


" Tidurlah!" perintah Athar.


" Nggak usah di suruh aku juga sudah mau tidur," sahut Anna dengan menahan emosinya, " awas ya kalau kau macam-macam dan awas saja barang-barang ku jika ada yang hilang. Selesai hidupmu," ucap Anna kesa dengan tangannya yang di kepal dan di tunjukkan pada Athar seakan ingin meninju Athar.


Athar tidak mempedulikan dan kembali melihat-lihat handphone. Anna pun pergi dari hadapan Athar dengan berdecak kesal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2