
Perusahaan Glossi.
Akhirnya Anna pun harus kembali bekerja di perusahaan itu. Dia pun harus kembali menggunakan motornya sebagai alat transportasi dan untung tidak datang terlambat kekantor.
Anna turun dari motornya dan membuka helmnya meletakkan di tempat biasa.
" Huhhhhh, mama sangat kaya, rumahnya gedong, punya usaha bahkan sendok di rumahnya berbahan emas. Tetapi lihatlah aku tetap saja harus bekerja mencari uang. Hhhhhhh, jadi kapan aku jadi Putri raja yang diam di kamar bangun siang, terus bangun pelayan datang kekamarku, menyiapkan ku air hangat untuk mandi, aku berendam di buthup dengan penuh busa sabun mahal mengusap kulit ala model dan keluar dari kamar tiba-tiba sudah di hidangkan sarapan. Kapan seperti itu. Jika aku masih saja bekerja padahal mama sangat kaya," Anna terus mengoceh dengan melihat Perusahaan tempatnya mencari uang itu. Dia mengeluhkan keadaannya yang tak kunjung berubah nasib padahal mamanya sudah kaya raya.
" Arggg, sudahlah Anna kau sebaiknya kau bermimpi saja," gumam Anna dengan menepuk jidatnya dan langsung berjalan memasuki Perusahaan.
Saat memasuki perusahan mulutnya tidak hentinya mengoceh yang menggerutuki nasibnya yang tetap tidak maju-maju. Namun sebuah tangan tiba-tiba menariknya membuatnya kaget yang ternyata adalah Athar dengan Athar memegang pinggang Anna membawa wanita itu lebih dekat padanya.
" Athar apa yang kau lakukan!" ucap Anna panik dengan melihat di sekeliling yang sepertinya takut ada yang melihatnya.
" Memang kenapa jika aku melakukan ini. Apa itu kesalahan?" tanya Athar dengan santainya.
" Ini itu Perusahaan. Bagaimana jika ada yang melihat. Aku tidak mau jadi bahan pembicaraan," ucap Anna yang terlihat panik.
" Aku tidak peduli," sahut Athar dengan mengedik kan bahunya dan bahkan semakin membuat Anna dekat padanya dengan wajah yang saling berdekatan dan yang adanya Anna semakin panik.
" Athar kau sudah berjanji kemarin," ucap Anna dengan wajah gelisahnya.
" Apa yang aku janjikan," sahut Athar terlihat cuek.
" Athar!" Rengek Anna.
Flass back
Anna dan Athar yang berpelukan di balon udara tiba-tiba Anna kepikiran sesuatu dan melepas pelukuan nya dari Athar.
" Tunggu dulu !" ucap Anna tiba-tiba.
" Ada apa?" tanya Athar heran.
" Hmmm, apa kita ber-2 sekarang pacaran?" tanya Anna ingin memastikan hubungan itu. Athar mendengarnya tersenyum miring.
" Issss, kenapa tersenyum. Jawab dulu kita pacaran atau tidak. Eh jangan macam-macam denganku jika kau mengatakan tidak. Kau sudah menciumku berkali-kali dan mau memberikan harapan palsu. Wah aku benar-benar bisa murka padamu," ucap Anna mendadak wajahnya serius dan bahkan mulutnya kembali begitu cerewet berbicara.
__ADS_1
" Menurutmu bagaimana setelah aku melakukan semua itu?" tanya Athar balik.
" Ya mana aku tau, kau kan pria. Jadi perjelas semuanya. Kita pacaran atau tidak?" tanya Anna dengan wajah garangnya yang butuh kepastian.
" Anna aku sudah berkali-kali mengatakan cinta kepadamu. Kenapa masih bertanya," sahut Athar.
" Jadi kita resmi pacaran?" tanya Anna memastikan lagi. Athar menganggukkan kepalanya membuat Anna tersenyum lebar.
" Tapi..." Anna tiba-tiba mengangkat jari telunjuknya tepat di wajah Athar.
" Tapi apa?" tanya Athar heran.
" Kita pacaran jangan sampai orang kantor tau ya," ucap Anna memberi syarat.
" Kenapa begitu?" tanya Athar heran.
" Aku tidak mau saja nanti jadi bahan gosip, mereka mengataiku gatal merayu pimpinan ini itu. Pokoknya aku tidak anak kantor tau kita berpacaran," ucap Anna lagi dengan wajah merengutnya.
" Kita tidak akan bisa bertemu jika di kantor kalau begitu," sahut Athar tampaknya keberatan dengan permintaan Anna.
" Itu sangat tidak masuk akal Anna. Aku tidak mau," sahut Athar tidak setuju dengan ide konyol Anna.
" Athar, ayolah aku tidak mau orang-orang tau kita pacaran, ya kalau kamu tidak mau bestried di kantor ya sudah aku tidak usah bekerja di sana aja," sahut Anna dengan wajahnya mengkerut dengan melihat kesamping tanpa melihat Athar yang memberikan Athar pilihan.
" Baiklah!" sahut Athar harus menuruti Anna. permintaan Anna. Karena dia tidak mau Anna mengundurkan diri maklumlah. Anna sudah kaya jadi sekarang sok-sok an tidak mau bekerja. Dan Athar harus mengalah.
" Gitu dong," sahut Anna yang kembali memluk Athar.
Flass on back.
" Kamu sudah berjanji Athar!" ucap Anna yang kembali merengut mengingatkan pacarnya yang di hadapannya itu.
" Iya aku ingat janjiku dan tidak ada orang yang melihat kita, jadi aman-aman saja," sahut Athar santai melihat di sekelilingnya.
" Tetapi ini tempat umum Athar. Pasti ada yang melihat nanti," ucap Anna yang panik.
" Sebentar saja. Aku hanya ingin tau kenapa kamu datang terlambat?" tanya Athar.
__ADS_1
Anna mengkerutkan dahinya, " siapa yang terlambat," sahut Anna heran.
" Kamu," jawab Athar.
" Mana ada ini baru jam berapa," sahut Anna.
" Jika aku datang terlebih dahulu ke kantor dan kamu belum datang. Itu artinya kamu terlambat dan harus di beri hukuman," ucap Athar. Anna membelalakkan matanya.
" Hukuman apa. Menulis?" tanya Anna menebak. Athar menggelangkan kepalanya.
" Lalu?" tanya Anna penasaran. Athar memegang dagu Anna dan mendekatkan wajahnya.
" Aku harus menghukum dengan cara ini," ucap Athar yang terlihat ingin mencium bibir Anna. Namun Anna tiba-tiba melihat Lisa, Jennie dan Marko dengan cepat Anna langsung mendorong Athar membuat Athar menjauh.
" Anna!" pekik Athar dengan wajah kesalnya. Anna mmeberi kode dengan mengarahkan kepalanya pada 3 orang yang tampaknya menghampiri merek. Athar memebuang perlahan napasnya.
" Iya pak Athar nanti saya laksanakan," ucap Anna tersenyum denga menundukkan kepalanya pada Athar begitu Jennie, Marko dan Lisa sudah berada di sekitar mereka.
Lisa dan Jennie melihat keanehan pada Anna dan Athar terliaht formal. Jennie juga memperhatikan wajah Athar tampak kesal dan merasa Anna begitu aneh pada Athar. Sementara Lisa menatap penuh curiga pada Anna dan Athar. Dia mengamati ekspresi ke-2 wajah itu.
" Apa iya Anna dan bos Athar tidak pacaran. Tetapi masa iya sih," batin Lisa yang begitu penasaran karena malam itu Anna tetap tidak mengakui dia pacaran dengan Athar walau teman-temannya menggodanya.
" Ehhmm, ada Bu Jennie," sahut Anna mengangguk tersenyum. Jennie hanya menganggukkan kepalanya saja yang penuh tanya pada pasangan bisa di pastikan ya sedangn bersandiwara.
" Anna kamu kok bisa kembali ke Perusahaan. Bukannya kamu mengundurkan diri," sahut Marko dengan wajah bingungnya.
Anna dan Athar terlihat kaget mendengar pernyataan Marko.
" Siapa yang mengundurkan diri," sahut Anna dengan gugup.
" Ya kamu lah," sahut Marko.
" Tau dari mana kamu?" tanya Anna heran dengan melihat Athar sebentar yang merasa pasti Athar memberitahunya.
" Aku melihat surat pengunduran dirimu di ruangan Athar," jawab Marko apa adanya yang memang pernah melihat surat pengunduran diri Anna.
Bersambung
__ADS_1