
Anna, Athar, Aurelia, Derry, Sana dan Gibran sedang berkunjung kerumah Lisa dan Marko yang mana mereka ingin minat bayi Lisa yang sebelumnya memang tidak jadi di lihat dan sekarang mereka ingin berkunjung untuk melihat kondisi bayi Lisa.
Yang mana sekarang terlihat Anna yang sedang menggendong bayi perempuan Lisa yang sangat lucu.
"Anna kamu itu sudah cocok untuk menjadi seorang ibu," ucap Marko.
"Kamu bisa aja Marko. Tapi aku akan belajar sedikit-sedikit dari Lisa. Lisa jangan bosan-bosan ya untuk mengajari ku nanti," ucap Anna.
"Masalah itu aman Anna. Kamu tenang saja. Kalau soal mengajari bukan hal yang sulit untukku. Tapi aku juga masih banyak belajar kok," ucap Lisa dengan apa adanya yang memang masih banyak belajar dalam mengurus bayi.
"Semua itu memang perlu belajar dan tidak ada yang langsung bisa yang memang harus belajar juga," sahut Athar.
"Ya kita semua harus saling belajar dan pasti harus saling bakar dari ibu kita. Ternyata tidak di sangka kita akan menikah dan bahkan akan menjadi ibu. Aku benar-benar bahagia dengan kehamilan kamu Anna dan pastinya dengan kamu juga Sana yang pasti sangat banyak berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari sang pencipta," ucap Lisa dengan kata-kata bijaknya.
"Iya Lisa kami juga sangat bahagia kok dengan kehadiran anak kamu yang mana akan menjadi motivasi untuk kita semua," sahut Anna.
"Sama aku juga dan makasih ya Lisa kamu itu sangat banyak membantuku dan memberiku tips-tips untuk segera hamil dan tidak ada yang sia-sia semuanya berhasil," ucap Sana.
"Dan aku yakin pasti Gibran yang menjadi korban kan," sahut Marko.
"Kalau itu pasti," sahut Marko yang apa adanya.
"Apapun itu yang penting yang terbaik untuk semuanya dan semoga kita di beri kesehatan, Anna dan ibunya baik-baik aja dan Sana juga dan untuk pengantin baru semoga di beri cepat momongan," ucap Lisa dengan doa-doanya yang sangat baik.
"Amin, doain aja supaya aku cepat menyusul kalian," sahut Aurelia yang memang orangnya sangat santai dia tidak terlalu buru-buru dan tidak menunda juga dan dia hanya menyerahkan pada ilahi saja dedikasi kapan.
"Derry kalau perlu bisa belajar padamu bagaimana triknya agar topcer," sahut Marko dengan becandaan.
"Apaan sih sayang," ucap Lisa geleng-geleng yang mengundang tawa semua orang dengan candaan mereka sembari bergantian untuk menggendong putri pertama Marko dan juga Lisa.
**********
__ADS_1
Sementara di sisi lain sahabat mereka yang satunya yang masih single siapa lagi kalau bukan Olive yang mana sekarang Olive berada di dalam mobil yang sedang bersama dengan Mike yang menyetir dengan fokus kedepan.
"Kak Mike yakin!" ucap Olive yang membuat Mike melihat ke arah Olive.
"Aku yakin Olive," sahut Mike.
"Tapi mama sama papa pasti sangat kaget dengan semua ini," ucap Olive yang sudah tau ujungnya bagaimana.
"Aku tau itu. Tetapi mau bagiamana lagi, aku sudah yakin dan benar-benar bertekad untuk hal itu," ucap Mike.
Olive membuang napasnya dengan perlahan kedepan, "semoga semuanya lancar," ucap Olive.
"Iya. Oh iya Athar dan Anna ada di rumah tidak?" tanya Mike.
"Nggak ada deh, soalnya Anna, kak Athar, kak Aurelia, kak Derry, Sana dan kak Gibran sudah pulang kayaknya kerumah masing-masing. Jadi tidak ada orang deh sama sekali," ucap Olive yang sepengetahuannya.
"Syukurlah kalau begitu," sahut Mike tiba-tiba. Hal itu membuat Olive mengkerutkan dahinya.
"Bukan begitu Olive. Aku hanya akan lebih lempang bicara dengan ke-2 orang tua kamu jika kakak kamu tidak ada dan apa lagi ada Athar nanti," jawab Mike dengan ngeles aja.
"Hmmm, bilang aja kak Mike tidak gentelment berhadapan dengan 3 kakak cowok Olive," ucap Olive dengan meremehkan Mike.
"Tidak begitu Olive. Tapikan lumayan ngeri juga. Nanti setelah aku bicara dengan Om Ari Purnama dan Tante Maharani baru aku menghadapi mereka. Olive semua itu tidak semudah yang kamu pikir dan ada prosesnya. Jadi harus santai Olive," ucap Mike.
"Iya-iya terserah kakak aja deh," sahut Olive yang mengiyakan saja apa yang di katakan Mike
**********
Maharani dan Ari Purnama sedang berada di dalam rumah yang berada di taman belakang yang menikmati udara di siang hari.
"Percuma punya anak 4 menantu 3 satu pun tidak ada yang betah di rumah ini sudah menikah malah cari rumah sendiri dan punya anak perempuan sukanya juga keluyuran," oceh Anggika yang tidak ada habis-habisnya yang membuat suaminya hanya mendengarkan saja sembari membaca koran.
__ADS_1
"Mas kamu dengar aku tidak sih. Kamu apa tidak kesepian di rumah sebesar ini saat semua anak-anak kita punya kehidupannya masing-masing," ucap Anggika.
"Aku mendengarkan mu Anggika. Tapi aku harus berbuat apa Anggika. Anak-anak kita sudah menikah dan itu artinya mereka punya kehidupan masing-masing dan kita mana bisa menghentikan mereka. Karena mereka juga akan punya keluarga sama seperti kita nanti," ucap Ari Purnama.
"Iya tapi kan aku kesepian. Hahhhh pokoknya aku tidak akan biarkan kalau Olive harus menikah cepat+cepat. Lama-lama aku akan sendirian di rumah ini," ucap Maharani yang sudah membuat keputusan sendiri.
"Mah, pah!" tiba-tiba Olive menyapa yang datang bersama Mike dan baru saja Maharani Membicarakannya Olive sudah datang kalau kata orang-orang sih itu namanya panjang umur.
"Olive," sahut Maharani dan Olive dan Mike yang saling melihat langsung menghampiri ke-2 orang tua Olive.
"Om Tante," sapa Mike dengan ramah.
"Iya Mike ayo duduk," ucap Ari Purnama dengan ramah.
"Iya Om," sahut Mike dan Olive yang mana mereka langsung duduk dan terlihat Mike kelihatannya sangat gugup.
"Ada apa Olive. Kamu tumben datang sama Mike?" tanya Maharani dengan heran.
"Olive datang kemari membawa kak Mike karena ingin mengatakan sesuatu," ucap Olive.
"Kamu serius amat, memang apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Maharani.
Mike terlihat menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan menatap Ari Purnama dan Maharani dengan secara bergantian.
"Om Tante saya datang kemari ingin melamar putri Om dan Tante," ucap Mike dengan satu kali tarikan napas.
"Apah!!!!" teriak Anggika dengan wajah terkejutnya yang pasti membuat, Ari Purnama, Olive dan juga Mike terkejut dengan suara teriakan Anggika yang tiba-tiba ingin melamar Olive.
Baru saja Anggika mengatakan untuk tidak Olive menikah buru-buru dan ini Olive sudah di lamar aja bagaimana dia tidak kaget.
Bersambung
__ADS_1